
Zheng bai kini tengah berada disuatu ruangan bersama dengan cheng rou, dan ia memerintah cheng rou untuk pergi melihat situasi diluar benteng spiritual ini.
Zheng bai yang hanya tinggal sendiri diruangan itu, dan dai luan terus memperhatikan sosok yang ia pastikan sebagai raja dari dunia bawah berdasarkan aura gelap yang dikeluarkannya sekarang ini hanya diam.
Zheng bai berjalan memasuki salah satu ruangan lain dengan bola bulu mata-mata dai yang sudah berubah kembali menjadi bola bulu transparan yang dengan cepat mencairkan dirinya sendiri. Bola bulu miliknya dengan gesit menempel erat di sepatu zheng bai, dan saat mereka sudah memasuki ruangan gelap itu, bola bulu miliknya langsung melompat gesit dan kembali menempel didinding, berkamuflase didinding gelap.
"Muqin"sapa zheng bai pelan, penuh rasa hormat pada sosok yang berada didalam ruangan itu.
"Hmm"sahut suara serak seorang wanita di dalam bilik yang ditutupi kain hitam gelap.
"Dekatkan dirimu"perintah suara itu.
Zheng bai dengan pasti mendekatkan dirinya kearah bilik yang berisikan ranjang itu, dan didetik berikutnya sebuah tangan putih pucat memegang rahangnya dengan kasar.
"Sudah berapa kali aku mengatakan padamu untuk tidak terlibat dalam hubungan yang melibatkan kasih sayang !!"desis suara serak itu mengerikan.
"Maafkan putra ini, muqin"ucap zheng bai datar.
Cengkeraman di rahangnya semakin tajam, meremas rahangnya kuat.
"Jangan libatkan perasaan menjijikan untuk wanita itu !!!... dia hanyalah batu loncatan untuk rencana kita"desis suara serak itu yang memperingatkan zheng bai.
"karena kecerobohannya, kini kita harus memulai ulang dari awal lagi... kau tahu bukan anak yang ia kandung sangatlah berguna untuk rencana ini !!!"desisnya lagi.
Zheng bai hanya diam mendengar ucapan demi ucapan sosok yang ia panggil ibu itu dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
Dai luan mengernyit melihatnya.
"Siapa lagi orang yang berada didalam sana ?!"pikir dai luan curiga, ia merasakan aura spiritual milik sosok yang berada didalam bilik itu sangat familiar.
Rencana apa yang akan mereka perbuat, pikir dai luan.
Semakin banyak bola bulu yang memberikan ingatan mereka padanya semakin banyak pula kejadian demi kejadian yang saling berhubungan satu sama lain dan membuat dai luan berkeringat dingin penuh dengan rasa waspada.
Yang pertama adalah dua mahluk itu, mereka bisa mengeluarkan pohon kuno yang sudah ia ciptakan sendiri, walau tidak sekuat pohon kuno miliknya tapi tetap saja efek kerusakan yang ditimbulkan sangat membuatnya kesal.
Dan sekarang ada sosok wanita misterius itu serta semua kegiatan yang dilakukan oleh kerajaan dunia bawah.
Bisa dipastikan akar dari rumput-rumput itu adalah ulah dari wanita misterius ini.
Tapi, siapa dia ?!!...
Dai luan mencoba mengingat dengan jelas orang-orang yang dulu pernah ia lawan.
"Ck"decak dai luan kesal, karena semua yang ia lawan sudah terlalu banyak sampai-sampai ia sendiri lupa dengan siapa dulu ia pernah bertarung, tak ada kesan istimewa akan hal itu tetapi sangat menyebalkan.
Kenapa dulu ia menganggap bahwa ia tak perlu mengingat orang-orang yang pernah bertarung dengannya dan hanya menganggap pertarungan dengan mereka hanyalah angin lalu yang membosankan, yah walaupun itu kenyataannya.
Aura hitam keluar dari tubuh dai luan yang kesal karena ia harus mencari tahu serta berusaha mengingat siapa wanita itu !!
"Kemari"desah dai luan memanggil satu bola bulu yang tersisa.
Bola bulu pemalu itu perlahan menggelinding kearah tuannya, tapi sebelum mencapai tuannya. Tubuh bola bulu malang itu sudah terlebih dahulu yang dengan tanpa dosa di tabrak dan dipentalkan oleh bola bulu menjengkelkan milik dai luan.
Keributan terjadi lagi karena bola bulu yang dipentalkan itu menubruk teman-temannya yang lain.
Kacau.
"Apa yang kau lakukan !!"bentak dai luan kesal.
Mata bola bulu pemalu itu berkaca-kaca karena perbuatan temannya yang juga menatap temannya yang lain dengan pandangan menyalahkan seakan ia tak ingin disalahkan, dan didetik itu pula dai luan hanya bisa memijat kepalanya pusing.
"Haahhh... kemarilah"ucap dai luan lagi.
Ia melirik bola bulu menjengkelkannya itu dengan pandangan memperingati, dan disambut dengan tatapan merasa disiksa dari bola bulunya.
Dai luan menatapnya datar.
Jika bukan karena ia membuat mahluk-mahluk kecil ini dengan banyak usaha dan kegagalan, mungkin sudah lama ia membuang bola bulu menjengkelkan itu.
Bola bulu yang ia ciptakan sangatlah efesien karena walaupun mereka roh spiritual, ditubuh mereka tak ada energi spiritual yang bisa membuat musuh-musuhnya sadar ataupun tahu serta kamuflase mereka yang sangat sempurna, tapi yang menjadi masalah adalah sikap mereka. Selain weida de tianghuang yang tahu tentang keberadaan mata-mata kecilnya ini, tak ada lagi yang mengetahuinya.
Bola bulu pemalu itu dengan tanpa hambatan menggelinding mendekati tuannya.
Deg.
Deg.
Apa-apaan ini !!...
Dai luan melihat zheng bai yang tengah berada di hutan gunung ji selatan untuk mencari keberadaan so ah karena darahnya.
Tidak mungkin !!... jika ah mei sampai terlihat oleh mereka tak akan ada alasan untuk tetap aman.
Entah bagaimana caranya ia harus membuat so ah tetap berada ditempat suci ini hingga xuan datang.
Tapi sampai kapan ia bisa menahan so ah ??...
Ia kembali menyebar bola bulunya untuk mencari keberadaan rou chi.
***
Bingbing dan zhe ze kini pergi menuju ke istana kekaisaran dunia atas, mereka dengan cepat menuju ke paviliun naga milik kaisar dunia atas.
"Tunggu"ucap bingbing.
"Ada apa jie jie ??"tanya zhe ze.
Bingbing menoleh dan menyentil dahi zhe ze, ia memandang zhe ze.
Dengarkan !!
Zhe ze diam sembari mengelus pelan dahinya, ia tak bisa mendengarkan apa-apa tadi. Tapi setelah menenangkan pikirannya dan menetralkan energi spiritualnya yang tadi sempat kacau karena mereka yang tergesah pergi ke istana.
Brakkk....
"Apa yang akan kau lakukan, yuan ??"bentak bingbing kesal.
Wanita itu berjalan menuju yuan dan yi dengan raut wajah kesal.
Zhe ze yang berada dibelakang bingbing hanya bisa mengelus dadanya kaget akibat ulah bar-bar milik nyonya utama istri pemimpin klan harimau putih itu.
"Aku akan turun kedunia manusia"jawab yuan santai.
"Apa yang salah dengan hal itu ??"tanya yuan.
Bingbing terdiam dan menghela nafas berat.
Ia mengeluarkan sebiah botol kaca dari ruang dimensi penyimpanan obat herbalnya, dan kemudian memberikannya kepada yuan.
Yuan menaikkan alisnya.
"Ini untuk berjaga-jaga jika racun itu keluar kembali"ucap bingbing menghela nafas.
Ia tak akan bisa membuat yuan tetap diam didalam istana, jadi apapun yang terjadi ia dan zhe ze sudah membuat ramuan penahan rasa sakit dalam jumlah banyak dan dosis gila, karena kejadian tempo hari ketika yuan yang kesakitan ia berikan ramuan penahan rasa sakit tak berefek padanya dan zhe ze yang tanpa sengaja kembali meminumkan banyak cairan botol ramuan itu dalam dosis besar, memikirkan bahwa jika mahluk immortal lagi mungkin akan mati dengan mulut berbusa akibat ulah zhe ze yang serampangan tapi itu juga sedikit membawa berkah bagi mereka, karena yuan bisa menemui para tetua istana dan para pemimpin klan dunia atas.
Yuan yang disisi lain berubah pikiran dan kini tengah ikut turun mengikuti yi untuk mencari keberadaan mahluk itu.
Sudah lama semenjak ia tidak turun kembali kedunia manusia dan kini ia melihat kembali aktivitas para manusia.
Apa kau ada diantara orang-orang itu ??... atau mungkin kau sudah melahirkan anak-anak bajingan itu dan hidup bahagia, pikir yuan dingin.
Kau takkan aku biarkan merawat anak bajingan milik xuan.
Sekali aku menemukanmu dan anak-anak itu, aku akan membunuh mereka !!...
Kau takkan bisa lari dariku...
So ah...
Tunggu saja...