
"Ukh"desah tertahan zheng bai.
Wajah jing mei yang kini berada dibawahnya memerah bergairah membuatnya tambah bernafsu untuk memuaskan harsat duniawinya.
"Bajingan !!.. ukh.. emhh"ucap jing mei yang berusaha memberontak dari dekapan erat zheng bai.
Lengan kuat lelaki itu menahan kedua sisi tubuhnya dengan beban berat zheng bai yang berada sepenuhnya diatas tubuhnya. Jing mei merasa terhina karena harus tunduk pada nafsu binatang sosok yang ia benci hingga sampai ketulang-tulangnya ini.
"Hahahah kau menolakku, tapi tubuhmu tidak ukh.."desis zheng bai ditelinga jing mei yang memerah, ia menggigitnya liar.
"Nikmati saja, dan biarkan para anjing itu melihat siapa pemilikmu sebenarnya hmm..."desis zheng bai dengan suara penuh obsesi.
"...."jing mei hanya diam menggigit erat bibirnya, ia tak ingin suaranya lolos.
Mata jing mei yang berair serta wajahnya yang merah muda segar antara nafsu dan menahan tangisnya membuat zheng bai tersulut untuk bergerak kasar.
"Ukh"desah jing mei tertahan.
"Jangan gigit bibirmu !!"desis zheng bai berat, ia mencium ganas bibir jing mei yang terluka.
Cheng ru yang masih tidak tahu malu datang keistana kerajaan dunia bawah, wanita muda itu bersikap seolah-olah dialah ratu kerajaan dunia bawah. Chengru mendengar insiden bahwa si jalang itu telah dipermalukan oleh orang suruhannya sangat bahagia dan ia tidak bisa menahan luapan kebahagiannya itu.
"Maafkan kami, nona muda jing... anda akan kemana"tanya seoramg pria dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya.
"Siapa kau !!!"bentak chengru kesal.
"Jangan sentuh tanganku !!!... dasar mahluk rendahan !!.. cih"decih chengru.
"Tidak ada siapapun yang diizinkan masuk kedalam paviliun milik raja"ucap tegas sosok asing itu pada chengru.
"Ck, siapa mahluk tidak tahu diri ini"bentak chengru kasar.
"Dasar jalang tidak tahu malu !!!... pergi kau jelek"bentak chen qi yang tiba-tiba datang dengan raut wajah kesal sekaligus jijik.
"Cih dasar anjing penjilat"desis chengru yang menghina chen qi.
"Hahahaha... itu lebih baik daripada muka tebal tidak tahu malu mu ini.... menjijikan jelek !!!... ahh sangat disayangkan aku tidak bisa membandingkannya dengan keindahan yang mulia ratuku"ucap chan qi santai.
Wajah chengru langsung berubah hitam jelek mendengar ucapan chen qi yang membandingkannya dengan jalang sialan itu.
"Ahh... coba dengarkan suara penuh rasa haus duniawi ituuuhhh"ucap chen qi lagi.
Chengru terdiam, wajahnya pias dan ia ingin menangis disaat itu pula tapi ia menahannya karena harga dirinya sangat tinggi.
"Bajingan busuk !!, kau menangis ??"tanya chen qi terkikik senang.
"Wan yu lihatlah jalang jelek ini... wajahnya seperti pantat monyet hahahahah"ucap chen qi yang tertawa senang atas kemenangannya yang kesekian kali.
Wan yu yang dipanggil cheng qi hanya memutar matanya jijik.
"Diam... jangan menganggu kesenangan yang mulia"desis wan yu dingin.
"Hahaha... baiklah baiklah... kita lihat apakah pantat monyet didepan kita ini akan tetap menjilat bekas raja dan ratu kitaa~~~"ucap chen qi dengan mulut tajamnya.
Chengru yang telinganya panas bercampur rasa malu, ia pergi dengan raut wajah hitam terhina.
"Pengganggu sudah pergi, ayo kita melakukan tugas inti"ucap wan yu tegas.
"Baiklah... baiklahh"jawan chen qi menurut.
Mereka dengan cepat menghilang dan pergi kesuatu tempat.
Dai luan yang melihat bahwa pertarungan antara yuan dan wan yao takkan menemui titik ujungnya, ia yang memperhatikkan hal itu dalam diam hanya mendecih bosan.
Ia telah cukup puas memperhatikan bahwa dua pohon raksasa gagal dihadapannya ini tidak lebih hanyalah seonggok sampah tapi tidak dengan yuan dan para prajurit dunia atas.
Kekacauan besar terjadi didaratan dunia atas karena dua pohon raksasa itu.
Jlebb...
Dai luan memanah wan yao.
Ia memandang dingin sosok kurus setengah hidup dan mati itu.
"Anjing klon menyedihkan"desis dai luan dingin, dan ia menghilang.
Yuan terdiam, ia langsung mengedarkan pandangannya keseluruh sela daratan dunia atas. Tidak ada siapapun, dan siapa yang dengan mudah memanah musuh didepannya !...
Tidak, sedari awal sosok itu ada diwilayah kekaisaran ini. Apa tujuannya ?!!..
Naga pelindung dunia bawah bajingan !!!, pikir yuan penuh dengan rasa amarah.
Ia meredam amarahnya dan yuan dengan cepat melesat pergi menuju keistana kekaisarannya, ia sangat penasaran kenapa pedang peraknya tak bisa lagi dipanggil. Yuan duduk diam menutup matanya, ia masuk kedalam ruang dimensi miliknya.
"Apa yang terjadi dengan inti spritualku ??"pikir yuan dingin.
Disisi lain, dai luan pergi menuju ke dunia bawah. Ia mengawasi setiap pergerakan mereka, ia sangat penasaran dengan sosok yang akan dibangkitkan lewat pohon kuno itu. Ia dengan cepat pergi menuju ketempat lainnya didunia bawah, dai luan dengan lihai menyamarkan dirinya.
"Haaahhh... bajingan dunia bawah"desis dai luan dingin saat ia tanpa sengaja melihat kehidupan bebas para mahluk dunia bawah yang gila nafsu duniawi disetiap tempat.
"Menjijikan"desis dai luan.
"Apakah kalian tahu... yang mulia ratu yang berasal dari kediaman klan jing itu menindas adik selirnya !!?"ucap seorang wanita dengan bibir merah tebal.
"Cih, selir darah kotor... jalang tidak tahu malu"decak chen qi yang saat ini tengah meminum araknya.
"Siapa kau !!!... jangan menodai kesucian nona muda klan jing"ucap wanita berbibir merah tebal pada chen qi.
"Hahahahah wan yu lihatlahh... jalang itu melindungi jalang lain hahahaha"tawa chen qi.
Wanita berbibir merah tebal yang malu karena ucapannya terus dibantah oleh sosok asing lain, mulai menyerang chen qi dengan sabit yang ia keluarkan dari cincin dimensinya.
"Ck, senjata berkarat macam apa itu"decih chen qi bosan.
"Jangan membuat keributan, ingat tujuan kita ketempat ini"desis wan yu dingun.
"Cepat selesaikan jalang berisik itu"decak wan yu lagi.
Chen qi dengan santainya melemparkan sesuatu ketubuh wanita itu dan secara tiba-tiba seluruh tubuh wanita berbibir tebal itu meleleh, teriakannya terdengar melengking mengganggu hingga akhirnya pemilik dari tempat yang kini disinggahi wan yu dan chen qi langsung turun tangan membersihkan mayat tak berbentuk wanita itu.
"Menyebalkan sekali"decak pemilik tempat itu, ia memerintahkan beberapa pelayan untuk membersihkan kekacauan sembari meminta imbalan atas kerugian ditempatnya pada wan yi dam chen qi.
"Ambil dan diam"ucap wan yu yang melemparkan kantong uang pada pemilik kedai teh.
Mata pemilik kedai langsung berbinar penuh rasa serakah saat membuka isi dari kantong yang kini ada digenggaman tangannya.
"Hahaha... kau selalu bergerak cepat gege"ucap chen qi santai.
"Apakah benar wan yao sekarang berada didunia atas ??"tanya chen qi tiba-tiba, ia masih kesal dengan mahluk lain yang juga menjadi bawahan setia milik raja dunia bawah.
"Iya, dan dia mati"desis wan yu dingin.
"Ap..apa ?!!"tanya chen qi yang kaget.
"Jangan katakan hal mustahil, bukankah banyak esensi spiritual di pohon kuno itu yang menopang kehidupannya ?"tanya chen qi.
"Energinya sia-sia, ia hanya percobaan gagal"desis wan yu dingin, terlihat ekspresi kesal diwajahnya.
Dai luan yang memperhatikan gerak gerik dua orang di sudut kedai itu tersenyum sinis, matanya menatap dalam pemuh perhitungan.
"Kena kau"desis dai luan yang terkekeh mengerikan hingga membuat beberapa pelayan wanita yang berusaha menghiburnya pergi dengan ketakutan.