
Setiap langkah yang ia ambil sangat berat, hingga ia mencapai pintu masuk rumah dihadapannya ini dan perlahan membukanya.
Hal pertama yang menyambutnya adalah debu-debu berterbangan serta suara cicitan tikus dibeberapa sudut.
Ruangan asing yang untuk pertama kali ia masuki masih tetap rapi walau terdapat tumpukan debu tebal disana.
Rumah yang terbagi menjadi dua ruangan disisi kanan dan kiri, dengan mantap yuan berjalan memilih arah kanannya.
Ruangan so ah dan sosok yang ia ketahui dari aromanya sebagai naga pelindung dari dunia bawah, tinggal dalam satu atap rumah. Walau mereka menggunakan ruangan berbeda, tetap saja yuan mulai curiga.
Jika semenjak saat itu, sudah pasti dunia bawah mengincar so ah atau mungkin sebaliknya ?!...
Yuan masih mencari alasan yang tepat kenapa mahluk itu dulu bersama dengan so ah.
Ingatan demi ingatan yang sempat ia tidak ingat dengan jelas dan ia lupakan karena efek dari racun ular kuno dari naga pelindung dunia bawah mulai muncul dipikirannya.
"Agh"desis yuan.
Ia meremat pinggiran kayu kursi santai disampingnya hingga retak dan tanpa sengaja ia melihat celah laci meja rias disudut ruangan yang dekat dengan jendela sedikit terbuka.
Yuan menarik laci itu dan isi didalam laci itu adalah beberapa baju bayi dan balita hasil jahitan serta sulaman khas milik so ah.
Sulaman dan jahitan yang rapi dipakaian-pakaian mungil ditangannya membuat yuan langsung terdiam tak bisa berkata apapun.
Sebegitu inginnya dirimu melindungi anak ini ?..
Yuan tak bisa mengekspresikan perasaannya, ia merasa seperti jatuh diketinggian dan terjun bebas dalam kegelapan.
Yuan meremat pakaian mungil ditangannya itu dengan emosi.
"Aghh"desis yuan merasakan sakit di tubuhnya.
Ia melihat punggung tangannya kini perlahan muncul urat-urat hitam, racunnya muncul kembali. Yuan dengan kasar menegak ramuan yang diberikan bingbing padanya.
Tidak, tidak seharusnya ia emosional seperti ini, ia harus dengan cepat menemukan keberadaan mahluk mencurigakan itu.
Yuan memandang dalam laci yang berisi banyak pakaian anak-anak itu.
Ia langsung bergegas pergi dari tempat itu bersama dengan ketiga jenderalnya.
Rumah yang pernah so ah singgahi itu, kini telah berubah menjadi lautan api merah yang membakar segala sesuatu didalamnya.
"Apa yang terjadi dikerajaan timur ??"tanya yuan.
"Sangat kacau yang mulia... kerajaan itu kini hanyalah kerajaan mati"sahut yi.
Yuan hanya diam, dan terus fokus kedepan. Akhirnya setelah memakan waktu setengah dupa, mereka sampai dikawasan kerajaan timur.
"Apa yang telah terjadi ?"tanya yuan melihat kerajaan mati tepat dibawahnya.
Yuan yang berdiri diatas benteng kerajaan timur melihat rumah-rumah yang sebagian hancur dan sebagian masih berdiri tegak walaupun hanya puing-puing saja yang tersisa disana. Segala sesuatu yang mereka lewati sunyi tanpa nafas keberadaan mahluk hidup.
Tulang belulang mahluk hidup berserakan dimana-mana, tanpa ada pemakaman ataupun manusia yang membersihkannya.
Darah.
Yuan bisa merasakan sisa-sisa penuh pembantaian berdarah disini, bekas kejadian yang sangat mengerikan.
Aroma so ah yang samar tertutupi darah yang walaupun sudah lama kejadian ini terjadi dikerajaan timur masih tersisa. Yuan perlahan mengikuti aroma keberadaan so ah hingga ia sampai disatu rumah penginapan.
Pintu masuk rumah penginapan ini tertutup rapat dengan kertas besar mantra merah dan kuning pengusir roh jahat.
Kriiett...
Yuan membuka pintu besar itu dan yang lebih mengejutkanya adalah kondisi ditempat ini lebih parah daripada kondisi disetiap jalan yang ia lewati saat masuk kedalam kerajaan ini.
pembunuhan manusia dalam jumlah besar, dan yang melakukannya sudah pasti dunia bawah.
Biadab !!...
Yuan melihat bekas cakaran tajam didinding dan lantai lorong rumah penginapan ini, ia terus berjalan hingga sampai di sudut terdalam yang terdapat dua rumah utama penginapan disana.
Yuan masuk kedalam salah satu rumah itu.
So ah.
Xuan.
Mereka sempat berada ditempat ini.
Yuan menahan emosinya yang sudah sampai pada kondisi yang mana akan meledak setiap saat.
"Kenapa kekaisaran dunia atas tidak membantu kerajaan ini"ucap yuan dingin.
"Mereka, para anggota kerajaan timur sudah melakukan perjanjian kepada kerajaan dunia bawah, yang mulia"ucap yi.
"Kami tidak bisa memasuki kerajaan ini juga karena sebuah benteng pelindung besar yang melingkupi seluruh kerajaan"ucap yi lagi.
"Siapa yang bisa melakukan semua ini"pikir yuan dingin.
"Bukankah anda yang memerintahkan seluruh rakyat yang tersisa untuk pergi ke kekaisaran Qi besar, yang mulia ??"ucal long santai.
Yuan terdiam mendengarnya.
"Lupakan hal itu"desis yuan dingin, ia menampik fakta bahwa lelaki iblis itu masih mempunyai sisi hati nurani.
Long hanya diam dan sedikit memandang aneh kaisarnya.
"Hui, apa yang kau temukan ??"tanya yi.
"Itu barat daya"ucap hui.
Mereka dengan cepat menuju ke barat daya dan langsung terdiam saat melihat pohon kuno yang kini memiliki sulur beracun dan ketika yuan lebih mendekat kearah pohon kuno itu terdapat lingkaran tulisan kuno yang digunkan sebagai tempat pengorbanan.
"Jangan-jangan !!"ucap long.
"Semua manusia dikerajaan ini sudah dijadikan tumbal pengorbanan untuk pohon ini"ucap yuan dingin.
Hui, Yi dan Long terdiam mendengar ucapan yuan yang selalu tepat pada sasaran.
"Lantas, apa tujuan mahluk itu datang ke kerajaan mati ini ??"tanya hui.
"Benar, mahluk itu pasti mencari sesuatu yang berharga tapi tidak dikatahui banyak orang ditempat ini"sahut long lagi.
Yuan hanya diam melihat pohon raksasa dihadapannya itu dengan pandangan dingin. Matanya sedikit memicing ketika ia melihat siulet roh yang menempel dan menyatu di pohon raksasa mati itu.
Yuan langsung terbang menuju ke puncak pohon dan dengan cepat mengcengkeram roh tumbuhan itu.
"...." Hui, Yi dan long terdiam melihat benda yang yuan bawa di tangannya.
"Apakah ini mahluk yang keluar dari tempat suci itu ??"tanya long.
"Mungkin"ucap yi.
Yuan melempar roh tumbuhan itu kearah yi dan dengan mudahnya yi menangkap kembali roh tumbuhan yang yuan lemparkan padanya.
"Kembali ke kekaisaran"ucap yuan dingin.
Semenjak kepulangan mereka mencari roh spiritual itu, sikap yuan berubah drastis. Lelaki itu lebih suka menghabiskan waktunya didalam paviliun naga.
Yuan juga tidak ambil pusing dengan roh spiritual yang telah mereka dapatkan, ia hanya melempar mahluk itu ketangan yi untuk diintrograsi yang pada akhirnya tetap tak mendapatkan informasi apapun dari roh itu.
Yuan yang berdiri dan melihat keluar dari jendela kamarnya menatap keatas dimana tempat suci itu berada.
"Jika disana sudah ada kehidupan, apakah xuan menyembunyikan mu dsana ??"pikir yuan dingin.
Jika iya, bukankah ia harus menghancurkan tempat itu dan membawa kembali so ah kedalam genggamannya.
Segalanya harus berjalan seperti semula.
So ah hanya miliknya.
Selamanya tetap miliknya.
Xuan, bajingan itu hanyalah pengacau dalam kehidupan mereka dan sudah seharusnya hal yang tidak pantas untuk hidup adalah kematian.
Tapi, apa hubungan so ah dengan naga pelindung dunia bawah ??...
Yuan memikirkan hubungan antara keduanya yang mungkin saja tidak akan pernah berhasil karena kekejaman naga pelindung itu yang sudah pasti menjadikan so ah sebagai tahanannya.
Tapi, apakah itu mungkin !!...
Yuan melihat sendiri bagaimana keadaan rumah itu dan bisa dikatakan sosok yang hidup didalam rumah itu takkan merasa kekurangan.
"Cih, satu lalat lagi bertambah !!", desis yuan dingin.