
Insiden bangkai menjijikan yang setiap hari membawa terror bagi setiap kediaman pemimpin klan dunia atas itu hilang, kini digantikan dengan pengumuman baru yang baru saja dikeluarkan oleh sang kaisar dunia atas. Semua mahluk yang menjadi rakyat yuan di kekaisaran dunia atas heboh akan berita itu.
Sang kaisar agung saat ini tengah mencari seorang selir kekaisaran dan mengadakan sebuah seleksi ketat untuk seluruh gadis muda di kekaisaran dunia atas.
Keributan besar saat ini tengah terjadi didalam istana kekaisaran.
Bingbing tergesah datang menemui sang kaisar yang telah membuat sebuah keputusan tanpa pertimbangan terlebih dahulu.
Rumor-rumor dan gosip panas telah bertebaran disana-sini. Kaisar tak mencintai permaisuri agung yang misterius itu lagi, dan ada juga yang mengatakan bahwa sang kaisar ingin gadis dengan kecantikan muda menggoda dan sudah bosan dengan permaisuri agung bahkan yang lebih parah lagi sang kaisar agung tidak mempunyai hasil keturunan dari permaisuri agung yang tak bisa mempunyai anak dirahimnya, bahkan ada yang berkata sang permaisuri agung itu tidak pernah ada.
Tempat-tempat kecantikan didunia atas yang tadinya sepi kini penuh sesak oleh para wanita dan gadis yang belum menikah. Mereka berlomba-lomba mempercantik diri mereka agar sang kaisar jatuh hati pada diri mereka, dan tak banyak dari para gadis-gadis itu yang bertengkar dengan gadis lainnya hanya karena masalah sepele.
Keributan.
Kekacauan.
Semua kediaman besar memesan kain-kain berharga dan saling berebut penjahit terbaik dikekaisaran dunia atas.
Bingbing memijat pangkal hidungnya, kini ia tengah duduk di dalam ruang kerja milik kaisar.
Dimana kaisar !!!...
Bingbing hanya bisa menghela nafas gusar karena tindakan kaisar itu sendiri.
Dan lagi persyaratan macam apa ini !!!...
Tak ada persyaratan yang masuk akal...
Segalanya terasa sangat tidak mungkin jika mereka ingin menjadi selir kaisar agung dunia atas melihat dari segi persyaratannya saja sudah sangat sulit dan tidak masuk akal....
***
Dai luan kini yang tengah berada didalam ruang kerja sekaligus kamarnya, duduk diam tak tahu harus berbuat apa. Pikirannya terasa buntu dan kacau.
Gara-gara gemuruh petir yang saling menyambar mengganggu tidurnya tapi bukan hal itu juga yang membuatnya kesal melainkan sangat jarang ada petir dan kilat ditempat suci yang tenang ini.
Dasar bajingan tengik !!!..., desis dai luan dalam hatinya menyumpah serapah kepada kaisar agung yang memilik kekaisaran sekarang ini.
"Pyuuu"ucap bola bulunya yang menggelinding dan mengenai kakinya.
"Apa yang kau dapatkan ??"tanya dai luan.
"Pyyuuuu... pyuuuuu"sahut bola bulunya mulai bergerak agresif seakan-akan mendapatkan berita darurat.
Tangan dai luan perlahan mengangkat bola bulu bulat itu dan menyalurkan energi spiritualnya.
Deg.
Deg.
Apa-apaan ini !!!...
***
So ah kini dengan dibantu kedua dayangnya tengah mempersiapkan dirinya, ia memakai hanfu polos sederhana berwarna merah gelap dengan sulaman sulur mawar mengelilingi ujung kain hanfunya. Rambut hitam panjangnya sengaja ia biarkan tergerai dan setengahnya ia sanggul sederhana. Tusuk rambut emas terlihat bergerak saat ia berjalan kearah ayunan.
"Tunggu niang niang..."bisik so ah lembut, ia mengecup kening yao'er dan yue'er yang kini duduk dan menatapnya.
"Huu..."rengek yue'er padanya, balita cantik itu melebarkan kedua tangannya kearah so ah.
"mei mei ingin niang niang gendong ??"tanya so ah, ia tersenyum lembut dan membawa yue'er digendongannya.
"Jangan nakal"ucap so ah lembut.
"Jangan pukul gege mu..."ingat so ah lagi sembari menimang-nimang yue'er.
"Huuu"sahut yue'er dengan suara yang mulai melemah dan kemudian tertidur dipelukan ibunya.
"gadis niang sangat manja hmm"ucap so ah sedikit bercanda, ia mencium lembut kening yue'er dan menaruh kembali anaknya itu kedalam ayunan.
Saat ia melihat yao'er yang masih diam menatapnya.
Balita itu hanya menatap ibunya dan menganggukkan kepala seolah mengerti apa yang dikatakan ibunya.
"Huuu"ucap yao'er pelan.
"astagaa manisnyaa anak niangg"ucap so ah saat melihat ekspresi dan tingkah laku yao'er yang bagaikan orang dewasa bertubuh kecil itu.
Ia mengecup berkali-kali pipi penuh milik anak lelaki sulungnya itu hingga basah dan memerah.
"Huuu"ucap yao'er yang tak terima karena perlakukan ibunya yang memanjakannya, wajah kecil tampannya itu memerah malu karena perlakuan ibunya.
"tidak apa-apa, niang hanya akan pergi sebentar jadi menurut pada bibi-bibi disini dan juga paman dai luan"ucap so ah lembut.
Ia perlahan mengelus lembut kepala yao'er dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
Rou shu dan rou shi yang melihat besarnya kasih sayang so ah untuk keturunan dari weida de tianghuang merasa sangat tersentuh. Mereka sebenarnya merasakan firasat buruk jika melihat tuan mereka yang akan berjalan-jalan melihat sungai keabadian.
"Rou shi, kau ikut dengan yang mulia permaisuri"ucap rou shu pada akhirnya.
"Jie jie, apakah tidak apa-apa ??"tanya rou shi pada rou shu.
"Tidak apa, lebih baik jika ada yang melindungi yang mulia permaisuri"sahut rou shu pelan.
"En"jawab rou shi mengerti.
Sejak tadi malam mereka datang memberikan informasi ini kepada weida de baohu long dai tetapi sepertinya naga pelindung agung itu tengah melakukan sesuatu karena terdapat tabir besar yang menyelubungi kamar milik weida de baohu long dai.
Jadi, keduanya hanya bisa kembali membujuk tuan mereka dipagi harinya dan sekarang tuan mereka masih tetap ingin pergi ke sungai keabadian itu.
"Yang mulia permasuri, bolehkan dayang rendahan ini yang memandu anda kesana ??"tanya rou shi pada so ah.
"Ya, tentu saja... tapi cukup tunjukkan jalannya saja dan kembali"jawab so ah.
Rou shi dengan sopan memasangkan jubah hitam di tubuh tuannya, dan kemudian memandu so ah berjalan keluar menuju ketempat itu.
"Apakah anda ingin langsung berpindah ke sungai keabadian yang mulia ??"tanya rou shi.
"Hmm... apakah jika kita berjalan seperti ini terlalu jauh dari tempat itu ??"tanya so ah.
"Benar, yang mulia"sahut rou shi.
So ah diam, ia sedikit menimbang dan akhirnya memerintahkan rou shi untuk membawanya langsung kesana.
Surat itu, ia harus tau kejelasannya.
Saat ia sampai di pinggir sungai keabadian, sebagian besar pohon-pohon bunga persik banyak berbunga dan gugur disini. diujung lain sungai terdapat juga beberapa pepohonan maple berdaun merah pekat dan pohon-pohon yang tengah berbuah ranum.
So ah juga bisa melihat beberapa peri tumbuhan yang berkilauan terbang diantara dedaunan pohon hijau dan menghilang jauh kedalam hamparan bunga-bunga.
"Kenapa tempat ini sangat indah ??"tanya so ah pada rou shi.
"Disini tenang"ucap so ah lagi.
Ia bisa melihat paviliunnya yang berdiri jauh disana, selubung awan putih terlihat melewati menara paviliunnya.
Hening.
Tak ada jawaban dari rou shi. So ah tersentak kaget dan langsung waspada saat melihat kesekelilingnya yang kosong tanpa ada keberadaan dayangnya.
"Rou shi"panggil so ah lembut.
Hening.
Crakkk...
Akhhh...
Bruk...
Darah merembes jatuh membasahi rumputnya.