
"Serahkan atau mati"ucap cheng rou sekali lagi.
Tak ada yang menjawab pertanyaan atau mungkin pernyataan milik anjing setia raja itu. Semua anggota dari kediaman klan jing terdiam, tak terkecuali jing chengru yang arogan.
"Kenapa raja begitu menginginkan mutiara hitam milik klan kami, sedangkan itu adalah artefak suci milik kediaman klan jing yang telah diturunkan dari generasi kegenerasi"ucap pemimpin klan jing.
"Apa urusannya dengan kami"jawan cheng rou dingin.
Sontak mendengar jawaban acuh tak acuh yang dilayangkan cheng rou membuat wajah pemimpin klan jing memerah malu atas penghinaan secara langsung yang telah cheng rou ucapkan tanpa rasa takut.
"Tidak bisa !!"ucap jing chengru.
Cheng rou melirik wanita lain yang berada diatas tangga tertinggi ditempatnya kini.
"Berikan atau mati"ucap cheng rou sembari melirik chengru.
Pemimpin klan jing sekaligus ayah chengru cemas dan bingung, siapa dan siapa yang akan ia pilih sedangkan dimasa depan kedua harta yang ia jaga ini akan sangat berguna disaat genting untuk kekuasaan serta harta dan kehormataannya.
"Fuqin, jangan berikan mutiara berharga ifu pada istanah"ucap chengru berusaha membujuk fuqinnya.
Mutiara hitam milik klan jing sangat istimewa karena mutiara itu bisa menyimpan banyak penawar untuk racun mematikan dan zheng bai butuh penawar itu untuk mengekstraknya dan menjadikannya sebagai penawar dari racun yang berada di bilah tajam senjata mengerikan.
"Tidak bisa !!!"bentak chengru marah, tapi apa daya ketika ia akan mengambil mutiara hitam yang telah berada ditangan cheng rou. Tiba-tiba saja lelaki itu mundur kebelakang dan membuat tubuh putri dari kediaman klan jing harus terjatuh dengan tidak hormat.
"Cih, menjijikan"desis wan yao keras karena muak dengan aroma mewangian menyengat dari arah jing chengru.
Chengru yang mendengar ucapan wan yao seketika itu juga wajah yang bulat itu langsung memerah padam kayaknya tomat busuk.
Setelah kepergiaan ketiga anjing raja, cheng ru mengamuk didalam ruangan. Ia menghancurkan segala barang yang ada disekitarnya dan membuatnya hancur hingga berkeping-keping.
"Anakku, apa yang kau lakukan !!"ucap selir kediaman jing pada chengru.
"Ibu, kenapa ayah menyerahkan harta berharga itu ?!.. aku belum meminum air yang berada didalam mutiara itu, ibu apakah ada barang lain selain mutiara itu yang bisa membuat wajahku bertambah cantik, ibu tolong aku ibuu !!"ucap chengru panik.
Wanita itu menggigit kukunya dan dengan gelisah ia berjalan kesana kemari sembari mengumpat.
"Bedebah busuk itu !!... jika bukan karena mereka aku bisa dengan mudah meminum air dari mutiara hitam itu !!!"desis chengru marah.
"Ibu, bagaimana ini ??"tanya chengru.
"Tenanglah"sahut selir cheng.
"Segala hal ini pasti ulah pelacur tak tahu malu itu"desis selir cheng secara tiba-tiba. Ia sudah sangat dendam kepada jing mei karenanya dia tak bisa menaiki posisi nyonya utama kediaman.
"Benar !!... pasti pelacur itu yang menghasut zheng bai gege"ucap chengru yang intonasi suaranya bergemetaran menahan rasa amarah yang ingin tumpah.
"Kau kemari !!!"bentak chengru pada salah seorang pelayannya yang kemudian ia siksa untuk melampiaskan rasa amarahnya.
"Chengru tenanglah, kita masih punya satu jalan lagi"ucap selir cheng tersenyum mengerikan.
Chengru yang melihat senyum ibunya menjadi begitu bahagia dan ia langsung menghempaskan tubuh pelayan itu pada pelayannya yang lain.
"Pergi, jangan mengotori mataku !!"ucap chengru kasar dan para pelayannya dengan tergesah-gesah pergi meninggalkan ruangan tuan mereka yang kejam.
"Kau bisa menikahi raja sebagai selir kerajaan"ucap selir cheng pada anaknya.
"Selir ??!... aku tak ingin itu ibu !!!... jangan membuatku muak dengan status kelahiranku"ucap chengru kesal.
"Dengarkan ibu"ucap selir cheng dan ia dengan senang hati mulai membicarakan rencana mereka.
Disisi lain didalam istana, cheng rou yang tengah berjalan masuk kedalam ruang takhta raja kerajaan dunia bawah berhenti sejenak dan kemudian ia melanjutkan jalannya kembali seolah-olah tak ada hal lain yang mengotori pemikirannya.
"Aku begitu bodoh mencari jalan damai yang bukan seperti jalan raja ini !!!... menjijikan sekali cih"desis zheng bai.
Cheng qu dan wan yao yang berada dibelakang cheng rou hanya bisa diam memperhatikan bagaimana tuan mereka kini tengah menyanjung anjing kesayangannya.
"Sekarang kalian pergilah"ucap zheng bai.
Setelah kepergian ketiga bawahannya itu, zheng bai menatap penuh mutiara hitam yang kini berada digenggaman tangannya.
***
Cheng rou yang menghilang dengan cepat setelah keluar dari pintu ruang takhta kerajaan dunia bawah meninggalkan chen qu dan wan yao yang akan mengejarnya.
"Bajingan !!"desis chen qu kesal karena kehilangan jejak cheng rou, akhirnya mereka hanya bisa melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
Cheng rou yang kini telah berpindah kedunia manusia bisa merasakan energi sosok yang ia kenal baik ratusan tahun lalu tengah berada di dunia manusia.
"Apa yang dilakukan jiejie didunia manusia ??... bukankah ia tak ingin bersentuhan emosional dengan mahluk dunia bawah"pikir cheng rou.
Ia melesat dengan cepat dan bisa merasakan energi itu semakin menguat.
Dimana ?!!..
Kini ia tengah berada di bawah sebuah puncak bukit, ia bisa merasakan energi spiritual samar milik jiejie.
Tabir ?, pikir cheng rou penasaran. Ia dengan hati-hati merobek sedikit tabir dan masuk kedalam tabir itu.
Kening cheng rou mengernyit waspada menatap sekitarnya, ia perlahan meminimalisir hawa keberadaannya dan berjalan kerumah tua diatas bukit ini, tempat yang paling mencolok dari tempat lainnya.
Manusia ??...
Ia bisa melihat ada tubuh manusia yang melayang didekat jie jie, kenapa mereka membawa manusia itu ketempat ini, pikir cheng rou tajam.
Ia masih tetap memperhatikan gerak gerik bing bing dan sosok lain yang ia ketahui sebagai jenderal agung pertama kekaisaran dunia atas.
Hingga akhirnya mereka pergi meninggalkan sosok wanita itu sendirian didalam rumah tua itu.
Cheng rou terdiam.
Apa yang ia lakukan kini ??, pikirnya.
Ia yang penasaran datang masuk kedalam rumah tua itu, dan dengan hati-hati melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan rumah tua ini.
Samar, ia melihat manusia yang tengah terbaring disebuah tempat tidur dengan kelambu tipis yang menutupi keempat sisi pilar tempat tidur.
Ketika cheng rou ingin mendekati tubuh so ah, ia harus terpental karena energi yang melindungi tubuh so ah.
Apa ini ??!..
Manusia dengan energi spiritual ??.. berkah surgawi ?? Keh menjijikan, takkan mungkin surgawi memberikan secara sukarela hanya untuk seorang wanita yang terlihat lemah ini.
Tapi, tunggu !!... aroma menyegarkan ini tak asing lagi, tidak tidak !!... ini pasti karena ada bing jie ditempat ini.
Tapi, jika bukan karena bing jie lantas siapa yang berani melindungi wanita ini ??... pikir cheng rou dingin.
Cheng rou yang tak ingin tertipu, melihat kembali energi yang melindungi so ah dan ia juga berusaha menghirup aroma darah yang sedikit menguar dari luka yang diterima so ah.
Darah yang penuh esensi spiritual murni !!... terasa familiar, cheng rou menahan nafasnya.
Deg.