The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 70



Yuan yang memaksakan dirinya untuk pergi ketempat para tetua agung. Waktu itu ia memang datang kemari dan tetap tak mendapatkan hasil, dan sekarang ia ingin memastikan sekali lagi sesuatu yang terus saja mengganjal dihatinya. Sampai disebuah rumah tua ia di sapa dengan hormat oleh kedua penjaga yang berpakaian serba putih.


"Bawa aku menuju tetua agung"perintah yuan dingin.


"Baik yang mulia agung"jawab keduanya serempak.


Yuan dibawa masuk oleh kedua pengawal itu, ia tidak dibawah ke dalam rumah itu melainkan sebuah gua besar bawah tanah. Mereka berjalan sedikit lama dan berakhir disebuah tempat didalam gua bawah tanah ini dengan kolam yang sangat besar, sinar matahari terlihat menembus masuk kebawah karena terdapat lubang besar diatas gua ini tepat menyinari tengah-tengah kolam besar yang airnya berkilauan, Kaki yuan terus berjalan dan ia bisa melihat warna biru kehijau dari air danau ini yang ditengah-tengah danau tertanam pohon persik dengan batang besar. Matanya terus menelusuri segala hal yang pernah ia liat disini semakin terasa seperti ini biasa datang ketempat ini.


"Kenapa jantungku berdetak sakit ??!"pikirnya sembari memerat pakaiannya sendiri. Ia tak terluka tapi kenapa rasa lebih menyakitkan dari pada luka yang sekarang ini tengah ia rasakan.


"Salam kepada yang mulia kaisar agung"ucap kedua tetua tua yang tiba-tiba membangunkan yuan dari duniannya sendiri.


"Aku tau kalian mengetahui tentang sesuatu yang tidak aku ketahui"ucap yuan dingin.


"Dulu aku bertanya siapa kaisar agung yang paling berkuasa, kalian diam tak menjawab pertanyaanku dan kalian seakan dihantui oleh rasa ketakutan"lanjut yuan.


"Dan sekarang apakah mungkin kaisar agung keturunan campuran iblis kuno itu sudah mati ??"tanya yuan tiba-tiba.


Kedua tetua itu merasa gelisah takkala mendengar pertanyaan yuan.


"Aakhh"desis yuan mengernyit sakit.


"Yang mulia ??!!"ucap kedua tetua itu kaget.


Yuan yang terjatuh dan hampir terduduk itu memaksakan diri untuk berdiri tapi ditahan oleh salah satu tetua agung dunia atas.


"Yang mulia anda duduk saja dibatu dibawah pohon persik itu"ucap tetua yang seorang pria itu.


Menuruti apa yang dikatakan tetua Lao, yuan kemudian dipapah perlahan menuju ketengah danau. Ia sendiri bisa merasakan energi spiritual yang sangat pekat disini, energi ini juga terasa sangat tidak asing baginya.


"Apakah anda ingin tau bagaimana anda bisa tercipta yang mulia ??"tanya tetua lao tiba-tiba.


Istrinya yang mendengar kata-kata tetua lao langsung memegang tangan keriput suaminya sambil menggelengkan kepalanya.


"Tercipta ??!... apa maksudmu ?!!"desis yuan, ia menyipitkan matanya dingin menatap kedua orang didepannya ini.


"Ibu anda atau bisa dibilang yang mulia permaisuri terdahulu tidak bisa melahirkan seorang keturunan untuk kekaisaran dunia atas karena dulu beliau pernah bertempur dengan kaum dunia bawah yang dengan liciknya merusak rahim yang mulia permaisuri"ucap tetua lao memulai cerita, matanya yang tua menatap ke kejauhan.


"Kaisar !!... kaisar terdahulu dimana dia ?!! Saat permaisuri terluka dimana dia ?!! Siapa... siapa ibuku ?!!!"desis yuan tajam.


"Tenang yang mulia"ucap lembut istri tetua lao.


Tetua Tao mulai menceritakan hal yang ia ketahui beberapa ribu tahun yang lalu.


Permaisuri Yan Ran adalah seorang wanita yang sangat kuat dari klan rubah putih. Ia sebagai seorang dewi jatuh cinta tanpa sengaja oleh kaisar agung, He Lian Long.


Kaisar Lian Long yang waktu itu sedang berjuang bersama pasukan dunia atas untuk membunuh semua mahluk-mahluk buas pasca perang besar antara ketiga dunia yang berkeliaran disegala penjuru dunia. Ia terluka parah karena bertempur dengan seorang pemimpin serigala putih yang terkenal kebengisannya, Gong Wu dan juga seorang wanita beracun, Ling Zhu. Disaat genting karena kaisar Lian Long terkena racun pembunuh mahluk imortal mematikan saat itulah  permaisuri Yan Ran yang berjulukan sebagai dewi kehidupan karena kehebatannya dalam hal pengobatan datang membantunya dan ahkirnya ia bisa diselamatkan sekaligus mereka berhasil memukul mundur Gong Wu dan Ling Shan.


Tapi ada satu hal yang permaisuri Yan Ran tak ia perhatikan, ketika ia bertarung dengan Ling Shan, wanita beracun itu menebarkan racun diam-diam diudara dan berefek pada energi spirtual Permaisuri Yan Ran.


Setelah beberapa minggu kemudian pasca pertarungan itu, permaisuri Yan Ran menikah dengan kaisar agung He Lian Long. Tapi ketika hari berganti hari dan menjadi bulan kemudian tahun berganti. Permaisuri Yan Ran baru menyadari bahwa racun Ling Shan sudah menggeroti tubuhnya seperti parasit yang membuatnya terkecoh karena racun ini menggeroti tubuhnya tanpa rasa sakit. Sebagai sesama perempuan Ling Shan tau apa yang berharga bagi wanita didunia ini yaitu, keturunan. Bukan hanya didunia manusia saja seorang wanita dipandang dari keturunannya melainkan di kedua dunia mereka sama sebagai seorang wanita.


Permaisuri Yan Ran yang mengobati dirinya sendiri merasa bahwa racun itu sudah bisa ia ekstrak menjadi kekuatan baginya melakukan kesalahan yang amat sangat fatal. Bukannya racun itu terekstrak tetapi malah membuah pusat energinya bergejolak dan membentur rahimnya yang berada paling dekat dengan pusat energi kekuatannya. Dan dari tahun ke tahun hasilnya tetap sama.


Disaat dunia sedang dihantui dengan perang yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu, Permaisuri Yan Ran lebih memilih untuk fokus membantu suaminya meredakan dan mendamaikan peperangan. Sampai dikemudian hari ini tau bahwa tanpa seorang keturunan, ia yang sebagai wanita merasa tidak sempurna apalagi melihat kaisar yang selalu menatap anak-anak kecil dengan tatapan tak terbaca takkala mereka mengadakan sebuah acara kekaisaran.


Permaisuri yang frustasi karena tak biaa memberikan kaisar keturunan berusaha sekuat mungkin mencari semua informasi yang bisa ia dapatkan dari teks-teks kuno, hingga pada akhirnya ia harus sampai di sebuah kenyataan bahwa ia memang takkan bisa melahirkan seorang anak untuk suami yang ia cintai.


Diujung rasa putus asanya, permaisuri melihat sebuah teks kuno yang terselip jauh dibelakang teks kuno lainnya. Digerayangi oleh rasa penasaran dihatinya, permaisuri mengambil buku itu.


Halaman demi halaman ia baca dan perlahan ada perubahan ekspresi diwajah permaisuri.


Disini tertuliskan bahwa seorang wanita bisa melahirkan seorang anak tetapi ada konsekuensinya.


Permaisuri yang sudah bertekad memberikan seorang anak pada kaisar Lian Long tak perduli apa itu konsekuensinya, mencatat semua ramuan yang ada di teks kuno itu.


"Darah Naga"bisik permaisuri terkejut takkala membacanya.


Ramuan-ramuan berharga lainnya bisa ia temukan dengan mudah dikediamannya atau mungkin di taman herbalnya tepi darah naga ?!!...


"Lian Long ??"batin permaisuri Yan Ran.


"Ya, bukankah suamiku seorang Kaisar Naga Agung"pikir permaisuri Yan Ran, ia sedikit mengehela nafasnya lega.


Tapi dikemudian hari semua percobaan ramuannya gagal karena darah yang mengalir di tubuh suaminya bukanlah darah naga agung.


Permaisuri Yan Ran frustasi.


Ia sekali lagi membaca dan mencari teks kuno secara terus menerus tanpa memikirkan kondisi tubuhnya sendiri.


Kaisar yang tau permaisuri ingin memberikan keturunan untuknya, ia terkejut saat Permaisuri meminta darahnya. Tapi harus ia akui bahwa darah yang diminta istrinya bukanlah darah agung yang sebenarnya.