
Mereka bertiga yang entah sudah beberapa waktu mencari celah untuk melarikan diri akhirnya berhasil melarikan diri kedunia atas.
"Kau tau apa yang telah kita lakukan ??"tanya Hui, duduk dan terdiam disudut ruangan kerja milik Yi dikekaisaran dunia atas.
"Harga diri ku sebagai salah satu jenderal agung besar yang berani dan berwibawa hancur"bisik Hui tanpa nyawa.
"Hancur"bisik Hui lagi, masih duduk lemas seakan besok ia tak bisa lagi melihat sinar matahari.
"Persetan !!.. kau masih ingin nyawamu atau harga dirimu hah !!"bentak Long yang sangat kesal atas ucapan Hui.
Yi yang duduk dimeja kerjanya, diam.
"Aku melihat sosok yang menyerang kita"ucap yi.
Long dan hui yang tengah berdebat hebatpun langsung terdiam atas ucapan Yi.
"Apa yang kau katakan itu benar ??"tanya Long.
"Benar, sosok itu berjubah hitam tengah berdiri dipuncak benteng pertahanan spiritual"sahut Yi.
"Aku tidak melihatnya ??"tanya Hui heran.
"Penglihatan tua milik mu memang harus dipertanyakan lagi"celetuk Long dingin dan dihadiahi pelototan tajam dari Hui.
"Dari tangannya benang-benang hitam itu keluar"ucap Yi.
"Kenapa kau begitu ingin kita kabur padahal kita bisa membunuh mahluk itu ??"tanya Yi.
"Tidak, kita tidak bisa membunuhnya"sahut Long dingun.
"Kau tahu cerita tentang Benang hitam neraka milik weida de tianghuang ??"tanya long.
"Ya, hanya sedikit informasi tentang benang hitam neraka itu"ucap yi.
"Bukankah benang neraka itu tidak sembarang mahluk bisa menggunakannya sebagai kekuatan mereka ??"tanya Hui, ia langsung terdiam seakan memikirkan sesuatu dan menyambungkannya satu sama lain.
"Jadi, sedari awal kau sudah tau dari benteng pertahanan spiritual yang mahluk itu buat bahwa kita tidak layak sebagai lawannya ??"tanya Hui lagi.
Hening.
Long tak menjawab.
Ruangan itu langsung hening secara mendadak, keheningan yang berat dengan pemikiran yang dalam didalam pikiran mereka.
"Apakah mungkin benteng pertahanan spiritual itu juga salah satu kekuatan milik weida de tianghuang ??"tanya Yi.
"benar"sahut Long.
"Aku pernah melawan sosok itu dan berakhir dengan aku menghilang selama beberapa ratus tahun"ucap long lagi.
"Tapi, kau mengatakan kepada kami bahwa kau ingin pergi dari satu tempat ketempat lainnya karena bosan ?!"decak Hui kesal.
"Pantat kura-kura !!... dasar pencundang busuk"desis hui berapi-api.
"Kau juga pecundang"balas long dingin.
Hui terdiam dan ia kembali terduduk lemas disudut ruangan milik yi.
"Apa kau tau identitas sosok itu ??"tanya Yi.
Sangat aneh rasanya jika ada sosok sekuat itu yang masih saja terdiam disudut kegelapan tanpa mau mencari sebuah kedudukan tinggi ataupun sebuah kekuatan besar bagi dirinya sendiri untuk menguasai sebuah wilayah. Kalau ada kemungkinan, mungkin sosok itu mempunyai seorang tuan yang harus dilayani. Tapi, apakah mungkin sosok kuat semacam itu tunduk pada mahluk lainnya ??!, pikir yi.
"Cheng Ru"ucap Long.
Hui langsung menoleh dan menatap Long.
"Tidak, itu yang aku tahu"jawab Long.
"Saat aku diambang sekarat, dia membuka identitasnya sendiri"sahut Long.
"Siapa cheng ru ??"tanya Yi.
"Sosok yang selama ini Zhe ze cari dan sosok yang tak bisa Long bunuh"sahut Hui.
Suasana didalam ruangan itu terasa semakin memberat, long hanya menghela nafasnya gusar dan kemudian lelaki itu pergi dari ruangan kerja yi.
Yi menatap Hui, meminta penjelasan atas sikap Long saat mengucapkan nama itu.
"Apakah kau tau tentang seorang pendahulu sebelum zhe ze, dia saudara sedarah zhe ze atau bisa kita panggil sebagai bibinya"tanya Hui.
"Ya, aku mengetahuinya..."sahut yi. Faktanya ia sedikit kaget saat tahu zhe ze masih mempunyai saudara sedarah selain kakeknya.
"Dia seorang kandidat terbaik diantara para pewaris agung klan vermillion"icap yo lagi.
Beberapa ratus tahun yang lalu di klan vermilion terdapat banyak bibit unggul dan jenius untuk mewarisi tempat tertinggi sebagai pemimpin klan vermilion. Mereka saling membunuh demi mendapatkan kursi pemimpin agung klan vermilion itu, hingga sampai dititik dimana urusan internal klan vermilion bagaikan sebuah tempat dimana tak ada satupun mahluk yang bisa bernafas dengan benar. Setiap waktu dan hitungan detik, nafas mereka selalu tercekik dan berat karena ancaman yang datang dari sesama mahluk yang aliran darahnya sama dengan mereka. Sampai suatu hari salah satu anak dari tetua klan yang merupakan kakak dari sang pemimpin agung klan vermilion datang memasuki kediaman itu. Suasana yang awalnya panas bertambah membara karena kehadiran sosok jenius lainnya, pertempuran dingin dimulai dan semakin bertambah ketitik yang sangat parah karena kehadiran sosok itu hingga di satu malam terjadi kejadian yang sangat menggemparkan di seluruh kediaman hingga sampai kekediaman klan harimau yang memang sedari dulu, bing bing dan hui dekat dengan ibu zhe ze atau istri pemimpin klan.
Hui dan bingbing remaja waktu itu sedang ingin mengunjungi bayi kecil manis zhe ze bersama dengan long remaja, saat mereka baru masuk kedalam kediaman klan vermilion bau darah menyengat menembus hidung mereka. Ketiganya kaget saat melihat banyak mayat bergelimangan disetiap sudut lantai hingga untuk berjalanpun tak bisa untuk menginjakkan kaki mereka.
Bingbing remaja mulai mual karena jijik dan belum terbiasa mencium bau darah, hui dan long pun dengan hati-hati, waspada mulai memasuki kediaman utaman milk klan vermilion.
Disana mereka melihat sosok remaja yang menggendong bayi mungil lucu, zhe ze. Sosok itu menaruh dengan lembut zhe ze kedalam sebuah ayunan bayi dan tubuhnya langsung berbalik menatap tiga soaok yang baru saja masuk kedalam kediaman utama.
Mata soaok itu menatap kosong ketiganya, ia menatap ketiganya secara bergantian dan kemudian menatap zhe ze.
"Jie jie, kenapa kau melakukan ini ??"tanya bingbing dengan mata berkaca-kaca.
Sosok didepannya hanya diam tak menjawab, seperti sebongkah kayu kosong tak bernyawa.
"Kauu !!!... kenapa kau membunuh paman dan bibi serta orangtuamu !!!"bentak long marah, matanya melotot mengerikan.
"Ini tugasku"bisik sosok itu lirih.
Ia dengan santai memakai jubahnya dan pergi dengan cepat dari hadpaan mereka, Long dengan cepat ikut menyusul sosok itu diikuti hui dibelakangnya.
"Jawab aku ru er !!"bentak long marah.
"Apakah kau terlalu serakah ingin menduduki tempat itu !!"benyak long lagi emosi.
"Ini bukan keinginanku"sahut cheng ru lirih.
"Kauu !!... apakah ada setitik rasa iba dihatimu hah !!"bentak long lagi.
"Jika tidak aku lakukan sekarang, zhe ze tak akan bisa hidup nyaman"bisik cheng ru dingin.
Hui dan long tersentak kaget mendengar ucaoan yang keluar dari bibir pucat sahabat mereka ini. Mereka tak pernah berfikir bahwa alasan cheng ru membantai semua orang yang berada didalam kediaman klan vermilion adalah untuk menyelamatkan hidup zhe ze.
"siapa yang memberikan perintah itu ??!!..."tanya hui dengan suara yang sedikit meninggi.
"Apakah akan ada perubahan jika kau tahu siapa dan mengapa orang itu yang memerintahkan ku ??"tanya cheng ru dingin.
"Suatu hari, jika kita bertemu tolong bunuh aku"ucap cheng ru kepada long dan hui.
"Kau.. apa.. apa yang kau katakan !!"tanya hui dan long yang tersentak kaget.
Tanpa menjawab ataupun menoleh cheng ru yang berlumuran darah klannya sendiri pergi, dan tak pernah ditemukan. Hingga ratusan tahun berlalu, mereka hampir lupa tapi tidak dengan long dan zhe ze.
peristiwa itu terlalu mengerikan dan tak banyak mahluk dunia atas yang mengetahuinya karena kakek zhe ze dengan cepat menutup akses kediaman klan vermilion dan membersihkan segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa itu. dan semenjak saat itu tak ada satupun kunjungan yang diperbolehkan untuk masuk kedalam kediaman klan vermilion.
klan vermilion kemudian lambat laun dikenal sebagai klan agung abadi yang arogan dan tertutup.