
Kemeriahan besar terlihat kekaisaran dunia atas. para pedagang yang berada dipinggir jalan kekaisaran qi terlihat bersemangat menawarkan dagangan mereka. kain-kain serta lentera penuh warna memenuhi jalanan besar kekaisaran qi. saat ini kaisar dari kekaisaran qi telah mengundang seluruh wilayah yang berada dibawah kekuasaan kekaisaran qi untuk menyambut kedatangan QiRui Wang.
Para gadis muda yang belum menikah, telah memenuhi sebagian besar toko perhiasan diwilayah kekaisaran itu. bahkan ada beberapa dari mereka yang bertengkar satu sama lain karena selera yang sama atau barang yang hanya satu tapi tak bisa dimiliki karena ada pesaing yang lain.
Begitu riuh, bahkan sebelum hari perjamuan penyambutan QiRui Wang. Keramaian telah semakin penuh dan penuh.
.
.
.
.
Kini, xuan tengah bersantai dengan so ah disampingnya. ia meletakkan kepalanya di paha istrinya.
"apa sebenarnya yang akan kau lakukan ??", tanya so ah lembut.
"hehhe, tidak ada", jawab xuan santai.
plak.
so ah menampar kening suaminya itu, ia gemas.
"sakitt~~", ucap xuan.
"muqin, fuqin menjijikan", desis xi yao yang ada di depan so ah dan xuan.
so ah yang mendengarnya tertawa geli. ia melihat wajah suaminya yang terlihat seperti di sakiti itu dan melihat kearahnya. xuan mencari pembelaan. dan tawa so ah semakin lebar.
"muqin, muqin, kenapa sup akar teratai ini begitu lezat", tanya ying yue.
"ck, mei mei, semenjak berada disini, kau seperti babi kelaparan", ucap xi yao dingin.
mata ying yue mulai panas, ia siap menangis. melihat hal itu, xi yao cepat-cepat melanjutkan ucapannya.
"tapi, mei mei tetap secantik akar teratai itu sendiri", ucap xi yao asal.
akar teratai yang bulat, sambungnya sembari terkekeh. dan keningnya terkena sentilan lembut dari ayahnya. xi yao hanya tertawa menanggapi sentilan ayahnya.
"hehehe , tidak tidak... ge ge berbohong", ucap xi yao.
"mei mei tetap cantik, tapi jangan terlalu banyak makan, dikemudian hari takkan ada yang suka dengan mei mei jika mei mei banyak makan", ucap xi yao.
ying yue terdiam. ia memegang pipinya yang masih terdapat lemak bayi disana. ia diam. ia memegang perutnya yang sedikit berisi karena habis beberapa mangkuk sup. ia diam.
"tidak apa-apa, mei mei bisa menjadi diri mei mei, jadi jangan dipikirkan. tapi yue er, jangan makan terlalu banyak, nanti perutmu tak bisa menerimanya dan sakit", ucap so ah lembut.
"en, niang", sahut ying yue tersenyum manis.
Besok, yue er harus berhenti makan.
keesokkan hariya, Xi yao membawa biji teratai dan keduanya hampir menghabiskan sepuluh penuh wadah rajutan bambu.
Ying Yue marah pada Kakaknya tapi keesokkan harinya lagi hal itu terjadi.
.
.
.
.
Hari perjamuan terlihat begitu meriah dan sangat penuh sesak dijalanan istana kekaisaran qi.
Xuan telah pergi terlebih dahulu menuju istana kekaisaran karena panggilan dari kaisar qi. Yuan telah menggantikan xuan kini tengah duduk diruang perjamuan. Ia sengaja meminta dua kursi tambahan ditempatnya, dan tanpa berkata apapun para pelayan yang tersipu malu menuruti perintahnya.
Ia kini yang berada dalam balutan hanfu putih dengan luaran jubah hanfunya yang berwarna hitam bercorak emas putih dan merah yang menyebar dibeberapa sudut pakaiannya. hiasan khas QiRui Wang terlihat melingkar diatas ikatan sanggul kecil rambut miliknya. alis pedang yuan, mata tajam datarnya, dan ekspresi dingin kosongnya begitu sangat mempesona. ia terlihat jauh lebih mempesona, seluruh tatapan mata para gadis muda melihat kearahnya. para gadis itu berharap ia akan mengambil selir.
"wangye, maafkan saya, tapi apakah wangfei sedang dalam kondisi tidak sehat ??", tanya salah satu kepala kediaman Xing.
seluruh tempat itu diam menantikan jawaban QiRui Wang.
"Kenapa tuan Xing mempertanyaakan keberadaan wangfeiku", tanya yuan santai.
gadis muda di sebelah pemimpin itu tersipu malu saat tatapan mata yuan mengarah padanya atau lebih tepatnya pada ayahnya. tapi, ia terlalu percaya diri saat ia yakin bahwa tawaran ayahnya kepada QiRui Wang takkan ditolak. tapi, ia terlalu senang akan euphoria yang ia rasakan hingga tak mendengar ucapan yuan.
Seluruh gadis-gadis ditempat itu juga bersama dengan ayah mereka, mereka menawarkam pernikahan pada yuan, dan secara terbuka melamar yuan dengan keangkuhan tentang isi kediaman mereka. yuan masih diam, ia terliha seperti memikirkan hal itu baik-baik dan terlihat banyak sinar harapan dari wajah-wajah manusia serakah didepannya itu.
Kaisar mengangguk, dan yuan mengerti akan hal itu.
setelah jamuan ini, panen besar, pikir yuan tersenyum dingin.
Suara pintu yang terbuka lebar ditengah-tengah perjamuan membuat seluruh mata yang tadinya melihat liar ketampanan wangye, dan ketika melihat wangye yang tadinya dingin dan malas merubah ekspresinya ketika pintu dibuka.
disana, tampak seorang wanita dengan kecantikan surgawinya berjalan bersama dua orang anak kecil yang menggandeng tangannya.
Rambutnya yang panjang, di sanggul setengahnya dengan setengah rambut lainnya menjuntai indah. hiasan rambut dari emas, yang membentuk bunga mawar merekah dengan satu mutiara putih sebagai inti dari bunga itu terlihat berkilau lembut. mutiara putih yang lebih kecil terlihat tersambung kedepan dengan kedua sisi lainnya terdapat hiasan ukiran empat emas mawar kecil melengkung menjadi segiempat dengan inti mutiara. mawar-mawar yang lebih kecil membentuk rantai dan tersambung pada hiasan kening segienam denvan beberapa titik berlian putih disana. Tanda lahir cinnabar so ah menambah pesona disana. dan dikedua sisi lain hiasan rambut mawar itu, menjuntai rantai lain dikedua sisi kepala so ah dengan ujing bulatan spiral dengan isi mutiara lain. anting-antingnya yang kecil panjang terlihat menjenjangkan lehernya. tak menambah berat karena hiasan rambutnya yang langka.
Hanfu putih gading, dengan luaran jubah hanfunya yang bercorak emas, merah itu bertautan. dua bros mawar merah berada dikedua sisi di bagian luaran hanfunya begitu kontras dan menarik untuk hanfu yang terlihat polos tapi menganggumkan itu.
"QiRui Wangfei, memberi salam kepada kaisar dan permaisuri", ucap so ah lembut.
"siapa kedua anak disampingmu itu ??", tanya permaisuri shui lan.
"salam kepada permaisuri Qi Lan", ucap yue er dan yao er bersamaan.
"mereka adalah anak-anakku, jiejie", ucap yuan yang kini tengah tersenyum jahat.
"yang tua Xi Yao, yang bungsu ah tidak yang kedua Ying Yao, Kemungkinan akan ada lagi yang datang", ucap xuan, ia sangat senang hingga tanpa sadar merebut kesadaran yuan.
seketika, ruangan itu meledak dengan keriuhan. beberapa gadis muda yang tadinya terlihat segar, kini layu. mereka sudah tidak mempunyai harapan lagi.
wajah yang sempurna dengan kecantikan yang bisa menggetarkan dunia.
Ditambah lagi telah memberikan kediaman QiRui wang dua keturunan sekaligus pewaris.
Dan lagi ?!!..
Berita yang dengan cepat merambat bagaikan api. banyak yang tertawa akan harapan para gadis itu karena merindukan sosok yang begitu sempurna dan banyak pula yang kasihan karena nasib keluarga mereka yang serakah.
kini, xuan dan so ah berada di dunia atas. Mereka tengah berada disalah satu daratan kecil lainnya yang berisi makam Zheng bai dan Jing mei.
"suami, benang takdir keduanya begitu kuat", ucap so ah lembut.
"ya, kaisar tahu akan hal itu", jawab xuan memeluk tubuh istrinya.
"aku berharap kehidupan keduanya akan jauh lebih baik", ucap so ah lagi.
"benar, zheng bai telah menggenggam erat kakak ipar dalam genggamannya", ucap xuan.
so ah hanya diam, ia menyenderkan kepalanya di tubuh hangat suaminya.
.
.
Dari sesuatu yang hancur.
.
Kedinginan satu kehidupan.
.
Kesedihan, Darah, dan Pengorbanan.
.
Kekeringan dingin dalam kegelapan kosong, kesejukan kedamaian.
.
Hanya belajar untuk menjadi pahit dan pelit untuk setetes perasaan.
.
Benang takdir hanya membawa keengganan Derita dan Kebahagiaan.
.
Api keabadian membawa kehidupan dan kematian.
.
Guguran lembut persik, aliran lembut teratai putih keabadian.
.
Cinta abadi kaisar agung kepada permaisurinya.