
"Uh...", bisik so ah serak.
Luka-luka besar kembali menghiasi permukaan kulit pucat miliknya. So ah menghela nafas berat merasakan kesakitan hebat terasa menghantam tubuhnya.
Gelap.
"Ini dimana ??", bisik so ah pada dirinya sendiri.
Tempat asing yang terasa sangat dingin, gelap dan lembab itu membuat so ah semakin beringsut kesudut. Ia berusaha mengeluarkan sulur dari jari jemarinya tapi tak mendapatkan respon apapun disana. Tubuhnya begitu lemah.
"Apa yang terjadi", bisik so ah lemah.
"Ugh", ia sangat haus.
Tubuhnya terasa sangat lemah dan lelah, ia merasa tenaganya hilang dan tertekan ditempat ini. So ah yang tidak mengetahui bahwa tubuhnya telah menjadi setengah immortal dan setengah manusia itu tak bisa menerima kawasan wilayah seperti dunua bawah yang penuh dengan energi gelap. ia belum bisa beradaptasi sepenuhnya.
"Ugh", ucap so ah kesakitan.
Nafasnya terputus-putus, ia panik.
Nafasnya mulai tersenggal-senggal, ia merasakan sesuatu terasa tersangkut ditenggorokan, dada dan jantungnya.
Tubuhnya mulai mati rasa, saat kesadarannya menipis dan semakin menipis ia melihat sosok wanita di depan jeruji besi yang ia yakini sebagai pintu masuk.
Ia yang masih setengah sadar dan pandangan mata yang hampir meredup merasakan sosok dihadapannya ini sangat panik dan ketakhtan.
"Bertahanlah, kumohon bertahanlah", ucap jing mei menahan air matanya.
ia tak bisa melihat manusia lemah harus mati sia-sia ditangan suaminya, jadi ia menerima wanita ini untuk dinikahi oleh zheng bai. Setidaknya, wanita ini takkan tersiksa untuk beberapa waktu hingga ia bisa memikirkan jalan keluar untuk manusia ini agar selamat.
Jing mei dengan lembut memberikan air pada so ah. ia melihat sosok lemah wanita ringkih yang terlihat sangat-sangat kotor dan penuh debu itu merasa iba. Ia dengan lembut menahan leher so ah dan dengan tangannya sendiri ia meminumkan air itu agar manusia ini tidak mati kehausan.
Jing mei merasakan sesuatu yang aneh saat bertemu manusia dihadapannya ini, berbeda dengan saat ia bertemu manusia lain. saat ia melihat mereka disiksa, hanya ada perasaan iba dihatinya tapi saat melihat wanita manusia ini. ia merasakan sesuati yang tak bisa dijelaskan. aneh. Sebuah perasaan kasih sayang yang sangat dalam merekat dilubuk hatinya, yang bahkan tak bisa ia rasakan saat bersama dengan keluarganya. dan sebelumnya, ia belum pernah merasakan kasihsayang mendalam antara keluarga untuk beberapa saudara-saudara dikediaman klan jing. ia hanya mengetahui bahwa dirinya harus berjuang untuk mempertahankan kursi pewaris pemimpin klan.
Jing mei hanya bisa meremat kain pengompres miliknya dengan kuat hingga tangannya memutih. Merasa hal yang ia lakukan sangat diluar kendalinya sendiri, jing mei cepat-cepat mengusap lembut dahi so ah dengan kain yang ia pegang itu. dirinya merawat manusia dihadapannya ini dengan kelembutan, seperti seorang ibu yang merawat anaknya. Setelah memastikan kondisi manusia dihadapannya ini sedikit membaik, jing mei dengan cepat pergi dari penjara itu menuju ke paviliun miliknya.
Jing mei berjalan dalam lorong-lorong gelap istana dunia bawah tanpa perasaan takut dihatinya. Pandangan mata kosong yang menatap kegelapan samar didepan jalannya itu sangat membingungkan dirinya.
Apa hubungannya antara dirinya dengan wanita itu dimasa lalu ??...
Apakah ia pernah menyelamatkan manusia itu dari tragedi yang telah terjadi dimasa lalu ?..
Atau ia mempunyai hutang nyawa dikehidupan sebelumnya, tapi apakah ia hidup dikehidupan lalu ??... jika iya, ia akan lebih memilih untuk tidak hidup dikehidupan ini. Tapi, perasaan yang mengendap dihatinya lebih menyakitkan daripada siksaan yang telah ia terima selama ini.
Jing mei tenggelam dalam pikirannya hingga tak menyadari sosok zheng bai yang berdiri ditengah-tengah lorong paviliun.
Tubuh yang berjalan tapi pikiran di tempatnya itu berhasil menabrak sosok tinggi yang berdiri
sombong ditengah-tengah lorong.
BRUK.
"Uh", desis jing mei kesakitan, air matanya sedikit keluar. Dahinya menabrak keras sesuatu yang ia pikir tembok, dan saat menatap keatas ekspresi yang tadinya kesakitan langsung berubah datar dan dingin. Zheng bai yang melihat ekspresi itu, pandangannya sedikit meredup.
"Apa yang kau lakukan ?", tanya zheng bai dingin.
"Apakah ada sesuatu yang membuat raja tak nyaman ?", tanya balik jing mei datar. Ia melangkah mundur.
"Dengarkan aku !!... jangan menginjakkan kakimu kepenjara itu lagi", desis zheng bai penuh penekanan.
Zheng bai menarik tubuh wanita dihadapannya ini dengan kasar, ia membawa jing mei masuk kedalam ruangan dibelakang mereka.
"Apa yang kau lakukan di kamarku !", ucap sinis jing mei.
"Kamarmu ??... sejak kapan paviliun milik raja dunia bawah menjadi milikmu", sahut zheng bai santai.
Jing mei yang awalnya berontak langsung terdiam dan sedikit melirik sekitarnya. Benar apa yang dikatakan lelaki ini !!.. tapi kenapa ia berjalan ketempat menjijikan ini !!!...
"Hahaha... ternyata kaki milik ratu sangat tahu dimana tempat seharusnya ia berada bukan...", ucap zheng bai santai.
Ia dengan keras menarik jing mei dan mendudukkan tubuh wanjta itu dipangkuannya.
"DENGARKAN AKU !.. jangan sampai cheng rou tahu bahwa kau berinteraksi dengan mansia itu", bisik zheng bai.
Jung mei yang mendengar ucapan dari suaminya ini hanya bisa terdiam.
"Kenapa ?.. apakah ada sebuah alasan khusus lagi ??.. atau kalian akan melakukan hal yang sama lagi", tanya jing mei kosong.
Zheng bai hanya terdiam mendengar ucapan jing mei, ia sangat tahu apa yang dimaksud oleh wanita ini.
Tragedi itu cukup membuat ia merasakan sebuah perasaan asing di hatinya, tapi perasaan itu telah terkubur kembali oleh perasaan gelap untuk keserakahannya. Para manusia yang akan digunakan sebagai sumber darah pengorbanan untuk pohon raksasa kuno secara tidak sengaja diselamatkan jing mei. Dan disanalah asal mula keretakan rencananya, ia lepas kendali dan membunuh seluruh manusia itu dihadapan jing mei.
Tak ada darah yang bisa digunakan sebagai pengorbanan.
Tak ada hasil apapun pada rencana yang telah ia buat secara sempurna itu.
.
.
.
Kekaisaran dunia atas.
"BEDEBAH !!!...", murka yuan.
Seluruh benda disekitarnya telah hancur dan berubah menjadi serpihan dan bahkan beberapa bagian telah menjadi abu.
Kamar miliknya telah hancur, berantakan.
Sosok yang biasanya terlihat agung dan agung itu kini bagaikan hewan buas dengan ***** hewaninya. Rambut panjang lelaki itu yang beberapa anak rambut telah turun dari ikatan terlihat menjuntai berantakan, ia tak perduli. Pakaian yang masih ternoda darah miliknya, ia tak perduli. ia merasa kesal, marah dan sangat-sangat murka.
Bajingan itu telah berani menginjakkan kaki kotornya ke wilayah kekuasaan miliknya. Harusnya tubuh bajingan itu hangus terbakar karena energi suci di tempat ini, tapi kenapa malah sebaliknya !!!
"Ugh", desis yuan kesakitan. Semakin ia berfikir dalam, semakin rasa sakit menyerang tubuhnya. ia yang tanpa sengaja melihat tangannya yang menyangga pada tiang luar paviliun naga terlihat transparan dan kemudian kembali seperti semula. Yuan terdiam melihatnya, ia melihat tangannya.
"Apa yang terjadi ?", bisiknya.
Ia masih bisa merasakan rasa sakit yang terus menggerogoti inti spiritiualnya dan kini apa yang terjadi dengan tubuhnya ??..
PERSETAN !!!...
Ia harus cepat memusnahkan kawasan dunia bawah. Benalu-benalu menjijikan seperti mereka telah lama ia biarkan dan harus dengan cepat dimusnahkan. Ia dengan dengan cepat memakai baju perang perak keemasan khas kekaisaran dunia atas. Baju perang yang telah melingkupi seluruh tubuhnya itu membuat sosok yuan terlihat seperti dewa keabadian, tapi tidak dengan wajah pucatnya.
Yuan mengambil pedang perak miliknya dan membawanya.
Kaisar agung dunia atas bersama dengan pasukan miliknya bersiap menyerang wilayah kerajaan dunia bawah.