The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 235



Zhe ze dengan gila mengobrak-abrik jeruji besi yang mengurungnya. Suaranya decitan-decitan ngilu gesekan antara besi berkarar membuat beberapa prjaurit dunia bawah kesal. Mereka dengan kejam menyiram zhe ze dengan air dingin, calon pewaris klan vermiliom yang memilik inti spiritual api dan harus terkena terjangan penuh air dingin hanya bisa terduduk lemas kedinginan. Zhe ze hanya bisa beringsut mundur ke sudut penjara miliknya yang tak terkena genangan air dingin.


"Long ge, bangun", bisik lemah zhe ze, tapi tak ada sahutan apapun dari sana.


Sedangkan itu, yi yang terikat oleh besi hitam penekan energi spiritual tak bergerak seincipun dari tempatnya. Wajah dingin pucat tanpa ekspresi itu terlihat menahan rasa sakit disekujur tubuhnya. rantai hitam penekan energi spiritual yang menahan yi sangat menyiksanya. Seinci ia bergerak maka segaris besar luka mengoyak permukaan dalam kulit dan dagingnya. Lelehan darah yang mengering menjadi bukti bagaimana yi berusaha untuk melepaskan dirinya sendiri.


"Ada Long dan zhe ze yang terlebuh dahulu berada ditempat ini dan mereka telah kehilangan akal sehat terutama burung itu", pikir yi sinis.


"Dan siapa yang berada di sudut sana ?", pikir yi lagi.


Aroma ini !!!...


Jangan-jangan !!...


Yi berontak dengan keras, ia berusaha memastikan penciumannya. Ia bisa melihat sosok zheng bai yang melemparkan tubuh lemah seseorang kesudut penjara ini.


"Ugh", seteguk darah keluar dari dalam mulutnya.


"DIAM !!", bentak seorang prajurit penjaga yang memukul keras besi penghalang disekitar yi.


Yi tak menyerah, ia berusaha memastikan penglihatannya. Matanya melotot tajam menatap kearah dimana zheng bai berada. Prajurit penjaga yang melihat tindakan yi tak segan menyodok perut lelaki itu dengan tongkat besi milik.


"Ugh", lagi. Seteguk darah keluar dari dalam mulutnya. Yi hanya bisa kembali keposisinya, tak bergerak.


Ia frustasi.


Didalam sana wanita lemah itu berada, ia sangat kecewa atas tindakannya yang dengan cerobah membuat rencana itu. Dan lagi apakah hui serta bingbing selamat ??.. ia tak mengetahuinya. kekuatan spiritualnya telah habis terkuras. ia tak bisa secara sembrono kembali menggunakan energi spiritual miliknya. Pemimpin dari klan rubah agung itu hanya bisa terdiam tak bisa berbuat apapun.


Yi diam-diam memperhatikan sosok zheng bai yang kemudian langsung pergi dari dalam penjara itu. Ia hanya bisa menggela nafas lega karena so ah tak di siksa oleh lelaki kejam seperti zheng bai. Yi dengan ekspresi datarnya berusaha mempertahankan dirinya sendiri untuk mencari cara agar lolos dari rantai yang mengikatnya ini.


"Ge ge, Yi ge kumohon selamatkan kami", ucap lemah zhe ze pada yi yang berada tepat disebelah penjara dimana ia berada.


Gila !


Yi terlihay sangat kesal atas ucapan zhe ze yang sangat-sangat tidah tahu malu itu !


Disisi lain, penghinaan yang telah zhe ze terima membuat jiwanya yang selalu berada diatas tergoncang keras. Ia yang selalu dihormati dan disegani harus secara paksa merasakan rasa penghinaan yang begitu besar di sini. Sifat egois milik zhe ze masih tak mau lepas dari hatinya, yi hanya bisa menutup matanya. tak perduli.


Zhe ze tak menyerah, ia terus memanggil Yi. tak tahan karena ucapan demi ucapan zhe ze yang semakin meluas. Yi membuka matanya, ia menatap tajam zhe ze.


"DIAM !", desis yi, suaranya yang serak dan penuh penekanan itu membuat zhe ze lamgsunv terdiam.


"Kk.. kenapa yi ge begitu kasar !", balas balik zhe ze.


"Apakah kau punya otak ?!.. harusnya kau lebih mengesampingkan ego mu !!.. pikirkan lagi dengan apa yang telah kau perbuat pada kami", desis yi kesal.


"Aku ??.. apa perbuatanku yi ge ??", tanya zhe ze dengan bingung.


"Ck, jika bukan karena kau bertemu dengan long semuanya akan berjalan lancar dan manusia itu juga tidak akan terlibat lebih jauh lagi", desis yi.


"Kenapa yi ge membawa-bawa manusia rendahan itu ?!", ucap narah zhe ze.


"Kau masih tidak sadar juga rupanaya ?!.. keh !!.. siapa yang kau panggil rendahan !!.. ", decih datar yi.


Rasa hormatnya pada so ah tetap ada walaupun ia tahu bahwa wanita itu bukan lagi sebagai permaisuri agung tapi bagi yi wanita itu tetaplah wanita agung. walau diam-diam, ia menyimpan rasa terlarang untuk wanita yang pernah menjadi milik kaisarnya.


Zhe ze yang tak terima atas ucapan yi, tetap bersikeras pada pemikirannya.


Mata yi menggelap memdengar ucapan xhe ze, tapi bunyi lonceng yang berdentang keras membuat perdebatan antara yi dan zhe ze terpotong oleh suara itu.


Keadaan disekeliling mereka tampak ramai dan kacau.


Apa yang terjadi ??.., pikir so ah yang masih terbaring di sudut penjara.


Angin dingin dunia bawah yang berhembus begitu membekukan dirinya hingga sampai ketulang belulang miliknta. Bibir so ah terlihat pucat sepucat kapas, ia menggigil ringan dan memeluk dirinya sendirinya.


"Bertahanlah, sedikit lagi", bisik so ah pada dirinya sendiri.


"Ugh", desisnya.


So ah berusaha memperkuat dirinya sendjri, ia berusaha mengingat kedua buah hatinya yang mungkin saja masih menunggunya ditempat suci, perlahan senyum lemah terbentuk dibibir pucat itu. Hingga suara decitan besi karat mengagetkannya.


"Cepat bawa manusia ini", ucap dingin seorang wanita dengan badan setengah ular itu pada salah satu pelayan yang sama persis seperti wanita ular itu.


So ah yang tubuhnya lemah hanya bisa pasrah saat tubuhnya dibawa pergi dari penjara.


"Kalian, CEPATLAH !!", bentak marah wanita itu pada pelayan-pelayan dibelakangnta. Dan tak jarang ia mencambuk beberapa pelayan yang tak jauh berada disekitarnya. So ah yang melihat kekejaman dihadapannya hanya bisa berjalan lemah mengikuti para wanita setangah ular ini menuju kesuatu tempat. Lorong demi lorong gelap mereka lewati hingga sampai di satu sudur ruang dan mereka dengan paksa melemparkan tubuh so ah masuk kedalam ruangan itu.


"Ugh", rintih so ah saat tubuhnya terlempar jatuh dan menghantam lantai batu dingin dibawahnya.


Nyala lilin disekelilingnya yang remang tak membuat ia tahu dimana kini ia berada. Ia sangat ketakutan. So ah berusaha memundurkan tubuhnya, ia mencari sudut ruangan.


"Xuan", ucap so ah lirih.


"Xuan", panggilnya lagi dengan suaranya yang hampir habis.


"Aku takut aku tidak bisa bertahan, dan aku sangat ingin memukulmu", bisik so ah lemah, hingga kesadarannya terenggut oleh kegelapan.


.


.


.


Ribuan Kilometer jauhnya, disebuah tempat penuh dengan kristal. Terlihat sebuah peti kristal yang penuh dengan energi spiritual disekeliling peti. masih tertutup rapat, dan berpendar lemah.


Setetes air mata jatuh dari dalam sana.


.


.


.


Didalam ruangan sunyi itu, secara tiba-tiba sebuah suara pintu terbuka dan memperlihatkan sosok dalam balutan jubah hitamnya berjalan masuk kedalam ruangan. Sosok berjubah yang berjalan masuk kedalam ruangan itu terlihat memperhatikan sekeliling ruangan, mencari sesuatu hingga matanya menatap kebawah. dibawah kakinya ia merasa menyentuh sesuatu dibawah sana.


Ia melihat seonggok tubuh manusia yang tengah meringkuk memeluk dirinya sendiri itu disudut tiang tempat tidur.


Ia sedikit melirik kebelakangnya, dan ternyata disana ada beberapa wanita setengah ular yang ikut serta memperhatikan setiap gerakan dari sosok dalam balutan jubah itu.


"PERGI", desisnya dingin penuh debgan penekanan.