
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku adalah seorang permaisuri ??"tanya so ah lembut.
Zhe ze terdiam, ia bingung harus menjawab pertanyaan so ah dengan jawaban seperti apa.
"Itu... itu karena Yi ge yang memberitahukannya, yang mulia"jawab zhe ze yang masih menundukkan kepalanya.
So ah terdiam.
"Aku tak bisa keluar dari tempat ini, yang mulia"ucap zhe ze lagi dengan nada frustasi.
"Kenapa kau ingin pergi dari lembah ini ??"tanya so ah lembut.
"Aku... aku ingin menyelamatkan yi ge, hui ge dan bing jie... mereka meninggalkanku karena tak ingin aku ikut dibunuh !!"ucap zhe ze lagi dengan nada frustasi.
"Siapa yang akan membunuh kalian ??... bukankah kalian immortal dengan kekuatan spiritual kuat"ucap so ah, tapi jawaban zhe ze membuatnya terdiam lama.
"Kaisar... kaisar akan membunuh kami yang mulia permaisuri, tolong selamatkan mereka..."ucap zhe ze.
"Ku mohon yang mulia"ucap zhe ze lagi, mata gadis itu terlihat berkaca-kaca.
Ia memikirkan kekasihnya long yang tak tahu kini bagaimana keadaannya, dan kini ketiga mahluk yang ia sayangi harus pergi meninggalkannya. Ia terlalu muda dan bodoh karena termakan ucapan yi, dan ia menyesal karena emosi dan egonya.
Zhe ze yang baru sadar atas kelancangannya menjadi frustasi, ditambah lagi ia tak bisa keluar dari tempat ini. Berapa kalipun ia mencoba hasilnya tetap sana, ia tetap berada didalam tempat ini.
Lembah ini membuatnya sangat kebingungan, ketika ia berusaha keluar dari tempat ini. Tubuhnya akan terluka parah dan ia tak pernah henti untuk berusaha keluar dari tabir pelindung yang ia anggap sebagai penjara keabadian ini.
"Apakah kau sangat ingin pergi dan melindungi mereka ??"tanya so ah pada zhe ze.
Zhe ze langsung melihat so ah dengan pandangan berbinar penuh harap.
"Iya yang mulia, aku mohon"jawab zhe ze cepat.
So ah terdiam.
"Untuk pertama-tama, aku bukanlah permaisuri agung dan aku bukan mahluk immortal seperti kalian"ucap so ah memulai pembicaraannya antara zhe ze dan dirinya sendiri.
Zhe ze untuk pertama kalinya terdiam, ia baru ingat satu fakta bahwa pasangan dari kaisar agung hanyalah seorang manusia fana yang mungkin saja akan membuat beban baginya serta mahluk abadi lainnya. Tapi, ia tak ingin secara terus terang membicarakan pikirannya pada sosok wanita dengan kelebihan pada paras surgawinya itu.
Ia bagaimanapun harus melindungi wanita kaisar, tapi ketika mendengar fakta lain bahwa wanita ini mengatakan bahwa ia bukan lagi wanita kaisar.
Apa yang terjadi sebenarnya disini ?!!...
Kenapa segalanya begitu rumit !!!...
"Tunggupah esok aku akan pergi bersamamu"ucap so ah lagi.
Zhe ze terdiam.
Ketika ia melihat bahu so ah yang berbalik pergi dari hadapannya ia baru tersadar bahwa ia mungkin telah membuat keputusan bodoh dengan menaruh harapannya pada wanita fana itu.
Apa yang harus ia lakulan ?!!, pikir zhe ze panik.
So ah berjalan menuju kepaviliunnya, ia menghentikan langkah kakinya berjalan menuju kearah yang berlawanan.
So ah merenungkan keputuaannya.
"Apakah akan baik jika ia membantu nona muda itu ??.."pikir so ah dalam hatinya.
"Luan ge berusaha untuk melindungiku begitu juga dengan dayang yang telah gege kirim untukku, apakah boleh aku hanya berdiam diri disini ??.. bersembunyi bagaikan burung mati disudut lembah tenang ini ??"pikir so ah lagi.
Dahi halusnya berkerut ringan karena merenungkan apa kemungkinan yang baik dimasa depan.
"Ahh"pekik so ah kaget saat kakinya tak sengaja tersandung sesuatu.
"Tunggu, dimana aku sekarang ??"tanya so ah pada dirinya sendiri.
Ia melihat sekelilingnya yang anehnya dibawah kakinya kini penuh dengan tumpukan salju tebal.
Ia mengedarkan pandangannya dan sedikit lega saat melihat ujung menara paviliun lembah utara masih terlihat oleh matanya. Ia masih dalam lingkup tabir pelindung, tapi ini tempat apa ?, pikir so ah penasaran.
Setengah dari setengah wilayah lembah yang baru ia ketahui ini ternyata bagian lainnya penuh dengan tumpukan salju dingin yang untungnya ia saat ini memakai jubah.
So ah yang penasaran mulai melangkahkan kakinya menuju keatas bukit salju yang berjarak tidak jauh didepannya itu.
Bunga ?..
Kristal ??..
Apa ini ??...
Ia melihat sekumpulan bunga kristal bening, tumbuhan yang ia kira mati dan hanya menjadi hiasan belaka ditempat asing yang baru ia temui iti ternyata hidup.
"Apakah pikiranku mulai berhalusinasi ??"tanya so ah pada dirinya sendiri, ia sangat takjub sekaligus penasaran saat tangannya bersentuhan dengan setiap kelopak bunga aneh dihadapannya ini.
So ah mencubit ringan lengannya dan ia merasakan rasa sakit, bibir merah muda alaminya terlihat meringis pelan karena ngilu.
"Aku tidak gila"pikir so ah sembari menggelengkan kepalanya.
Ia kembali mengedarkan pandangannya dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke atas bukit, saat hampir sampai keatas bukit ia baru menyadari bahwa kini setiap langkah yang ia lewati sekumpulan bunga kristal tadi telah menjadi segerombolan penuh bunga kristal.
So ah terpana, kilatan bening kristal yang terkena sinar matahari terlihat menyilaukan seperti deburan ombak lautan.
"Kenapa ada tempat yang begitu indah disinu"ucap so ah yang merentangkan tangannya, ia menelusuri lembut bunga-bunga indah sekaligus aneh itu dengan tangannya hingga ia sampai dititik atas bukit matanya langsung menatap kesatu titik.
Pohon sakura ??...
Tidak, bukan...
Bunga persik ??...
Kilauan emas ??
Bagaimana mungkin tumbuh ditempat semacam ini ??!!...
So ah terpaku diam melihat pohon tua dibawah bukit bunga kristal, nama yang baru ia berikan pada bukit indah bersalju ini.
Pohon tua dibawahnya yang masih berbunga indah itu terlihat aneh dimatanya karena bagaimana bisa seluruh bagian pohon itu tidak mati karena kedinginan, ah iya bukankah tempat yang ia tinggali ini juga aneh.
"Yangg muliaaaa"teriak rou shi yang menganggetkan so ah.
So ah secara reflek menoleh dan secara tidak sengaja menginjak ujung keliman rok hanfunya. Mata so ah sedikit terbelalak kaget.
"Tidakk !"ucapnya yang mulai merasakan tubuhnya tidak seimbamg lagi.
Belum sempat ia meminta pertolongan pada dayangnya yang berada diujung hutan, tubuhnya lebih cepat melawan arah gravitasi.
Tubuh mungil itu kini tengah bergulung tajam jatuh kesisi lain bukit kristal hingga akhirnya tubuh so ah menabrak keras pohon tua yang tengah ia amati tadi.
"Akhh"ucap so ah kesakitan saat punggungnya menghantam keras pohon dibelakangnya.
"Uhhh..."ucap so ah lain yang kini telah mendudukkan dirinya dengan tangannya yang bertumpu batang pohon tua disampingnya.
Saat ia berdiri, so ah bisa merasakan ceceran butiran salju yang menempel diseluruh tubuhnya mulai berjatuhan. Ia juga merasakan ngilu dibagian punggungnya, ia yakin punggungnya kini pasti telah berubah warna.
So ah melihat sekelilingnya.
Tempat apa ini ??, pikirnya.
So ah menepuk-nepuk pelan kakinya hingga ia menyadari bahwa tepat dibawahnya ini keras. So ah menggeser sedikit salju yang menutupi tempat dibawahnya ini dengan kakinya dan ia tersentak kaget.
Lantai ??.. tepat dibawah kakinya kini ia melihat lantai batu yang tersusun rapi, sebagian dari tempat ini yang telah tertutupi oleh salju hingga ia melihat sebuah batu yang mencuat keluar dari dalam tumpukan salju, batu itu terlihat berpola seperti sebuah patung. So ah yang sudah sangat penasaran melangkahkan kakinya untuk melihat lebih jelas.
Ia membersihkan tumpukan salju diatas batu dihadapannya ini hingga sedikit demi sedikit dan benar saja batu itu adalah ujung dari sebuah patung.