
Pemilik penginapan yang melihat xuan serta seorang wanita hamil itu keluar dari rumah penginapan khusus miliknya langsung bergegas menyapa xuan.
"Selamat malam tuan... apakah anda memiliki sesuatu yang anda butuhkan ??"tanya pemilik penginapan itu sopan.
"Tidak perlu... kami hanya akan keluar sebentar"ucap xuan santai pada pemilik penginapan itu.
"Anda beruntung sekali tuan, hari ini dikerajaan kami sedang mengadakan perayaan penuh rasa syukur karena kerajaan kami sudah mematahkan segel sial dari setiap sudut pelosok kerajaan"ucap pemilik penginapan itu dengan suara senang.
"Segel sial ??"tanya xuan.
"Ya tuan... kami menyebutkannya begitu karena penatua agung sudah menyelamatkan kami dari kesialan itu... beberapa tahun belakangan ini banyak sekali pembantain disetiap sudut pelosok kerajaan hingga tanpa menyisakan satu nafaspun dan kemarin ketika suku yang berada dari daerah selatan kemari penatua agung mengatakan bahwa merekalah kunci kesialan itu dan karenanya mereka harus dikorbankan demi memutus kesialan lainnya bagi kerajaan kami... tapi menurut rumor ada seorang wanita hamil yang terbebas dari pengorbanan itu dan kami masih sangat cemas tuan"ucap pemilik penginapan itu.
"Penatua agung... sangat agung hingga memburu ketitik paling kecil"jawab xuan dengan intonasi datar yang hanya ia sendiri yang tahu apa arti dari kata-katanya.
So ah yang mendengar setiap kata dari pemilik penginapan itu sangat ketakutan hingga ia tanpa sadar diam-diam meremasĀ ujung lengan hanfu xuan. Xuan merasakan ada tangan yang mencengkeram ujung lengannya langsung tahu bahwa so ah tidak nyaman dengan pembicaran pemilik penginapan dan mungkin saja so ah memiliki hubungan dengan para manusia dari selatan itu hingga ia bisa melihat dari sudut matanya tangan yang mencengkeram itu pucat.
Ia dengan lembut menggenggam tangan so ah dengan tangannya dan perlahan ia mengelus punggung tangan so ah dengan jemarinya.
Saat pemilik penginapan itu melihat wanita yang berada disebelah xuan dengan pandangan kagum sekaligus tak percaya dengan penglihatannya, ia seakan melihat mahluk surgawi menawan yang memikat ribuan bahkan jutaan mahluk fana.
"apakah dewi keberkahan datang turun ke bumi ?!... betapa beruntungnya kerajaan kamii"soraknya didalam hati penuh rasa kekaguman yang terus meluap-luap.
Wajah dengan kecantikan langka serta merta membuat pemilik penginapan itu sampai bingung ingin berkata apa lagi untuk mengungkapkan kata-kata bagi kecantikan yang bahkan bisa menghancurkan seluruh kerajaan dengan hanya setetes air matanya saja.
Walau wanita disebelah tuan penyewa itu sedang hamil, ia tak bisa menutupi aura kecantikan menggoda itu dan bahkan seperti madu langka yang sangat manis hingga aromanya mungkin akan membuat beberapa pemburu iri sampai mati hingga memuntahkan segumpal darah dari perut mereka.
Pemilik penginapan itu melihat bagaimana tuan penyewa memperlakukan wanita itu dengan kasih sayang yang sangat besar, dalam sekali pandang ia tahu bahwa keduanya sangat serasi walau dirinya sendiri juga bingung kenapa sosok penyewa itu memakai topeng setengah wajahnya.
"mungkin saja pria ini tidak beruntung mempunyai wajah yang buruk dan ia menyembunyikannya dengan topeng mewah itu, cih dasar bangsawan"cemohnya lagi dalam hatinya.
Rumah penginapan yang ia pilih berada tepat di jalanan kota yang sangat ramai sehingga ketika mereka keluar dari rumah penginapan itu sudah banyak orang yang berjalan kesana kemari. Xuan memegang pinggang so ah, ia merapatkan tubuh mereka saat mulai berjalan dijalanan yang sudah penuh sesak dengan orang-orang yang berlalu lalang.
"Indah"ucap so ah saat melihat kembang api yang sekali lagi diletuskan diatas langit.
Warna-warni yang semarak dimana-mana membuat matanya berbinar penuh dengan rasa kebahagiaan, ia melihat banyak kedai-kedai kecil yang penuh dengan makanan-makanan ringan dan manis dijajakan. Suara-suara lantang dan meriah yang satu sama lain berbaur jadi satu ditambahkan dengan musik-musik jalanan yang menambah ramai suasana dijalanan kota kerajaan timur.
Ada banyak lentera warna-warni yang berkerlip dengan indah dipinggir jalan hingga manisan-manisan berbagai bentuk berjajar dengan rapi, memikat mata yang melihatnya.
"Jangan lepaskan tanganku.... ingat beban berat yang kau bawa di depan tubuhmu"ucap xuan dengan lembut mengingatkan so ah.
"En"jawab so ah sembari tertawa lucu mendengar candaan xuan. mungkin jika anak-anaknya sudah pintar berbicara mereka takkan terima dikatakan sebagai beban berat dan mungkin saja akan ada perdebatan kecil nantinya, so ah yang memikirkan masa depan manis yang terasa memenuhi hatinya dengan hangat.
"Aku ingin roti kukus itu"ucap so ah tiba-tiba, ia menatap penuh rasa ingin kearah roti-roti kukus yang sedang mengepul hangat, warna-warna indah terlihat mewarnai beberapa roti kukus hangat menambah ketertarikan orang untuk membelinya.
Xuan dan so ah akhirnya berhenti dikedai yang ditunjukkan so ah, mereka mengabaikan beberapa pandangan yang terpesona dengan kecantikan so ah apalagi para pria yang menatap penuh minat kearah so ah.
Setelah memakai kain penutup wajah itu sebagian besar dari orang-orang disekitar mereka kecewa karena kecantikan langka tak bisa dipandang lagi, tapi walaupun begitu masih banyak dari mereka yang berharap so ah menurunkan kain penutup wajah itu.
Berita tentang kecantikan langka bagaikan mahluk surgawi yang turun kedunia fana sampai ketelinga huang de yang saat ini tengah menikmati waktu bersama beberapa selir didalam kediamannya.
"Berita macam apa itu... tuanku mana mungkin ada kecantikan surgawi mungkin saja rakyat rendahan sedang ingin bercanda"ucap lembut selirnya dengan nada genit.
"Hmm... tapi aku sedikit penasaran hahaha ohh apakah kalian cemburu ??"tanya huang de.
"Tidak tuanku, kami tidak berfikir sempit seperti itu... bukankah benar jiejie"jawab selirnya yang lain.
"Ya, itu sangat benar... apa yang dikatakan meimei mewakili hati kami tuanku... kami tidak ingin ada sesuatu yang terjadi ditubuh giok anda tuanku"jawab wanita lainnya.
"Bagus jika seperti itu..."ucap huang de, ia dengan santai melenggang pergi sembari mengenakan pakaian luarnya meninggalkan selir-selirnya dalam keadaan menahan rasa kesal.
Disisi lain, xuan dan so ah menikmati kebersamaan mereka.
Roti kukus yang mereka pesan masih mengepul hangat terbungkus kertas minyak digenggaman tangan xuan yang tangan satunya memegang tangan so ah. Sedangkan so ah, ia dengan bahagia memakan roti kukusnya.
"Kenapa kau sangat rakus malam ini ??... seperti tupai"ucap xuan terkekeh saat melihat sisa remah roti di atas perut buncit so ah. Ia dengan telaten menepuk pelan dan membersihkan remah itu.
"Jangan salahkan aku yang rakus tetapi anakmu yang memaksaku untuk terus mengunyah roti lezat itu, suami"ucap so ah dengan nada merajuk kecil.
"Hahahaha kau pintar sekali mencari alasan..."ucap xuan ia tertawa kecil dan perlahan menundukkan dirinya sendiri hingga tepat berada di depan perut buncit so ah.
"Kalian dengar, niang niang tak boleh makan terlalu banyak bagaimana jika niang niang sakit ???... apakah kalian tak kasihan dengan fuqin ??"tanya xuan lembut pada perut so ah, ia juga mengelus perut so ah dan seakan ia menegur dua mahluk mungil yang mungkin saja masih belum bisa mencerna apa yang ia katakan tapi hal itu tetap menjadi pemandangan hangat bagi so ah.
Bayinya punya sosok yang bisa diandalkan...
Bayinya punya sosok pelindung...
Jika dunia membenci sosok itu, mereka akan tetap ada disamping sosok itu...
Bagaimanapun keadaan sosok itu, mereka akan tetap selalu ada bersama sosok itu...
Karena sosok itu...
Ayah...
Anak-anaknya...
Sekaligus suaminya....