
Hening didalam ruangan itu, Yi tak berbalik tetapi hanya diam kaku membelakangi Chui.
"Ikut aku"ucap Yi kemudian berjalan keluar kamar utama Qi Rui Wang.
Sekarang Chui dan Yi sedang berada disebuah gazebo dalam keheningan suara-suara hewan malam lebih terdengar nyaring.
"Dimana wangye"tanya Chui memecah keheningan diantara mereka.
"Yang mulia sedang mengadakan pertemuan yang mendesak .... manusia tak boleh mengetahuinya"kata Yi singkat.
"Bagaimana untuk besok jika dirimu mengunjungi istana kekaisaran ?!"ucap Chui lagi.
"Karena itu guna dirimu disini .... karena yang mulia permaisuri sudah aman didalam kediaman ini jadi tugasku sudah selesai"ucap Yi datar.
"Apa yang kau maksud ?!"tanya chui kebingungan.
Lelaki didepannya ini memang sangat-sangat menyerupai Qi Rui Wang tetapi karena dirinya yang setiap saat selalu berada disekitar wangye , Chui tau itu bukanlah wangye yang asli tapi berfikir ulang kembali beberapa bulan yang lalu ketika mereka akan berangkat ke kerajaan Li aura wangye juga berubah pekat tapi ia tahu itu tetaplah wangye mereka.
Dan secara tiba-tiba entah dari mana lelaki ini muncul dan mengawal mereka dari awal hingga akhir, chui yang sedari awal was-was akan niat buruk lelaki didepannya ini sedikit lega karena ia tau dirinya tak akan berbuat sesuatu yang buruk sejauh chui memperhatikan dan berkat instingnya juga chui tau bahwa dipuncak pegunungan yang akan mereka turuni tadi ada bahaya yang mengintai nyawa mereka.
"Cukup kau katakan pada mereka bahwa wangye dalam perjalanan pulang diserang segerombolan siluman ganas dan butuh perawat ekstra didalam kediamannya dalam beberapa bulan kedepan... jangan sampai orang lain tahu"desis Yi tajam mata rubahnya menatap manusia didepannya ini dengan tegas.
"Baiklah ... apakah wangfei juga tahu ?"tanya chui lagi.
"Ya ... waktu ku sudah habis"ucap Yi.
Yi perlahan merubah penampilan aslinya, rambut hitam panjang yang berwarna kemerah-merahan itu berkibar mengerikan dengan matanya yang tajam terlihat bersinar licik khas klan rubah ia menatap Chui , Yi mengangguk dan kemudian terbang dengan cepat seakan-akan keberadaannya tak pernah ada di dalam kediaman itu.
Chui terbelalak melihat sosok asli didepannya yang sudah menghilang sekejab mata.
Sebelum pergi, Yi sudah meninggalkan kediaman milik kaisar agung dirinya dengan teliti menambah perlindungan tak kasat mata disekeliling kediaman.
Puas melihat hasil karyanya, Yi langsung merubah wujudnya dan melesat kembali kedunia atas.
***
Yuan yang berada didalam ruangan perpustakaan kuno meneliti dengan seksama dan dalam kecepatan yang tak terkira, ia sangat penasaran dengan jati diri sosok yang ada didalam serta menempati tubuhnya ini.
Lelah dan bosan membaca para leluhur kaisar agung kekaisaran dunia atas tak satupun informasi yang ia dapatkan tentang Xuan.
Yuan meneliti lagi sekitarnya dan matanya terpaku pada satu rak buku yang sangat usang serta memang sengaja tak ada yang menyentuh rak bagian selatan itu. Ia mengambil satu buku yang berisi para pendahulu kaisar yang pernah memerintah kekaisaran langit ini.
Yuan masih ingat dulu para penatua pernah berkata bahwa kekaisaran langit selalu diperintah hanya orang-orang yang diberi berkah oleh langit atas. Dan orang-orang itu hanya berjumlah lima orang dari ribuan tahun yang lalu termasuk dirinya , matanya terbelalak ketika ia mengingat bahwa dulu ada satu kaisar agung yang pernah memerintah ketiga dunia tapi para penatua tak pernah berkata siapa kaisar agung pertama itu yang bahkan lukisannya pun tak dipajang di sisi agung istana ini.
Ketika mengambil satu buku kuno ia melihat ada sesuatu yang tak beres dibelakang rak buku-buku tua ini. mengetuk pelan dinding itu dan meraskan ada ruang kosong Yuan langsung menghancurkannya , matanya sedikit melebar melihat satu buah buku kuno yang sangat usang dan terbengkalai dibagian belakang buku-buku lainnya seakan-akan tak ada satu orangpun yang boleh mengetahui apa isi didalamnya , dari yang ia lihat kertas-kertas ini sangat rapuh dan menguning.
Membawa buku itu keruang pribadinya , Yuan membaca buku itu dengan teliti. Setiap halaman setiap lembar yang ia banyak ada banyak ekspresi samar yang tertera diwajah dinginnya , mata Yuan melayang tajam dan langsung melempar buku itu kedalam ruang dimensinya.
Yuan melesat dengan gila kearah gunung tempat para penatua itu tinggal bahkan ketika ia berpas-pasan dengan Yi dirinya hanya melewati pria itu dengan acuh.
"Salam yang mulia kaisar agung"ucap kedua para penatua itu.
"Apakah kalian selama ini menyembunyikan apa hal yang memang harus aku ketahui ?!"tanya yuan tanpa basa basi.
"Maafkan hamba yang mulia agung tapi bisakah yang mulia menjelaskannya ?"tanya salah seorang panatua dengan sopan.
"Siapa kaisar pertama kekaisaran ini ..."tanya Yuan tegas
"Hamba tak mengetahuinya yang mulia ..."jawab penatua itu tegas
"semua informasi tentang kaisar agung pertama pemimpin ketiga dunia tak tertulis di buku-buku kuno manapun"kata Yuan dingin
"Siapa Xuan ?!"tanya Yuan lagi suaranya semakin dingin dengan momentum yang mengerikan.
Suasana didalam ruangan itu sangat mencekik dan mengerikan , hingga salah seorang dari dua panatua itu berdiri dengan hormat.
"Jika yang mulia agung ingin mengetahuinya mari ikuti saya ...."kata penatua itu kemudian membawa Yuan menuju salah satu ruang terdalam didalam ruangan itu.
Semakin dalam memasuki ruangan dan ia melihat banyak sekali sesuatu yang sangat membingungkan kemudian yuan hanya diam.
"kami tak pernah berani sekalipun menginjakkan kaki diruangan ini yang mulia karena hal itu sangat membuat kami ketakutan ketika mengingat barang sedetikpun"ucap penatua itu dan kemudian mengundurkam dirinya.
Keluar dari ruangan itu , Yuan tak bisa berkata apapun. Wajahnya yang memang dingin dan datar tanpa emosi terlihat tetap sama dipermukaan memancarkan aura yang suram sekaligus agung disekitarnya.
Tiba diistana kekaisaran dirinya perlahan memasuki ruangan kedua orangtuanya. Yuan dengan seksama memperhatikan sekitar ruangan itu dengan teliti ketika melihat ada satu tempat lilin yang berbentuk tak biasa serta ditempatkan ditempat yang tak biasa pula ia merasakan jantungnya mulai berdetak dengan kencang.
Ketika tangannya menyentuh tempat lilin itu terasa ada sebuah kekuatan samar yang menjerat tangannya ketika ia menyentuh gagang tempat lilin itu , dengan lembut ia menarik tempat lilin itu dan terdengar suara rantai hitam bergema didalam ruangan. Tak hanya itu disudut-sudut dinding sekitaran lilin mulai terlihat sebuah ruangan yang perlahan terbuka.
Yuan melihat pola yang sama didalam ruangan orangtuanya dengan pola yang sama di tempat para panatua itu yang berbeda hanyalah ada sebuah lukisan yang terlihat usang dan berdebu.
Walaupun lukisan itu sudah sangat berdebu dan tak terlihat dengan jelas karena debu-debu dalam ruangan rahasia yang tak pernah terjamah tangan itu tetap memancarkan sebuah aura yang kuat selayaknya pemimpin agung ketiga dunia.
Yuan tertegun ketika ia tanpa sadar berada tepat didepan lukisan itu , perlahan dengan kekuatannya ia menghilangkan debu-debu yang ada atas lukisan usang itu dan matanya yang biasa tak berekpresi terlihat sedikit melebar.
Lukisan usang yang memperlihatkan sosok belakang lelaki dengan surai putih berkibar mengerikan dan pakaian hitam gagak yang kontras dengan kulit pucat yang terbang ditengah-tengah lautan warna merah membuat aura yang dikeluarkan sangat mengerikan walau hanya dipandang dalam lukisan sekitaran lelaki itu banyak mahkluk-mahkluk dibawah kakinya yang tergeletak bersimbah darah dengan latar langit yang merah kehitaman membuat satu pemikiran bahwa mereka akan mati saat itu juga.
Lukisan yang terlihat sangat hidup membawa teror tersendiri bagi yang melihatnya.
Satu melawan puluhan ribu yang tak terhitung jumlahnya ...
Satu yang berada diatas puluhan ribu pertempuran penuh darah kebencian ...
Satu yang menginjak dunia dengan angkuh ...
Dan satu yang dikutuk dengan menyedihkan ...
Walau tak ada yang tau suratan takdir apa yang terjalin pada benang merah atas kuasaNya ....