The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 67



"Cough..."


"Coughhh... akkhh"


Dai luan memuntahkan banyak darah hitam dari dalam tubuhnya. "Brengsek kapan ia memasukkan racun dalam tubuhku"batin dai luan murka.


"Arrghhh hah hah hah hah"desis dai luan kesakitan. Tangannya menekan lukanya yang sebelumnya sudah ia ikat dengan robekkan kain.


Dai luan terus terbatuk-batuk mengeluarkan banyak darah hitam segar dari mulutnya. Ia langsung mencari sebuah gua untuk menyembunyikkan keberadaannya karena bisa berbahaya dengan keadaannya yang seperti ini jika bertemu dengan para mahluk dunia bawah yang mengincarnya.


Didalam gua, dai luan menahan kejang diseluruh tubuhnya dengan menggigit keras bibirnya hingga berdarah.


"Aarrggghhh"desis dai luan tertahan dengan keringat yang membasahi wajah pucatnya.


Deg.


"Racun Eytr!!"pikir dai luan.


Racun mematikan yang berasal dari darah beracun hewan-hewan kuno yang sengaja dikumpulkan dalam satu tempat dan membiarkan mereka bertarung satu sama lain hingga salah satu dari mereka ada yang berhasil bertahan hidup dan racun itulah yang kini sedang ia rasakan. Dan hanya ada satu obatnya dan itu ada didunia atas berada tepat di taman yang mulia permaisuri.


"Ahh jika dirinya tau bahwa racun ini akan mengenai tubuhnya sendiri mungkin beberapa ribu tahun yang lalu dirinya takkan membuat racun semenyakitkan ini, mungkin ini juga yang dirasakan para pemberontak itu"pikir dai luan mengingat memorinya yang sedikit menyenangkan karena menyiksa banyak pemberontak dan kini ia harus mengasihani dirinya sendiri karena terkena racun ini.


"Senjata makan tuan"batinnya naas.


"Hahaha tapi hal itu sepadan dengan racun yang kuberikan padanya"batin dai luan lagi sambil tersenyum menahan sakit.


Dai luan memaksakan dirinya untuk tetap sadar dan ia langsung duduk bersila mengeluarkan energinya, ia dengan paksa menekan racun itu dengan energi kekuatannya, terlihat Keringat dingin yang terus mengucur keluar dari dahinya dan mengalir kebawah melewati matanya yanh terpejam rapat.


Disisi lain, yuan yang di bawa yi sedang tergeletak di atas ranjang kamarnya. Luka yang tepat berada di bagian dadanya terus mengucurkan darah hitam segar.


Racun ular yang diberikan dai luan sangat mematikkan, ketika yuan mendetoksifikasi racun itu dan ingin meleburkan racun ular itu dengan kekuatannya bukannya melebur, ia bertambah kesakitan.


"Cough Cough"batuk yuan semakin hebat dan darah hitam yang keluar semakin intens keluar.


Yi yang menjaga diluar kamar yuan sedang berfikir keras dan akhirnya ia memilih untuk memanggil bingbing.


Yi melesat dengan cepat ke arah kediaman klan harimau. Disana ia melihat Hui yang sedang dalam pertemuan tetua klan harimau.


"Salam kepada Raja Dewa Harimau"ucap Yi pada Hui.


Yi mengedipkan matanya memberikan kode pada Hui. Hui yang melihat kode darurat dari Yi langsung mengerti dan mengundurkan semua tetua klan Harimau. Setelah semua tetua klan harimau pergi, Hui langsung membawa Yi kedalam kediamannya.


"Ada apa ??"tanya Hui.


"Dimana BingBing ??"tanya Yi langsung.


"Waaaahhh paman Yiiii"teriak Hui Lan dari kejauhan bersama dengan bingbing yang berjalan dibelakangnya.


Yi hanya tersenyum melihat anak lelaki dari temannya ini. Ia mengangkat Hui Lan dan menggendong anak lelaki itu.


"Ada apa Yi ??"tanya BingBing.


"Yuan istirahat didalam kamarnya... ayo kita lihat"ucap yi memberi kode kata-kata pada ucapannya. Ia menekan kata istirahat dengan intonasi yang berbeda dan samar.


"Ah baiklah... dan lan'er tunggu ibu bersama dengan ayah ya"ucap bingbing yang langsung disetujui oleh Hui.


Hui Lan yang sudah tau bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari ucapan paman Yi hanya mengangguk.


Yi, Hui dan BingBing langsung bergegas pergi menuju istana kekaisaran dunia atas dengan cepat.


Didalam kamar pavilliun naga agung, Yi serta Hui dan BingBing langsung masuk kedalam kubah pelindung yang sudah Yi buat. Ketika sampai kedalam kamar Yuan, mata mereka terbelalak ngeri melihat banyak darah hitam segar di atas ranjang Yuan.


"Racun... yuan terkena racun dari naga pelindung dunia bawah"ucap Yi mencoba menjelaskan situasi.


"Naga pelindung dunia bawah ?!"tanya Hui berusaha menyakinkan pendengarannya.


"Ya... naga pelindung yang dianggap mitos diketiga dunia"jawab Yi.


"Kau tau bahwa naga itu mitos dan kejuatannya mungkin melebihi kita semuanya... kenapa yuan nekat melawan naga itu !!..."ucap bingbing sambil memerintahkan kedua lelaki itu untuk mengangkat yuan karena ia harus membersihkan darah-darah yang menempel diseprei. Setelah semuanya bersih, bingbing dengan kekuatannya membersihkan bekas-bekas darah menempel pada tubuh yuan.


"Cough....Coughhh"batuk yuan terdengar sangat serak diiringi darah hitam segar yang kini bercampur merah darah terus menerus keluar. Tubuhnya terbaring lemah diatas ranjang dengan wajah dan kulit pucat pasi.


BingBing dengan hati-hati menusukkan jarum-jarum peraknya diarea dada yuan setelah memeriksa denyut ditangan yuan. Sebagi seorang dewa mereka memang punya tubuh seperti seorang manusia tapi mereka dianugrahi kekuatan, kecerdasan dan umur yang abadi. Dan lagi pengobatan seperti ini memang sering dibutuhkan jika energi penyembuhan mereka tak bisa mengobati diri mereka sendiri. Setelah selesai, dirinya sedikit menghela nafas karena sedikit bisa menahan peredaran racun ini.


"Jelaskan bagaimana semua ini bisa terjadi ?!"tanya BingBing pada Yi.


"Ketika kami ingin pergi kemari, kami merasakan aura yang mengintai kediaman yuan didunia manusia dan saat kami menjauh dari kediaman kami tau bahwa itu naga hitam yang mengikuti kami, dan diperparah dengan aroma naga hitam itu sedikit melekat aroma permaisuri agung yang sekarang ini hilang"ucap yi berusaha menjelaskan situasi.


"Bodoh !!! Kenapa kalian hanya diam ketika permaisuri agung hilang hah !! Dan beberapa waktu lagi kita akan berperang melawan dunia bawah !!"bentak bingbing marah, wajah cantiknya terlihat sangar dan mengerikkan.


"Kami tak bisa memberitahu kalian, jika kalian turun, dunia bawah akan tau jika ada sesuatu yang terjadi didunia atas dan mungkin hal ini akan dimanfaatkan mereka"ucap Yi dingin.


"Tunggu... Tunggu... kau bilang aroma permaisuri sedikit tertinggal di aroma naga pelindung itu, bisa jadi kemungkinan permaisuri agung aman dan yang jadi permasalahannya bagaimana kita harus secepatnya memulihkan yuan ?"tanya Hui berusaha menengahi istri dan sahabatnya itu.


"Tidak semudah itu menyembuhkannya dan bisa jadi yuan takkan bisa bangkit atau mungkin ia akan tidur abadi"ucap bingbing lemas.


"Apa maksudmu !!"bentak yi.


"Ini racun ular kuno !! Kau tau sejarah racun ini hah !!! tidak cih kau pasti tidak tau...tapi..."kata bingbing yang sedang berusaha berfikir keras.


"Tidur abadi sama dengan mati apakah kau tau konsekuensinya ??!!"lanjut yi lagi memotong ucapan bingbing.


"Tenangkan dirimu dulu"ucap Hui berusaha mendinginkan pikiran Yi.


"BaoBao ?? Dimana baobao ??"tanya BingBing tiba-tiba.


"BaoBao tertidur panjang.... aku tak tau penyebabnya tapi yuan juga berusaha membangunkan naga itu tapi ia tetap tak bisa bangun dan sekarang ada diruang dimensi milik yuan"ucap Yi.


Hui dan BingBing mengerutkan dahi mereka secara bersamaan. jika ada BaoBao, Naga putih peliharaan Yuan mungkin segalanya sedikit tidak akan runyam dan bisa membantu karena darah suci naga putih bisa menyembuhkan racun.


"Kenapa ??"tanya Yi.


"Kita harus mengeluarkan baobao"ucap bingbing.


"Tidak bisa"desah Hui karena tau naga itu ada didalam dimensi dan tidak mau bangun. Dan yang bisa mengambil darah itu hanya yuan.


"Apa obatnya ??? Apa ramuan untuk menyembuhkan racun itu ?!"tanya Yi.


"Ada dan hanya ada dua... yang kutau hanya darah suci naga hitam dan yang lainnya mungkin hanya menjadi sebuah mitos belaka"ucap bingbing.


"Apa itu ??"tanya Yi.


"Darah Suci keturunan dewa"ucap bingbing.


"Phonix"lanjut BingBing.


"Jika dua darah itu digabungkan mungkin yuan akan benar-benar sembuh"kata Bingbing lagi.


Mereka hanya terdiam tak bisa berkata apapun ketika mendengarnya.


Hal yang terdengar mustahil karena keberadaan Phonix yang sampai detik ini mereka saja tidak tau dimana dewa murni seperti phonix.