
Penginapan yang berada di pertigaan jalanĀ keluar kerajaan menuju gerbang kini menjadi perbincangan hangat karena seorang penatua agung yang mereka hormati lebih dari kaisar datang ke penginapan kecil itu.
Penatua berpakaian putih dengan tudung di kepalanya itu berjalan dengan cepat berserta dengan para pengawal istana memasuki kawasan penginapan.
"Selamat datang, penatua agung kerajaan timur ... semoga dewa memberi berkah umur panjang"ucap para pengawal serempak menyambut kedatangan penatua suci.
"Dimana pangeran ?"tanya penatua suci.
"Yang mulia pangeran sedang menunggu anda, penatua agung dan beliau mempunyai sebuah pesan untuk anda"jawab kepala pengawal, ia langsung datang menyerahkan kertas kecil yang berisikan pesan pangeran huang de.
"Ck"decak kesal terdengar dari penatua suci, entah apa yang membuat penatua suci mereka kesal hanya karena membaca selembar kecil kertas itu tapi yang pasti para pengawal tak berani melihat ataupun sampai bertanya apalagi kertas itu sekarang sudah berubah menjadi abu ditangan pucat penatua.
"Antar aku kesana"perintah penatua suci dingin.
"Baiklah penatua... silahkan ikuti saya"jawab kepala pengawal dan menunjukkan tempat dimana pangeran huang de berada.
Rombongan itu langsung bergegas pergi menuju ruangan milik pangeran huang de, banyak pasang mata yang menatap penuh penasaran pada rombongan kekaisaran apalagi ada penatua agung disana.
"Siapa yang anda tunggu, yang mulia ?"tanya xuan pada huang de.
"Pangeran ini sedang menunggu penatua agung kerajaan timur"jawab huang de santai. Ia menatap kearah so ah dengan pandangan kesal, matanya panas karena tadi suami dari nyonya muda didepannya ini melingkupi tubuh kecil calon mangsanya dengan jubah hitam besar hingga ia tak bisa leluasa memandang setiap inci tubuh mangsa yang bisa ia lihat.
"Penatua agung ?"tanya xuan sekali lagi.
"Ya, dia orang terhormat dikerajaan ini... penatua juga yang berkorban dari balik layar tanpa meminya imbalan apapu pada kami... bukankah dia makhluk yang penuh dengan belas kasih surgawi ?... dan ia juga yang menuntun serta melatihku untuk menjadi raja selanjutnya"jawab huang de dengan suara aroga.
"Hahaha saya tak menyangka bahwa yang rendahan ini akan berbincang santai dengan raja masa depan kerajaan timur"ucap xuan datar.
"Tapi, maafkan kami yang mulia... kami akan melanjutkan perjalanan kami lagi dan sangatlah tidak pantas bagi kami untuk bertemu tamu penting dan terhormat bagi kerajaan ini... jadi, mohon pengertiannya yang mulia"ucap xuan lagi dengan intonasi dan ekspresi datar.
Tangan xuan masih tetap menggenggam tangan kecil milik istrinya, ia berusaha melindungi istrinya karena ketidaknyamanan laki-laki bejat didepan mereka ini.
"Tidak... tidak... jangan pergi dulu, penatua agung suka memberikan berkahnya kepada para wanita hamil agar anak yang mereka kandung dilindungi oleh dewa surgawi"cegah pangeran huang de yang mulai kelabakan karena perkataan xuan.
"Tapi, maaf yang mulia istri saya sudah di beri berkah oleh dewi kehidupan"jawab xuan penuh dengan nada penekanan ditiap perkataannya.
"Hahahaha yang benar saja... siapa yang akan percaya bahwa dewi kehidupan itu berkeliaran dimana-mana dan memberikan berkatnya pada siapa saja secara acak tuan, anda jangan berbohong kepada saya"jawab huang de penuh dengan ejekan. Ia ingin menjatuhkan harga diri lelaki didepannya ini dan ternyata lelaki ini lah yang menjatuhkan harga dirinya sendiri.
Xuan hanya tersenyum sinis, ia tetap menahan amarahnya karena so ah yang terus mengusap punggung tangannya tetap mengisyaratkan agar tetap tenang.
"Saya sebenarnya tak ingin menghina anda yang mulia tetapi anda tidak mempunyai hak untuk menahan kami disini"ucap xuan datar, mata xuan dari dalam topengnya menatap tajam huang de.
"Kau berani kepada pangeran kerajaan ini !!... perintahku adalah mutlak tak bisa di ubah oleh apapun !!"ucap huang de marah.
"Maafkan suami hamba yang mulia pangeran tetapi anda bukanlah raja disini, perintah anda tidak mutlak karena tak ada peraturan dikerajaan yang memerintahkan untuk menahan orang lain kecuali hal ini adalah sesuatu yang bernama penculikan"jawab so ah tegas.
"Hooo ternyata nyonya muda juga menentang keputusan pangeran ini"ucap huang de dengan suara main-main.
"Tenanglah"bisik so ah pada xuan, tangan seputih gioknya mengelus pelan dada xuan, ia mengabaikan sepenuhnya kata-kata dari huang de.
"Maafkan atas kelancangan kami, yang mulia pangeran"ucap so ah.
So ah menunduk hormat dan menarik tangan xuan pergi dari ruangan penginapan itu.
Huang de yang diacuhkan langsung tersulut api kemarahan, ia memerintahkan seluruh pengawalnya untuk mengunci setiap akses keluar penginapan dan tak mengizinkan siapapun yang atas tanpa persetujuannya untuk keluar dari penginapan.
Disaat itu pula, penatua suci datang kedalam ruangannya.
"Apa yang terjadi disini ?!"tanya penatua suci saat ia melihat seluruh ruangan berantakan.
"Kau sudah kuperintahkan untuk mencari sisa dari orang-orang dari selatan dan sekarang kau melakukan hal yang sangat memalukan !!... apkah kau ingin menempati tahta kerajaan timur dengan sikapmu yang seperti ini !! Dan lagi pesan kurang ajar yang jau kirim sudah lebih dari cukup untuk membuatmu menjadi bubur manusia hidup !!"desis penatua suci marah.
"Maafkan... maafkan aku penatua agung hanya sekali... sekali ini saja penatua... aku ingin memilik wanita itu... kumohon penatua"ucap huang de terus memohon kepada penatua berpakaian putih itu.
Penatua sucicmemicingkan matanya, ia menatap manusia yang menurunkan harga dirinya demi seorang wanita yang sudah bersuami. Jika bukan karena manusia didepannya ini adalah orang yang tepat yang bisa ia gunakan untuk mengelabuhi para manusia lainnya dan dengan sukarela bisa memberikan banyak darah bagi rajanya, ia takkan sudi bertindak sejauh inu apalagi harus mencampuri urusan hasrat dunia milik pangeran bodoh.
"Jadi, itu alasanmu untuk menutup semua akses di penginapan ini ?"tanya penatua suci.
"Iya, penatua"jawab huang de tegas.
"Dan kau dengan bodohnya mengabaikan perintah yang sudah ku berikan padamu !"desis penatua suci marah.
"Aku... aku tidak bisa menemukan wanita hamil itu karena mungkin saja wanita itu sudah mati di hutan wilayah kerajaan timur, penatua .... dan lagi aku harus terima bahwa para prajurit pilihanku mato dengan mengenaskan !.. bagaimana jika nyawaku juga dipertaruhkan disana !!"jawab huang de mulai emosi.
"Jika wanita itu sudah mati jadi dimana jasadnya !!.. kau terlalu bodoh... hal kecil semacam itu bisa saja kelak membunuh kerajaan ini dan sekarang kau dengan bodohnya terobsesi dengan wanita hamil !!"bentak penatua suci.
Penatua suci langsung melilit tubuh huang de dengan sulur hitam miliknya. Tudung jubah milik penatua suci tersikap dan memperlihatkan sosok lelaki dengan seluruh bola matanya yang berwarna hitam serta dari lehernya bisa terlihat beberapa urat hitam yang seakan memecah kulit pucat milik penatua suci itu.
Huang de berteriak kaget melihat penampilan yang tak manusia ditapat depannya itu. Lehernya yang dicekik tak bisa membuat satu suarapun keluar dari tenggorokannya, mata huanh de melotot tajam menatap bola mata hitam menyeramkan didepannya itu.
"Sssiapa kkkau akkhhh"ucap huang de dengan suara seraknya.
Kraakk.
Suara tulang patah terdengar didalam ruangan yang sunyi senyap itu, terlihat tubuh manusia yang bergelantung dengan tatapan mata melotot kaget.
"lain kalo lehermu yang akan menjadi sasaran selanjutnya"desis penatua suci dingin.