
Yuan duduk diam di taman kediamannya di kekaisaran dunia atas, ia duduk melihat bunga persik yang terus bermekaran dengan indah dengan tatapan dingin tanpa ekspresi diwajahnya.
Aura gelap yang selalu mengelilinginya terus bertambah gelap suram mengancam membuat siapa saja tak berani untuk mendekati sosoknya.
Kelopak-kelopak bunga persik yang jatuh dengan lembut kebawah genangan air sungai kecil yang mengalir lembut melewati gazebonya tetap tak membuat dirinya merasa tenang.
Kelopak-kelopak yang jatuh terlihat sangat rapuh dan menyedihkan...
Ia sedang menahan emosinya yang terus memaksa untuk menyeruak keluar dengan ganasnya.
Jika saja ia tak terlalu cepat untuk menemukan dan berfikir bahwa dengan membawa gadis itu disisinya segala hal bisa ia atasi dengan mudah. Tapi, semenjak kemunculan xuan dan segala sesuatu menjadi terungkap cukup membuatnya sangat marah dan tak terima dengan apa yang sudah menjadi takdirnya.
Benang merah itu tak bisa terikat padanya...
Janji setia abadi itu tak bisa melekat padanya...
So ah takkan bisa bersamanya...
Karena dirinya memang tak ditakdirkan untuk hidup. Dirinya hanya wadah, separuh jiwa kekuatan suci milik xuan yang dijaga naga pelindung dunia bawah itu untuk kebangkitannya kembali tetapi malah dicuri kaisar Lian Long demi memenuhi keinginan permaisurinya.
Ia juga merasa sangat menyesali perbuatannya, kenapa harus so ah yang ia lukai ??... kenapa ia begitu bodohnya melukai wanitanya ??...
Wajah sedingin es itu tak berekspresi apapun hingga seorang wanita cantik dari klan duyung datang menghampirinya.
Lie li shi yang sudah berdandan sangat cantik dan ia berfikir bahwa kaisar agung akan jatuh cinta padanya jika ia menampilkan kecantikannya yang langka itu dihadapan kaisar agung.
Ia berfikir tinggi untuk dirinya sendiri karena di kekaisaran dunia atas tak ada yang bisa menandingi kecantikannya yang sangat langka itu.
Matanya yang besar dengan bulu mata yang berkibar-kibar sayu menatap penuh kagum kearah kaisar agung yang sedang duduk diam menikmati angin sore di taman agung kekaisaran.
Ia yang dihadang kedua penjaga di pintu masuk ke taman kekaisaran hanya mendengus dalam diam. Ia dengan lihai tetap menampilkan ekspresi seorang wanita polos yang tak tau apapun didepan kedua penjaga itu.
"Sudahkan nona mendapatkan izin ??"tanya penjaga taman kekaisaran padanya.
"Maafkan aku pengawal tetapi ayahku, pemimpin dari klan duyung memerintahkanku untuk membawa herbal ini kepada yang mulia kaisar agung..."ucap Lie Li Shi sopan. Ia dengan lihai menampilkan kecantikkannya yang memikat itu kepada kedua pengawal yang mulai tergoda pada kecantikan wajahnya.
"A..apakah.. apakah aku ti..tidak diizinkan ??"tanya Lie Li Shi dengan mimik muka sedih, bulu matanya terlihat turun dengan sayu dan hidungnya yang mancung sedikit menghela nafas kecewa.
"Ji..jika anda ah maafkan kami Nona atas ketidaksopanan kami, jika nona Lie sudah mendapat izin dari yang mulia kaisar agung untuk mengantarkan herbal itu silahkan temui yang mulia kaisar agung"kata mereka sembari tersenyum cerah pada Lie Li Shi.
Lie Li Shi yang melihat senyum menjijikan dari kedua pengawal rendahan itu mendengus dengan kesal didalam hatinya. Jika bukan karena yang mulia kaisar agung yang sangat langka untuk bisa ditemui keberadaannya dirinya takkan susah-susah merayu kedua pengawal menjijikan ini. Lie Li Shi kemudian memberikan kode kepada kedua pelayannya untuk memberikan kedua pengawal itu hadiah berupa roh tanaman spiritual.
Yuan mengangkat alis tegasnya dengan ekspresi tenang dan dingin saat Lie Li Shi
Lie Li Shi untuk pertama kalinya sangat terpesona dengan ketampanan yuan.
Wajah tegas dan berwibawa yang terlihat dingin datar tanpa ekspresi itu menambah kharisma yang terlihat agung serta langka. Segala sesuatu yang terpancar keluar dari tubuh kaisar agung sangatlah mempesona dan membuat Lie Li Shi menjadi lebih serakah. Awalnya ia berfikir bahwa kaisar agung mungkin seorang lelaki tua jelek karena selama ini kaisar agung tak pernah menunjukkan dirinya kepada semua orang dan Lie Li Shi hanya mengincar posisi permaisuri agung yang menurut rumornya yang mulia kaisar agung sudah mengangkat permaisuri agung lewat sumpah janji abadi kepada seluruh mahluk karena kasih sayang yang mulia kaisar agung pada permaisuri tapi sekarang didepan matanya sendiri ia tak percaya tentang rumor itu karena permaisuri yang dikatakan tak ada disamping kaisar dan juga disepanjang perjalanannya kemari tak satupun pelayan yang membicarakan permaisuri agung itu.
"Siapa kau"desis yuan dingin dan bertepatan dengan selesainya ia berbicara, BingBing datang menghampirinya tanpa memberikan salam terlebih dahulu.
"Yuan......"ucap bingbing memanggil yuan dengan nadanya yang ceria seperti biasanya, ia yang terlalu bahagia tak menyadari bahwa ada sosok lain disana.
Lie Li Shi melihat wanita yang tiba-tiba datang tanpa memberi salam dan dengan tidak hormatnya memanggil yang mulia kaisar seperti itu tersulut amarah.
"Ehem..."dehem Lie Li Shi.
BingBing langsung membalikkan badanya takkala mendengar deheman seorang wanita dibelakang punggungnya.
"Siapa gadis kecil ini, yuan ??"tanya bingbing sembari menaikan alis willownya.
"Maafkan hamba yang mulia kaisar agung, tetapi sepertinya wanita ini sangat tidak tahu malu dan mempunyai banyak trik di balik bajunya yang kumuh itu..."ucap Lie Li Shi tiba-tiba memotong ucapan bingbing.
Ia melihat baju bingbing yang kusut dan kotor penuh dengan tanah apalagi dirambut wanita itu terdapat beberapa helai daun yang menempel dan juga tas jerami yang ada dipinggang wanita itu sudah cukup membuat Lie Li Shi berfikir bahwa BingBing adalah seorang wanita yang ingin menipu kaisar agung, dan lagi dilihat dari ekspresi yang mulia kaisar sepertinya keberadaan wanita ini cukup mengganggu suasana antara dirinya dan kaisar yang mulai akan terbentuk.
"Cih, menjijikan"pikir Lie Li Shi kesal.
"Apa maksud mu !!... tak tahu malu ??"tanya bingbing santai tapi penuh dengan penekanan disetiap kalimatnya, matanya menyipit menatap Lie Li Shi dengan pandangan meremehkan.
Lie Li Shi yang di tatap dengan tatapan seperti itu merasa risih sekaligus terhina, sebagai wanita cantik dari klan duyung ia tak pernah merasa terhina seperti ini.
"Maafkan aku yang mulia kaisar agung, wanita ini tidak sopan sekaligus tidak tahu malu dan tisak punya otak... apakah kau tau pandanganmu seakan menghinaku ?? Tatapanmu seperti wanita tua"ucap Lie Li Shi dengan nada sedih.
"Hahahaha... kau ingin membuat lelucon lucu didepan ku hmm..."jawab BingBing tertawa dengan anggun.
Ia kemudian duduk di kursi sebelah kanan yuan yang menghadap langsung kearah Lie Li Shi, mata BingBing terus menatap tajam Lie Li Shi.
"Atas keberanian apa kau datang menghadap kaisar agung !! Berhenti bermain lelucon busuk"desis BingBing dingin.
"Pelayan... bawa wanita gila itu pergi... kedepannya jika ada kejadian seperti ini lagi kepala kalian yang akan jadi imbalannya"ucap BingBing kesal.
Lie Li Shi yang bingung dengan apa yang terjadi karena semuanya terjadi secara tiba-tiba dan sudah lebih dari cukup membuatnya sangat malu bukan kepalang.
"Lepaskan tanganku !!... aku bisa pergi sendiri.... Siapa wanita itu ??!"tanya Lie Lie pada para pelayan yang menggeretnya pergi.
"Maafkan kami nona... dinding kekaisaran punya telinga"ucap pelayan itu dan langsung mengundurkan diri bersama dengan pelayan yang lainnya.