The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 169



Dai luan terdiam kaku.


"Sebentar, hanya sebentar saja gege"ucap so ah.


Dai luan masih tetap terdiam, ia tak merespon ucapan so ah dan masih berdiri dengan kaku.


Hening.


Dai luan menghela nafasnya berat, ia belum selesai mencari lotus busuk itu dan kini so ah ingin bertemu weida de tianghuang, jadi masalahnya bagaimana ia mempertemukan so ah dan kaisar agung yang disisi lainpun ia tidak tahu dimana keberadaan kaisarnya itu.


Apakah kaisar agungnya itu hidup atau mati, ia tak mengetahuinya... dan yang pasti ia tak pernah berfikir jika xuan bisa mati dengan mudah...


Tapi, sejauh ini ia melihat jika kondisi so ah baik-baik saja kemungkinan kondisi kaisar agung pun begitu karena ia mengetahui bahwa xuan telah memberikan sumpah janji setia abadi miliknya untuk permaisurinya. itu seperti hukuman mati bagi para abadi agung karena nyawa mereka yang setiap saat akan terancam karena janji itu, dan hanya para immortal abadi keturuan murni dari naga agung yang sampai saat ini hanya bisa menggunakan janji setia abadi itu untuk menikahi wanita yang mereka cintai.


"Ah mei, bisakah dirimu meminta sesuatu hal yang lain selain hal ini"jawab dai luan.


Lagi.


So ah terdiam mendengar ucapan dai luan, ia merasa jika dirinya harus segera tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia tak mau hanya diam saja ditempat ini sedangkan mungkin di luar tempat ini suaminya tengah kesusahan dan membutuhkan bantuan darinya.


Ia juga semakin curiga karena dai luan yang selalu mengelak saat ia membahas tentang keluar dan pergi dari tempat ini.


Apa yang sebenarnya dai luan sembunyikan ??...


Pikiran so ah semakin tidak tenang.


"Jika aku tidak bisa pergi dari tempat ini, apakah gege bisa pergi keluar ???"tanya so ah kemudian.


Dai luan yang mendengar ucapan so ah tersentak kaget. Pilihan yang diberikan kepadanya terlalu banyak resiko yang harus ia tanggung. Ia bisa saja pergi meninggalkan so ah dan kedua balita itu tapi bagaimana jika terjadi sesuatu yang berbahaya disini walaupun ia tahu itu kemungkinan yang sangat tipis, tetapi karena lotus busuk itu ia jadi sangat waspada. Dan jika ia tidak mencari xuan, ia juga tidak bisa mengetahui apa yang telah terjadi pada kaisar agungnya itu. Beberapa roh spiritual kecil yang ia sebar dan kirim kesegala penjuru untuk mencari keberadaan weida de tianghuang dan juga informadi yang berguna belum juga muncul.


Dai luan dengan sopan mengundurkan dirinya dan pergi dengan cepat menuju ke arah paviliun miliknya.


So ah hanya diam menatap punggung dai luan yang bergerak cepat dan semakin mengecil hingga rengekan yue er yang berada dipangkuannya mengalihkan pikirannya.


Yue er merengek tidak tenang, mata balita mungil itu berair menahan air matanya sendiri.


"Tidak apa-apa, niang tidak apa-apa"bisik so ah lembut pada anaknya.


***


Dai luan yang sudah berada di dalam paviliunnya mendapati banyak roh spiritual yang ia kirim datang secara bersamaan dan memenuhi setiap sudut bagian ruang kerjanya.


Kepala pusing melihat mahluk-mahluk bulat berbulu penuh sesak disudut ruangan, seperti bola yang bergerak.


"Apa yang kalian bawa ??"tanya dai luan. Ia dengan kejam melempar beberapa mahluk spiritual bulat itu dari meja kerjanya.


Terdengar bunyi berisik dari mahluk-mahluk spiritual itu karena bertabrakan satu sama lain.


Kacau.


Banyak mahluk yang menggelinding dan bertabrakan satu sama lain. Mata besar mahluk yang dai luan lempar memelototi tuannya yang tidak manusiawi itu.


"Ck, apa ?"tanya dai luan, ia memutar bola matanya malas.


"...."mata besar roh spiritual berbentuk bola bulat dengan tubuh berbulu putih salju itu berair karena merasa bahwa ia ditindas oleh tuannya sendiri.


"Hah, sudahlah"desah dai luan, ia terlalu malas untuk bergerak ataupun mengurusi mahluk kecil bulat di hadapannya ini.


Roh spiritual bulat itu yang melihat tuannya lelah langsung menarik kembali mata berkaca-kacanya, ia kemudian menyundul teman-temannya yang lain, ia berbuat kerusuhan.


Dai luan memicingkan matanya menatap sipembuat rusuh, dan seketika ruangannya kembali tenang.


"Datang satu persatu"ucap dai luan, pusing.


Setelah semua mahluk spiritualnya menyerahkan tugas mencari informasi penting, dan hanya tertinggal satu bola bulu paling menjengkelkan.


Diantara semua roh spiritual mata-mata miliknya kenapa hanya mahluk kecil bulat dihadapannya ini yang sangat-sangat menyebalkan. Akibat dari ulah mahluk bulat itu yang menyundul semua teman-temannya, mahluk bulat itu menggelinding kesegala arah menghancurkan segala sesuatu yang ia lewati, takut jika dai luan menangkap tubuh bulatnya.


Jika bukan karena mahluk kecil itu yang lebih unggul dari pada mahluk lainnya, mungkin ia sudah membuatnya menjadi sup bola tahu.


"Mau kemana kau !!..."bentak dai luan.


ia mengeluarkan sulurnya dan menarik mahluk bulat itu kehadapannya. Roh spiritual itu menggerakan tubuh gempal bulatnya dengan brutal, ia memelotot kesal menatap tuannya.


Plakk.


"Diam"desis dai luan dengan kesal ia menampar tubuh roh spiritual bandel itu.


"Pyuu"jerit keras dan marah roh spiritual miliknya, tak terima karena penghinaan dari tuannya dihadapan teman-temannya.


"Haaahhhh"dai kuan hanya bisa memutar bola matanya bosan.


"Apa yang kau temukan ?"tanya dai luan.


"Pyuuu"


"Hmmm ??"tanya dai luan.


"Pyuu... pyuuu"sahut mahluk itu.


"Ah, jadi kau bermain kedunia bawah"ucap dai luan.


"Cepat berikan padaku"ucap dai luan lagi.


"Jika kau sudah kesana berarti kau tidak mendapat buah spiritual dariku"ucap dai luan santai.


"Pyuuu"desah mahluk bulat itu kembali mata besar bulatnya berair, menatap dai luan dengan pandangan anak anjing teraniaya.


"Baiklah hanya satu, dan berikan apa yang kau temukan"sahut dai luan, mengalah.


"Pyuu... pyuuu"ucap mahluk itu senang.


Dari tubuh bulat kecil mahluk spiritual bola bulu itu keluar energi spiritual yang mengalir dengan lembut kearah dai luan, sekarang bola bulu itu tengah mentransferkan ingatannya kepada sang tuan.


"Haa..."desis dai luan tajam.


Gunung Ji selatan ?!


Dai luan melihat benteng spiritual besar yang dibuat oleh cheng rou digunung ji.


"Sejak kapan ada benteng di gunung ji ??"pikir dai luan saat melihat benteng besar spiritual dihadapannya.


Kini ia tengah berada didalam ingatan milik bola bulu spiritual miliknya. Tubuh transparan milik dai luan bergerak masuk kedalam, disana ia melihat dua orang yang tengah bercakap-cakap di lorong buntu.


Mata dai luan sedikit menyipit saat mengetahui bahwa dua mahluk didepannya itu salah satu dari klan duyung.


"Apa yang dilalukan wanita duyung itu ??"pikir dai luan.


Hingga suara keras karena dinding dihadapan mereka terbuka dai luan melihat bahwa wanita itu dengan angkuh masuk kedalam dinding dan kemudian menghilang.


Ia beralih melihat lelaki tua yang kini berjalan meninggalkan lorong buntu dan perlahan sosok tua itu berubah menjadi sosok yang lebih muda dari usianya.


Dai luan mengangkat alisnya dingin melihat perubahan dihadapannya itu. ia yakin bahwa yang tadi digunakan sosok dihadapannya itu hanyalah cangkang kosong, dan sosok muda itu adalah sosok aslinya.


"Apa yang tengah direncanakan dunia bawah"pikir dai luan dingin.


Tak mungkin ada benteng spiritual tingkat tinggi yang bisa dengan mudah dibangun ditempat ini dan ditambah lagi dengan fakta bahwa disekitar benteng spiritual besar ini terdapat banyak hewan liar dan spiritual tingkat tinggi.


Bola bulu miliknya tak bisa masuk kedalam dinding dihadapan mereka dan bola bulu itu hanya bisa memutar arah dan menggelindingkan tubuh bulatnya mengikuti sosok lain yang keluar dari loring ini.


Kini, dai luan berada di sebuah lorong lain.


Ia melihat lelaki muda itu bersama dengan sosok lain.