
So ah yang langsung mengetahui bahwa ratu dunia bawah telah berkorban untuknya.
.
Darah ratu itu terjatuh untuknya.
.
Ratu itu melindunginya.
.
Ratu itu juga telah menyelamatkannya.
.
Hatinya kembali jatuh.
.
Lagi.
Ia telah membuat orang lain harus berkorban untuknya.
Mata so ah memanas.
Ia yang merasakan tubuhnya telah kembali bisa ia gerakkan, matanya yang redup sedikit mempunyai sinar harapan. tangannya diam-diam mengambil belati yang telah ia sembunyikan didalam kain hanfunya.
.
JLEBB..
.
So ah menusukkan belatinya dipunggung zheng bai, lebih tepatnya dimana jantung lelaki itu berada.
"Ugh", desis zheng bai yang sedikit kaget dengan serangan yang tiba-tiba saja datang kepadanya.
"KAU !!!", desis marah zheng bai. Ia bisa merasakan bagaimana darah dari punggung mulai mengalir, jika tadi ia tak waspada mungkin saja belati itu mengenai jantungnya atau lebih tepat berada di titik inti spiritual miliknya.
So ah yang melihat zheng kehilangan kendali, ia dengan pikirannya mulai menyerang zheng bai.
Ia memanggil kembali akar-akar yang keluar dari dalam tanah. So ah yang merasakan hal yang ia lakukan saat ini lebih mudah, mulai menyerang zheng bai dengan brutal.
Akar-akar yang bergerak cepat menghancurkan lantai disekitar mereka, berderak menyerang tubuh limbung zheng bai.
Jing mei yang berada di samping zheng bai tak luput dari serangan itu. Ia yang melihat bahaya akan datang, berusaha menggerakan tubuhnya menjauh. Tapi, tangan zheng bai lebih cepat dari gerakannya.
Tubuh jing mei tertarik kearah tubuh zheng bai.
"Pergi.... sejauh mungkinn", bisik jing mei tanpa suara pada so ah.
Mata so ah terbelalak melihatnya, tapi terlambat. Akar-akar yang telah ia perintahkan untuk menyerang zheng bai bergerak lebih cepat dari apa yang ia perintahkan.
Ia berdiri diam.
Apa yang telah ia lakukan !!...
.
.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain, peperangan di padang kematian semakin menggila. Seluruh pasukan dunia atas saling menyerang dan genangan-genangan merah semakin terlihat jelas.
Yuan merasa bahwa zheng bai telah meremehkan kekuatan agung kekaisaran dunia atas murka.
Ia membunuh habis mahluk-mahluk yang berada dihadapannya. Kobaran api abadi yang mengelilingi tubuh immortalnya bergerak liar mengerikan. Pedang yang kini telah terkotori warna merah mengerikan terlihat berkilau basah.
Yuan melesat menuju ke wilayah kerajaan dunia bawah. Ia tanpa basa-basi menebas habis para mahluk dunia bawah yang menghalangi jalannya. Semakin ia mendekati wilayah istana, semakin banyak mahluk buas spiritual yang melindungi istana kerajaan itu. Saat ia sampai di depan pintu gerbang masuk benteng, tanaman berduri spiritual beracun terlihat merambat disekeliling dinding benteng hingga sampai kebagian atas benteng istana dunia bawah. Lumut-lumut hitam menjijikan diantaranya terlihat dalam pandangan yuan.
Yuan berdiri dingin didepan benteng besar dihadapannya ini. Ia bersiap untuk menghancurkan benteng besar itu tapi tanpa ia sadari dari arah belakang tubuhnya terdengar suara geraman binatang buas spiritual.
Binatang buas spiritual dengan kepala yang penuh dengan tanduk-tanduk lancip serta sekujur tubuhnya yang besar berkilat membawa hawa panas api dan mata merah darah melotot tajam menatap sosok yuan dengan pandangan ganas.
Setiap hembusan nafas hewan buas spiritual itu mengeluarkan uap tebal panas, yang terlihat jelas melelehkan benda disekitarnya.
Yuan memandang dingin mahluk didepannya itu. Ia tersenyum dingin.
Bajingan licik !!!
Ia tahu persis hewan apa dihadapannya ini, hewan buas spiritual dihadapannya ini termasuk salah satu dari seratus hewan buas spiritual kuno. Tapi, untungnya dari seratus hewan itu hanya hewan didepannya yang terlemah dari yang terlemah.
Yuan memicingkan matanya, tapi sejak kapan zheng bai menemukan mahluk yang sudah menjadi abu ribuan tahun lalu ini ?!..
Pedang yang ia pegang erat ditangannya berkilat kebiruan. Kini, api keabadiann mulai merambat mempertajam pedang ditangannya.
Setiap tebasan demi tebasan yang ia berikan pada binatang buas kuno di depannya itu membawa gelombang besar kehancuran.
TRANGGG..
TANGG..
SRAAKKK...
Cih, jika bukan karena fakta pedang perak miliknya masih berada diruang dimensi ia tak harus mengeluarkan banyak tenaga !..
Disisi lain, benteng besar kerajaan dunia bawah.
Yi yang saat ini tengah berjuang membawa dirinya sendiri keluar dari benteng harus kembali terhenti saat merasakan energi spiritual milik kaisar agung dunia atas.
Apa yang terjadi ?!..
Kenapa kaisar agung begitu sembrono pergi menuju sarang musuh ?!..
Tidak, itu pasti karena bagian rencana dari zheng bai.
Tapi, belum lama yi memikirkan apa yang tengah direncanakan raja dunja bawah itu. Ia melihat sosok wanita yang tengah berdiri diatas puncak tertinggi kerajaan dunia atas.
Mata wanita itu menatap sesuatu dari kejauhan, yi ikut mengikuti pandangan cheng rou.
Padang kematian.
Kenapa wanita itu menatap kearah padang kematian ?!..
Apa yang tengah mereka rencanakan !!!..
Auman keras binatang spiritual kuno yang marah karena salah satu dari ratusan tanduk dikepalanya terpotong pedang yuan terasa menggetarkan tanah dibawah kaki mereka.
Cheng rou menatap dingin kebawah, dan dalam sekejap mata ekspresi wajahnya berubah bahagia. Tapi, kembali suram.
Yi merinding dingin melihat tatapan gila itu.
Dan lagi tatapan suram berdarah itu mengarah pada tubuh wanita yang ingin dia lindungi.
Yi dengan badannya yang penuh luka-luka dalam mengerikan bergegas pergi kearah so ah.
Sebelumnya , so ah pergi menyelamatkan dirinya. Pedang yang ia bawa ditangannya telah ia gunakan untuk membunuh. Tangannya gemetar hebat. Ia begitu merasa menjadi sosok kejam, tapi ia juga tak bisa membiarkan nyawanya terancam.
"So ah", desis yuan. Ia menghirup gila aroma yang begitu ia kenali.
Tidak ingin bermain lebih lama, yuan langsung menghantam habis mahluk buas di hadapannya ini. Cipratan dan genangan darah telah membasahi hampir seluruh bagian tubuhnya. Ia menghancurkan pintu gerbang besar benteng kerajaan dunia bawah.
Tanah hitam tanpa kehidupan.
Tanaman suram tanpa kebahagiaan.
Terlihat penuh, memenuhi setiap sudut bagian istana suram dihadapannya ini. Berbanding terbalik dengan istana agung kekaisaran dunia atas.
Yuan melangkahkan kakinya memasuki tempat yang baginya begitu terkutuk ini.
Tapi, langkahnya terhenti.
Kini, Ia melihat dua sosok wanita, yang satu berdiri dan yang lain tengah menahan rasa sakit.
"Huandi, kau.. kau !!!", bentak marah cheng rou pada yuan.
Yuan yang melihat tatapan marah cheng rou padanya hanya mendesis dingin.
Apa yang wanita menjijikan ini katakan !!!..
Dan matanya berkilat tajam saat melihat bagaimana tangan wanita menjijikan itu menarik kasar rambut so ah.
"Lepaskan !!", desis yuan dingin mengancam.
So ah yang kini merasakan ngilu di bagian kepalanya, ia terdiam saat menatap sosok lain di hadapannya itu.
Apa yang harus ia lakukan !!..
Pedangnya telah terlempar jauh, ia tak bisa menggapainya !..
Kenapa ia harus terjebak diantara dua mahluk gila !
Chen qu yang saat ini berada di tengah-tengah peperangan dengan gila menancapkan kayu besar disana. Dan membuat pasukan yang tadinya tengah bertempur panas harus mundur melihat apa yang akan dilakukan mahluk itu.
Beberapa prajurit yang melihat tingkah aneh dari sosok chen qu hanya mendengus.
"Idiot", desis salah satu prajurit dunia atas.
Tapi, tak berselang lama mereka, para pasukan dunia atas telah di kagetkan dengan kemunculan dua sosok yang begitu akrab dimata mereka.
Dua dari keempat pemimpin klan tertinggi dunia atas kini tak berdaya, terikat pada kayu itu dan menjadi tontonan dari seluruh mahluk dipadang kematian.
.
.
.
"Huandi... huandi", panggil cheng rou pada yuan.
Ia melepaskan kasar cengkeraman tangannya dari rambut so ah. Wanita itu berjalan kearah yuan.
Yuan yang mendengar bagaimana cheng rou menyebut namanya, ia mendesis jijik. Ia melirik tubuh so ah yang terhempas kasar dengan rambutnya yang sebagian terurai berantakan.
So ah yang merasakan tatapan yuan, ia hanya bisa mengelakkan pandangannya. So ah berusaha tak ingin terlihat lemah dihadapan yuan. Ia yang melihat perhatian wanita gila di depannya itu teralihkan kepada yuan, dengan cepat mengambil pedang yang tergeletak tak jauh darinya.
Disisi lain, yi melihat so ah mulai menjauh dari wanita itu. Ia diam-diam mendekati so ah.
Jarak antara cheng rou dan yuan semakin dekat dan dekat.
Cheng rou yang kini sebagian kepalanya tertutupi jubah hitam telah berada tepat dihadapan kaisar agung dunia atas.
Mata yang awalnya penuh dengan kerinduan itu kini terdiam kaget.
"Siapa kau !!", desisnya marah.