
"Sialan !!", desis dingin cheng rou. Wajah pucatnya terlihat datar, mata tajamnya yang terlihat menyimpan banyak kekesalan.
"Tubuh tak berguna", desisnya dingin. Kini, ia berada dibukit tertinggi di wilayah kerajaan barat. Para pasukan dunia atas telah datang kedunia manusia tapi ia tak bisa merasakan dimana kaisar mereka berada.
"Harusnya ia juga datang !!", desis cheng rou kesal.
Keempat formasi raksasa pelindung spiritual masih melindungi empat kerajaan besar milik para manusia dan masih berdiri kokoh, bahkan para binatang spiritual buas dan mahluk gaib paling kuat tak bisa membuat retakan kecil disana.
Ia harus cepat-cepat mencari dimana pusat dari keempat tabir pelindung. jika tidak, rencana yang sudah ia persiapan selama ribuan tahun untuk kebangkitannya harus sia-sia.
Ia butuh lebih banyak darah manusia !!...
Cheng rou berada dalam kepanikan, ia sangat haus. Ia butuh itu sekrang !!!...
Tak ada cara lain !!...
.
.
.
.
Srekk..
Srekkk...
So ah mendengar suara gemerisik dari arah belakang tubuhnya, ia dengan cepat menyembunyikan dirinya dibalik semak disisi lain tempatnya berdiri. suara derap langkah kaki terdengar keras melewati indera pendengarannya. Mata so ah menyipit dalam kegelapan, ia melihat samar pakaian apa yang digunakan orang-orang asing yang tengah melewati tempatnya kini.
Jika mereka manusia, bukankah ia bisa meminta pertolongan kepada para pasukan ini ??, pikir so ah penuh harap.
Tapi, saat ia melihat corak baju besi yang dipakai para prajurit itu. Dirinya terdiam cukup lama.
Aku pernah melihat baju perang yang melindungi tubuh para prajurit ini, tapi dimana ?!!, so ah berfikir keras dan ia secara hati-hati mulai waspada.
Tubuh kecilnya tak berani bergerak seincipun dari tempat persembunyinya. Ia berusaha menahan nafasnya sebisa mungkin.
Tapi, so ah dikejutkan oleh kehadiran kedua kaki, yang berada tepat didepannya.
"Hmp", so ah menahan suara yang keluar dari mulutnya dengan kedua tangannya.
Ia berusaha mati-matian menahan nafas dan suaranya tapi tetap saja kedua kaki itu berjalan semakin mendekatinya.
Selangkah.
Dua langkah.
Dan kini kepalanya tak berjarak jauh dari kedua kaki itu.
Mata so ah terbelalak kaget saat tubuhnya tertarik keluar dari dalam semak-semak tempat persembunyiannya.
.
.
.
.
Disisi lain, sosok laki-laki dalam balutan baju zirah perang berdiri dingin diatas dahan pepohonan. Ia memperhatikan setiap prajurit yang berada dibawah kakinya.
Mata dinginnya berkilat kejam saat melihat para mahluk buas dunia bawah yang sepertinya tak menyadari keberadaan mereka karena tabir yang telah ia buat. Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian sosok itu. Ia memperhatikan diujung tempat dimana para prajuritnya berjalan, disudut tempat itu lebih tepatnya didalam semak-semak tinggi itu.
.
.
.
"So ah ?", tanya yuan pada wanita mungil yang kini terangkat oleh kekuatan spiritual miliknya.
Mata so ah masih tertutup rapat, ia tak berani membuka matanya tapi saat telingannya mendengar suara yang sangat ia kenali itu. Sontak saja kedua matanya langsung terbuka, mata bening itu memerah. Tapi,berikutnya tatapan yang terpancar jelas terlihat pancaran kecewa keluar dari kedua mata itu saat so ah mengetahui bahwa sosok dihadapannya bukan xuan.
Yuan dengan cepat mengetahuinya, ia tehina. ekspresinya berubah drastis.
"Ck", desis yuan kasar.
So ah kaget mendengar suara kasar itu.
"Kenapa kau disini ?", tanya yuan pada so ah.
Hening.
So ah tak menjawab pertanyaan yuan, ia hanya tetap diam.
"JAWAB AKU !!... DIMANA BAJINGAN-BAJINGAN ITU !!!", ucap yuan penuh penekanan pada tiap kalimatnya.
So ah hanya diam mendengar ucapan kasar yuan.
"Baik, baik, sekarang kau telah menjadi wanota ****** yang tak tahu malu bukan !!", desis yuan dingin.
Ia dengan gila mendekati so ah dan membawa tubuh so ah kedunia atas dengan seluruh pasukan miliknya.
"Lepas !!.. lepaskan aku !!", ucap so ah.
Suara lembut yang terdengar berdenting lemah ditelinga yuan membuat lelaki itu berhenti berjalan.
Ia rindu suara ini.
"Lepaskan aku !!", ucap so ah lagi yang berusaha berontak dari cengkeraman yuan.
"DIAM !"bentak yuan dingin.
So ah yang melihat celah diantara mereka, dan disisi lain tangannya menggapai paksa gagang pedang milik salah satu prajurit yang berdiri tak jauh darinya.
"Atas dasar apa kau akan membawaku !!", ucap so ah dingin. ia mencengkeram erat pedang ditangannya. berusaha untuk waspada pada sekelilingnya.
"Aku ??... bukankah aku suamimu ?", ucap yuan dingin.
So ah terdiam.
Benar apa yang diucapkan yuan padanya bahwa lelaki ini juga suaminya tapi kenapa ia tak merasakan ikatan antara suami dan istri seperti ikatannya dengan xuan. ikatan yang membuatnya bisa merasakan apa yang dirasakan lainnya.
Apa yang salah disini ??..
Yuan yang melihat so ah terdiam dan tak berontak lagi, ia ingin dengan cepat membawa wanita itu masuk kedalam paviliun naga miliknya. tapi, segalanya tak seperti apa yang ia pikirkan.
So ah menebaskan pedang kearahnya, dan secara tiba-tiba salah satu prajurit yang merasakan bahwa tuannya berada dalam bahaya dengan cepat menggunakan tubuhnya sendiri sebagai tameng untuk melindungi tubuh kaisar. goresan dalam horizontal terbentuk didada prajurit malang itu. yuan dengan santai menyingirkan tubuh prajurit itu dari hadapannya.
Wajah so ah terciprat darah dari luka prajurit itu, ekspresinya masih tetap waspada melihat yuan yang datang mendekatinya. entah bagaimana tubuhnya langsung bergerak cepat saat salah satu dari prajurit yuan ingin menangkapnya. dan secara tiba-tiba ia menancapkan pedangnya tepat dijantung prajurit itu. tubuh prajurit mati jatuh tersungkur di bawah kakinya, disana tepat dibawah kakinya terbentuk genangan darah.
So ah mundur, yuan terdiam ditempatnya. Sedikit kaget dengan apa yang ia lihat kini.
"Jangan dekati aku", desis so ah.
Hening.
Yuan yang melihat celah kewaspadaan so ah, ia dengan kasar menarik pedang di tangan so ah dan menghempaskannya jauh. Dirinya dengan paksa membawa tubuh so ah ke paviliun miliknya dan menurunkan kasar tubuh wanita itu.
"lihatlah, istriku", ucap yuan lembut.
"apakah kau tak percaya bahwa kita adalah pasangan yang ditakdirkan ?" bisik yuan lembut.
So ah masih terdiam mendengar ucapan yuan, tapi saat matanya melihat lukisan besar antara dirinya dan yuan ia hanya bisa terpaku.
So ah menatap yuan.
"Apa yang kalian lakukan padaku ?!!", tanya so ah dingin.
"JAWAB !!!" ucap so ah lagi.
Yuan tersentak kaget saat untuk pertama kalinya ia mendengar so ah berbicara dingin padanya.
"Tidak, tidak, ini bukan apa yang kalian lakukan padaku hahaha... bukankah aku disini yang sebagai korban dari keegoisan kalian !!... Jawab !!.. JAWAB AKU !!", ucap so ah dingin.
"KAU pembunuh anakmu sendiri ah tidak bukankah bayi yang tengah aku bawa itu bukanlah bayi milik kita tapi antara aku dan xuan !!...", ucap so ah mulai panik.
"PERGII !!!... PERGI DARI HADAPANKU !!!", teriak so ah.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari hadapanmu", ucap yuan tegas.
Srakkk...
"KAU LIHAT LUKA INI !!!" ucap so ah, suaranya penuh tekanan dan bergemetar pada saat yang bersamaan.
Bekas luka besar yang melintang dari perut rata kepinggang ramping itu sangat merusak pemandangan, dari bekasnya orang lain mungkin bisa mengetahui bahwa itu bukan luka biasa dan mungkin luka itu sangat menyakitkan.
"Apakah aku harus memberikan diriku untuk lelaki yang menyakiti anakku dan bahkan ingin membunuh mereka ??... atau aku tak perduli jika aku harus mengandung anak lelaki yang kau katakan sebagai iblis itu !!.. aku tak perduli !!... mereka besar didalam rahimku, mereka yang menemaniku !!... dimana kau disaat aku tertekan dan bingung dengan keadan diantara kita !!.. dimana !!.. apakah ego dan harga diri mu itu yang kau pentingkan !!.. atau kau merasa bahwa aku ini adalah seorang ****** hina !!.. jawab aku !!", ucap so ah dengan suara parau.
Ia sangat frustasi begitu pula yuan yang saat ini melihat bekas luka yang telah ia perbuat dan bukan hanya itu saja ia juga yang mungkin berperan besar membuat so ah sengsara.
Tapi, eksentasi apa dirinya ini !!...
Benalukah ??...
Ataukah ia yang tak tahu malu imi telah mengambil segala sesuatu milik kaisarnya ??..
"ARRGGHHHHH !!!!", gertak yuan.
Ia membanting pot bunga disampingnya dengan penuh amarah. ia menghancurkan segala sesuatu yang berada didalam ruangan muliknya.
SIAPA DIA !!!..
TUBUH SIAPA INI !!!...
APAKAH IA BEGITU HINA ATAU IA YANG EGOIS DAN TIDAK TAHU MALU !!!..
JIKA BEGITU, SEGALA SESUATU HARUS MENJADI MILIKNYA, MAU ATAU TIDAK !!!... SO AH TETAP MILIKNYA WALAU IA TAHU BAHWA DIRINYA SENDIRI YANG TELAH MEMUTUSKAN IKATAN PERNIKAHAN MEREKA.
IA TAK PERDULI, ASALKAN SO AH TAK MENGETAHUINYA IA TETAP BISA MEMBUAT SO AH MENGANDUNG ANAK MEREKA !...
PERSETAN PERANG ANTARA DUNIA BAWAH DAN KEKAISARANNYA !!..
PERSETAN PERANG, IA AKAN MEMBUAT SEGALA SESUATU BERGERAK DIBAWAH KAKINYA !