The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 255



"kenapa ?", tanya yuan pada so ah. saat ini mereka tengah duduk di gazebo sembari melihat kedua anak yang tengah bermain dan tertawa bahagia bersama beberapa roh spiritual bunga.


"apakah harus ada jawaban atas jawaban ?", sahut so ah lembut.


Yuan terdiam. kini ia merasakan apa yang dirasakan xuan, hanya berubah jiwa dan kesadaran spiritual.


Tubuhnya telah mati, tapi jiwa dan kesadaran spiritualnya masih ada berkat energi ying yang tersisa di inti spiritual miliknya. tapi, itu bukan tubuhnya, itu hanya tubuh sementara yang terbuat dari kayu suci kuno.


Xuan busuk !, pikir yuan dingin karena semakin ia berfikir dalam bahwa sangat tidak masuk akal jika pasangan suami itu memohon agar ia ada dan lagi dari yang ia ketahui dari xuan bahwa wan yu datang ketempat ini dan mengakui bahwa dia keturunan kaisar terdahulu.


bajingan sinting, pikir yuan jijik.


xuan yang mendengar pikiran yuan mendengus.


entah bagaimana, ia yang awalnya akan kembali mengambil jiwa spiritual ying miliknya yang masih tersisa di tubuh yuan secara implusif membuat jiwa yuan juga ikut terbawa. waktu itu xuan melihat tatapan mata wanitanya yang begitu kosong dan terdapat beban berat disana.


"cih, aku menyesal !.. seharusnya kaisar ini tidak berbelas kasih pada mahluk menjijikan itu !!", desis xuan.


yuan yang juga mendengar desisan kesal xuan hanya diam tak menanggapinya.


Kini, ia dan xuan harus berbagi.


.


.


.


.


.


Dai luan yang xuan perintahkan untuk mengambil alih kekuasaan di wilayah dunia bawah kini lelaki itu tengah duduk diam. ia mengingat kembali apa yang dikatakan kaisar agung bajingan itu !!!..., pikir dai luan yang secara langsung mengumpati ayah dari belahan jiwanya. tapi, saat ia ingat akan hal itu, dai luan terdiam.


Xuan tak mengizinkan Dai luan untuk melihat putri bungsunya yang sekaligus belahan jiwa dai luan. xuan telah mengetahui bahwa jiwa dai luan dan jiwa ying yue telah terikat benang merah. jadi ia merasa bahwa dai luan akan merebut harta berharganya yang lain.


Keh, bajingan tua !... kenapa aku harus tertidur selama ribuan tahun dan baru bisa bersama wanita ku dan dia dengan cepatnya mendapatkan harta berharga kaisar ini, pikir xuan. ia iri sekaligus kesal.


Kenapa kaisar begitu serakah !!!, pikir dai luan waktu itu.


Xuan yang melihat wajah dai luan frustasi, ia bahagia dan tersenyum jahat. Dan karenanya dai luan harus menjadi penguasa di dunia bawah.


Dai luan memandang bosan, mahluk-mahluk yang tengah berlalu lalang dibawahnya.


Ia frustasi.


Tuk.


Tuk.


Tuk.


Bola bulu putih dibawah kaki dai luan. Ia melihat kebawah.


"apa !", tanya dai luan ketus.


"pyuuuu~~~", sahut bola bulu itu.


Dai luan mengangkat sebelah alisnya.


"Benarkah ?", tanyanya.


"Pyuuu... pyuuu~~~", jawab bola bulu itu dan kemudian menggelindingkan tubuhnya pergi.


.


.


.


.


Disisi lain, kini Yi telah kembali menjadi pemimpin tertinggi dari seluruh klan dunia atas yang masih tersisa disana. sedangkan itu, zhe ze yang telah berbuat dosa besar karena telah membuat permaisuri agung hampir mati, awalnya xuan ingin langsung membunuh zhe ze tapi so ah menghalanginya alhasil zhe ze terkurung didalam kediaman klan miliknya bersama long yang menemani wanita itu.


Hui dan Bingbing saat perang terjadi telah membawa sisa-sisa pasukan milik kediaman mereka. salah satu kekuatan dari klan mereka adalah pemyembuhan, jadi banyak mahluk yang terbantu karena kedatangan hui dan bingbing.


Keadaan begitu damai dan damai. ketiga dunia tak lagi melebihi batas mereka.


Xuan untuk mengantisipasi hal yang sama dimasa depan, telah memasang banyak formasi raksasa untuk mencegah nyawa-nyawa yang tak bersalah sebagai korban. dengan gabungan kekuatan antara ia, so ah dan long terbentuklah batas dimensi ditiga dunia yang jika salah satu dari mahluk dengan niat buruk melewatinya akan mati disana.


Istana kekaisaran dunia atas yang tadinya begitu pucat kini telah bersinar kembali.


Para roh spiritual kuno yang sebelumnya xuan perintahkan untuk membangun kembali istana kekaisaran agung yang rata itu menjadi bangunan megah.


saat turun dari tempat suci bersama xuan dan kedua anaknya, so ah terpana.


Bangunan-bangunan tinggi bertingkat dan megah telah terbentuk sempurna, beberapa lentera suci untuk membawa berkah bagi bangunan juga terpasang meriah dibeberap sudut atap.


Beberapa pohon musim semi terlihat tersebar diseluruh penjuru daratan dunia atas. sangat subur dan begitu hijau bahkan diantara berbuah lebat.


"siapa yang telah melakukan hal seperti ini dengan begitu cepat ?", tanya so ah pada xuan.


"mereka", ucap xuan sembari menunjuk para roh spiritual yang telah menunggu mereka.


"Salam keberkahan untuk weida de tianghuang dan permaisuri agung dunia atass", ucap seluruh roh spiritual beserta para prajurit yang berada dibelakang para roh spiritual dihadapan mereka ini.


"Niang", panggil ying yue dengan suara kecil, ia menarik lembut lengan baju ibunya.


so ah menoleh.


"ada apa, yue er ??", tanya so ah lembut.


ia mengelus pelan surai hitam putri manisnya ini, disebelah yue er terlihat xi yao yang sedang memasang wajah datar diwajah bayinya. tangan kecil putranya itu terlihat menggengam tangan mungil adiknya dan itu tak terlihat jika mata so ah tidak jeli.


so ah tertawa ringan melihat kedua sifat anaknya yang begitu berbanding terbalik ini. ia juga senang melihat bagaimana xi yao bertindak penuh kasih saudara pada adiknya.


"kemarilah", ucap so ah lembut, ia menggendong tubuh berisi yue er.


"muqin, yue er gendut, biarkan yue er bersama ku", ucap xi yao datar.


ying yue yang mendengar ucapan kakak laki-lakinya sontak saja murka, terlihat dari warna kulit wajahnya yang memerah sempurna.


"aku benci ge ge !!", rengek ying yue marah, ia mengembungkan pipi kue kukusnya yang terlihat semakin berisi dan berisi.


xuan yang melihat kedua anaknya akan bertengkar sekaligus ia juga merasa keberatan karena melihat bagaimana tubuh ranting istrinya membawa tubuh putri kecil yang akan terus bertumbuh yah terlalu berisi tapi itu terlihat begitu menggemaskan, pikir xuan. ia tak ingin terkena semprotan putri kecilnya ini.setelah ibunya, bayi kecilnya ini menjadi salah satu mahluk yang berani bersungut-sungut dan melakukan hal apapun padanya dari sekian ribu mahluk yang ketika melihatnya mereka akan langsung meminta mati. dan lagi berbanding terbalik dengan putranya yang begitu tenang tapi menyebalkan. xuan berfikir mungkin sifat menyebalkan itu tidak mungkin berasal dari istrinya yang murni tapi dirinya hahaha tidak apa-apa itu adalah salah satu senjata ampuh untuk membuat mental lawan putranya dikemudian hari muntah darah, pikir xuan jahat.


Yah, itu wajar, Yue er dan yao er keturunan murni darinya dan so ah, pikir xuan bangga.


Yi melihat iri kedua pasangan yang begitu sempurna itu turun dari tempat suci yang dulu dikatakan sebagai tempat yang tiada.


Hanfu Hitam gagak khas weida de tianghuang, rambutnya yang terikat setengah longgar, dan berwarna perak dengan surai peraknya itu terlihat hitam kelam sedikit terbang terkena angin lembut, disisinya so ah berbalut hanfu merah dengan luaran hitam, dipinggang rampingnya terikat gantungan giok dan terdengar suara gemerincing lembut disana. rambut wanita itu, tersanggul membentuk kupu-kupu, hiasan rambut ringan ekor phoenix tersemat diatas kepalanya dengan dua sisi hiasan ekor phoenix yang terdapat rantai emas menjuntai lembut. paras kedua sosok itu begitu menganggumkan, kecantikan langka surgawi.


ia yang terlalu fokus pada tangan xuan yang memegang pinggang ramping itu hingga tak menyadari ada dua sosok kecil lainnya dibelakang mereka.


Yi baru menyadari, saat so ah menggendong salah satu dari dua sosok itu.