
"Yi, ada apa ??!"tanya bing bing kaget.
"Kita harus membawa wanita itu menjauh dari sini !!"ucap yi.
Kondisi pakaiannya yang hampir sebagian terkoyak tak membuat lelaki dari klan rubah itu goyah tetapi lain halnya dengan ekspresi yi yang terlihat sedikit panik dan pucat.
"Jelaskan apa yang telah terjadi"sahut bing bing.
"Tidak... kita harus bergegas pergi"ucap yi lagi.
Ia dengan cepat mengeluarkan kembali gelembung merah spiritual miliknya kearah tubuh so ah.
Pyarr...
Mata yi sedikit terbuka kaget.
Kekuatan spiritualnya sudah hampir mencapai batasnya.
"Bing jie, bantu aku"ucap yi serius.
Bing bing tanpa bertanya lagi langsung mengalirkan kekuatan spiritualnya ketubuh yi. Aliran hangat kekuatan penyembuh spiritual milik bing bing masuk dengan lembut kedalam nadi spiritual milik yi hingga sampai pada pusat inti kekuatan spiritualnya yang hampir kering kerontang.
"Tetua agung, maafkan kami"ucap yi yang masih menunggu aliran kekuatan spiritual penyembuh milik bing bing memperbaiki sedikit inti kekuatan spiritualnya.
"Apa yang tengah terjadi ??"tanya para tetua agung kekaisaran dunia atas yang melihat kondisi jenderal tertinggi agung kekaisaran didepan mereka ini dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Jenderal ini tak bisa memberitahukannya, tetua agung... tapi bisakah anda pergi untuk sejauh mungkin dari tempat ini sekarang juga"ucap yi memberikan perintah kepada keduanya.
"Tidak bisa"sahut tetua agung tegas.
Yi terdiam.
"Kami sudah terlalu tua untuk melarikan diri dan lagi tak ada gunanya kami lari"sahut istri penatua agung.
"Kami akan membantu mu"ucapnya lagi.
Yi terdiam mendengar ucapan keduanya.
"Bukankah kau kemari karena mengkhawatirkan wanita ini"tanya istri penatua agung.
"Benar, tetua"ucap yi.
"Dari yang tetua ini dengar, wanita ini jatuh dari tempat suci"ucap istri penatua agung itu tegas.
Yi tak bisa menampik fakta lagi, segalanya terlihat lebih dalam dan sangat runyam.
Yuan yang kini tengah berada didalam kendali racun ular itu, apa yang dikatakan bing bing benar adanya.
Racun ular kuno itu telah menelan sepenuhnya kekuatan jiwa spiritual milik yuan, jiwa itu kini telah rusak dan harus segera diberi penawarnya.
Kekejaman yuan yang sedikit demi sedikit mulai terlihat hingga kegilaan lelaki itu yang ingin mencari selir kekaisaran yang ia tahu bahwa hal itu akan melanggar janji setia abadi milik kaisar agung. Yi tidak mengetahui fakta bahwa yuan telah memutuskan ikatan antara dirinya dan so ah.
Yi juga mengetahui fakta lainnya bahwa racun itu seperti pisau bermata dua yang juga bisa memakan sedikit demi sedikit jiwa spiritual mahluk hidup hingga mereka yang terkena racun itu kesakitan hingga mengubahnya menjadi jiwa spiritual penuh dendam dan kebencian, dan itu penyebab utama jiwa spiritual yuan tertelan oley racun itu.
Racun ular kuno bukan hanya mematikan tapi juga senjata mengerikan yang bisa mengubah mahluk hidup lainnya menjadi tentara kuat.
Jika bukan karena naga pelindung dunia bawah itu yang memberikannya celah untuk melarikan diri menyelamatkan so ah dan ia dengan bodohnya mengikuti perintah naga pelindung dunia bawah itu seakan tubuh ini bukan tubuhnya.
"Kau ingin menyelamatkan wanita ini bukan ??"tanya istri penatua itu pada yi.
"Benar, tetua agung... jenderal ini harus membawanya menjauh dari tempat ini"ucap yi.
"Baiklah kami akan membantu"ucap tetua agung.
"Ke...kenapa para tetua ingin membantu wanita ini ??"tanya bing bing.
"Segala sesuatu di alam ini tak ada yang mengetahui sebab akibatnya begitupun ketika hatimu berkata bahwa kau harus berbuat kebaikan dengan sisa umurmu"ucap penatua agung sembari tersenyum lembut pada bing bing.
Saat kedua tetua itu mengalirkan energi penyembuh spiritual alam milik mereka, terdengar pecahan di sekitar tubuh so ah hingga para tetua agung itu mundur karena tak kuat dengan tekanan yang keluar dari sekitar tubuh so ah.
Tabir pelindung kuat yang xuan pasang berlapis-lapis ditubuh so ah kini telah pecah dan hancur berubah mencari serpihan kecil.
"Apa itu"tanya yi yang pertama kalinya melihat sebuah tabir pelindung yang pecah.
Pecahan dari tabir pelindung itu terlihat berkilauan dan sangat indah dengan membawa sedikit aura mengerikan disana.
"Wanita ini milik weida de tianghuang"ucap keduanya.
Suasana disekitar mereka langsung merosot jatuh.
"Apa yang anda katakan !!!"ucap yi meninggi.
"Benar, wanita ini milik weida de tianghuang"ucap tetua agung mempertegas ucapannya.
"Hal tak masuk akal apa ini ?!!!... Weida de tianghuang telah mati ribuan tahun yang lalu dan tetua agung mengatakan bahwa wanita ini milik kaisar kejam dan biadab itu"ucap bingbing.
"Dia hanya manusia lemah, tak abadi dan bagaimana kalian bisa menyangkutkannya dengan kaisar kejam itu"ucap bing bing lagi.
"Apakah kalian tahu, tempat suci itu tempat apa ??"tanya tetua agung.
"Tempat itu hanyalah omong kosong belaka"sahut bing bing.
"Tempat itu benar adanya"sahut yi.
Diam.
Mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan pada wanita yang kini tengah terbaring lemah itu.
So ah kini tengah berada disuatu tempat asing yang tak ia ketahui keberadaannya. Ia melihat tangannya yang transparan dan langsung panik.
"Aku dimana ?!!.."tanya so ah pada dirinya sendiri.
Ia melihat sekitarnya yang penuh dengan pepohonan hitam legam seakan terbakar bara api hingga hangus tak berdaun. Hewan-hewan aneh dan mengerikan juga ikut tertangkap matanya.
"Aku dimana ??"tanya so ah lagi pada dirinya sendiri.
Segala sesuatu yang ia sentuh selalu terlewati begitu saja karena tubuhnya yang tembus pandang. Ia terus berjalan mengikuti arah suara gemuruh besar di ujung hutan mengerikan ini.
Geraman dan benturan senjata serta hentakan sayap besar hingga raungan yang penuh dengan amarah mulai terdengar dengan jelas dari atah dimana so ah berada.
Tebing curam.
Dibawah sana so ah melihat berbagai macam mahluk buas dan mahluk-mahluk lainnya yang serupa dengan manusia tapi terlihat berbeda.
Mereka bergerak dengan ganas menuju kesatu titik dimana sesosok lelaki dengan hanfu hitam mengerikan tengah duduk diatas naga hitamnya yang juga telah membelitkan seluruh ekor besarnya diatas sebuah bukit curam.
So ah melihat bagaimana lelaki berhanfu hitam itu kini tengah duduk melihat mahluk dibawahnya yang ingin menyerangnya. Lelaki dengan aura mengerikan itu bertarung dengan ratusan atau mungkin ribuan lebih mahluk disekelilingnya dengan santai.
Adegan demi adegan mengerikan saat lelaki itu membuat tanah-tanah dibawahnya menjadi runcing dan menancap ditubuh musuhnya dengan sadis tertangkap mata so ah.
Raungan naga terdengar memekakkan telinga membuat so ah menoleh mencari asal suara yang tak bisa ia temukan dimana asalnya.
Peperangan.
Kini ia tengah berada disebuah peperangan.
Lelaki berhanfu hitam mengerikan itu kini telah berdiri dan menunjukkan sedikit wajahnya saat ada sosok lain yang menyerangnya dengan brutal dari belakang.
Rambut panjang perak kontras dengan kulit putih pucat serta hanfu hitamnya.
"Yuan ??.. tidak bukan.. Xuan ?!!!"ucap so ah kaget saat melihat sosok yang ia kenal dari bawah tebing.