The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 223



Zheng bai membuka tudung kepalanya.


Ia mendecih kesal melihat sekelilingnya dan tatapannya langsung menuju ke arah sulur hidup itu. Ia tersenyum miring, dengan licik dirinya berlari dan menghindari serbuan anak panah suci serta ledakan yang akan membunuhnya itu dengan cepat. Semakin zheng bai mendekati sulur itu, semakin sedikit pula anak pamah yang melesat kepadanya. Senyum licik dibibirnya semakin lebar.


Disisi lain, bingbing dan hui yang menyerang zheng bai dengan anak panah spiritual klan harimau. mereka langsung terhenti saat melihat objek mereka kini berada ditempat yang seharusnya dijauhi zheng bai.


Tapi, terlambat. Lelaki itu telah sampai didepan sulur.


Yi yang bersembunyi diam dengan cepat keluar dari persembunyiannya dan menarik keras sulur besar itu. Zheng bai melihat sulur itu tergeret menjauhi, ia menyeringai kejam.


"Khekhekhe", tawanya dingin.


Zheng bai dengan kejam menebas habis roh tumbuhan spiritual yang juga terlihat ikut membantu gulungan sulur itu menjauh darinya. Ia yang melihat gulungan sulur semakin menjauhinya, zheng bai dengan santai meloncat dan menarik salah satu sulur yang terpisah.


Tubuh so ah yang berada didalam sulur teratai milik rou shi, terguncang akibat tarikan dari kedua belah sisi.


Yi berusaha sekuat mungkin untuk menjauhkan zheng bai dari gulungan besar sulur itu. Tenaganya yang hampir menipis ia masih tetap berusaha untuk menarik gulungan besar sulur teratai yang ia yakini tubuh ao ah berada didalam sana.


"Hui, bingbing tembak kembali anak panah milik kalian !!!" Ucap yi yang tanpa suara memberikan aba-aba serta kode.


Hui dan bingbing mengangguk setuju, sebagai keturunan dari klan harimau. Mereka takkan mau berhutang budi sekecil apapun itu, karena itu adalah salah satu ajaran dan peraturan klan yang harus mereka patuhi. Jadi, kini walaupun mereka enggan untuk menolong manusia yang sempat menjadi permaisuri dunia atas itu tapi tetap saja wanita manusia itu adalah dermawan mereka.


Anak panah spiritual kembali meluncur cepat menuju tubuh zheng bai. Zheng bai yang melihatnya sontak saja menghindari anak panah dengan cara mengibaskan tangannya yang secara cepat gelombang kejut energi spiritual terlihat keluar melindungi tubuhnya.


Hui dan bingbing yang melihat tabir pelindung dipasang zheng bai, kembali mengincar jalinan sulur yang berada ditangan raja dunia bawah itu.


Keduanya mengincar sulur itu.


Zheng bai yang melihat arah serbuan anak panah berpindah kedepannya, ia mendecih.


Musuh yang ia lawan sepertinya sudah sangat sering bertarung dan sedikit menyenangkan untuknya yang tengah kebosanan ini.


"Apapun itu didalam sana, sepertinya sangat berharga hingga kalian sangat ingin mengambilnya dari raja ini", ucap zheng bai dingin.


Hening.


Hui, bingbing, maupun yi tetap diam tak menjawab ucapan zheng bai.


"Apakah para jenderal dunia atas begitu pengecut dengan bermain permainan menjijikan seperti ini ??", ucap zheng bai lagi.


Bingbing yang melihat suaminya terpancing, segera menahannya. tapi tidak dengan yi yang punya pemikirannya sendiri. Lelaki itu keluar dari tempat persembunyiannya.


"Hahaha, ternyata hanya seorang ketua klan rubah, pengecut", desis zheng bai dingin.


"Lepaskan sulur ini, dan berikan kepada ku", ucap yi dingin.


"Berikan ??", tanya zheng bai.


"Atas dasar apa ??... keh aku yang menemukannya terlebih dahulu", ucap zheng bai lagi.


Lelaki itu diam-diam semakin erat menarik uluran sulur yang menjuntai kearahnya, tapi dengan cepat digagalkan yi.


Raja dunia bawah serta jenderal tertinggi dunia atas dengan gulungan besar sulur hijau ditengah-tengah mereka, terlihat beradu saling menarik satu sama lain hingga sebuah anak panah melesat memotong sulur yang berada ditangan zheng bai.


Yi yang tak ingin zheng bai menyadari bahwa kekuatannya telah menipis begitu juga dengan hui dan bingbing, mereka dengan cepat menarik sulur itu dan membawanya pergi.


"Bajingan !!!", umpat zheng bai kesal, ia terlalu menganggap sepele mereka hingga bisa terkena tipuan murahan semacam ini.


"Cih !!!", decihnya lagi.


Zheng bai menyipitkan matanya, ia merasakan aura yang berbeda dari ketiga mahluk dunia atas yang kini melarikan diri itu. Setelahnya, terlihat senyum gila dibibirnya.


"Mati kalian !!!", ucapnya sembari tertawa gila.


Yi, Hui dan bingbing sedikit panik. Mereka dengan cepat berpisah untuk mengelabuhi zheng bai. setelah sebelumnya mereka telah menyiapkan beberapa jebakan kekuatan spiritual suci untuk raja dunia bawah itu. setidaknya, itu sedikit menghambat pergerakan dari raja dunia bawah.


Zheng bai yang disisi lain telah menebak keseluruhan situasi tertawa semakin kencang. Ia lebih memilih mengejar pemimpin klan rubah yang sombong itu, karena lelaki sombong itulah ia harus menahan dan menelan rasa hina selama ratusan tahun lamanya.


Zheng bai tidak perduli dengan apa yang berada didalam sulur yang kini telah menjadi tiga bagian itu. Ia lebih memilih membalaskan rasa dendam dihatinya.


BUMMM...


BUMMMMM....


Zheng bai melemparkan bola-bola api kearah dimana yi berada.


"Bajingan !!!", decih yi dingin.


Ia dengan cepat berbalik arah, pergi ketempat lain.


Sialnya tipuan mereka untuk zheng bai tidak berhasil, tubuh so ah ada didalam sulur yang ia bawa kini. Dan mau tidak mau ia harus berusaha sekuat tenaga pergi menjauhi raja dunia bawah yang gila itu.


Wan yu dan chen qu yang merasakan aura spiritual milik raja dunia bawah. Mereka bergegas melesat pergi menuju tempat dimana aura spiritual milik raja mereka berada.


"Dimana yang mulia ??", tanya chen qu pada wan yu.


"Kenapa kau bertanya padaku, bodoh", desis wan yu dingin atas pertanyaan bodoh chen qu.


"Ck", balas kesal chen qu.


"Arah barat daya", sahut wan yu cepat.


Mereka langsung pergi menuju kearah barat daya, dan ternyata benar apa yang diucapkan wan yu bahwa kini mereka telah berada dihadapan tuan mereka.


"Apa yang tengah kalian lajukan disini !!", desis zheng bai marah, pasalnya wilayah ditempatnya kini bukan wilayah dimana ia memberikan tugas untuk keduanya menghancurkan wilayah manusia.


"Maafkan kami, yang mulia", jawab keduanya cepat.


"Keempat wilayah kerajaan manusia telah dilindungi formasi yang membentuk tabir pelindung kuno, hamba masih belum menemukan dimana titik lumpuh tabir kuno itu", sahut wan yu cepat.


"Dan lagi, para monster buas telah semakin banyak membelah diri mereka", lanjut wan yu.


"......", zheng bai hanya diam mendengarkan penjelasan wan yu. Ia masih melemparkan banyak bola api kearah dimana yi berada.


"kami menemukan sesuatu yang sangat langka", lanjutnya wan yu hati-hati.


"Tunggu !!!...", ucap chen qu yang memotong pembicaraan wan yu dan zheng bai.


"Bersikaplah sopan pada yang mulia, bodoh !!!", bentak marah wan yu.


"Aroma itu...", potong chen qu.


"Apa yang kau maksud ?!!", ucap zheng bai dingin.


"Aku merasakannya yang mulia, aroma darah langka itu tak jauh dari sini", ungkap chen qu dan langsung mendapat respon zheng bai.


"......", zheng bai mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak, tidak, aroma langka ini semakin menjauh dari tempat ini", ucap chen qu lagi.


"benar, dia semakim menjauh", desis wan yu yang menghirup udara disekitarnya dengan rakus.


Zheng bai terdiam.


Ia menatap kearah dimana jenderal agung kekaisaran dunia atas yang melarikan diri bagaikan tikus ketakutan dan ia memikirkan lagi sulur yang tadinya membuatnya tidak penasaran kini menjadi sedikit penasaran. Setelahnya, tawa mengerikan keluar dari mulutnya.