The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 149



Semua pengawal yang ingin menangkap Long dan Yi serta zhe ze terpental akibat tabir pelindung yang Long buat.


Keheningan penuh aura permusuhan melonjak keluar dari dalam tubuh para tetua klan harimau kepada Long, Yi, dan Zhe ze.


Mereka tak merasa tertekan karena aura spiritual yang dikeluarkan para tetua klan harimau secara bersamaan untuk menekan aura spiritual mereka tapi sebaliknya Long dengan santai mengibaskan tangannya, balik menekan para tetua klan harimau hingga wajah-wajah tua mereka pucat berkeringat.


"Ayah, ibu"ucap Hui Lan terganggu, ia menggosok matanya melihat kondisi yang terasa sangat aneh disekitarnya.


"Sssttt... tidurlah lagi bersama paman Yi"ucap zhe ze lembut, ia menyerahkan hui lan kepada yi.


Long hanya nelangsa saat menatap kekasih kesayangannya itu memberikan anak ingusan ah bukan keponakan imut mereka kepada lelaki papan es, tapi itu lebih baik daripada anak ingusan menyebalkan itu terus lengket di pelukan hangat kekasihnya. Hati Long meradang penuh rasa cemburu, mungkin jika zhe ze mendengar isi pikiran long di detik itu pula pukulan sayang dari zhe ze tak bisa ia elakkan.


Zhe ze melirik Yi yang sudah menaruh Hui lan kedalam sebuah balon udara kecil berisikan buntalan-buntalan lembut awan, terbang berputar dan berhenti disebelah bingbing.


"Tuuan... Muda ?"tanya salah seorang tetua, kaget dengan apa yang ia lihat.


"Apa yang kalian inginkan dari klan vermillion ?!"desis zhe ze memecah keheningan.


Kaget, semua mata langsung melihat kearah zhe ze.


"Siapa kau ?!... apa hubunganmu dengan klan agung vermillion ?!"sahut tetua klan dengan galak dan arogan.


"Cih, jie jie sepertinya kali ini jie jie harus memberikan ajaran moral kepada para anjing tua bawahan jie jie"ucap zhe ze santai.


ucapan sesat dari long mengalir begitu saja daru mulut berbudi luhur milik zhe ze, long yang mendengar ucapan kasar yang sering ia ucapkan terucapan dengan santai dari mulut manis kekasihnya. ia merasa berdosa.


"KAUU !!"bentak seorang tetua klan langsung terdiam saat mendengar sahutan dari nyonya utama kediaman klan harimau.


"Sebagai Nyonya utama dari kediaman klan agung Harimau putih, nyonya ini merasa sangat malu kepada pewaris utama dari kediaman klan agung burung vermillion"ucap Bingbing penuh wibawa.


"Mana mungkin pewaris utama klan vermillion adalah seorang lelaki ?!!"ucap salah seorang tetua klan, beberapa bulan yang lalu ia sudah memastikan bahwa pewaris utama klan vermillion adalah seorang putri tapi kenapa yang ia lihat adalah seorang pria ?!!


"Hahaha kenapa jika aku seorang perempuan ? Atau laki-laki pun tetap sama bukan ?!"desis zhe ze dingin.


Hening.


Tak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan serta pernyataan pewaris dari klan burung vermillion yang terkenal akan api biru panasnya.


Disisi lain hati Long bersorak gembira, ia senang karena ia yang tau bahwa sosok didepannya ini adalah seorang wanita dan dengan pernyataan zhe ze yang secara tidak langsung mengatakan bahwa ia adalah seorang lelaki itu membuat saingan-saingannya yang akan muncul dimasa depan langsung terhempas.


terima kasih kepada bocah ingusan itu, pikir long senang, ia melupakan dosa sesat ucapan kasar mulutnya yang di ucapkan zhe ze.


Para tetua klan langsung memperhatikan penampilan zhe ze yang layaknya seorang prajurit sejati dengan hanfu biru bercorak merah khas bangsawan dari klan tertinggi dan lagi saat ini ia mengikat tinggi rambut panjangnya karena tidak ingin menggangu aktivitasnya. Dilihat dari segi manapun penampilan zhe ze membuat para wanita bangsawan akan meleleh karena wajahnya dengan kecantikan yang lembut bercampur berwibawa kuat disana.


"Maafkann... maafkan kelancangan tetua tua ini, calon pemimpin klan vermillion"ucap tetua klan harimau langsung dengan cepat memohon pengampunan kepada zhe ze.


"Apa yang kalian inginkan !!"desis zhe ze lagi.


"Kami, kami hanya ingin kedamaian antara kedua klan, tuan muda kediaman klan vermillion"sahut salah seorang tetua dengan cepatnya.


Zhe ze hanya tersenyum sinis, ia merasa bahwa para tetua cunguk dari kediaman jie jie nya ini seperti sampah, sangat merugikan kediaman jie jie dan lagi pemandangan disini sudah dirusak oleh mereka.


Jika bukan karena Hui Lan yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya, dan kemudian mencari kedua ayah ibunya. Mungkin, mereka takkan tahu bahwa kediaman klan harimau putih yang terkenal berbudi luhur serta tegas menyimpan banyak anjing busuk yang ingin mencakar dan memakan daging tuannya sendiri.


"Aku tidak suka pergi kesana, jie jie"ucap hui lan lagi, dan anak lelaki kecil itu tertidur kembali di gendongan zhe ze.


"Tapi, Hui Lan kecil ingin melihat fuqin dan muqin"bisik hui lan lagi dan anak kecil itu tertidur lelap hingga suara dengkurannya terdengar halus ditelinga zhe ze.


Akhirnya zhe ze dan long serta yi memutuskan untuk pergi menuju ke tempat dimana para tetua klan berkumpul. Saat didepan pintu masuk besar ruangan pertemuan klan, zhe ze menahan rasa amarahnya tapi saat ia merasakan aura hitam dibelakang punggung cepat-cepat zhe ze mundur kebelakang menahan long yang akan menerobos masuk kedalam, mungkin saja jika ia tidak menahan kekasihnya itu. Pintu besar ini akan hancur.


"Kenapa kalian inginkan kedamaian antar kedua klan ?"ucap yi dingin.


"Kaisar ti..tidak se..sehat lagi bukan... ka..mi tidak ingin mati sia-sia tanpa kekuatan besar bagi klan harimau kami yang agung ini"jawab salah satu tetua dengan suara gagap ketakutan akibat aura yang yi lepaskan.


"Semua pemimpin klan sudah tau apa yang terjadi dengan kaisar agung"ucapnya lagi, suara kembali congkak saat melihat yi yang terdiam.


"Karena mungkin saja rubah merah licik itu menipu kaisar agung hingga ke titik yang tidak pernah kita ketahui bukan, jadi tuan jadilah bagian dari klan kami... jangan ikuti tuanmu yang tidak bermoral itu"ucap terua itu lagi sembari melirik long dengan jijik.


Udara disekitar Yi semakin dingin, long yang ada disampingnya hanya berkeringat dingin saat mendengar tetua bodoh didepan mata mereka sedang menggali lupa neraka mereka sendiri.


"Atas dasar apa kau mengatakan sesuatu yang bukan kebenaran tentang salah satu jenderal agung milik kekaisaran dunia atas ?"tanya yi dingin pada tetua itu.


"Itu fakta !!!"bentak wanita tua dengan pemerah bibir di bibir keriputnya.


Mata merah yi berkilat penuh bahaya mengancam saat ia menatap wanita tua menjijikan didepan mereka.


Hui dan bingbing langsung berdiri saat mereka merasa bahwa suasana yang tadinya canggung sekarang berubah menjadi tegang.


"Tenangkan dirimu, Yi"ucap bingbing.


Bingbing dengan pelan mengangkat hui lan dalam dekapannya, ia kemudian berjalan turun bersama dengan hui menuju ke arah zhe ze berada.


"Hahaha aku sangat tenang, Bingbing... tapi sepertinya anjing tua dari klan mu butuh sedikit hukuman keras"desis yi dingin.


"Hahaha keh, dasar bajingan busuk !! Lihat saja kau akan menyesal dengan kata-kata mu"bentak tetua klan marah.


"Kalian sudah berani menghina kaisar dan ingin membelot dari kekaisaran dunia atas, sebagai jenderal agung tertinggi milik kaisar dunia atas mengurung kalian hingga kaisar agung memberikan hukuman yang pantas untuk kalian"desis yi dingin.


Gelombang-gelombang khas berwarna merah keluar dari dalam lantai ruangan itu dan membungkus satu persatu tetua klan harimau putih. Semua tetua yang ingin melarikan diri, tidak bisa lepas dari jeratan gelembung-gelembung merah itu.


Mereka berteriak dengan marah dan menatap ke arah Yi.


"Yi !! Apa yang kau lakukan ?!"tanya hui cepat.


"Kita harus memotong rumput sampai ke akarnya, Sekarang ini kondisi kekaisaran tidak setenang yang kita pikirkan"sahut yi dingin.


"Tapi, kita bisa dengan tenang memusnahkan mereka, jika begini kita tak akan bisa menangkap akar utama"ucap bingbing menengahi.


"Tetap tidak bisa, jika para tetua dari klan harimau kalian bisa tergoda.. skalanya tidak akan sekecil seperti biasanya"sahut yi.


Semua tetua klan harimau yang terperangkap didalam gelembung langsung menghilang dalam sekejap, Yi mengirim para tetua klan itu kedalam penjara khusus kekaisaran dunia atas.


Hanya penyesalan yang mereka rasakan saat melihat sosok-sosok yang begitu pemimpin mereka hormati, dan sudah pasti mereka adalah para jenderal agung tertinggi dari empat arah penjuru angin.