The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 197



Yuan yang melihat segalanya dari cermin air mendecih kesal karena apa yang ia kirim harus mati dengan sia-sia, mata hitamnya menatap cermin air dihadapannya itu dengan penuh dendam membunuh. Disisi lain, long berdiri tepat disamping yuan dengan pandangan mata kosong. tak ada sosok lain didalam ruang takhta itu, hanya hembusan nafas kosong milik yuan yang terdengar berat dan tajam.


"Pergi dan dapatkan"desis yuan dingin.


Long yang berdiri bagaikan patung hidup itu dengan patuh mengikuti perintah yuan.


Kekaisaran dunia atas yang sebagian daratan istananya telah hancur kini suram dan kacau. Semua rakyat dunia atas telah yuan kurung didalam kubah besar buatannya, Ia dengan gila tak mengizinkan siapapun untuk keluar dari wilayah kekaisarannya.


Yuan berdiri dingin diujung menara istana kekaisarannya, ia memandang tiga daratan besar yang berada di ujung daratan istanah kekaisarannya ini. Aura suram dan berbeda terlihat mengelilingi dan melingkupi seluruh tubuhnya, pandangannya yang tak lagi penuh kasih itu telah berubah menjadi dingin kejam seperti monster buas yang tengah mengintai mangsanya.


"Ughh"desis yuan saat ia memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Darah berwarna merah gelap itu telah membasahi sebagian pakaian kebesarannya. Rasa sakit racun kuno mulai menyerang sebagian kesadarannya yang masih berjuang untuk tetap bertahan dengan akal sehatnya.


"Aarrggghhhhh"desis yuan kesakitan.


Bummm...


Bummm...


Bllarrr....


Ledakan besar kekuatan spiritual keluar dari dalam tubuh yuan yang mengakibatkan sebagian dari menara diistana kekaisarannya harus kembali roboh dan hancur.


Seluruh prajurit yang tengah berjaga tepat dibawah menara itu sontak saja menjadi ketakutan karena aura spiritual milik kaisar agung mereka. Tatapan kosong mereka berubah menjadi goyah, para prajurit milik yuan dengan cepat pergi menjauh dari sumber bahaya yang berdering keras disekitar mereka.


Disisi lain, tempat suci ikut terkena dampak dari ledakan kekuatan spiritual yuan.


Yao'er dan Yue'er yang tengah bermain bersama dayang pengasuh mereka, rou shu.


"Tuan, Nona muda ayo kita harus datang ke weida de baohu long dai"ucap rou shu pada kedua anak asuhannya ini, ia sedikit panik dan tertekan karena tekanan kekuatan spiritual kelam. Tubuhnya terlihat sedikit gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.


"Bibi, paman tidak akan mau menemui kita"decih yue'er santai.


"Yuyue, bisakah kau sebagai seorang wanita tidak usah bersikap layaknya seorang lelaki !!..."ucap yao'er kesal dengan ucapan kembarannya itu, walaupun ia tak sadar bahwa adiknya yang polos itu telah secara tidak langsung belajar darinya.


"Kenapa gege begitu kasar"sahut yue'er dengan mata berkaca-kaca, terdengar nada legit menyedihkan yang sangat menusuk telinga yao er.


Yao er terdiam melihat ekspresi menyedihkan milik adiknya ini telah sukses membuat rasa bersalah membuncah hebat dihatinya.


"Aagghhh"decih yao'er frustasi.


Bocah berumur lima tahun itu akhirnya menenangkan adiknya dan berusaha merubah suasana disekitar mereka. Tapi sayangnya, yue er tetap mengejar rasa bersalah kakak laki-lakinya. Yue er dengan kesal berlari menjauhi yao er dan secara tidak sengaja gadis kecil itu menginjak batu hingga ia menjatuhkan dirinya sendiri diatas rerumputan taman.


"Huwaaaaaaa"teriak yue er sedikit ngilu pada kaki kecilnya.


"Astagaaa.... nona mudaaa"teriak rou shu panik, ia berlari kearah putri kaisarnya itu.


"Yu....yueeeee!!!"ucap yao er kaget, bocah kecil itu juga dengan cepat pergi kesebelah adiknya.


Disisi lain, dai luan melihat kehebohan yang telah dibuat oleh gadis kecilnya itu, menghela nafas. Ia sedikit merasa kasihan pada yao er yang harus terus bersabar terkena imbas dari tingkah licik yue er, sama seperti sifat weida de tianhuang.


Kekuatan spiritual bocah-bocah itupun sedikit demi sedikit sudah mulai terlihat, dan tubuh mereka yang seharusnya kini telah remaja tidak berkembang melainkan mulai berkembang normal layaknya anak-anak manusia lainnya, kemungkinan itu terjadi karena ibu mereka mempunyai darah manusia.


Drtrtkk...


Deg.


Apa ini ??


Dai luan terdiam saat ia merasakan luapan energi spiritual besar yang merembes masuk kedalam tempat suci. Energi spiritual dengan aliran kacau itu datang tepat dari bawah tempat suci ini, dan itu berarti ada sesuatu yang telah terjadi di kekaisaran dunia atas.


Dai luan hanya diam, sorot matanya menajam.


Ia bersiul ringan memanggi seekor burung biru kecil yang dengan cepat terbang dan hinggap dijari telunjuknya.


"Pergilah"perintah dai luan pada burung kecil spiritual yang ia panggil itu.


Terdengar sahutan kicauan kecil dari burung itu yang kemudian pergi mengikuti perintah tuannya.


"Pyuuu"rengek bola bulu, mata-mata miliknya yang secara tiba-tiba datang kearah dai luan, bola bulu itu menabrakkan dirinya sendiri berulang kali dikaki dai luan demi untuk mendapatkan perhatian tuannya. Bola bulu miliknya itu terlihat cemas dan tergesah-gesah.


"Ck, ada apa ??"tanya dai luan, ia menunduk melihat buntalan bulat disebelah kakinya.


"Pyuuu"ucap bola bulu itu.


Dai luan terdiam dan ia dengan cepat menutup jendela besar di hadapannya itu dan berbalik arah menuju kedalam kamarnya bersama dengan bola bulu mata-mata miliknya.


"Brengsekkk !!!!"desis dai luan kasar.


Disisi lain, ia juga menerima informasi dari burung biru yang ia kirim. Dan tatapan matanya langsung berubah kelam, ia mendecih kasar.


"Bajingan !!!"desisnya lagi.


Bola bulu yang melihat suasana disekitar tuannya berubah drastis langsung mundur dan bersembunyi disudut ruangan, bola bulu itu tak berani mendekati tuannya.


"Kau, pergi dan cari lagi informasi yang lain, katakan pada semuanya juga... jangan lewatkan satu celahpun"desis dai luan memberikan perintahnya.


Yue er memegang jantungnya yang berdetak cepat, seakan ada perasaan lain yang mengalir dari sulur nadi dan setiap aliran darahnya. Ia merasakan perasaan yang bercampur aduk hingga untuk mengekspresikannya saja ia sedikit kewalahan karena luapan emosi yang bercampur aduk menjadi satu itu.


"Ge ge, sa..sakit"ucap yue er pada yao er, gegenya.


Yue er memegang erat dimana jantungnya mulai berdetak dengan keras dan kacau, ia merasa sesak dan sedikit tersungkur jatuh kembali diatas rerumputan.


Yao er dan rou shu panik saat melihat raut wajah yue er menjadi sangat pucat, dan lagi tubuh mungil gadis kecil itu telah tersungkur jatuh. Untungnya, yao er dengan gesit langsung menahan tubuh adiknya agar tidak menghantam tanah rerumputan dengan keras.


"Ge..ge"ucap yue er lirih.


Yao er sangat panik, ia menggendong adik perempuannya itu dan langsung berlari menuju kedalam paviliun milik dai luan.


"Bibi, cepat cari keberadaan paman !!!"desak yao er pada rou shu.