The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 251



Aura spiritual yang keluar dari dalam pohon kematian itu begitu pekat dan kuat. Seluruh tanah bergemuruh, aura kematian begitu pekat sangat membuat xuan mendesis dingin.


jika benar, aura kematian itu berasal dari nyawa-nyawa yang telah ia bantak selama ribuan tahun yang lalu. dan kemungkinan besar, ia harus mematikan pohon ini sebelum mulai bertumbuh semakin besar. dari sana, xuan bisa melihat bahwa mahluk buas spiritual yang cheng rou panggil berasal dari pohon itu sendiri.


"aku akan mengurus cheng rou, suami bisakah kau pergi mengurus pohon itu", ucap so ah lembut.


Xuan menatap so ah, ia sedikit khawatir pada istrinya.


"tidak apa-apa", ucap so ah yang berusaha meyakinkan xuan.


Pohon raksasa itu mulai menggerakkan ranting-ranting dan akarnya, ia mencari sumber kehidupan dan energi spiritual disekitarnya. beruntung, xuan telah mengantisapisinya dengan membuat formasi pelindung dan alhasil hanya pasukan dunia atas yang selamat.


seluruh pasukan dunia bawah beserta para binatang buas habis tertelan masuk kedalam pohon itu.


Sulur so ah yang berlapiskan tiga api keabadian milik xuan menahan pergerakan pohon raksasa yang semakin bergerak liar. aura kematian semakin pekat.


Cheng rou menyerang so ah. so ah yang merasakan bahaya menepisnya dengan tangannya.


api merah membara menjalas cepat kearah cheng rou. ular miliknya yang melihat tuannya dalam bahaya dengan cepat melindungi tubuh tuannya. karena melihat api merah milik so ah terlihat seperti api biasa, ular raksasa milik cheng rou memandangnya remeh. ular itu dengan sombong mengibaskan api merah so ah dengan ekornya agar api itu padam dalam sekali kibasan. tapi, sayang. didetik berikutnya, ekor ular itu terbakar oleh api merah milik so ah.


Cheng rou kaget.


"apa yang kau lakukan pada ularku !!!", desis cheng rou marah.


Ularnya bergerak liar, terlihat begitu kesakitan.


"dia harus mati", desis so ah dingin.


Mata so ah berkilat merah, melihat hal itu. cheng rou mundur.


"siapa kau !!", tanya cheng rou.


"bukankah kau begitu mudah mengambil kehidupan orang-orang tak bersalah itu ?", ucap so ah dingin.


"jadi, kenapa kau begitu takut saat mahluk lemah ini membakar ular milikmu", desis so ah dingin.


cheng rou terdiam.


"tidak hahahaha... kau bukan dia hahahah zhi yue telah mati hahahaha... aku tahu itu, kau bukan dia dan hanya dia satu-satu keturunan klan phonix murni jadi tidak ada yang kedua", ucap cheng rou. ia kembali tertawa tanpa rasa takut.


PLASSSHHHH....


BLLAAARRRRRRRR.....


Cambukan api mengenai pipi cheng rou, dan seketika wanita itu menjerit ngilu.


"Kau terlalu banyak bicara", desis so ah dingin.


Lagi.


Cambuk dari api ditangan so ah menghantam keras tubuh cheng rou. Cambuk api yang bisa mencambuk mangsanya hingga kedalam jiwanya. Cheng rou mendesis kesakitan. Ia menggeram marah.


Saat cheng rou akan memanggil ular miliknya, yang ia lihat kini begitu mengejutkannya.


Ularnya telah menjadi abu.


"KAUUU !!!.. JALANGGG, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ULAR KU ", ucap marah cheng rou.


Gemuruh lain datang dari pohon kematian itu. xuan membakar habis pohon itu dengan api keabdian miliknya.


Ledakan ledakan besar mematikan terlihat begitu mengerikan. Pohon itu seperti iblis yang bergerak hidup.


Disisi lain, Naga iblis yang datang bersama dengan gerombolan mahluk buas itu kini melesat menyerang xuan.


BLAAARRRR...


Ledakan kembali.


Seluruh pasukan dunia bawah yang melihatnya gemetaran ketakutan. segala hal disekitar mereka telah hancur berantakan, dan bahkan yang lebih mengerikannya banyak,binatang spiritual buas yang mulai mendekati weida de tianghuang dan wanita itu.


Raungan naga pelindung terdengar dari kejauhan. Naga itu telah menghabisi seluruh mahluk buas spiritual dan tanpa ampun menyerang naga iblis yang melarikan diri darinya.


BLLAAARRRRR....


KRAKKKKKK....


BLEEEDDUMMMMM....


Tubuh naga iblis itu terhempas kearah dimana pohon kematian berada. retakan besar karena tabrak kuat itu membuat pohon kematian bergerak hidup lebih liar.


Retakan-retakan tanah semakin dalam akibat pertarungan itu.


Xuan dengan dingin mengeluarkan rantai hitam dan mengikat seluruh pohon raksasa didepannya ini. Dan dalam sekali hempasan, kekuatan spiritualnya menghantam pohon itu beserta naga iblis yang berada di pohon itu.


Disisi lain, pertarungan antara cheng rou dan so ah begitu ganas. lubang-lubang besar tercipta disekeliling mereka.


cheng rou terlihat begitu kelelahan, berbanding terbalik dengan so ah yang masih berdiri.


"ibuku, ayahku",


"Saudariku",


"Rakyatku",


" dan bahkan suami serta calon bayi kami",


"kau menginginkan apa yang seharusnya tidak kau inginkan", desis so ah dingin.


"cih, aku tidak menginginkan hal konyol itu !!!... mereka hanya menemui takdir kematian mereka sendiri", jawab cheng rou.


"Hahahahaha... takdir kematian katamu ?!!", desis so ah dingin.


"kau hanyalah seorang anak pelayan yang ingin hidup dalam sendok emas hahahahah... dan hanya karena imbalan yang tidak seberapa itu kau berani membukakan gerbang kediaman klan !!!", desis so ah murka.


"jie jie ku, kau iri dengan apa yang jie jie ku dapatkan hahaha... dan aku juga iri dengan apa yang ku dapatkan termasuk kau ingin mengambil hati huandi waktu itu, dan ternyata kau sangat tidak tahu dimana kau berhutang budi saat itu !!", desis marah so ah.


"DIAMM...", bentak marah cheng rou.


"Dan ternyata rencana sebesar itu, kau yang melakukannya heh, aku sangat bodoh hahahaha... hahahaha... dan tak mengenalimu saat kau memakai cermin bulan atau mungkin kau telah lama mempunyai kebiasaan menyimpang dengan mengambil kecantikan mahluk immortal lain !! ", desis so ah murka.


Energi spiritual merah mulai melingkupi tubuhnya. Panas, bisa cheng rou rasakan. tapi ia tak bisa melarikan diri. so ah semakin dekat.


KRAKKKK...


Kedua kaki cheng rou patah.


Lagi.


Kedua tangan cheng rou patah.


So ah mengikat kuat tubuh cheng rou dengan sulurnya.


"aku mengutukmu !!.. aku mengutuk kehidupanmu !!.. kau takkan bisa bereinkarnasi dan tubuhmu akan tenggelam dalam dosa-dosa yang telah kau lakukan sampai akhirnya kau akan merasakan siksaan yang sesungguhny hingga kau ingin mati dengan tenang tapi tak ada cara agar kau bisa mati !!", ucap so ah disertai kekuatan spiritualnya.


dan teriakan kesakitan cheng rou, begitu memekakan telinga.


Xuan yang telah berada disamping so ah, memerintahkan dai luan untuk melemparkan kedalam lembah terdalam didunia bawah. tempat dimana dai luan pernah bersemayam.


Tempat yang penuh dengan segel serta tempat yang begitu terkutuk hingga siapapun enggan untuk masuk kesana. ia membiarkan tubuh cheng rou membusuk disana.


So ah memejamkan matanya, ia melayang keatas dan secara tiba-tiba gelombang kejut besar keluar dari dalam tubuhnya, melebar dan terus melebar luas.


Seluruh pasukan dunia atas bingung dengan apa yang dilakukan wanita itu. tapi, mereka harus dikagetkan dengan ribuan pasukan dunia atas yang tadinya telah mati, hidup kembali dalam keadaan linglung.


"dewiii kehidupannn terima kasih atass berkaahh kehidupann untuk kamiiii....", teriak seluruh pasukan dunia bawah, yang kagum akan kekuatan so ah yang bisa membangkitkan orang mati.


setelahnya, xuan dan so ah pergi menuju kedunia manusia. disana, sisa-sisa bangkai mahluk buas tersebar luas dan sebagian besar wilayah hutan di keempat kerajaan telah hancur.


So ah menumbuhkan kembali kehidupan ditempat itu. dan bangkai-bangkai para mahluk buas itu telah tertarik kedalam tanah oleh akar-akar yang ia hidupkan.


Cahaya matahari mulai menyinari dunia manusia. terlihat tak pernah terjadi apapun disana.


.


.


.


.


.


Xuan dan so ah kembali kedunia atas.


Hancur.


xuan hanya diam melihat hanya tersisa dua daratan dari lima daratan yang ada. ia merentangkan tangannya, dan secara cepat daratan baru mulai terbentuk. ia juga membuka tabir yang mengurung seluruh rakyat dunia atas.


"kenapa aku tak bisa menghidupkan kembali orang-orang didaratan lain, aku juga tak bisa menghidupkan jie jie", ucap so ah lemah.


"mereka akan hidup ditempat lain, dan jangan ganggu jalur takdirnya", ucap xuan lembut.


"dan untuk orang-orang yang telah pergi, hal itu akan menjadi pukulan besar bagi mereka tapi kau tau bisa berbuat apapun akan hal itu", ucap xuan lembut.


Ia memeluk tubuh so ah, dan mereka pergi menuju tempat suci.