The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 113



Sinar matahari perlahan diam-diam masuk melewati celah-celah jendela menyinari dua sosok yang sedang bergelung dalam lelap.


Tirai-tirai putih kelambu tipis sedikit goyah oleh hembusan angin pagi, kicauan-kicauan burung sesekali bercuitan disertai gemerisik dedaunan. Samar-samar suara aktivitas manusia mulai terdengar tak begitu jelas dijalanan utama kerajaan timur.


Pagi itu, sejumlah pelayan rumah penginapan mondar-mandir kesana kemari melayani pangeran dari kerajaan mereka yang ternyata menginap di tempat itu.


Para pelayan yang semalam tidak bertugas di ruang utama penginapan langsung kaget mendengar berita datangnya pangeran huang de. Dan banyak pula dari para pelayan wanita di rumah penginapan itu yang berfikir bahwa dengan datangnya pangeran huang de bisa mengubah masa depan mereka, jika mereka bisa menarik mata sang pangeran terlepas dari rumor-rumor tentang pangeran bejat yang banyak mengumpul para wanita cantik entah itu seorang gadis yang baru tumbuh menjadi dewasa sampai ke seorang wanita yang sudah menikah di harem kediaman pangerannya, para gadis-gadis pelayan itu tidak perduli asalkan mereka bisa hidup menjadi salah satu selir atau gundik mereka takkan takut kelaparan hingga sampai kekurangan pakaian hangat.


Dan sekarang ini rumor bahwa pangeran huang de sedang mengincar seorang wanita hamil yang memiliki kecantikan langka layaknya mahkluk surgawi. Ada banyak orang dijalanan yang sedang bergosip menyayangkan nasib buruk wanita hamil itu. Rumor yang semakin panas diperbincangkan dari mulut ke mulut hingga sampai ke telinga raja kerajaan timur.


"Apa maksudnya ini !!!"bentak raja huang penuh kemarahan.


Kasim yang membawa berita itu langsung bersujud penuh ketakutan.


"Rumor bukan hanya sekedar rumor yang mulia, hamba hanya takut jika ada salah satu dari musuh pangeran ingin menjatuhkan harga diri pangeran huang yang mulia"ucap lembut seorang wanita dewasa yang tubuhnya dipenuhi dengan perhiasan-perhiasan dan pakaian mahal.


"Apa yang kau bicarakan ?!... bukan sekedar rumor katamu !"jawab raja huang dingin.


"Sudah cukup tingkah menjijikan anakmu itu membuat kerajaan ini jatuh... jika saja ia bukan satu-satunya anak lelaki ku mungkin sekarang hanya ada namanya disini..."ucap raja huang lagi.


Wanita yang berbicara tadi langsung terdiam setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan raja huang padanya, ia hanya menunduk dalam diam dengan tangannya yang diam-diam meremat kasar lengan hanfu mewah miliknya.


"Ratu ini memohon ampun yang mulia..."jawabnya kemudian dengan suara tertahan.


"Yang mulia, jangan membuat tubuh naga anda melemah karena emosi sesaat"ucap selir muda disisi lain tempat duduk dengan suaranya yang terdengar sopan sekaligus penuh dengan kemanisan.


"Mungkin saja kita harus menjodohkan putri huang Lin yang mulia... selir ini dengar dari para pelayan bahwa yang mulia putri Lin dekat dengan putra mahkota dari kerajaan utara"ucap selir di depan ratu kerajaan timur dengan suara lembutnya ini menyenangkan hati raja.


"Apa maksudmu ??"tanya raja huang pada selirnya.


"Dengan begitu anda tidak perlu takut dengan masalah siapa yang akan mewarisi kerajaan ini nantinya yang mulia, dengan pernikahan tuan putri dan putra mahkota kerajaan utara nantinya anak-anak yang lahir dari tuan putri bisa memerintah dua kerajaan"ucap selir itu sembari tersenyum.


Semua orang yang ada diruangan besar itu langsung terdiam mendengar setiap ucapan selir raja yang hanya duduk diam itu, mereka terdiam mencermato lebih dalam kalimat-kalimat dari selir muda raja dan semakin mereka berfikir ada banyak keuntungan yang sangat besar dimasa depan nanti khusus bagi kerajaan mereka ini.


Raja huang tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat yang dilontarkan selirnya, ia langsung menghadiahi selirnya itu dengan banyak kemewahan.


Disisi lain, ratu kerajaan timur sekaligus istri utama dari raja huang menahan amarahnya yang hampir meluap keluar, ia terus menatap tajam ke arah selir itu.


"Perempuan jalang !!... lihat saja apa yang akan terjadi di kehidupanmu kedepannya !!"pikir ratu kerajaan timur penuh dendam.


"Dimana si tua pemilik penginapan ini !!"bentak huang de kesal.


Para pelayan wanita yang melayaninya langsung beringsut mundur ketakutan, mereka langsung duduk dan menyembah memohon ampun pada huang de.


"Kau !.. panggil si tua itu !!.. CEPATTT !!!.."bentak huang de semakin keras dan kasar.


"Ba..baik yang mulia"jawab pelayan wanita itu ketakutan, pelayan itu langsung beringsut dan berlari keluar dari ruangan huang de layaknya orang gila pelayan itu langsung berlari menuju ke tempat tuannya.


Disisi lain, xuan yang mendengar keributan gila di samping rumah penginapan yang ia tempati ini terlihat sangat kesal dan muak.


"Manusia-manusia bodoh !!!", pikir xuan.


Saat matanya menatap sosok disebelahnya yang tetap tidur walaupun ada sedikit keributan, pikirannya sedikit tenang.


"Setidaknya tidak terlalu buruk"pikir xuan lagi sembari menatap wajah damai so ah yang masih terlelap.


Surai hitam panjang yang terlihat lembut berantakan diatas bantal putih dan surai-surai itu terlihat tumpang tindih menyatu dengan surai rambut miliknya membuat xuan melembutkan pandangannya, alis willow alami dengan bulu mata lentik dan panjang yang masih tetutup rapat menyembunyikan permata hitam bersih berkilau didalamnya, hidungnya yang mancung ditambah lagi bibir merah lembab alami sedikit terbuka.


Xuan tetap tak merasa bosan memandang wanitanya ini, apalagi saat bibirnya mengecup pelan dahi so ah tepat di tanda lahir merah yang berbentuk sayap phoenix semerah cinnabar itu ada rasa menggelitik di perutnya. Entah sudah berapa kali di pagi ini ia mengecup istrinya, ia tak pernah jengah ataupun bosan tetapi terus bergerilya mengganggu tidur so ah.


"Ehmm...."gumam so ah saat ia merasakan ada hembusan nafas hangat di keningnya.


Saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat ada wajah xuan yang tepat didepan wajahnya. Mata so ah berkedip bingung masih mencerna segala sesuatu dan hanya terus menatap lelaki didepannya itu.


"Hahaha apa yang kau pikirkan istriku ??.."tanya xuan dengan suaranya yang serak khas seorang yang baru bangun tidur.


"Apakah wajahku sangat tampan hahaha"lanjut xuan lagi sembari tersenyum tipis.


Lelaki yang membelakangi cahaya pagi dengan sinar yang samar-samar berlomba-lomba menyinari sudut yang tak disinari, terlihat sangat indah saat kedua sudut bibir yang setiap harinya selalu datar melengkung dengan lembut, samar so ah bisa melihat ada lesung pipi disana.


So ah sangat terpesona dengan apa yang ia lihat, mata tajam suaminya yang menantap ia dengan penuh perhatian dan ekpresi lembut suaminya yang dengan sabar merawatnya, so ah baru tersadar hanya saat mereka berdua lelaki ini bersikap jauh terbalik saat bersama dengan orang-orang.


So ah yang langsung sadar ketika xuan menyentil lembut keningnya, wajahnya sudah memerah seperti bunga persik yang bermekaran indah. So ah menarik selimutnya dan menyembunyikan dirinya sendiri disana.


"Apa yang kau lakukan ??"ucap xuan, ia terkekeh geli melihat tingkah so ah yang masih saja tetap malu dengan kebersamaan mereka.