The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 195



So ah memandang ruangan kamar yang ia tempati ini dengan pandangan kosong, ia yang mungkin sudah lebih dari tiga hari berada didalam kamar ini merasakan kejenuhan sekaligus rasa khawatir.


Ia rindu yue'er dan yao'er, apakah kedua anaknya kini telah tumbuh menjadi lebih besar ??


Ia juga harus bertahan dengan rasa khawatirnya karena mimpi itu terus berulang dan berulang secara terus menerus didalam kepalanya. ia seakan mati rasa untuk mencari jawabannya, jalan yang ada dihadapannya terasa buntu.


kepada siapa ia harus mempertanyakan jawaban atas teka-teki mimpinya ??


Matanya terus saja panas dan hatinya sangat tertekan karena terus melihat xuan harus pergi secara berulang dan terus berulang, saat ia terbangun dari tidurnya ia terus mendapati bahwa kepalanya selalu berdenyut menyakitkan. dan mimpi itu tak menemui titik akhir, terpotong begitu saja.


"Rou shii..."panggil so ah lembut.


Hening.


"Rou shi ??"panggil so ah sekali lagi, tapi masih saja tetap hening tanpa jawaban dari dayangnya.


Ia yang penasaran dengan apa yang telah dilakukan dayangnya itu, perlahan berdiri dan mengambil jubahnya.


Sepi.


Seluruh ruangan kosong, ia tak bisa merasakan kehadiran rou shi. Ruangan demi ruangan so ah lewati tapi tetap saja ia tak menemukan sosok dayangnya itu hingga ia sampai di satu ruangan dengan satu pintu disana.


Perlahan so ah membukanya, ia bisa melihat rou shi, dayangnya tengah tertidur lelap dengan tanaman merambat segar disekelilingnya yang berinar kehijauan. Ia dengan lembut kembali menutup pintu kamar yang ia yakini telah rou shi tempati sebagai kamar milik dayangnya itu.


So ah berbalik arah dan berjalan ke sisi arah lain hingga akhirnya ia menemukan sebuah pintu yang lebih besar dari pintu lainnya.


"ini bukan hanya sekedar rumah saja"pikir so ah yang sudah mulai kehabisan nafas karena mungkin ia telah mengelilingi rumah atau mungkin ini adalah sebuah paviliun. Ia dengan sekuat tenaga berusaha mendorong pintu besar dihadapannya itu dan perlahan sedikit demi sedikit mulai terbuka, saat so ah sudah siap diterpa udara dingin, dirinya harus terdiam.


Dirinya terdiam.


Hangat ??...


Sejuk ??...


Mata so ah sedikit terbuka melihat hal menakjubkan tepat dihadapan matanya ini.


Salju terlihat turun berjatuhan dari atas langit gunung utara ini, tapi butiran-butiran penuh dengan hujan salju itu tak menembus masuk kedalam lembah ini seakan lembah ini dilindungi oleh payung besar yang menjadi penghalang diatas sana.


Ia bisa merasakan rumput hijau yang terkena kaki telanjangnya, segala hal dilembah ini terlihat indah dan tak masuk akal, sekilas hampir sama seperti tempat suci. atau apakah mungkin pemilik tempat ini dan tempat suci adalah orang yang sama ??, pikir so ah penasaran.


"ah, kenapa aku begitu ceroboh"bisik so ah pada dirinya sendiri saat ia melihat kedua kakinya yang tak memakai alas kaki itu.


Ia ingin kembali lagi masuk kedalam paviliun tapi paviliun dibelakangnya ini banyak sekali ruangan dan ia tidak ingin kembali masuk kedalam ruangan yang seperti labirin itu dan menghabiskan lebih banyak waktu disana.


So ah menghirup udara sejuk disekitarnya dengan ekspresi sedikit santai terlihat dari raut wajahnya.


"Kemana aku akan berjalan"pikir so ah sembari melihat sekelilingnya yang penuh dengan pepohonan maple dan sebagian lagi pohon-pohon persik berbunga merah jambu berjajar disisi lain.


Bunga indah berjatuhan, bisik so ah pada dirinya sendiri saat ia melihat kelopak-kelopak bunga merah jambu yang hampir serupa dengan kelopak bunga sakura itu berjatuhan di tanah.


Kelopak-kelopak merah jambu memenuhi seluruh bagian tanah, terlihat kontras dengan daun merah maple. Gemericik kecil aliran air bisa ia dengar dari dalam hutan ini, ia semakin dalam masuk kedalam hutan kecil yang penuh dengan pepohonan indah berwarna itu.


Tenang.


Hutan ini terasa sangat tenang, apakah karena hal ini xuan sering mendatangi tempat ini sendirian ???...


ZZZRRAAKKKK.....


BBRAKKK...


KRAAKKKK...


"Apa yang terjadi ???"tanya bingbing.


Saat ini mereka berada tepat disamping burung spiritual tunggangan milik zhe ze yang tengah terluka parah itu, di lain sisi zhe ze telah terisak menangis melihat burung kesayangannya itu harus terluka parah. Selain itu, jauh dibelakang para pasukan dari kekaisaran dunia atas mulai akan mengejar mereka.


"Tidak ada waktu lagi, kita harus cepat pergi dari tempat ini, CEPATT !!!!!"desak Yi.


"Benar apa yang dikatakan yi,kita harus pergi dari sini"sahut Hui.


Zhe ze dengan lembut memasukkan burung spiritual kesayangannya yang telah mengecil itu kedalam kantong dimensinya.


"Terlambat"desis bing bing dingin.


Para pasukan dari kekaisaran dunia atas telah mengepung mereka !!!


Disisi lain so ah dikagetkan dengan kehadiran rou shi.


"aduhhh"jerit rou shi tertahan saat tubuhnya melayang jatuh kedepan dan menghantam tanah dibawahnya.


"apa yang kau lakukan ??"tanya so ah kaget saat melihat dayangnya yang terjatuh karena tersandung akar pohon disamping tubuhnya itu.


"maafkan hamba yang mulia"ucap rou shi yang langsung menundukkan tubuhnya, ia merasa bersalah karena kecerobohannya yang telah mengganggu ketenangan permaisuri agung.


BUUUMMM....


BUUMMMMMM....


Terdengar suara dentuman ledakan yang sangat terdengar jelas oleh telinga so ah dan sontak saja hal itu membuatnya menoleh mencari sumber suara besar itu. rou shi yang juga ikut terdiam saat mendengar suara besar ledakan itu hanya bisa berkeringat dingin.


Tidak mungkin didekat sini ada pertarungan besar !!!!!, pikir rou shi tak tenang.


Apakah mungkin itu mahluk gila yang mengikuti kami beberapa hari yang lalu ??!!... jika iya, betapa sialnya mahluk itu !!, pikir rou shi lagi.


"suara apa itu ??"tanya so ah pada rou shi.


"hamba tidak yakin tapi mungkin saja ada pertarungan besar didekat lembah ini, yang mulia"jawab rou shi pada tuannya.


So ah hanya diam saja saat mendengar jawaban dayangnya ini, tapi ia sedikit penasaran dengan pertarungan yang bisa menimbulkan suara besar ini, ia menatap dayangnya dan menatap lagi kearah ledakan itu berada.


Rou shi yang melihat tatapan tuannya padanya dan beralih lagi pada ledakan diujung sana, terdiam.


Tidak mungkinkan ??, pikir rou shi sedikit mulai panik.


"ayo kita lihat sebentar ke tempat itu"ucap so ah lembut.


Rou shi terdiam.


Ia sedikit menimbang-nimbang dengan berat apakah tuannya akan tetap aman dan berfikir ulang lagi bahwa tabir besar ini takkan bisa ditembus apapun membuat rou shi sedikit tenang.


"Baik, yang mulia"jawab rou shi pelan.


Mereka berdua langsung berjalan menuju sumber suara besar itu, so ah yang berjalan dengan rou shi yang memandu jalannya, ia sedikit melihat-lihat tumbuhan dan pohon indah di  sekeliling mereka hingga mereka sampai diatas sebuah bukit.


"Apa itu ??"tanya so ah kaget saat melihat kondisi yang berada tepat dihadapan matanya.


Yi, Hui, dan Bingbing serta Zhe ze kini tengah terpojok karena pasukan yang telah yuan kirimkan untuk mereka, saat ini keadaan mereka sangatlah memprihatinkan.


Tak ada yang bisa menolong mereka untuk saat ini dan mereka hanya bisa pasrah saat pengkhianatan terjadi tanpa mereka bisa memprediksikannya dan itu semua karena kaisar agung mereka sendiri, sosok yang telah lama mereka hormati dengan sepenuh jiwa mereka sendiri.