
Long yang pergi dari ruang kerja milik yi melesat keatas puncak menara busur yang berada dibagian barat kekaisaran, dari menara ini ia bisa melihat dengan jelas setiap sudut tempat di wilayah kekaisaran.
Janji.
Ia memiliki janji kepada zhe ze, ia akan membawa wanita itu kehadapan kekasihnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dimasa lalu, tapi long tanpa sengaja juga tahu rahasia lain yang juga tak bisa ia ucapkan kepada zhe ze.
Long masih ingat dengan jelas bagaimana paman dan bibi, ayah serta ibu zhe ze yang terbujur kaku di atas lantai dingin aula kediamanan klan vermilion. Tubuh kecil zhe ze yang waktu itu masih belum mengerti apapun yang juga tengah terlelap, long menghembuskan nafasnya kasar.
Kekuatan milik cheng ru pun semakin kuat dari yang terakhir pertarungan mereka, tapi apa yang membuat kekuatan spiritual wanita itu bisa bertambah secara signifikan ??... dan lagi darimana cheng ru belajar cara membuat sebuah kubah pelindung tingkat tinggi ??... mata long sedikit terbelalak sesaat kemudian saat satu pikiran melintas dibenaknya, ia dengan cepat melesat lagi ke istana kekaisaran.
"Apa yang membuat wanita itu istimewa ??"tanya Yi pada Hui.
Dulu, yi belum menjadi seorang pemimpin klan rubah ataupun bagian khusus dari anggota keluarga inti pemimpin klan rubah dan dulu yi masih menjadi seorang anak yang tidak tahu kehidupan diluar wilayah mereka.
Hui tersentak kaget dan kembali sadar, ia sedikit berfikir dan kemudian menimbang-nimbangnya.
"Keistimewaan darah dan tubuh klan vermilion ditambah dengan klan ular"ucap hui.
Yi sedikit terdiam, sejauh yang ia tahu tak ada anak yang bisa terlahir dengan istimewa seperti itu, apalagi persatuan antara kedua klan sangatlah tidak masuk akal.
"Bagaimana bisa dia hidup ??"tanya yi.
"Tentu bisa, paman cheng menikahi wanita bangsawan dari klan burung vermilion setelah kematian ibu ru er, sampai sekarang dan detik ini yang sebagian besar mengetahuinya sudah mati terkecuali kami"sahut long santai
Keduanya langsung melihat pintu masuk, dan menatap long.
"Kenapa kau kembali"sahut hui sinis.
"Diam kau, kentut busuk !!"bentak long kesal.
"Aku memikirkan hal yang mengganjal dipikiranku"ucap long, ia menatap yi dengan pandangan gusar.
"Kau memikirkan apa ??"tanya Hui.
"Kenapa cheng ru berada di gunung ji selatan"ucap long.
Hui dan Yi terdiam, mereka melupakan fakta bahwa Lin Qi berada disana dan kemungkinan besar Cheng ru juga berada disana dengan benteng pertahanan spiritual yang sangat besar itu.
"Jangan bilang, dunia bawah membuat cheng ru sebagai salah satu dari mereka !!!"ucap hui kaget.
"Ya, aku juga berfikir seperti itu"sahut long gusar.
Tapi, sebelum mereka bisa mencari kemungkinan lainnya seorang prajurit datang dengan tergesah-gesah menghadap yi.
"Ada apa ?? Katakan !! "tanya Yi langsung, ia tak suka basa basi jika ada sesuatu yang mendesak dan membiarkan para bawahannya untuk langsung mengatakannya.
"Yang mulia kaisar agung... tak ada di kekaisaran, kami kami mencari yang mulia kaisar karena ada sebuah pembunuhan di kediaman klan duyung"ucap prajurit itu cepat.
Yi langsung dengan cepat bergegas pergi menuju kekediaman klan duyunh bersama dengan Hui dan Long.
"Kalian, jaga semua sudut kediaman klan duyung !... jangan biarkan satu orangpun masuk !!"ucap yi tegas.
"Apa yang terjadi ??"tanya Hui.
"Dimana yuan ?"tanya Long.
"Dia berada di kediaman klan duyung"sahut yi di komunikasi spiritual mereka, sontak saja keduanya langsung tersentak kaget mendengarnya.
Sampai di kediaman klan duyung, tak ada satupun orang yang berani masuk kedalam kediaman klan duyung. Para mahluk dunia atas yang berlalu lalang lewat didepan kediaman klan duyung pun ikut ketakutan dan dengan cepat berita tentang kematian seluruh anggota klan duyung beserta dengan para pengawal dan pelayannya tanpa tersisa dalam satu malam tersebar.
"Kalian, jaga diluar"perintah yi pada para prajurit kekaisaran dunia atas.
"En"sahut long.
Mereka bertiga langsung masuk kedalam kediaman klan duyung, yi yang terakhir kali masuk kedalam kediaman ini melihat bahwa semakin banyak mayat yang bertambah, lebih banyak dari semalam.
"Apa yang yuan lakukan ??"tanya hui.
"Semalam kami ingin memotong rumput utama tapi kaisar agung datang, dan ini yang terjadi"sahut yi pelan, ia tak menceritakan tentang tetua klan harimau yang sudah mati kepada Hui dan ia juga tak membicarakan tentang apa yang dilakukan yuan.
Yi langsung berjalan menuju ke kediaman utama milik pemimpin klan duyung, tempat terakhir dimana yuan berada.
"Tunggu"ucap hui.
"Ada apa ??"tanya yi, ia menoleh menatap hui begitu pula dengan long.
"Kenapa kau begitu yakin yuan ada disana daripada memperhatikan mayat-mayat ini ??"ucap hui.
"Ck, apakah kau tidak punya pekerjaan selain menatap tubuh mahluk yang sudah mati"decak long kesal.
Tapi, ia langsung terdiam saat tangan hui menunjukkan bagian-bagian tubuh orang-orang dari kediaman klan duyung yang mati dengan luka menganga diinti spiritual mereka bahkan salah satu dari mereka ada beberapa tubuh prajurit kekaisaran dunia atas.
"Yi, bagaimana bisa hal sepertti ini ?"tanya long.
"Aku belum bisa menceritakan detailnya tapi sekarang kita harus mencari yuan terlebih dahulu"ucap yi.
Entah dari mana ia harus menceritakannya kepada mereka, ia sendiri bingung harus berbuat apa.
Kosong.
Mereka tak menemukan keberadaan yuan.
Ruangan-ruangan kosong dan dinding-dindingnya yang di penuhi cipratan darah kering, kosong tanpa kehadiran sosok lain yang masih punya nafas kehidupan.
Yuan kini tengah berada dibawah pohon bunga persik, bunga-bunga merah jambu yang terus bermekaran, jatuh, kemudian tumbuh lagi secara terus menerus dan abadi. Pohon tua yang berada tepat ditengah-tengah gua besar dengan aliran air danau yang mengelilingi pohon itu, yuan tengah bersandar disana.
so ah.
Tatapan matanya kosong.
Apa yang telah ia lakukan ??..
Yuan menatap tangannya yang masih penuh dengan bekas lumuran darah, tubuhnya berangsur-angsir membaik karena inti-inti spiritual mahluk hidup yang ia telan tapi tidak dengan kondisi jiwanya yang sudah rusak parah.
Pikirannya yang semula berantakan, tumpang tindih satu sama lain dan membuatnya sangat kesakitan kini sedikit mereda tapi tidak dengan dendamnya.
Pakaian hitamnya yang tersebar berantakan diakar pohon tua itu masih menyisakan bercak cairan merah basah yang membekas disana.
Yuan hanya bisa terbaring diam dicekungan pohon, ia menatap cahaya matahari yang menerobos masuk melewati celah besar yang berada tepat ditengah tempat ini. Hanya udara sejuk dari pohon tua ini yang melindunginya dari sengatan cahaya, tapi ia tak perduli.
Ia yang semalam tanpa tujuan, langsung pergi ketempat ini. Menerobos masuk ke tempat para tetua agung kekaisaran dan tak mengizinkan para tetua itu masuk kedalam gua ini.
Yuan memasang tabir pelindung disetiap sudut pintu masuk gua, tak mengizinkan siapapun untuk tahu akan keberadaannya.
Wajah kosong tanpa ekspresi.
Mata birunya yang gelap terlihat sangat dalam dan mengerikan.
Ia perlahan menutup matanya.