
Tanah yang tertutupi salju di gunung utara kini hanya bisa meleleh dan hancur berantakan hingga menunjukkan tanah aslinya yang berada didalam kedalaman tumpukan salju ditempat itu.
Pohon-pohon yang telah lama tertimbun tumpukan hujan salju kini harus terbakar oleh api panas yang telah para pasukan kekaisaran dunia atas keluarkan karena pertarungan mereka dengan para jenderal agung tertinggi dikekaisaran dunia atas. Tatapan mata mereka yang kosong dan tak gentar ataupun takut mati karena menghadapi dua jenderal besar kekaisaran tetap tak tergoyahkan, layaknya seonggok boneka mati yang dimainkan seseorang seperti itulah kondisi para prajurit kekaisaran dunia atas.
Yi mendecih dingin saat melihat kondisi kacau dihadapan mereka ini. Ia melirik Bingbing dan zhe ze yang telah mulai kehabisan tenaga mereka serta Hui yang kini juga telah terpojok karena melindungi dua wanita abadi dibelakangnya itu begitu juga dengan dirinya sendiri.
Luka yang yuan buat kembali tercacah oleh pedang sabit yang dihantamkan padanya saat ia lengah dan itu sangat menyakitkan, memikirkan fakta bahwa tubuh dan kekuatan spiritualnya belum sepenuhnya kembali seperti biasanya.
Tubuh mereka kini tidak dalam keadaan baik-baik saja, banyak luka parah yang telah menggores tubuh abadi mereka, dan untungnya karena mereka mempunyai tubuh abadi luka menganga bukanlah suatu masalah besar melainkan hanya sebuah luka yang menyebalkan karena darah mereka akan terkuras dan hal itu bisa menyebabkan kekuatan spiritual mereka harus terus bertambah lemah karena harus menyembuhkan luka-luka itu.
Yi dan Hui memegang erat pedang mereka dan dengan tatapan tajam mengancam para prajurit yang mencoba mendekati mereka.
"Suamii, awasss !!!"jerit bingbing kaget saat ia melihat sebuah anak panah merah membara melesat menuju kearah tubuh suaminya.
Hui yang kurang cepat menangkap bahaya yang akan menyerangnya langsung menoleh dan kaget saat istrinya menggunakan dirinya sendiri sebagai tameng untuk tubuhnya.
Jlebb...
"Ugh"desis bingbing saat merasakan panah itu melesat masuk menancap pada bahunya.
"Istrii, apa yang kau pikirkan ?!!"ucap hui panik dan mulai goyah.
Hui memeluk tubuh bingbing yang mulai mengeluarkan banyak darah segar hingga ia tak sadar ada bahaya lainnya yang tengah datang membawa kematian untuknya.
Tranggg...
Jlebbb...
Brukkk....
Yi dengan kejam menebas leher prajurit kekaisaran dibelakang hui dan dengan kasar ia menendang kepala tak bernyawa itu. Percikan darah terlihat dua kali lipat membasahi tubuhnya.
"Zhe ze, tetap dibelakangku dan kau Hui !! Serahkan bing jie pada zhe ze"ucap yi dingin.
"CEPATTT !!!"Bentak yi dingin.
Hui segera sadar dengan kebodohan yang telah ia perbuat, ia dengan dingin kembali mengambil pedang gandanya dan menebas semua prajurit kekaisaran di sekelilingnya dengan penuh amarah.
"Bedebahh busukkk !!!... kalian berani mengangkat senjata busuk kalian itu hah !!!" bentak hui kejam.
Tubuh-tubuh milik para prajurit dunia atas yang sudah tak bernyawa kembali menumpuk tajam disekeliling tubuh hui yang kini tengah membunuh mereka secara membabi-buta bersama dengan yi.
Tumpukan yang semakin banyak tak membuat hui dan yi berhenti hingga sebuah peluit berbunyi tajam, keduanya langsung terdiam dan membeku.
"Bajingan !!!.. brengsekkk !!!"desis hui dingin.
"Kita harus secepatnya pergi dari tempat ini !!!"ucap hui lagi, suaranya terdengar goyah dan panik.
Disisi lain, so ah yang melihat semua kejadian berdarah jauh berada dihadapannya itu hanya diam, ia mengingat jelas bahwa wanita cantik itu yang telah mebolongnya dirumah tua itu, walau ingatannya samar ia dengan pasti yakin bahwa itu adalah wanita yang menolongnya.
"Yang mulia permaisuri, apakah anda mengenal orang-orang itu ??"tanya rou shi saat ia melihat tuannya yang terdiam.
"Apakah kau bisa menyelamatkan mereka ?"tanya soah.
Rou shi sedikit terdiam mendengar pertanyaan dari tuannya ini, ia bisa menyelamatkan para mahluk abadi yang tengah terkepung itu dan membawa mereka kelembah in, tapi apakah lembah utara akan mengizinkan para mahluk asing itu untuk berada di lembah suci ini ??!!...
"Dayang ini akan mencobanya yang mulia"ucap rou shi yang dengan patuh mulai mengeluarkan sulur teratainya keluar dari dalam tanah bersalju dimana tempat pertarungan itu berada.
Sulur-sulur teratai mulai menembus tanah dan tumpukan salju, terlihat sangat kontras diantara warna putih salju serta lincah membelit keluar dari tanah diantara tumpukan-tumpukan mayat itu.
"Tidak, aku akan melindungi kalian"desis hui dingin.
Ia dengan berani menghalangi kedua pandangan wanita dibelakangnya ini bersama dengan yi yang berada disebelahnya.
"Apakah kau yakin, dia mengirim hewan buas itu ??"tanya hui pada yi.
"En"desis yi dingin.
Deg.
Deg.
Deg..
Hening.
Keheningan dan kedinginan, pekat menyelubungi daerah disekitar mereka.
Yi dan hui dengan waspada melihat kesegala arah.
"Grrrr...."
Geraman mengerikan terdengar mulai mendekati mereka, dan keduanya semakin tegang saat langkah nerat mulai mendatangi mereka.
Yi tahu bahwa yuan sengaja mengirim banyak pasukan prajurit kekaisaran dunia atas dan membuat mereka menjadi boneka hidup dengan teknik spiritual terlarang, sangat tidak mungkin para prajurit ini berani melawan ia dan hui jika dalam keadaan sadar dan karena pertarungan yang alot serta memakan banyak waktu hingga kini mereka harus kehabisan energi spiritual, ia tahu yuan telah memasang jebakan mematikan didepan mereka.
Segalanya telah diperhitungan oleh lelaki itu !!!
Ia ingin membunuhnya dan Bingbing tapi yuan tak menyangka bahwa Hui dan Zhe ze akan ikut serta dalam rencana beracunnya.
Langkah demi langkah berat terdengar mulai mendekati mereka dan suara geraman berat hewan buas mulai terdengar lebih jelas dan keras membawa atmosfer berat mengerikan disekeliling mereka.
Dua srigala besar hitam dengan mata merah darah, mereka datang dari dua arah berlawan.
Srigala hitam besar dengan ukuran sepuluh kali lipat dari ukuran tubuh singa buas itu terlihat mengeluarkan air liur laparnya, mereka melihat Yi dan Hui sebagai buruan yang harus mereka makan dan incar. Energi spiritual dan tubuh immortal membuat dua srigala itu bergerak ganas.
"Srigala kematian"bisik Hui dingin.
Srigala yang terkenal karena kebengisan, keserakahan, dan kekuatan spiritual besar yang seringkali memberontak dengan ganas serta membunuh banyak mahluk hidup itu hingga memakan tubuh mangsanya dengan cara kejam kini berada tepat dihadapan mereka.
Dengan kekuatan mereka saat ini, mereka takkan bisa melukai seujung kuku dari kaki srigala hitam dihadapan mereka ini dan lagi ada dua srigala ganas yang siap memangsa mereka.
Ggrrroooooaaarrrr....
Geraman berat terdengar mengancam saat hui memegang erat kedua pedangnya, berusaha mengantisipasi serangan mendadak dari dua hewan buas merepotkan yang saat tidak ingin mereka temui ini.
"Apakah ada cara lain selain melarikan diri ??"tanya hui pada yi.
"Tidak ada, kau lihat apa yang tengah dua srigala ini coba hembus dengan hidung mereka ??"tanya yi.
Hui terdiam.
"Apa itu ??"tanya hui.
"Aroma ku dan aroma milik bing jie, dia ingin membunuh kami dan menganggap nya hanya kecelakaan kecil saja"desis yi dingin.
"dan aroma kalian berdua membuat dua srigala ini kebingungan"lanjut yi lagi.