
Setelah kepergian xuan dan so ah dari penginapan.
Tangan huang de yang patah terkulai lemas di bahunya, lelaki itu mengernyit tak bisa menahan rasa kesakitan yang menusuk di tulangnya yang patah. Mata huang de menatap tajam penatua suci yang berdiri diatasnya dengan pandangan benci dan penuh dendam sekaligus ada rasa ketakutan dan kekhawatiran disana.
Bagaimana ibunya bisa membuat sebuah hubungan dengan mahluk mengerikan didepannya ini ??!!
Apa yang ibunya lakukan hingga bisa menemukan sosok yang begitu kuat dan berada dipihak mereka ??!...
Berbagai macam pertanyaan terus berkeliaran didalam kepala huang de hingga ia melihat dua sosok monster sehitam jelaga yang merayap keluar dari dalam tanah, tubuhnya langsung mundur kebelakang menjauhi penatua suci.
"Apa yang kau lakukan pangeran ??"tanya penatua suci sembari tersenyum lebar, terlihat lebih mengerikan.
Huang de berfikir lebih baik lelaki itu diam daripada tersenyum lebar seperti itu, kedua sudut bibir saling berjauhan hingga hampir mencapai telinga mahluk didepannya ini apalagi gigi tajam yang terlihat sangat menjijikan, ingin rasanya huang de cepat pergi dari tempat ini.
"Makanlah makanan kalian tapi sisakan satu manusia dan biarkan lolos, berikan manusia itu pengendali dan serahkan padaku dan salah satu dari kalian pergi kejar wanita yang aku inginkan itu"desis penatua suci yang memberi perintah kepada kedua peliharannya.
Kedua monster itu langsung merayap, tak berselang lama setelah kepergian dua monster itu terdengar suara-suara mengerikan dari luar rumah penginapan yang ditempati huang de.
"Apa yang kau lakukan ??"tanya huang de.
Huang de langsung berdiri dan bergegas lari membuka pintu rumah penginapan, saat pintu terbuka hal pertama yang ia lihat adalah banyaknya potongan-potongan tubuh manusia yang masih menyemburkan darah segar. Rasa mual mulai menyerang perutnya, didetik itu pula makanan yang ia makan tadi keluar, huang de sudah tak bisa menahan rasa jijik dan perasaan yang terus menerus bercampur aduk saat melihat pemandangan yang sangat tidak manusia didepannya. Ia sudah tak lagi merasakan ngilu ataupun rasa sakit ditulangnya yang patah, ia lebih takut pada apa yang telah ia lihat.
Dinding-dinding dan lantai disepanjang jalan yang dirinya serta penatua suci lewati penuh dengan cipratan darah segar serta potongan-potongan tubuh manusia yang di cabik-cabik dan dimakan monster hitam merayap itu, tak ada yang tersisa bahkan para prajurit yang ia bawapun tak luput dari kematian tragis tanpa anggota tubuh yang lengkap.
Salah satu dari monster kecil itu datang dengan menggeret sesosok tubuh manusia yang masih hidup kehadapan huang de dan penatua suci.
"Pintar, sekarang makanlah makananmu dan kau pergi lah kejar... jangan sentuh seujung inci tubuh orang itu", ucap penatua suci memerintah satu monster hitam yang sedang lahap memakai daging yang entah daging siapa itu, monster itu terlihat enggan meninggalkan makanannya. Walau begitu monster hitam itu dengan cepat merayap pergi saat penatua suci melemparkan sebuah cahaya kecil berwarna hitam samar ketubuh mahluk mengerikan itu. Huang de bisa memastikan bahwa itu makanannya yang lain, tapi apa itu ?!!... ia tak mau mengetahui, yang terpenting sekarang adalah nyawanya.
Huang de sedikit menghela nafas mendengar ucapan penatua suci tapi ia langsung terkejut mendengar ucapan setelahnya.
"Hahaha dan jika ada yang menghalangi..... habisi tanpa sisa"desis penatua suci lagi sembari terkekeh mengerikan.
Penatua suci dengan santai menundukkan tubuhnya dan menekan jari telunjukkan ke kepala gadis pelayan yang tak sadarkan diri itu hingga beberapa saat gadis pelayan itu sadar dan tidak menunjukkan gejala manusia yang mempunyai akal, tatapan gadis pelayan itu kosong sampai kemudian penatua suci membisikkan sesuatu. Baru disaat itu pula tubuh pelayan wanita itu gemetaran hebat dan bergegas melarikan diri dengan rasa ketakutan.
"Bagus"desis penatua suci.
"pangeran, anda harus diam dan menurut... tubuh anda butuh pengobatan jadi saya sudah menyiapkan seorang tabib di kediaman pangeran... kereta kuda juga sudah menanti anda dipintu belakang penginapan"ucap penatua suci pada huang de.
"Sstttt...."desis penatua suci pada huang de mengisyaratkan bahwa tidak ada seorangpun yang harus tahu akan kejadian di penginapan ini.
Huang de bisa melihat di pintu belakang penginapan memang ada sebuah kereta kuda dan seorang pelayan yang menunggunya disana. Ia dengan cepat langsung memasuki kereta kuda itu dan memerintahkan pelayan itu untuk melajukan kereta kuda mereka untuk menuju kediamannya.
Saat huang de sampai dikediamannya, ada hal aneh yang telah terjadi.
Kenapa ada raja dan ratu ??!!
"Anaakkuuuuu....."ucap ratu kerajaan timur dengan suara yang menyedihkan, air mata terus mengalir dari kedua bola mata wanita yang memakai baju mewah kerajaan itu.
"Lihat, astaga... kenapa nasibmu begitu buruk... tabibb cepat... cepat periksa anakku hiks hiks..."ucapnya lagi sembari terus bergerak gelisah, tubuh wanita itu perlahan hampir kehilangan keseimbangannya jika bukan karena raja yang menahan tubuhnya.
"Tabib cepat periksa pangeran huang de"ucap raja yang memerintahkan para tabibnya untuk cepat mengobati pangeran huang de.
Huang de yang masih belum bisa menelan semua yang terjadi hanya bisa terdiam saat tubuhnya dibawa para pelayan untuk memasuki kediamannya.
Setelah tangannya yang patah dirawat oleh para tabib kerajaan dan juga ia sudah berbincang oleh ayahnya, sang raja kerajaan timur. Akhirnya ia tahu dirinya berada disituasi yang sangat menguntungkan karena tindakan penatua suci.
Ya, pembantaian yang terjadi dirumah penginapan telah tersebar kemana-mana dan ia juga menjadi korban yang berperan besar disini serta seorang pelayan wanita yang entah bagaimana, tidak membocorkan satu kalimatpun yang bisa membuat ia serta penatua suci berada disituasi yang buruk.
"Kau tenang saja, raja ini telah memerintahkan untuk menutup setiap pintu gerbang kerajaan.... raja ini telah memerintahkan para prajurit untuk menangkap bedebah kecil pembawa monster itu....!!! Kita juga harus menyelamatkan nyonya muda yang telah ditipu mentah-mentah... kita tidak tau bagaimana sosok asli dari monster yang mengaku sebagai suami dari nyonya muda itu..."sentak raja dengan geram.
Penatua suci sangat hebat dalam memutar-balikkan fakta, ia dengan lihai membawa suami dari wanita itu untuk menjadi tersangka utama dari pembantaian yang telah ia lakukan dan melimpahkan air kotor itu ketubuh suami wanita yang telah ia incar. Bodohnya, ia merasa ketakutan pada perbuatan penatua suci yang membawa keuntungan baginya. Jadi, ia tak perlu lagi mencari cara untuk membawa wanita itu masuk kedalam kediamannya.
Wanita dengan kecantikan surgawi.
Kerajaan ini !!!...
Takhta...
Serta semua kehormatan akan ada di tanganyaa...
Ia sudah tidak sabar untuk merobek kain penutup yang menutupi setengah wajah wanitanya itu...
Ia juga sudah tidak sabar untuk membuat wanita itu membenci anak monster yang tengah dikandungnya hahaha....
Ia akan menghasut pikiran wanita itu hingga ia bisa dengan mudah membunuh bayi wanita itu...