
Tubuh Tang Mo Cou yang penuh dengan luka-luka itu terus melesat menuju kedunia atas. Saat dipertengahan jalannya ia harus mendecih kesal karena dihadang pasukkan dari dunia bawah.
"Apa yang dilakukan seorang kaisar agung di dunia bawah ??"tanya seorang wanita dengan pakaian hitam terbuka.
"...."Tang Mo Cou hanya menatap penuh perhitungan pada wanita itu.
"Hahaha ohh aku di abaikan sayang"desis wanita itu sambil mendesah manja pada lelaki disebelahnya. Karena terus menerus di abaikan wanita itu kesal lantas langsung memerintahkan prajurit yang dia bawa untuk menyerang Kaisar dunia atas.
Tang Mo Cou langsung siaga karena serangan dari mahluk-mahluk didepannya, ia dengan kesal langsung menebas habis mahluk-mahluk didepannya.
"Aku tak punya masalah dengan kalian dan jika kalian diperintah oleh raja dunia bawah sampaikan pesanku untuk bertemu secara langsung di padang kematian"ucap Tang Mo Cou dingin.
Ia dengan cepat melesat pergi meninggalkan mayat-mayat dari mahluk dunia bawah dengan kedua orang pemimpin mahluk itu yang ia ikat dengan tali spiritual.
"Cih, bedebah !!!"desis wanita itu yang merasa sudah dilecehkan.
"Lihat saja, jika kita bertemu lagi akan ku buat kau bertekuk lutut dengan hina didepanku !!!"desisnya lagi penuh dendam.
Sampai dikekaisaran dunia atas, tubuh yang penuh luka itu langsung mendatangi kediaman permaisuri. Tang Mo Cou yang tertatih-tatih berjalan mengabaikan semua bawahannya sampai ia bertemu dengan permaisuri Yan Ran ditaman.
"Astagaa yang mulia !!"pekik permaisuri Yan Ran kaget. Permaisuei langsung berlari kearah suaminya dengan panik ia memerintahkan semua dayangnya untuk membawa peralatan yang ia sebutkan.
"Cepat bawa apa yang aku katakan"ucap permaisuri yan ran memberi perintah.
Ia memapah tubuh suaminya masuk kedalam kediaman permaisuri yang untungnya dekat dengan taman.
Setelah membaringkan kaisar, permaisuri yan ran langsung membuka pakaian kaisar, ia membersihkan dan mengobati semua luka-luka yang ada ditubuh suaminya.
Karena kaisar yang terluka dan masih dalam keadaan tak sadar, permaisuri yan ran yang menggantikkan posisi kekaisaran. Hingga pada hari ketiga, kaisar terbangun dari tidurnya.
"Kau... kau tidak apa su..suamiku ??"tanya yan ran penuh rasa kesedihan.
"Hiks kemana saja dirimu ??... kau menghilang hampir seminggu lebih dan koma beberapa hari ini !!... apakah kau tau aku sangat khawatir ?!!"ucap permaisuri dengan air mata yang menggenang.
"Maafkan aku istriku.... tetapi aku membawakanmu apa yang kau mau"ucap kaisar lemah sembari menunjuk pedangnya yang tergeletak diatas tempat pedang.
Mata permaisuri Yan Ran langsung terbelalak kaget mendengar ucapan kaisar, ia dengan cepat langsung mengambil pedang itu dan benar dibilah pedang milik kaisar terdapat bercak darah yang sangat pekat kemudian permaisuri menyimpan pedang itu kembali.
Setelah semua keadaan kembali seperti semula, permaisuri Yan Ran mulai meramu ramuan yang ia temukan di teks kuno itu.
Diruangan khusus yang dibuatkan kaisar untuknya itu ia gunakan untuk membuat berbagai macam ramuan herbal langka dan berharga, seperti saat ini dirinya sedang membuat ramuan untuk dirinya sendiri.
Setelah mencampurkan segala bahan-bahan ramuan dan memasukkan beberapa tetes darah naga. Permaisuri yan ran mengaduk ramuannya dengan hati-hati hingga beberapa waktu ramuan itu jadi dan ia hanya tinggal menunggu ramuannya dingin kemudian meminum ramuan itu.
Setelah hampir dua minggu menunggu efek dari ramuannya. Di pagi hari tiba-tiba permaisuri yan ran mual-mual tak menentu dan itu terjadi hampir seminggu lebih hingga ia sendiri saja tak bisa memeriksa dirinya sendiri karena terlalu lemah tapi ia sendiri bisa merasakan bahwa ada sebuah kehidupan baru didalam rahimnya. Karena tidak percaya dengan diagnosisnya sendiri dan ia memerintahkan tabib untuk memeriksanya.
Kaisar yang mendengar berita bahagia yang datang dari permaisuri Yan Ran bahwa istrinya tengah mengandung anaknya. Ia langsung mengadakan acara dikekaisaran dunia atas dengan sangat megah dan meriah, semua kalangan ia undang masuk kedalam istana dan semenjak hari itu kebahagiaan dan kebahagiaan terus mengelilingi kekaisaran dunia atas.
Kaisar juga menghadiahkan pecahan kristal yang sudah di ubahnya menjadi sebuah liontin kalung. Permaisuri yang tengah mengandungpun langsung terpesona untuk pertama kalinya pada liontin kalung itu, setiap hari ia selalu memakai kalung itu yang tanpa mereka sadari merupakan awal dari kehancuran.
Energi spiritual kuat yang memancar keluar dari pecahan kristal itu perlahan-lahan mulai terserap kedalam tubuh permaisuri dan janin yang ia kandung perlahan-lahan pun mulai terpengaruhi karena energi spiritual itu.
"Tidaakkk... anakku... anakkkuu... dayang dayangg pa..panggil tabibb akkhh...."teriak permaisuri yan ran kesakitan.
Kekaisaran dunia atas heboh karena permaisuri yang tiba-tiba berteriak kesakitanhingga seorang tabib kekaisaran datang.
"Kenapa istriku ??"tanya kaisar.
"Maafkan hamba yang mulia, jika kita terlambat sedikit saja mungkin pangeran takkan selamat"kata tabib itu perlahan.
"Tetapi yang mulia kenapa hal ini bisa terjadi ??"tanya tabib itu.
Ketika kaisar ingin menjawab pertanyaan tabib, permaisuri yan ran terbangun dan langsung dengan resah memegang perutnya.
"Tidak apa-apa, istriku"ucap tang mo cou berusaha menenangkan yan ran.
"Tapi hiks anakku... hiks... anakku... energi kehidupannya beberapa hari yang lalu semakin melemah dan terus melemah... tadi hiks tadi ia hilangg"ucap permaisuri dengan suara yang menyanyat hati.
"Tidak... dia masih hidup..."ucap kaisar.
"Bohongg !!!... aku tak bisa merasakan nadi penghubung antara kami berdua sebagai seorang ibu dan anak !!!"ucap permaisuri mulai resah.
Ia memegang perutnya yang masing membuncit besar, berusaha mencari ikatan batin antara ia dan anaknya tapi tetap saja, itu hal yang seakan sengaja terputus karena salah satu dari mereka ada yang tidur panjang atau mati.
Hatinya terasa sangat sedih.
"Tenangkan diri anda dulu yang mulia permaisuri, pangeran kecil masih aman didalam sana, dan mungkin saja itu hanya pergerakkan pasca akan melahirkan dan sekarang kondisi anda sedang tidak baik untuk mendiagnosis sendiri..."ucap tabib itu berusaha menjelaskan.
Setelah kejadian itu, permaisuri sedikit menenangkan dirinya dan terus berusaha menjaga kandungannya karena ia tau bahwa ia tak boleh kehilangan bayinya sebab didunia ini takkan ada lagi kesempatan kedua, pikir permaisuri yan ran yang dengan egois terlanjur sangat-sangat menyayangi kandungannya.
Ketika kaisar dan permaisuri mengunjungi para tetua mereka harus kaget karena tetua lao dan istrinya yang terus menatap kearah perut buncit istrinya dengan tatapan tajam tak terbaca.
Para tetua itu merasakan sebuah energi yang tidak asing lagi bagi mereka, walaupun sangat kecil kemungkinan tetapi mereka yakin ini energi yang sangat mereka kenali.
"Ada apa tetua ??"tanya tang mo cou.
"Bunuh anak yang masih ada didalam rahim permsuri !!"ucap tetua lao.
"Tidakkk... kenapa... kenapa tetua ??? Apa... apa salah bayi kami ??!!... kami hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat bayi kami didunia !!"ucap permaisuri yan ran sedih.
"Anak yang kau kandung itu membawa bencana"ucap istri tetua lao.
"Bencana ??!! Ia takkan menjadi bencana karena ia keturunan kami"ucap kaisar tegas.
"Apakah kau tau apa yang tengah istri mu kandung !!"desis terua lao.
"Apa itu tetua ??"tanya permaisuri yan ran dengan nada bergemetar.
"Anak yang kau kandung bisa jadi reinkarnasi dari weida de tianhuang !! Dan kau tau apa artinya itu !!"ucap tetua lao.