The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 259



"Wangye", panggil hormat pengawal kediaman qi rui saat melihat sosok yang begitu mereka kenal kini berada dihadapan mereka. xuan telah mengeluarkan segel kediaman miliknya, jadi secara otomatis para pasukan kaisar dan prajurit kediamannya tahu bahwa iti dirinya, karena tidak ada yang bisa meniru segel kediamannya.


"Wangfei", ucap hormat pengawal kediaman qi rui lagi.


"kaisar, telah menunggu wangye dan wangfei di istana kekaisaran, yang mulia", ucap kepala pasukan kaisar.


xuan diam.


"tidak, aku ingin langsung ke kediaman terlebih dahulu, sampaikan hal itu pada kaisar dan permaisuri", ucap xuan dingin.


"ba..baik, wangye", jawab cepat kepala pasukan.


aura sosok dihadapannya ini jauh lebih mengerikan dari terakhir kali mereka bertemu. dan lagi, paras wangye dan wangfei begitu sempurna. ia sendiri sangat kagum dan terpesona akan hal itu.


"tunggu sebentar", ucap so ah yang mengintrupsi para pengawal disekelilingnya.


seluruh pengawal ditempat itu begitu terpesona dengan kecantikan milik qi rui wangfei mereka. bahkan mungkin umur wangfei sudah tidak muda lagi.


"apa yang kalian lihat ?!", desis xuan dingin.


"ma..maafkan kami, wangye... kami.. kami bersalah", ucap para pengawal itu ketakutan.


hening.


cih, aku ingin mencongkel mata mereka sekarang, tapi ada ketiga harta berhargaku ada disini. cih, mereka beruntung, pikir xuan dingin.


"apakah tidak apa-apa kita tidak bertemu dulu dengan kaisar ??", tanya so ah.


"tidak apa-apa, wangfei", sahut xuan lembut.


ia melirik seluruh orang yang ada disekelilingnya keheningan mengerikan terbentuk ditempat itu, dan terasa menyesakkan bagi mereka. hingga suara derap langkah kaki, sedikit mencairkan aura suram disekitar xuan.


"muqin, fuqin, lihat apa yang gege dapatkan", ucap ying yue senang. ia membawa seekor kelinci putih ditangannya. dan sosok kecil xi yao ada dibelakang adiknya dengan membawa burung dengan bulu-bulu indah di lengannya.


Hati para prajurit dan pengawal disekitar mereka langsung jatuh saat melihat dua anak kecil yang seperti duplikat itu.


"fuqin, siapa mereka ?", tanya xi yao dingin.


para prajurit dan pengawal kediaman terduam saat mendengar suara dingin yang terasa mengintimidasi mereka.


"pengawal fuqin disini", jawab singkat xuan.


"kalian, masuk kedalam kereta, fuqin akan melindungi dari luar", ucap xuan lembut.


"fuqin, aku ingin ikut dengan mu, aku ingin melindungi mei mei dan muqin", ucap xi yao.


xuan terkekeh.


"tidak perlu, fuqin ingin memeriksa sesuatu", ucal xuan santai.


setelah melihat ketiganya masuk kedalam kereta. sekelilingnya begitu hening dan hening.


ekspresi hangat xuan berubah drastis.


"apa yang kalian lakukan", desis xuan dingin.


"ah, maafkan kami, wangye", ucap para prajurit dan pengawal kediamannya ketakutan.


"ck, tidak ada sekali lagi, dan ingat jangan beritahu siapapun tentang wangfei dan kedua anak wangye ini !", desis xuan mengancam.


"ss..siap, ah, ba..baik wangye" jawab cepat seluruh orang yang ada ditempat itu.


.


.


.


.


.


.


Selama perjalanan menuju istana kekaisaran, xuan selalu berada disamping jendela kereta kediaman miliknya. ekspresinya melembut saat mendengar bagaimana putri kecilnya itu tengah berceloteh ria walaupun hanya ditanggapi sesekali oleh putranya. disisi lain, so ah yang mendengar ucapan lucu putrinya itu hanya tertawa lembut.


"benarkah, niang ??.. tapi kenapa dia tidak menemui kami ??", tanya xi yao.


"wah, ada luan gee", sahut antusias ying yue.


xuan cemberut.


"yue er, dirimu tidak boleh memanggil seseorang seperti itu, bukan luan ge tapi paman luan atau dai luan", ucap so ah lembut.


xi yao terdiam.


ying yue terdiam.


"benarkah, niang ?", tanya ying yue.


"en", sahut so ah. ia sendiri belum tahu bahwa putrinya ini adalah belahan jiwa dai luan, dan mungkin jika ia tahu bahwa ucapannya akan membuat dai luan bertambah frustasi. poor dai luan😂


disisi lain, xi yao mengetahui bahwa dai luan adalah pasangan masa depan adiknya, tapo saat ia mendengar kekehan ayahnya ia mengerti dan ia hanya diam. ia diam-diam juga tidak ingin adiknya yang lucu ini lebih dekat dengan orang lain selain keluarga mereka walaupun itu telah digariskan oleh benang merah.


iring-iringan pasukan kaisar dan juga pengawal kediaman qi rui wang membuat perhatian seluruh rakyat kekaisaran qi tertuju pada xuan yang berada di depan kereta.


"hei, prajurit, aku terima ini", ucap seorang pelayan kediaman yang memberikan koin emas pada prajurit kaisar.


prajurit itu diam, ia menerima koin emas itu ditangannya.


"kenapa wangye tidak berada didalam kereta....", tanya pelayan itu.


"panas, didalam kereta panas, wangye hanyan sendirian tidak tahan panas dan keluar", ucap pengawal itu cepat dan ia pergi bersama rombongannya hingga sampai disebelah xuan.


ia membisikkan sesuatu dan xuan tersenyum karenanya.


kaisar yang mendengar wangye tidak akan datang keistana miliknya, ia tersenyum. dirinya bisa menebak kepribadian wangye yang ini, dan jika itu bukan yuan (didunia manusia yuan ttp dipanggil yuan) maka ia akan langsung memenggal kepala orang tersebut karena berani menipunya.


Dan sekarang, ia harus menyiapkan sambutan yang besar di istana kekaisaran qi. permaisuri shui lan juga iku senang akan hal itu.


Kini, rombongan pasukan kaisar dan juga pengawal kediaman telah sampai didalam kediaman qi rui.


Saat so ah turun, ia melihat segalanya masih tetap sama. ia begitu merindukan tempat ini. xuan memeluknya, hingga suara kecil kepala kediaman yang mengintrupsi kasih sayang mereka. so ah memerah malu, ia terbiasa karena dunia atas tak ada siapapun dan mereka akan datang jika ia memanggil atau butuh sesuatu, selebihnya ketenangan.


"Selamat datang, wangye dan wangfei", ucal seluruh orang yang berada dikediaman qi rui wang.


so ah mengangguk dan tersenyum lembut.


"muqin, fuqin, yue er lelah", ucap suara kecil dari dalam kereta.


xuan baru sadar anaknya tak terlihat, ia langsung berjalan menuju kekereta dan melihat yue er yang setengah sadar dan yao er yang tertidur lelap.


mereka kelelahan, dan butuh sedikit adaptasi ditempat asing ini, pikir xuan.


Xuan dengan lembut membawa tubuh kedua anaknya itu dalam gendongannya. kedua wajah anaknya terlihat bersembunyi dileher ayah mereka.


"mereka kelelahan", ucap xuan melihat so ah.


"biar aku yang membawa yue er", ucap so ah yang menawarkan dirinya untuk membawa salah satu dari anak mereka.


"tidak perlu, istriku juga lelah, aku kita kekamar", ucap xuan lembut.


"en", jawab so ah.


"tolong, siapkan beberapa pakaian untuk anak usia 10, laki-laki dan perempuan", ucap so ah lembut.


kepala pelayan kediaman dan juga para pelayan serta pengawal kediaman terdiam. mereka tak percaya bahwa kediaman klan mereka telah memiliki penerus kecil.


ah, sayang sekali. mereka begitu penasaran wajah keduanya.


"ah, eh, ba..baik wangfei", ucap kepala pelayan cepat.


so ah pergi bersama dengan xuan yang beberapa langkah berjalan berhenti, ia berbalik.


"lakukan segalanya dengan senyap dan tanpa kesalahan, wangye ini tidak ingin mengundang hal yang tidak perlu dan jaga lidah kalian", ucap xuan dingin.


seluruh orang disekitarnya paham akan apa yang ia katakan. mereka hanya diam dan patuh karena apa yang tuan mereka ucapkan itu adalah perintah. jika mereka gagal, mereka akan mati dengan sia-sia dan tanpa keuntungan.