The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 164



Yue er yang kini berada digendongan so ah menatap kesal kearah kakak lelaki kembarnya, Yao er.


Yao er hanya membalas adiknya itu dengan pandangan malas, ia kembali menaruh kepala kecilnya kebahu tegap dai luan, ia kembali tidur.


"Kenapa dengan putri niang niang yang cantik ini ??"tanya so ah pada yue er.


Kini ia tengah duduk di kursi santai dengan yue er yang duduk di pangkuannya. Yue er mendongak menatap ibunya, bibirnya sedikit mencebik marah dan pipinya yang gemuk penuh lemak itu bertambah gemuk saat ia mencebikkan bibirnya.


So ah tertawa menatap wajah lucu anak perempuannya.


"Apakah mei mei marah karena niang niang hanya melihat kearah ge ge ??"tanya so ah lembut.


Yue er langsung bertambah kesal, balita kecil itu langsung membuang wajahnya lagi. Marah.


So ah terkikik geli melihat tingkah bayinya yang manis kini tengah merajuk di pangkuannya. Mungkin jika kedua anaknya sudah mulai bisa belajar untuk berbicara, suasana di tempat ini akan sedikit ramai atau mungkin lebih kacau.


So ah mengetahui kenapa putrinya ini marah dan memukul kakaknya itu karena so ah yang tadinya kebetulan tengah menatap yao er, hingga mungkin yue er merasa bahwa ibunya ini tengah membandingkan ia dan kakaknya.


Dai luan menggendong yao er di bahunya, gerakannya terlihat sangat luwes dan nyaman. Ia merasa tidak bingung memperlakukan mahluk kecil di gendonganya ini bagaimana dan seperti apa walau pada awalnya gerakannya kaku tapi ia bisa beradaptasi dengan baik, ia berjalan dengan santai mengitari ruangan kamar so ah.


So ah kini tengah mengelus lembut punggung putrinya, ia tengah berusaha untuk menenangkan kegelisahan mahluk kecil manis dipelukannya ini. Setelah dai luan memanggil kedua dayangnya dan menaruh yao er ke ayunan, dai luan langsung mengundurkan dirinya dan pergi .


***


Yuan yang masih tetap tidur dibawah pohon bunga persik tua itu tetap pada posisinya. Ia tak bergerak satu incipun dari tempat dimana ia tengah berbaring sehingga kelopak-kelopak bunga merah muda jatuh diatas tubuhnya.


Pendaran cahaya kebiruan samar mengelilingi tubuh yang tengah berbaring dengan tenang, diluar tabir pelindung yang ia pasang.


Yi, Hui dan Long hanya bisa menunggu sang kaisar agung keluar dari tempat terdalam milik penatua kekaisaran.


"Didalam sana apakah kaisar agung sedang menyembuhkan diri ??"tanya yi pada kedua penatua yang kini tengah duduk menyambut mereka.


"Tidak ada yang istimewa ditempat itu"sahut penatua.


"Yang benar saja ??.. kenapa kaisar agung beberapa hari ini mau berada disana ??"ungkap long.


Hui langsung menjitak kepala pemimpin klan kura-kura itu dengan ganas, ia memelototi ketidaksopanan long. Hui dengan tatapan mata mengancam menyuruh long untuk diam dan tutup mulut.


"Tetua agung, maafkan atas ucapan dari pemimpin klan kura-kura hitam ini, lelaki ini baru sampai dikekaisaran setelah sekian lama pergi keluar"ucap hui.


"Hahahaha... tidak apa... wajar jika kaum muda sangat berapi-api"sahut penatua kekaisaran itu sembari tertawa.


Hui tertawa kering mendengar ucapan penatua kekaisaran didepannya ini, ia melirik long yang terdiam ditempat dan yi yang masih tetap tanpa ekspresi.


Mungkin lelaki itu sedang berbahagia karena sudah lama tidak ada yang memanggilnya muda, pikir hui memutar matanya jijik.


"Hahaha terima kasih penatua... aku memang terlihat masih sangat muda dan tampan"ucap long dengan penuh rasa kepercayaan diri kepada penatua kekaisaran dunia atas.


Yi dan hui hanya bisa memutar mata mereka saat melihat 'ekor bulu merak' milik long mulai mekar menjadi kepercayaan diri yang tidak tahu malu. Wajah lelaki itu memang tampan tapi bukan berarti dia harus mengucapkan kata menjijikan yang tidak seharusnya pemimpin klan ucapkan seperti itu.


"Hahaha berbeda dengan dua orang temanku ini bukan, mereka sangat kaku dan kolot"ucap long lagi, tanpa rasa dosa ia tertawa bahagia.


Hui dan yi mendelik galak.


"Lihat penatua, mereka iri dengan ketampanan pemimpin klan ini"ucap long lagi sembari tersenyum riang.


"Brengsekk !!!"desis hui dan long dalam hati secara bersamaan.


"Kenapa yang mulia kaisar agung membuat tabir pelindung didalam sana, penatua ??"tanya yi.


Kedua penatua kekaisaran dunia atas terdiam saat mendengar pertanyaan yi, mereka hanya mengingat sosok penuh aura gelap yang semalam datang menerobos dan masuk kedalam ruang terdalam di tempat ini.


Mereka berdua yang tergesah-gesah menyambut sang kaisar agung langsung mundur karena aura gelap membunuh yang dikeluarkan sang kaisar.


Keheningan ruangan itu sedikit tak berangsur lama karena kedua tetua kekaisaran dunia atas tak memberikan jawaban mereka hingga tiba-tiba yuan berjalan keluar dari dalam ruangan tempat itu, mengagetkan mereka.


Yuan memandang dingin kelima orang yang berada dihadapannya itu saat mereka dengan cepat memberikan salam sambutan kepadanya.


"Apakah anda ingin ke istana kekaisaran, yang mulia ??"tanya yi sopan.


Disaat seperti ini mereka harus menunjukkan status dan rasa hormat mereka terhadap yuan.


Long dan Hui yang tadinya berada di samping kanan kiri yi dengan cepat mundur saat mendengar ucapan yi langsung berada dibelakang tubuh yi dan ikut menundukkan tubuh mereka.


Yuan diam.


"Katakan bahwa semua anggota dari kediaman duyung mengalami hal tragis karena berkomplot dengan kerajaan dunia bawah"ucap yuan dingin.


"Dan putri pemimpin klan duyung sekarang tetapkan menjadi buronan"ucap yuan lagi.


Yuan dengan cepat langsung menghilang, diikuti yi, hui dan long. Mereka bertiga dengan cepat pergi menuju ke istana kekaisaran agung.


Paviliun naga.


Yuan memasuki paviliun diikuti ketiga orang dibelakangnya.


Mereka tetap diam hingga sampai kedalam ruang kerja milik sang kaisar kekaisaran agung dunia atas itu.


"Yi, kau telah gagal"ucap yuan memecahkan keheningan didalam ruang kerja kaisar.


Yi hanya diam mengakui kesalahannya.


"Dan kalian berdua, bukankah lebih baik menjaga setiap garis wilayah kekaisaran ini, urusan penawar racun biar nyonya dari kediaman klan harimau putih yang mengurusnya"ucap yuan tegas.


"Baik, yang mulia kaisar agung"ucap ketiganya dengan tegas.


Hening.


Hening.


Yuan diam memandang kearah luar jendela.


"Ketika aku tak sadarkan diri, Long... energi apa yang kau bicarakan ??"tanya yuan.


Long terdiam, ia melirik yi untuk meminta pertolongan tapi yi hanya melotot sebagai gantinya. Long meringis berusaha mengingat dengan jelas energi kekuatan spiritual macam apa yang ia rasakan tempo hari.


"Energi spiritual itu terasa gelap, mengancam dan menekan energi spritual milik hamba, yang mulia"jawab long, yang ia ingat hanyalah rasa tertekan dan ancaman besar merayap di inti spiritualnya.


"Dimana kau merasakannya ??"tanya yuan lagi.


"Tepat diatas kekaisaran ini, yang mulia"sahut long dengan yakin.


Yuan terdiam mendengar ucapan long.


Hening.


Tatapan mata yuan terasa rumit.


"Perintahkan untuk semua pasukan dan para jenderal untuk menjaga dua kali lipat setiap sudut wilayah kekaisaran"ucap yuan.


"Tetap lihat apa yang di rencanakan dunia bawah"ucap yuan lagi.


"Dan untuk para jenderal tertinggi kekaisaran dunia atas, Hui dan Long bagi tugas kalian untuk memantau setiap pergerakan prajurit kekaisaran ini... untuk jenderal Yi perhatikan pergerakan dari tempat suci, perketat keamanan disekitar tempat yang berada tepat dibawah tempat suci"lanjut yuan lagi.


ia kemudian memerintah ketiganya untuk langsung pergi dari dalam ruangannya.


Jika tebakannya tak meleset ada sesuatu ditempat suci itu, entah apa itu. Ia harus mengetahuinya !!... dan sebagai seorang kaisar dari kekaisarannya ini sangat wajar jika ia penasaran dengan isi dari tempat yang sampai detik ini tak bisa ia buka.


"Apalagi dengan "sesuatu" itu...", pikir yuan dingin.