The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 245



"Kau... dimana lianxu huandi ku !!!...", desis cheng rou marah.


Hening.


So ah yang akan pergi, langkahnya terhenti. Ia berbalik arah, tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Bagaimana wanita itu mengetahui nama xuan !!!.. ah tidak apa yang wanita itu maksud !!!..


Sebuah memori melintas dengan cepat dan masuk kedalam pikirnya. Mata so ah kosong. Ia sangat kaget dan kaget. Apa yang harus ia lakukan.


Wanita itu !!!...


"Stttt", desis yi pada so ah.


So ah yang tadinya kaget karena kehadiran yi hanya bisa menuruti ucapan lelaki itu. Perhatiannya teralihkan dan yuan melihatnya.


"Bajingan !!!", desis marah yuan.


Yi hanya melirik yuan, ia pergi dengan membawa tubuh so ah bersamanya. Belum sempat yuan ingin mengejar keduanya, cheng rou menghalangi tubuh yuan.


"APA YANG KAU LAKUKAN !!!", ucap marah so ah pada yi.


"Maafkan aku, manusia", jawab cepat yi.


"TURUNKAN !!.. TURUNKAN AKU !!", desis so ah.


So ah yang terus berontak dalam dekapannya sedikit menyusahkan pergerakannya. Dan lagi ia juga harus melewati binatang-binatang buas spiritual yang tersebar di wilayah kerajaan dunia bawah.


Akhirnya yi, mau tidak mau menurunkan tubuh so ah ditempat yang ia rasa aman.


"Apa yang kau inginkan dariku", ucap so ah dingin. Ia sedikit merasakan sesuatu yang aneh dan hal itu tengah disimpan rapat oleh lelaki immortal didepannya ini.


"Aku, aku, aku hanya ingin membalas hutang budi nyawaku saja", ucap yi dingin dan sedikit gugup.


"Hutangmu ku anggap telah selesai, dan jangan menghalangi jalanku", jawab so ah tegas.


Yi terdiam mendengar jawaban tegas dari manusia lemah dihadapannya ini. Ia merasakan sesuatu yang lain di hatinya. Ia patah hati karena penolakan so ah walaupun setiap katanya tak mengandung kata-kata menyakitkan tapi ia merasakan sakit yang aneh. Benar, realita yang ada. Wanita ini, manusia ini, telah menjadi milik kaisarnya.


Yi menunduk rendah di hadapan so ah. Seperti bawahan yang menuruti perintah tuannya.


"Apa yang kau inginkan ?", tanya so ah.


Ia tak punya waktu lagi sekarang ini !!..


"Jadikan aku salah satu dari orang-orang mu", ucap tegas yi.


Tanpa pilihan, dan tak ingin memperpanjang waktunya ditempat ini. So ah dengan yakin memegang pundak yi.


"Kau, sekarang telah menjadi orang-orang ku, dan tugas pertamamu pergilah ke medang perang, lindungi gadis burung itu dan seluruh saudara-saudaramu di sana", ucap so ah pada yi.


"Aku bisa merasakan bahwa mereka sangat membutuhkan seorang pemimpin", ucap so ah tegas.


Ia selama pelariannya dari tempat pengorbanan itu, mendengar semua hal yang seharusnya tak ia dengar atau memang ia harus mendengarnya.


Perang.


Telah terjadi, dan itu diantara para mahluk aneh dari dunia ini.


Dan kini, ia berada ditengah-tengah perang itu.


So ah memikirkan orang-orang terdekatnya di dunia manusia.


Apakah mereka baik-baik saja ?!..


.


.


.


.


.


.


Disisi lain, wan yu kini tengah berada di kekaisaran dunia atas.


Lelaki itu berjalan santai dari satu daratan kedaratan lain. Ia menatap dingin sekelilingnya.


Lelaki yang berasal dari dunia bawah itu terlihat tidak terluka karena energi suci spiritual dari sekelilingnya yang berbeda jauh dengan energi dari dunia bawah.


Wan yu berjalan kearah tonggak perak yang berada tepat ditengah istana kekaisaran.


Ia terlihat menempelkan sesuatu disana. Tapi, gerakannya terhenti saat ia merasakan sesuatu yang berbahaya akan menyerangnya.


Wan yu dengan instingnya langsung menghindar. Dan ledakan besar dari tempatnya berdiri membuat ia begitu waspada melihat sekelilingnya.


Kosong.


Ia telah yakin bahwa tak ada siapapun di istana kekaisaran ini, dan kalaupun ada itu hanyalah beberapa pasukan yang telah di buat sebagai bonekah hidup oleh kaisar itu.


Lagi.


Ia kembali merasakan bahaya menyerangnya.


Ledakan.


Ledakan.


Wan yu terus menghindarinya.


"Keluar kau !", desis dingin wan yu.


Hening.


Lagi.


Ledakan kembali menghantam kearahnya.


"Apa yang kau inginkan dari tempat itu", desis sebuah suara yang terdengar mengancam wan yu.


"Tidak ada urusannya dengan mu !!!... keluar !!!... bajingan pengecut !!", desis marah wan yu. Ia sedikit bingung. Secara garis besar, ia bisa menebak bahwa mahluk yang belum melihatkan tubuhnya itu sangat mengetahui tempat suci.


Dan serangan besar mulai menyerang wan yu.


"Kau !!!", desis marah wan yu.


"Hahahaha... kau akan menyesal karena telah melawanku hahaha...", ucap wan yu.


Dari belakang tubuh wan yu secara tiba-tiba tumbuh pohon raksasa yang bergerak tumbuh semakin besar dan besar.


Pohon spiritual kuno.


Disini, wan yu akan menanam kekuasaan yang seharusnya menjadi miliknya itu.


Sosok yang tadinya begitu agresif menyerang wan yu kini tak menunjukkan tanda-tanda keberadaanya.


Bangunan megah istana kekaisaran dunia atas kini telah dirambati akar-akar pohon sliritual milik wan yu. Terlihat ingin mencapai wilayah tempat suci.


Gemuruh besar mulai menggetarkan seluruh daratan yang masih tersisa di dunia atas.


Wan yu tertawa iblis. Ia begitu bangga dan bangga bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai kaisar agung yang baru. Tapi, tawanya tak berlangsung lama.


Ia terpaku dingin, menatap kearah lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


Padang kematian.


Kesuraman besar tampak disana. Seluruh pasukan kekaisaran dunia atas harus mundur saat melihat kedua pemimpin klan yang salah satu dari mereka adalah jenderal tertinggi di kekaisaran terlihat tak berdaya.


Rasa ketakutan mulai merambat naik kesetiap hati para pasukan itu.


Sebelumnya, pasukan dunia atas yang tadinya telah berada dalam ilusi kuat milik yuan kini telah sadar karena yuan yang secara paksa memerintahkan mereka untuk mengumpulkan banyak energi spiritual di seluruh tubuh mereka. Dengan jaminan seluruh nyawa diatas tiga daratan besar didunia atas. Seluruh pasukan dari kekaisaran menuruti perintah mutlak kaisar agung mereka.


Turun.


Dan berperang.


Entah itu hidup atau mati, setidaknya seluruh nyawa yang tak bersalah diatas daratan itu akan tetap selamat.


Tapi, mereka tidak tahu. Bahwa salah satu dari daratan yang berisi rakyat dunia atas telah hancur beserta seluruh mahluk-mahluk yang berada disana.


Dan kini, mereka tengah menghadapi krisis besar.


Tanpa kaisar agung.


Tanpa jenderal tinggi.


Dan hanya tersisa pion-pion lemah diantara mereka.


Kekuatan pasukan antara dunia atas dan dunia bawah kini tak seimbang.


Para pasukan kekaisaran dunia atas telah tersudut.


Pasukan kekaisaran dunia atas mulai melemah, chen qu yang melihatnya merasa sangat puas dan puas.


.


.


.


.


.


So ah yang telah memastikan lelaki rubah itu pergi meninggalkannya. Ia pergi menuju arah dimana mereka datang.


Sekarang atau ia yang terlalu bodoh, mimpi-mimpi yang sebagian kecil telah ia alami dari waktu ia kecil hingga remaja dan mimpi itu berhenti saat ia bertemu yuan dan kembali lagi saat ia bertemu xuan.


Segalanya yang tadinya tampak samar dan membuat ia begitu ketakutan, seakan memperjelas hal itu.


Kenapa ia begitu memilih xuan yang bengis daripada yuan yang lembut padanya...


Kenapa ia begitu ingin bertahan pada bayangan suram yang selama ini xuan berikan padanya...


Ikatan benang merah antara ia dan xuan begitu kuat.


Mimpi itu adalah sebagian ingatannya dikehidupannya yang lalu.


Air mata xuan di gua kristal itu.


Energi spiritual hangat Xuan.


So ah bisa merasakannya.


Ia begitu bodoh, tak bisa mengerti bagaimana sifat dingin lelaki itu.


Dan kenapa ia baru bisa mengerti hal itu kini !!!


Apa yang telah lelaki itu lakukan dimasa lalu !!.. terlalu banyak hal yang tak ia sadari, dan xuan telah memberikan semua hal untuknya walau cara lelaki itu sangatlah tidak manusiawi dan ia salah mengerti...


Air mata mengalir deras dikedua mata cantiknya.


Dikehidupan ini, ia berhasil menyelamatkan kehidupan buah hatinya.


Hati so ah begitu nyeri saat ia mengingat bahwa ia tak bisa menyelamatkan kehidupan buah hatinya di kehidupannya yang lalu.