
Lin Qi semakin masuk kedalam hutan setelah melewati benteng pertahan spiritual dengan bantuan sosok yang mengirim pesan kepadanya, dengan cepat ia pergi masuk ke kedalaman hutan.
Lin qi berhenti saat ia melihat dalam jarak yang tidak terlalu didepannya terdapat satu lagi benteng besar spiritual yang berkilat merah membara.
"Ck, kenapa harus membuat benteng lagi didalam sini !!"desisi Lin Qi kesal.
Ia kemudian mengeluarkan peluit kecil dan sedikit mengerahkan nafas spiritualnya, memberi tanda bahwa ia sudah sampai ditempat dimana ia diperintahkan untuk datang.
Bunyi peluit yang nyaring secara spontan membuat benteng besar didepannya terbuka secara perlahan, tanpa menunggu lama nona muda utama dari klan duyung itu masuk kedalam.
Lin qi melihat sebuah kediaman besar yang penuh dengan sulur-sulur tanaman merambat disana, memenuhi dinding kediaman dengan semak belukar tanaman merambat dan dalam kegelapan kediaman itu terlihat sangat suram dan mengerikan denban obor api di jalan lurus yang mengarahakn ke pintu utama kediaman.
Lin qi yang merasakan bahaya mendekatunya langsung mengeluarkan tombak miliknya, bunyi nyaring antara benturan senjata terdengar dihutan itu.
Tiga orang penjaga dengan penampilan mengerikan menyerangnya dari ketiga arah. Mereka secara bersamaan menggeram mengancam saat lin qi mengeluarkan tombaknya, mereka kembali balik menyerang nona utama dari klan duyung dengan brutal.
"Dimana tuan kalian ?!!"benyak lin qi marah.
Tapi, ia tak mendapat jawaban apapun dari ketiganya yang seakan sudah kehilangan akal serta kewarasan sebagai mahluk hidup. Mereka yang terus menyerangnya terlihat seperti diperintah hanya untuk menjadi mesin pembunuh yang brutal dan jika diperhatikan secara langsung ketika mahluk didepannya ini adalah manusia dengan wajah dan daging yang hancur tak berbentuk lagi seperti semula, hanya tubuh mereka saja yang masih kuat seluruhnya hanya seperti sebuah bangkai busuk menjijikan.
Jlebb.
Jlebb...
Lin qi dengan sadis menusuk titik inti dua dari ketiga mahluk yang menyerangnya itu, dan dengan kesal ia memegal satu mahluk yang tersisa tapi kedua mahlik uang ia tusuk dengan ganas kembali menyerangnya.
Lin qi yang tubuhnya sudah berkeringat dan kotor langsung saja marah saat melihat mahluk yang ia bunuh masih tetap hidup.
"Ck, dimana mahluk itu !!!"bentaknya kesal.
Tak mau membuang waktu lagi, Ia melakukan hal yang sama kepada kedua mahluk itu dengan cara memenggal kepala mereka dan kemudian bergegas pergi masuk kedalam kediaman suram dihadapannya.
Lin qi dengan kasar membuka pintu besar didepannga ini, dengan waspada ia masuk kedalam tapi ia melohat sesosok lelaki ditengah kegelapan samar didepannya, tubuh lelaki itu terlihat samar akibat pantulan sinar api yang bergerak tertepa angin saat ia membuka kasar pintu besar kediaman ini.
"Selamat datang nona muda utama klam duyung"ucap seorang lelaki tua dari dalam kediaman itu.
"Siapa kau"tanya lin qi arogan.
"Apakah kau yang mengirim surat itu ?"tanya lin qi lagi.
"Bukan, Nona muda... saya seorang pelayan pribadi milik tuan pemilik tanah ini"ucap lelaki tua itu.
"Ck, dimana tuanmu"sahut lin qi tidak sabaran.
"Tuan sekarang tidak ada ditempat ini nona muda, tetapi tuan memberikan perintah untuk melayani anda"jawab lelaki tua itu sopan.
"Dimana tempat aku bisa beristirahat, tunjukkan", ucap lin qi dingin.
Ia sudah sedikit lelah dan ingin segera membersihkan dirinya sendiri yang terkena percikan darah kotor milik mahluk menjijikan yang berada didepan gerbang kediaman ini.
Lelaki tua itu dengan cepat membawa Lin qi masuk kedalam sebuah ruangan, kemudian meninggalkan lin qi disana.
Jika lin qi bisa melihat masa deoan, mungkin ia lebih memilih untuk mati dengan cepat ditangan kaisar agung kekaisaran dunia atas daripada harus menggantungkan dirinya mati secara perlahan dan membusuk ditempat suram ini.
Disisi lain, Yi dan Hui terdiam mendengar ucapan Long. Jika Long sudah berekspresi seperti itu kemungkinan sesuatu yang berada didalam lebih rumit dari apa yang mereka kira.
"mahluk yang membuat benteng pelindung spiritual ini, jangan bersinggungan terlebih dahulu dengan kita"ucap Long dingin.
"Apakah kau tidak bisa menembus sedikit cela benteng ini dan mengirim satu roh spiritual pengintai ??"tanya Hui.
"Kita harus melaporkan hal ini kepada Yuan"ucap Hui.
"Tidak jangan terburu-buru"ucap Yi.
Mereka terdiam mendengar ucapan Yi, dan saat mengetahui bahwa lelaki itu mencoba kembali apa yang telah lelaki rubah itu lakukan pada rubah kecil mata-matanya.
"Cih, kau mengotori mata pempimpin klan ini bodoh !!"bentak Long jijik.
Yi hanya memutar matanya bosan, tapi saat hui akan mencoba lagi apa yang dilakukan yi dengan roh spiritual harimau yang sama transprannya dengan benteng besar yang jauh berada didepan mereka secara tiba-tiba sebuah kekuatan besar datang dari arah belakang ketiganya.
Kekuatan besar itu dengan cepat datang dan menebas segala sesuatu yang melewatinya.
Yi, Long dan Hui dengan cepat mereka terbang keatas, menatap waspada sekeliling mereka.
"Siapa ??"tanya Hui pada keduanya.
"Tidak, jangan katakan siapa... tapi sejak kapan"sahut Yi dingin.
"...."long menatap waspada sekitarnya, firasatnya mengatakan bahwa lawan mereka kali ini bukan lawan yang sepele.
Mereka bisa melihat bagaimana pohon-pohon besar yang tumbang segala arah dan hanya menyisakan sebagian batang pohon yang terpotong berantakan setengahnya. Kilatan tajam benang hitam terlihat dari depan benteng pertahan spiritual.
"Benang neraka"bisik long dingin.
Hui dan long mengerutkan kening mereka, dan menatap long.
"Apa kau kenal pemiliknya ??"tanya Hui.
"...."Long hanya diam.
"Hati-hati"ucap long pada kedua temannya.
Yi dan Hui serta long merasakan lagi bahaya yang menyerang mereka, empat simpul benang hitam yang saling mengikat hingga membuat satu tempat kosong ditengah simpul yang berbentuk segiempat itu dengan ganas bergerak membuat simpul mati yang berpusat di satu tempat.
Hui, Yi dan Long berpencar karena simpul mematikan yang bisa saja memotong-motong tubuh mereka.
"Brengsekk !!"bentak Hui kesal.
Mereka hanya bertarung dan menghindari simpul benang hitam itu tanpa bisa melihat dimana sosok yang mengendalikannya.
"Yi, gunakan api merah mu... bakar benang menjijikan ini"teriak hui dari kejauhan.
"Bodoh !! Jangan gunakan api"benyak Long disisi lain.
"Lalu apa yang bisa kita gunakan hah !!.. persetan jika tidak dengan api dengan apa lagi kau bisa membakarnya ??!.. kau pikir bisa dengan kencing tua mu itu hah"bentak hui kesal.
Long dari kejauhan menahan rasa kesal, malu dan marah menajdi satu. Entah harus ditaruh dimana lagi rasa malunya ini karena ucapan menjijikan dari Hui.
"Kentut tua busuk !!"bentak Long kesal.
"Bisakan mulut besar menjijikan mu itu diam hah"bentak long lagi bertambah kesal saat melihat Hui masih bersikeras meminta yi untuk membakar benang-benang hitam tajam yang terus menerus menyerang mereka.
"Apa yang harus kita lakukan"tanya Yi pada akhirnya memecah perkelahian kekanakan antara kedua pemimpin tertinggi di kekaisaran dunia atas itu.
"Potong dengan senjata tajam apapun itu!!"ucap Long.
"Dan kita kabur kekekaisaran, sekarang juga !!!"lanjut long lagi dengan menggunakan komunikasi spiritual mereka.