The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 184



Dai luan yang sudah merasakan bahwa rou shi telah turun dari tempat suci ini, ia hanya bisa diam merasakan keberadaan roh tumbuhan itu pergi sedikit demi sedikit menjauh dari tempat ini.


Dai luan duduk tak tenang, sedari awal karena roh busuk teratai ini tidak berbuat ulah dan jika bukan karena permintaan so ah mungkin ia bisa dengan cepat membunuh teratai busuk itu dimasa lalu.


Jika bukan karena perjanjian antara tuan dan naga pelindung, mungkin kini ia sudah pergi mencari so ah. Dai luan khawatir dengan keadaan so ah, tapi sebagai seorang naga pelindung ia harus diberikan keputusan dari tuannya dan sekarang ia terikat dengan tempat ini. Jika ia melanggar perjanjian antara tuan dan naga pelindung suci, inti spiritualnya akan tersedot dan tersegel atau kemungkinan terburuknya ia bisa hancur dan sekarang bukan hanya ia yang akan kesakitan tapi ada mahluk lain yang juga akan kesakitan.


Dai luan merasa gila !


Ia menghembuskan nafasnya perlahan, berusaha menenangkan pikirannya.


Dai luan menyipitkan matanya dan ia langsung melihat bekas luka gores yang sedikit ditinggalkan yuan padanya.


Hitam menganga.


Kebencian dan sudah mulai termakan racun itu.


Antara mati atau menjadi monster.


Dai luan tersenyum sinis melihat luka gores ditangannya.


***


Yuan yang saat ini tengah berdiri ditengah-tengah kekacauan yang telah dibuat naga pelindung dunia bawah itu hanya berdiri tanpa ekspresi.


Disisi lain Hui dan Long kini tengah terduduk diam dengan tubuh penuh luka. Kekacauan disekitar mereka tak membuat mereka ingin berdiri dari tempat yang kini mereka duduki itu.


"Naga pelindung dunia bawah ?"ucap long yang menyadari kebodohannya karena terlalu implusif melawan mahluk yang dikatakan sebagai mahluk buas sekaligus mengerikan dari dunia bawah itu.


"...."hui hanya diam.


"Dimana yi ?"tanya long.


Hui terdiam lagi, mereka baru sadar bahwa yi tidak berada ditempat kacau ini.


Hui langsung melihat yuan yang berada dikejauhan yang didetik berikutnya menghilang.


"Jangan katakan padaku, jenderal agung pertama tertinggi kekaisaran dunia atas itu takut pada naga pelindung dunia bawah ?!!"teriak long mulai gila karena kekalahannya yang untuk pertama kali disepanjang hidupnya ini. Ia yang juga termasuk salah satu dari jenderal agung tertinggi kekaisaran dunia atas tanpa tahu diri menghina yi habis-habisan.


Hui melirik jijik long.


Kemungkinan kini yi bersama dengan bing bing, pikir hui. tapi, tidak mungkin sedangkal itu, pikirnya lagi.


"Apa yang dikatakan mahluk itu hingga membuat kaisar agung marah besar ?"tanya hui pada long.


Long terdiam.


"Aku tidak tahu"jawabnya putus asa.


"Tidak, segalanya tidak mungkin sedangkal itu"ucap hui.


"Apa maksudmu ?"tanya long.


"Kemungkinan besar kaisar agung marah dan benci pada kelicikan mahluk dunia bawah itu"sahut long yakin.


"Sejak kapan otak mu menjadi udang keh"desis hui jijik.


Mata long langsung terbelalak, seperti orang kesetanan ia dengan segera memeriksa sendiri seluruh denyut nadi disetiap titik tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan !!"desis hui kesal karena diabaikan long.


"Racun kuno itu bodoh !!"bentak long marah.


Hui terdiam.


Benar, kemungkinan besar mereka berdua bisa juga terkena racun kuno itu. Tapi, keduanya tak merasakan sesuatu yang aneh selain luka yang mereka terima dari pertarungan tadi.


"Cihh"decih long kesal.


Setiap mengingat kekalahannya, ia merasa harga dirinya jatuh. Melihat dari pergerakan santai naga itu seakan mempermainkan serangga terbang ketika melawan mereka berdua, itu lebih dari cukup membuatnya terhina tapi mengingat siapa lawannya long tak bisa berkutik. Ia hanya berharap naga itu habis dihadapan kaisar agung, tapi ternyata sebaliknya. Naga pelindung dunia bawah itu dengan menjijikannya tertawa mengejek dan kemudian pergi.


***


"Harus kemana kita bawa pergi wanita ini ??"tanya bingbing pada long.


"Apa kau yakin ??"tanya bingbing.


Yi melihat kondisi kulit permaisuri yang sudah terlihat membaik sedikit tenang sekaligus khawatir dengan firasat buruknya.


Yi hanya mengangguk singkat sebagai jawabannya. Setelah berterima kasih kepada kedua tetua agung yang secara sukarela memberikan kekuatan spiritual penyembuh keduanya kepada permaisuri kaisar, yi dan bingbing bergegas pergi dari kediaman para tetua agung kekaisaran dunia atas.


Setelah kepergian yi dan bing bing, dua tetua agung kekaisaran itu duduk diam sembari menghela nafas berat.


"Apakah keputusan kita ini benar ??"tanya istri penatua.


"Entahlah, kita tak tahu bagaimana takdir benang merah itu membawa kehancuran atau kebahagiaan untuk dunia ini"jawab tetua agung.


Hening.


Keduanya hanya bisa terdiam saat merasakan bagaimana hampir selurut kekuatan spiritual alam penyembuh yang berada di tubuh mereka harus hilang dan masuk kedalam tubuh manusia itu.


Tapi, tidak mungkin sembarang manusia bisa masuk dengan mudah kedalam tempat suci kuno itu.


Jika tempat itu telah terbuka kemungkinan besar sang kaisar agung pemilik sah kekaisaran ini telah bangkit dan kembali.


Apakah mungkin wanita itu adalah wanita milik weida de tianghuang ??..


Tak ada satupun aura weida de tianghuang yang melekat pada tubuh wanita lemah itu, atau mungkin aura itu hilang karena melindungi wanita itu saat ia terjatuh dari tempat suci, penatu agung hanya bisa terdiam. Jika yang ia pikirkan benar maka dimasa depan takkan ada lagi waktu untuk berdiam diri, ia harus segera memberitahukan hal ini kepada kaisarnya.


Kaisar agung masa kini hanya satu orang dan itu tetap milik He Lianyu.


Dan membawa tubuh manusia itu jauh dari pusat benang akan lebih baik.


Yi dan bing bing membawa dengan cepat tubuh so ah yang masih berada didalam tabir tipis penyembuh itu kedunia manusia. Hingga mereka sampai di sebuah rumah tua yang berada diatas puncak gunung.


Kosong.


Tak ada satupun yang menempati rumah tua diatas gunung ini.


"Apakah tidak apa-apa jika kita meninggalkan tubuh manusia ini disini ??"tanya yi.


"Kau !.."bentak bingbing kesal.


"Kau pikir manusia sama seperti mahluk imortal ?!.. bodoh !"bentak bingbing.


"Kita jangan meletakkan wanita ini disini"ucap bing bing lagi.


"Kenapa ??"tanya yi.


"Takkan aman, melihat bagaimana kecantikan surgawinya yang mencolok takkan aman disini"ucap bingbing.


"Kita harus mencari tempat yang dekat dengan pemukiman tapi tidak dekat juga tidak jauh"ucap bingbing.


"Kau gila bing jie"sahut yi memutar bola matanya bosan.


"Jika kau meletakkan tubuh manusia ini disana kemungkinan ia ditemukan akan lebih besar"sahut yi menjelaskan.


"Kita bisa memasang tabir pelindung disekitar sini dan kita buat agar hanya wanita ini yang bisa melihat rumah tua ini"ucap yi.


Bingbing terdiam cukup lama, dan akhirnya ia mengangguk tanda setuju.


Bing bing dengan kekuatannya membersihkan seluruh tempat dan tiap sudut rumah menjadi bersih.


"Haaahh"ia menghela nafas berat saat melihat bagaimana barang-barang tua dan reot didalam rumah sangat tidak manusiawi dan hatinya terkeruk tak tega.


Setelah memerintahkan atau lebih tepatnya memaksa yi pergi membeli semua kebutuhan rumah ini. Bingbing dan yi pergi kembali kedunia atas.


So ah yang terbaring didalam kamar rumah tua itu tetap dalam kebisuan dan keheningan berbanding terbalik dengan jiwanya yang kini tengah putus asa.


Ia melihat dua sosok mengerikan, penuh lumuran darah dan tengah bertarung.


"Xuannn"


"Tidakkkk"