
Zheng bai menyeringai melihat kekacauan besar yang terjadi didunia manusia karena ulah wan yu dan chen qi, sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Tapi, ketika rencana yang telah ia susun dengan matang di gagalkan oleh seseorang. Ekspresi hitam suram terlihat diwajahnya.
Jing mei hanya diam dihadapan zheng bai, ratu kerajaan dunia bawah itu berekspresi datar tak menunjukkan ketertarikannya pada setiap gerak-gerik lelaki dihadapannya ini.
Jing mei dengan santai meminum teh hitamnya, dan memandang taman kerajaan dibawah mereka.
Semenjak kejadian itu, ia sudah melepaskan semua rasa malu dan harga dirinya kini hanya tersisa kekosongan yang semakin besar mengikis rasa emosionalnya jiwanya.
"Apakah teh yang kau minum lebih manis atau bunga hitam berduri dibawah kaki ku ini lebih menyedihkan ??", tanya zheng bai.
Jing mei menoleh dan hanya mengangguk ambigu.
".....", alis zheng bai tertarik sebelah, dan lelaki itu menyeringai bajingan.
"Ya, yang mulia", ucap jing mei dingin.
"Hahaha, kau memang ratuku", ucap zheng bai tertawa dingin.
Hening.
Jing mei masih tetap dalam dunianya sendiri, ia seakan mengusir kehadiran zheng bai disekitarnya. Hingga sesuatu yang diucapkan zheng bai menganggu pikirannya.
"Apa yang akan kau lakukan ??", tanya jing mei dingin.
"Apalagi ??...", tanya zheng bai polos.
Mata jing mei menyipit menatap lelaki disebelahnya, dan kemudian ia membuang wajahnya acuh tak acuh.
"Bukankah kehancuran selalu ada dibawah kakimu, jadi aku tak tertarik sama sekali", sahut jing mei.
"Hahaha... apakah kau selalu percaya diri seperti ini, ratuku.... aku menyukainya", ucap zheng bai menyeringai dingin.
"Anda terlalu menilai ratu ini tinggi, yang mulia", sahut jing mei datar.
"Hahahaha... karena aku sedikit mendapat berita berguna, yang mulia ratu ku ini akan kuberi sedikit rahasia", bisik zheng bai tepat ditelinga jing mei.
Hening.
Jing mei tak berbalik untuk melihat wajah zheng bai, ia membiarkan perbuatan lelaki itu dengan masih bersikap dingin acuh tak acuh.
"Sepertinya sebentar lagi, ratuku akan menjadi permaisuri di ketiga dunia", ucap zheng bai sembari mengecup ringan telinga jing mei.
Jing mei yang mendengar ucapan zheng bai bergetar penuh rasa waspada, sesuatu yang ia katakan cukup membawa teror dipikirannya.
"Apa yang telah kau rencanakan !!!", desis jing mei.
"Aku... ???", tanya zheng bai pada jing mei.
"Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada melihat air lautan merah milik mereka berada dibawah injakan kaki raja ini", ucap zheng bai santai.
Ia menghilang meninggalkan jing mei.
Prajurit yang membawa berita untuknya ternyata adalah cheng rou. Cheng rou yang mengubah kembali bentuk tubuhnya memberikan sebuah dua dadu putih pada tuannya.
"Apa ini ??", tanya zheng bai.
"Jenderal tertinggi ke-3 kekaisaran dunia atas dan pewaris klan vermillion", ucap cheng rou tersenyum menggoda.
"Hahahahaha.... bagus... bagus...", ucap zheng bai tertawa gila.
"Lemparkan mereka kedalam penjara pertunjukkan !!!", perintah zheng bai cepat.
Cheng rou sedikit tersentak dengan perintah langsung tuannya.
"Apakah anda tidak ingin menyimpan dan menyiksa mereka terlebih dahulu ??", tanya cheng rou.
"Tidak, aku punya cara lain", desis zheng bai dingin.
Cheng rou dengan cepat tak bertanya lebih banyak, ia langsung melemparkan dua dadu polos ditangannya itu dalam ruang yang berbeda.
Panggung pertunjukkan itu tak hanya ditunjukkan untuk hewan buas spiritual kuat dan langka tapi juga sebagai penjara bagi sosok-sosok yang telah mengkhianati raja sekaligus untuk para musuh kerajaan dunia atas.
Zheng bai menyeringai melihat seluruh bawahan sekaligus rakyatnya tengah berkumpul tepat didepan pintu gerbang kerajaan.
Diatas sana, penjara besi hitam berkarat penuh dengan bekas darah hitam mengering dikelilingi api-api pembunuh yang diperuntungkan untuk menyiksa jiwa spiritual mahluk yang berada didalam penjara.
Long dan zhe ze yang tertangkap tak bisa berkutik. Mereka yang telah sadar akan situasi bisa merasakan hawa panas yang menyerang inti spiritual milik mereka.
Zhe ze bisa menahannya karena ia vermillion murni pewaris kekuatan spiritual alam api, tidak dengan long yang seorang dari klan kura-kura hitam yang terbiasa hidup di udara dingin, seketika hal itu menjadi siraman air dingin dihati zhe ze.
Bahaya !!!, pikir zhe ze panik.
.
.
.
.
.
.
.
Wilayah Selatan.
Wan yu dan chen qi bergerak semakin cepat mengejar so ah yang kini tak sadarkan diri berada didalam sulur penyembuh rou shi.
Keringat dingin mulai merembes deras, tubuh rou shi melemas. Ia membutuhkan sumber air untuk mengisi kembali jiwanya, tapi sepanjang perjalanannya untuk melarikan diri dari bahaya sialnya tak ada setetes air.
Rou shi memandang sedikit puncak gunung utara yang terselimuti salju tebal, terlihat sangat sejuk.
Tidak... tidakk !!!... aku harus pergi lebih cepat ke tempat yang lebih aman, pikir rou shi.
Ia mengabaikan dirinya sendiri dan terus berlari menjauhi sumber bahaya dibelakangnya.
"Apa yang kau lihat !!!", bentak marah chen qi pada wan yu.
"Darah...", sahut wan yu yang berjalan perlahan menuju sebuah batang pohon, lelaki itu membungkukkan dirinya seakan mengambil sesuatu yang menempel disana.
"Mahluk itu berada disini beberapa menit yang lalu", ucap wan yu dingin.
Ia menjilat sisa darah milik so ah, dan matanya terpejam merasakan esensi spiritual murni membludak dari setitik darah dijarinya.
"Nikmatt~~", ucap wan yu.
Chen qi yang mendengar ucapan wan yu langsung menoleh dan menatap lelaki disebelahnya itu merinding.
Gila, pikir chen qi sinis.
"Kenapa arah perginya ??", tanya chen qi santai, ia melihat sekeliling tempat mereka.
"Hmmm...", ucap chen qi yang penasaran.
"Hahahahaha... aku mendapatkan peliharaan bagus !!!", ucap chen qi yang tertawa gila seolah menemukan sebuah harta karun besar.
"Mahluk ini mempunyai peliharaan yang sangat kuinginkan", ucap girang chen qi.
Wan yu mengangkat alisnya.
"Roh spiritual... dan itu murni !!... kau tak lihat sisa-sisa sulur berkilauan ini hahahaha aku untung besar !!!", ucap chen qi girang.
"Ayo cepat !!!... aku harus menjemput peliharaan ku yang langka ini", ucap chen qi semangat sembari menjilati lidahnya, tatapan mata membara penuh dengan hasrat serakah terlihat jelas dari pancaran matanya.
Roh spiritual murni ia bisa melihatnya, sulur yang memancarkan aura spiritual terasa sangat murni dan langka. Selama ribuan tahun dirinya mencari sesuatu yang menarik dan akhirnya ia menemukannya !!!... rasanya ia bisa memakai tubuh roh spirirual ini untuk bahan didalam kuali ramuannya, pikir chen qi senang.
Sedangkan itu jauh dibelakang mereka hewan-hewan buas yang telah bertambah jumlahnya itu menyerbu tempat dimana keduanya berhenti. Hewan-hewan liar dan buas itu saling mencabik merobek tubuh lawannya demi bisa mendapatkan sisa keberadaan so ah di pohon itu yang membuat ratusan mungkin lebih hewan-hewan buas itu saling bertarung satu sama lain hingga menghasilkan lebih banyak binatang buaa spiritual baru lagi.