
Dai luan yang sebelumnya lega karena mendengar suara tangisan nyaring dari dalam sana menjadi tegang lagi saat mendengar suara keributan.
"Apa lagi ini ???"pikirnya tegang.
So ah mulai mengerang kesakitan bayinya yang terakhir ini sangat susah untuk diajak kerjasama.
So ah menghembuskan nafasnya pendek-pendek, perlahan ia menghirup rakus udara disekitarnya dan mengeluarkannya lagi.
"Tahan yang mulia"ucap rou chi.
"Aakhhh"
Air mata nya tak keluar saat ia tengah berjuang mengeluarkan bayi terakhir yang masih nyaman bergelung di tempat yang hangat tapi ia harus cepat mengeluarkan bayinya ini.
"Apakah kau tidak ingin bermain dengan gege mu hmm ??"tanya so ah lembut, nafasnya terdengar putus-putus tapi ia tetap berusaha membujuk bayi mungilnya.
Rou chi kaget saat so ah yang belum ia beri tahu jenis kelamin bayinya sudah mengetahuinya terlebih dahulu dan tanpa ragu !!
Ia sedikit iri saat melihat bagaimana wanita manusia yang lemah dan tengah berada diambang sekarat itu masih bersikap lembut.
"Apa bayi berharga niang sedang merajuk karena fuqin tidak ada disini ??"tanya so ah lagi dengan lembut.
Ia sudah sangat kesakitan tapi ia tak bisa memaksa mahluk mungil didalam rahimnya untuk keluar dengan paksa.
"Jika begitu akh... niang akan mengenalkan paman kalian sekarang akh"ucap so ah lagi.
"Gege.. akh panggil dai luan ge"ucap so ah mulai lemah.
Entah kenapa instinya berkata bahwa ia harus memanggil lelaki itu.
"Tapi, yang mulia permaisuri... seorang lelaki tidak boleh melihat anda dalam kondisi ini"ucap rou chi tajam.
"Tutup tirainya"sahut so ah, ia tetap bersikeras menahan rasa sakitnya.
"Cepat !"desak so ah.
Tirai-tirai indah berwarna hitam dengan sulaman emas diatasnya terbentang dan menutup ketiga sudut tempat tidurnya.
Dai luan bisa mendengar keributan yang terjadi didalam, ia merasa pelayan roh tumbuhan itu menyulitkan mei meinya. Ia langsung mendobrak pintu masuk dan berjalan ke pinggir ranjang.
"Weida de baohu long dai, anda tidak boleh masuk kesini"ucap rou chi tegas.
Ia merasa bahwa wanita yang tengah berjuang keras melahirkan itu sedang berusaha menggoda lelaki lain.
Cih, sungguh licik !!, batinya kesal.
"Apa hakmu !!.. cepat lakukan tugasmu sebelum tali perjanjian antar tuan dan bawahan menjerat lehermu !!"bentak dai luan kasar.
Kini kesadaranya sedikit terbagi antara xuan dan mei meinya. Ia yang dari awal terus menghubungi xuan dengan komunikasi spiritual mereka akhirnya mendapat sedikit titik terang.
Kondisi tuannya tidak baik.
Segalanya menjadi lebih rumit.
Kini, ia dengan kekuatan spiritualnya menarik sedikir sisa kesadaran milik xuan dan menyatukannya dengan kesadarannya alhasil ia bisa merasakan xuan sedikit gemetar saat melihat kondisi so ah tapi hal itu tak berlangsung lama hingga kesasaran itu lenyap dengan cepat, secepat kedipan mata.
"Ge.."ucap so ah dari balik tirai hitam.
"Bayiku ingin merasakan energi spiritualmu"sahut so ah lirih dan hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya.
"Ulurkan tanganmu"sahut dai luan.
Tangan ramping so ah terulur keluar dari dalam tirai hitam mewah itu, rou chi melihat hal yang terlihat salah dimatanya. Ia merasa bahwa hal ini harus di beritahukan kepada weida de tianghuang, memikirkan bagaimana tanggapa weida de tianghuang saja sudah membuatnya senang jika bisa mengusir wanita manusia itu.
Mungkin weida de tianghuang hanya membutuhkan anak yang dikandung wanita itu saja dan tidak lebih. Ia juga kesal karena interaksi tidak biasa diantara wanita manusia itu dengan weida de baohu long dai.
Tangan so ah digenggam oleh dai luan, dan dai luan perlahan mengalirkan energi spiritualnya ketubuh so ah. Dai luan membeku saat ia merasakan ada energi spiritual yang terasa lembut menyusup diantara aliran energi spiritualnya dan mulai menyatu hingga sampai ke inti pusat spiritual miliknya.
Sejuk.
Itu yang ia rasakan.
Dan ia perlahan menutup matanya menikmati sensasi yang tak pernah ia rasakan selama kehidupannya. Ia yang masih terjebak dalam dirinya sendiri langsung terkaget saat mendengar suara tangisan lembut dari sesosok mungil yang masih terbalut lengket darah merah segar.
"Terima kasih gege... setelahnya semua kuserahkan kepadamu"ucap so ah lirih.
"Tidak, mei mei tahan kesadaranmu... mei mei"ucap dai luan panik.
"Kau !!.. cepat alirkan lebih banyak energi spiritual alam"ucap dai luan memberi perintah.
Tapi, tanpa sengaja matanya menatap salah seorang dari dayang yang berasal dari roh terati bersikap sedikit canggung saat akan membawa kedua bayi itu.
"Kau kemari"ucap dai luan memanggil.
"Bedebah !!!"bentak dai luan kasar, ia lebih dulu menangkap dayang itu dan dengan gesit mengambil alih kedua bayi yang ada di gendongan kedua dayang mencurigakan itu.
Dai luan sembari menggendong dua bungkusan mungil di pelukannya, menatap tajam kedua dayang yang bersimpuh ketakutan.
"Siapa bedebah sialan yang memerintahkan kalian ?!!"desis dai luan tajam.
Kedua dayang yang berasal dari roh teratai itu diam, tak menjawab pertanyaan dai luan. Mereka sangat ketakutan, dan semua orang yang berada di ruangan itu berada keadaan yang sangat tegang hanya rou shi dan rou shu yang tetap fokus memberikan so ah energi spiritual alam.
"Ampuni kamiiii... ampunii kamii weida de baohu long daiii"ucap keduanya ketakutan.
"Pelindung agung ini tak menginginkan perkataan menjijikan itu !!!... cepat katakan atau mati !"desis dai luan.
Ia yang juta memegang kuasa atas nyawa yang berada ditempat suci menjerat semua leher mereka dengan tali perjanjian, hanya rou shu dan rou shi yang ia biarkan lolos.
Cratt...
Darah berhamburan dari dua tubuh yang terpisahkan dengan paksa.
Dai luan sudah tidak ada lagi rasa kesabaran.
Ia lebih memilih mengingatkan semua mahluk yang berada ditempat suci ini bahwa hidup mereka ada ditangannya dan juga tangan kaisar agung. Ia dengan sinis melirik sosok yang berdiri dipojok ruangan, rou chi hanya menatap pucat kedua pelayan yang sangat ia hargai itu.
Ia terlalu implusif ingin membawa kedua bayi kembar itu dibawah pengasuhannya. Energi spiritual keduanya sangatlah menggiurkan, ia juga secara pribadi tertarik pada bayi kecil berjenis kelamin laki-laki yang wajahnya sangat mirip seperti weida de tianghuang tapi dalam versi kecil. Sosok yang ia dambakan, membuat rou chi bersikap ceroboh dan saat dai luan meliriknya dengan tatapan penuh peringat ia sedikit mengubah ekspresinya.
Ia takkan ketahuan, itu pikirnya.
Tapi, dai luan tahu bahwa rou chi pelakunya. Dai luan bisa merasakan tatapan penuh rasa tidak suka yang terus dipancarkan rou chi ke balik tirai itu saat ia menggenggam tangan so ah untuk mengalirkan energi spiritualnya.
Jika bukan karena ia membantu so ah melahirkan mungkin kepalanya sudah ia tebas dengan sadis.