The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 128



Wan yao dan Cheng qu yang sudah memasuki kerajaan dunia bawah langsung pergi menemui raja mereka, Zheng bai.


"Apa yang akan kau katakan pada yang mulia ??"tanya wan yao.


"Itu bukan urusanmu !!... tutup mulutmu"desis cheng qu dingin. Kini sifatnya sudah kembali seperti semula, tanpa emosi gila haus darah yang menguasai otak dan tindakannya. Ia dengan dingin dan serius berjalan menemui raja yang ia agung-agungkan, mereka harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang agar jerih payah yang telah mereka lakukan demi kemenangan dunia bawah melawan para bajingan sok suci dari dunia atas.


"Cih"decih wan yao kesal.


"Diam"desis cheng qu saat mereka sudah berada didepan pintu masuk aula takhta dunia bawah.


Dua monster setengah manusia berbentuk banteng dengan mata merah dan baju besi di tubuh mereka dikedua sisi pintu masuk langsung menarik kapak besar mereka dari depan pintu dan langsung mempersilahkan keduanya masuk kedalam ruangan sakral milik kerajaan dunia bawah. Entah ruangan itu digunakan sebagai mestinya atau tidak tapi semua mahluk dari dunia bawah sangat mengagungkan ruang aula takhta kerajaan mereka walaupun faktanya mereka tahu bahwa sang raja sangat gila dalam mengeksekusi langsung musuh-musuhnya didalam sana.


Dua penjaga yang ditugaskan didepan pintu masuk ruangan itu tahu bahwa keduanya adalah orang yang tak bisa disinggung, jadi dengan cepat mereka membuka kapak yang menyilang ditengah-tengah pintu. Cheng qu dan wan yao langsung masuk kedalam.


Ruangan gelap suram dengan hanya cahaya samar dari kobaran api yang ada disetiap sudut ruang besar itu. Zheng bai duduk tenang kursi kekuasaannya, dalam gelap ia melihat kedua bawahannya datang.


"Kenapa kalian datang !"desis zheng bai dingin.


"Maafkan kami yang mulia..."ucap cheng qu langsung menundukkan dirinya dibawah kursi kekuasaan zheng bai.


"Katakan"jawab zheng bai dingin.


"Ketiga wilayah utama kerajaan yang ada didunia manusia di halangi oleh pelindung raksasa...."ucap cheng qu.


"Ck, apakah kalian sangat lemah hingga tidak bisa menghancurkan tabir semacam itu !!"desis zheng bai lagi.


Emosinya sangatlah tidak baik, rencana yang sudah ia buat dengan matang harus berantakan hanya karena satu kebodohan bawahannya. Jika cheng qi masih hidup kemungkinan lelaki itu akan ia siksa dengan brutal tapi sepertinya cheng qi sangat beruntung harus mati di tangan mahluk yang menyerangnya.


Darah pengorbanan manusia yang ia butuhkan hanya tinggal menunggu sedikit lagi untuk membangunkan "dia" tetapi harus menjadi kegagalan. Dan sekarang bawahannya memberitahukan bahwa setiap wilayah sudah diberi sebuah tabir penghalang, siapa yang berani membuat sebuah tabir pelindung raksasa hanya demi melindungi semut-semut menjijikan !!...


Kedua alis zheng bai berkerut satu sama lain, ia diam.


Kemungkinan mahluk-mahluk dari dunia atas yang membuat kekacauan pada rencananya tapi kenapa mereka bisa mengetahui apa yang akan ia lakukan dengan mengorbankan para manusia itu ?!!.. kecuali hanya ada satu kemungkinan, mereka secara tidak sengaja datang ke kerajaan timur. Tapi, untuk apa ?!!... tidak ada kaitannya satu sama lain sedangkan ia sudah memerintahkan wan yao untuk mengeluarkan seluruh monster-monster gila di wilayah selatan.


"Berapa yang kau bunuh saat aku memerintahkan mu untuk melepaskan monster-monster itu ??"tanya zheng bai pada wan yao.


Wan yao terdiam saat mendengar pertanyaan rajanya, ia seperti sedang berfikir.


"Banyak batalion prajurit dunia atas yang mati disana"jawab wan yao.


"Hanya tersisa rubah merah dan beberapa pemimpin prajurir selain dari itu semuanya mati"ucapnya lagi.


"....", Zheng bai mengangkat sebelah alisnya.


Wan yao melihat ekspresi tuannya yang seakan tidak percaya dengan ucapannya hanya terdiam. Wajar tuannya tidak percaya karena waktu itu mereka tidak melewati hutan wilayah selatan.


"Disana masih ada tumpukan mayat-mayat para prajurit itu, yang mulia"ucap wan yao.


"Kau kumpulkan semua mayat-mayat  itu dan jangan biarkan tubuh-tubuh itu membusuk lebih jauh lagi"desis zheng bai santai.


"Baik, yang mulia"jawab wan yao.


"Cheng qu.... apa yang akan kau laporkan"ucap zheng bai dingin.


"Aku menemukan aroma darah itu diantara orang-orang dari kerajaan timur yang mulia"ucap cheng qu.


"Aaa... darah yang terasa lezat itu"ucap zheng bai lagi.


"Apakah kau membawanya ?"tanya zheng bai.


"Tidak, yang mulia... aroma darah itu ikut bercampur dengan orang-orang dari kerajaan dan ikut menghilang dari dalam kubah pelindung raksasa milik mahluk yang membunuh cheng qi"ucap cheng qu.


Zheng bai diam saat mendengar penjelasan bawahannya, ia langsung memerintahkan mereka pergi termasuk cheng qu yang ia perintahkan untuk mengurus ling zhi didalam penjara bawah tanah miliknya.


Cheng qi dan wan yao berpisah didepan pintu aula takhta dengan tugas ditangan mereka.


Hening.


Zheng bai menatap keheningan yang menyelimuti ruangan dimana ia berada, api dari lilin yang hidup sedikit goyah dengan hembusan angin yang tiba-tiba saja berhembus pelan, tak lama kemudian datanglah sesosok berjubah hitam menghadap kepadanya.


"Bagaimana menurut mu ?"tanya zheng bai.


"Tuanku, aku rasa mahluk dengan aroma darah yang menggiurkan itu kemungkinan sangat berguna bagi kerajaan ini"ucap dingin sosok dalam jubah hitam.


"Lupakan mahluk itu, sekarang cari siapa yang berada dibalik kubah pelindung yang ada disetiap wilayah kerajaan manusia itu"ucap zheng bai dingin.


Ia lebih penasaran dengan sosok yang membuat berantakan rencana yang telah ia buat dengan matang, dan sekarang ia harus mencari lagi sisa-sisa bahan yang akan dikorbankan untuk membangkitkan dia.


Sosok lelaki berdiri ditengah-tengah kabut asap yang berterbangan, kabut yang semakin menipis memperlihatkan sesosok tinggi lelaki dengan wajah dingin yang memegang pedang berwarna perak di tangan kanannya, disekeliling lelaki itu banyak benda-benda yang hancur berantakan hingga membuat sebuah lubang besar ditengah-tengah tempatnya berdiri.


Xuan dengan santai berdiri dan ikut mengeluarkan pedang hitamnya.


"Apakah hal itu terlalu menyakitkan untuk mu ??"tanya xuan dingin.


"Persetan dengan semuanya !!!.. aku akan membunuhmu !!!"ucap yuan kasar.


Mata semerah darah milik xuan menatap sosok didepannya yang mempunyai wujud serupa dengan dirinya. Sosok yang selalu menahan diri itu mulai termakan oleh hasrat membunuh, itu hal yang sangat menyenangkan saat kau melihat serpihan jiwa kekuatan mu yang suci ternoda oleh hasrat membunuh yang terasa sangat pekat.


Pedang perak dan hitam beradu satu lain, hembusan energi spiritual ganas menghempas kesisi yang berlawanan hingga keluar dari tubuh yang kini sedang bersandar di batang pohon tua hingga membuat daun-daun dan dahan-dahan disekitar tubuh mereka patah karena hempasan energi spiritual milik yuan dan xuan.


Coughh...


Coughhh...


Darah merembes keluar dari mulut xuan, lelaki itu tak gentar. Seakan mengharapkan hal ini akan terjadi, ia tertawa mengejek.


"Apakah kau punya wajah untuk bertemu wanitaku ??"tanya xuan dingin.


"Apa perduli mu !!!"desis yuan, mata hitam yuan sedikit memancarkan sembrutan merah gelap.


Jlebb...


Jlleebbb....


Mata xuan sedikit terbelalak kaget.


darah merah pekat perlahan mengalir keluar...