
Jubah hitam yang tergeletak lusuh dilantai, hiasan rambut mewah yang terlihat tak berguna juga tergeletak sembarangan dilantai.
Terlihat dua sosok yang saling bergelung dalam selimut kamar itu.
"uhhh", desis lirih so ah. Kini setengah hanfunya telah turun dari bahunya, kulit bersih seputih salju dan selembut tahu itu terlihat kontras dengan warna pakaiannya kini.
Ruangan remang dengan sedikit sinar rembulan yang menembus dalam ruangan itu. yuan bergerak diatasnya, tangan kuat lelaki itu menyentuh lembut leher dan punggung indah wanitanya. beberapa kali ia mengecup lembut bibir dan leher so ah.
Ruangan gelap remang, begitu panas dan panas seperti ledakan kembang api diluar kediaman mereka yang begitu tepat membawa keduanya kepuncak awan duniawi.
".....", nafas yuan terasa berat ditelinga sensitif so ah.
"baobeii~~", bisik xuan didetik berikutnya so ah terdiam. Selimut tebal dibuang sembarang, lelaki itu dengan wajah iblis tampannya tersenyum menggoda.
Sepertinya malam ini akan lebih panjang dari malam biasanya. seperti diterjang oleh sesuatu yang begitu kuat, tubuh so ah terangkat dan wajahnya memerah kembali seperti musim semi yang panas.
.
.
.
.
"uhhh", ucap so ah yang terganggu oleh sinar matahari. ia membalikkan tubuhnya, dan memeluk hal hangat disamping tubuhnya kemudian tertidur lagi.
"apakah tubuh ini begitu nyaman, yang mulia permaisuri ??", bisik xuan dengan suara serak rendahnya khas bangun tidur.
hening.
so ah ingin membuka matanya, tapi ia malu, sangat malu dan sungguh-sungguh malu. akhirnya, ia berusaha bergerak sealami mungkin tapi kakinya mengenai sesuatu yang lain dibawah sana.
Ia terdiam.
Hening.
Saat ia akan kembali menggerakan kakinya. xuan mendesis.
"diam disana !", ucapnya berat.
so ah tak menunggu sosok didekatnya ini bergerak lebih, ia lebih dulu bergerak menjauh tapi sayang ia panik dan tak ingat bahwa selimut itu hanya satu !!!... satu !!!...
"ukh", desisnya kesakitan. bagian bawahnya juga begitu sakit !!... kenapa energi penyembuhannya tidK bekerja ?!!.., pikir so ah yang kini pantatnya lebih dulu jatuh kebawah.
"istri apa yang kau lakukan dibawah sana ??", tanya xuan pada so ah. dan entah sejak kapan laki-laki itu telah memakai hanfu bagian dalam dan tak mengikat benar pinggang hanfunya hingga menunjukkan dada bidang dan perut berototnya hingga pandangan so ah turun kebawah. ia langsung menggelengkan kepalanya.
"istri, kau menggodaku", bisik xuan.
ia melihat rambut panjang berantakan istrinya yang sebagian telah tersebar dilantai. mata jernih yang sedikit berair sayu, pipinya yang pucat kemerahan dan bibir wanitanya terlihat sedikit membengkak dan sangat menggoda hingga disepanjang garis leher dan selangka so ah bunga-bunga merah merekah dikulit putih salju itu sangat kontras, terlihat begitu menggodanya. dan semakin turun kebawah ada sesuatu yang ingin keluar dari sana, sayangnya selimut putih itu menghalangi pandangannya.
"mesum !", ucap so ah malu.
"hah ?", tanya xuan bingung.
"cabul", ucap so ah lagi.
xuan tertawa terbahak-bahak, hahaha istrinya ini tengah marah padanya. ia yang terlihat segar dan penuh energi itu, turun dari tempat tidur.
So ah yang walaupun telah berkali-kali melihat tawa xuan, tetap saja ia masih terpana hingga tak menyadari tubuhnya telah diangkat xuan.
"kita akan kemana ?", tanya so ah pada xuan.
"tentu saja melanjutkan hal yang tertunda, istriku~~", bisik xuan yang terlihat senang dengan hobi barunya, menggoda so ah.
"uhh", desis so ah ngilu.
"ada apa ??", tanya xuan.
"kau bertanya ada apa, setelah kalian melakukan apa yang kalian lakukan semalam ?!!.. dasar lelaki !!", ucap so ah marah. dan xuan tertawa lagi.
Tawa senang kaisar terdengar hingga luar kediaman miliknya. dan seluruh roh yang menjaga diluar mendengar tawa itu tahu bahwa kaisar mereka kini setelah ribuan tahun berlalu telah menemukan rumahnya.
.
.
.
.
.
Setelah kejadian itu, so ah masih marah. entah itu yuan atau xuan. ia marah pada keduanya, tapi hal itu tidak berlangsung lama saat yuan yang juga mempunyai otak licik seperti xuan membujuk so ah dengan berkata bahwa mereka akan kembali mengunjungi kekaisaran Qi dan juga kerajaan barat.
So ah yang mendengarnya langsung melupakan amarahnya, dan yuan serta xuan yang berada didalam dimensi tertawa senang karenanya.
Saat ini, mereka telah berada di perbatasan kekaisaran Qi.
"fuqin, muqin, tempat apa ini ??", tanya xi yao.
"En, kenapa begitu berbeda dengan kediaman disana ?", tanya ying yue.
"ini dunia manusia", jawab so ah lembut. ia berusaha menjelaskan segalanya tentang dunia manusia, dan apa yang boleh atau tidak dilakukan ditempat yang mungkin asing bagi kedua anaknya ini.
"Sebelum mereka datang, yao er, yue er, kemarilah", ucap xuan pada kedua anaknya yang kini telah berusia 10 tahun.
Xuan memasang cermin bulan dikedua wajah anaknya, itu agar kedua paras rupawan anak-anaknya tak terlalu mencolok didunia manusia. tapi tetap saja beberapa lapis cermin bulan tak bisa menutupi keseluruhan para keduanya.
"apakah tidak apa-apa ??", tanya so ah khawatir.
"tidak apa-apa, kedua anakku begitu berbakat", ucap xuan bangga.
so ah memandang xuan bingung, apa hubungannya antara kedua hal itu ?.., ia tidak tahu bahwa saat ini kedua suaminya tengah menjadi burung merak yang dengan penuh percaya diri mengibarkan ekor mereka.
Sedangkan itu, ia dan so ah juga memakai cermin bulan untuk sedikit menuakan umur mereka. walaupun begitu, wajah keduanya menjadi jauh lebih menarik.
Beberapa pasukan dari kediaman Qi rui wang yang melihat sinyal khusus diperbatasan langsung dengan cepat memerintahkan beberapa pengawal untuk memberitahu kaisar qi bahwa seseorang akan datang.
disisi lain, pengurus rumah tangga qi rui wang bergegas memerintahkan semua pelayannya untuk dua kali lipat membersihkan seluruh kediaman. ia juga dengan panik kesana kemari memeriksa seluruh bagian kediaman dan melihat kebagian dapur yang telah mengepul dengan banyak pelayan serta juru masak disana.
Para pasukan kaisar dan beberapa pengawal inti kediaman qi rui wang membawa kereta mewah bersama mereka keluar dari kekaisaran.
Beberapa rakyat yang melihat iring-iringan itu kebingungan. siapa yang tengah dan akan memakai kereta mewah milik kediaman qi rui wang itu ?!!.. jangan-jangan qi rui wang yang telah lama pergi bersama dengan wangfeinya iti telah kembali atai desa desus yang berkata bahwa qi rui wang dan istrinya telah lama mati karena insiden mengerikan tahun-tahun yang lalu.
Hati seluruh rakyat kekaisaran qi sedikit merinding jika hal itu benar.
beberapa kediaman besar yang mengetahui bahwa pasukan kaisar dan juga pengawal inti kediaman qi rui keluar bersama dengan kereta mewah itu menjadi heboh.
"ayo, kalian harus nerdandan secantik mungkin !!.. bisa saja qi rui wang kembali karena istrinya telah mati !!... atau jika istirnya hidup kalian harus bisa menjadi selir muda dengan kesegaran yang lebih dari istri utama !!!", ucap seorang kepala kediaman kepada putri-putrinya. dan hal itu juga terjadi diseluruh kediaman lain. para pelayan kecil berlarian seperti orang gila, dan kuda-kuda serta kereta menarik juga ikut diperhatiakan
Sesingkat kedipan mata, seluruh kain, emas dan hal-hal berharga lainnya kini telah habis terjual di beberapa toko besar dan bergengsi di kekaisaran Qi.
Keributan besar telah terjadi di kekaisaran itu.