The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 82



Chen Qu yang zheng bai tugaskan untuk mencari keberadaan sang naga pelindung dunia bawah kembali lagi menuju area bekas pertempuran antara dai luan dan yuan.


Ia berdiri dalam diam memperhatikan setiap jejak yang ada dan kemudian langsung terbang ke arah selatan.


Dalam diam chen qu menyelinap diantara para pasukan dunia atas yang sedang bertarung dengan para monster buas dunia bawah. Ia melihat keadaan yang sedikit tidak seimbang itu diam-diam memasang jebakan di antara para prajurit dunia bawah.


Chen Qu mengeluarkan cairan busuk berwarna hijau yang ia ledakkan tepat ditengah-tengah para prajurit dunia bawah. Cairan hijau yang ia ledakkan itu sontak saja berceceran kesegala arah menempel di baju-baju zirah prajurit dunia atas.


"Cairan apa ini ??"tanya mereka satu sama lain kebingungan pasalnya para monster-monster buas itu semakin agresif dan jumlahnya semakin menjadi banyak.


Mereka bisa melihat banyak dari prajurit dunia bawah yang di serang secara berkelompok oleh monster-monster buas itu.


Aaaaaaaaa.....


Terdengar jeritan-jeritan para prajurit dunia atas yang diserang dan dimangsa oleh monster-monster mengerikan dari dunia bawah.


"Kalian semua !!!... cepat mundurrr"teriak kepala pasukan dunia bawah.


Tapi terlambat semua prajurit yang ia bawa sudah menjadi mangsa yang dimakan hidup- hidup oleh monster itu.


Hanya tersisa dirinya yang menatap penuh dengan rasa ngeri pemandangan penuh darah didepannya, ia hanya berfikir kenapa para monster-monster dari dunia bawah semakin agresif padahal sewaktu mereka menggiring para mosnter ini, mereka tidak seagresif dan seganas ini.


Kepala pasukan dari dunia bawah itu langsung ketakutan melarikan diri dengan cepat. Ia berusaha memberitahukan sesuatu yang aneh kepada semua kepala pasukan tapi sayang secepat ia pergi menjauhi area monster-monster dunia berada secepat itu pula para monster-monster itu mengejarnya dengan membabi buta.


Gerombolan penuh monster itu mengikuit kepala pasukan dari dunia atas yang tak bisa berfikir lagi bagaimana caranya agar ia bisa selamat dari gerombolan monster itu. Ia hanya berfikir untuk meminta bantuan pada regu pasukan lainnya tapi sayang ia membuat sebuah keputusan yang sangat fatal, kondisi pasukan lain sama halnya dengan kondisi pasukan yang ia pimpin semuanya mati tanpa menyisakan satu orang pun.


Di ujung rasa putus asa karena tepat didapan mata kematian yang akan datang menghampirinya, tiba-tiba saja monster-monster itu menjerit dengan lengkingan penuh rasa kesakitan ketika tubuh-tubuh besar mengerikan milik mereka terbakar api merah milik Yi, sang rubah merah.


Yi yang datang dengan beberapa pasukannya mengahabisi semua monster-monster itu.


Long yang juga ikut serta membantu yi menghunuskan pedangnya dengan akurat menewaskan sebagian monster. Ia berdiri disamping yi ketika melihat kepala regu pasukan itu memiliki penampilan yang sangat memprihatinkan.


"Apa yang terjadi ??"tanya Yi.


"Maafkan saya jenderal agung tetapi semua monster itu bergerak agresif dan semua pasukan tidak ada yang tersisa"kata kepala regu pasukan dunia atas.


Yi hanya diam, ia mengerutkan keningnya. Ia melihat cairan berwarna hijau yang menempel di beberapa bagian tubuh bawahannya ini langsung datang mendekat. Ia mengambil sedikit cairan hijau itu dengan telunjuknya, dan mencium aroma menyengat yang keluar dari cairan hijau itu.


"Long"ucap yi.


Long pun ikut mengerutkan keningnya ketika mencium aroma busuk dari cairan hijau itu, beberapa detik kemudian ia dengan cepat langsung meresponnya.


"Lepaskan zirahmu !"desis long serius.


"Yi cepat bakarr !!"perintah long dingin.


Yi dengan cepat membakar zirah milik prajurit itu. Perlahan baju zirah itu langsung meleleh dan mulai menguap bercampur dengan cairan hijau busuk.


"Apa itu ?"tanya Yi.


"Cairan itu di buat oleh salah satu dari empat jenderal bayangan dari dunia bawah"desis long.


"Hanya chen qu yang bisa membuat cairan mematikan ini, cairan hijau ini bisa membuat para monster menjadi gila dan merasakan rasa lapar ekstrim sehingga mereka memakan segala sesuatu yang terkena cairan hijau busuk ini"ucap long sedikit menjelaskan.


"Tapi yang jadi pertanyaan kenapa chen qu sampai turun tangan ??"tanya long memecahkan keheningan.


"Benar... mereka juga mulai mengibarkan bendera perang kepada kita... tapi kenapa hingga kini pergerakan mereka senyap seakan mereka sedang ketakutan ?... dan hanya monster-monster ini yang turun"desis yi mulai menganalisis kembali keadaan.


"Melainkan sebaliknya..."jawab Long, ia memandang ke kejauhan.


Yuan yang datang tepat ketika mereka sedang berfikir apa yang akan dilakukan kerajaan dunia bawah kaget karena kedatangan yuan.


"Salam kami kepada yang mulia kaisar agung dunia atas...."ucap mereka serentak memberi hormat kepada yuan.


Yuan hanya menatap dingin semua pasukannya yang bisa di bilang hanya seperempat dari seluruh pasukan dunia atas.


Yi dan Long yang melihat bahwa sosok didepan mereka ini sedikit tida biasanya hanya diam. Mereka juga melihat ada bekas jejak darah di pakaian kaisar agung sekaligus teman mereka ini dan sudah dipastikan bekas darah yang hitam pekat itu milik yuan.


"kembali kedunia atas... yang agung ini sudah membuat portal di setiap perbatasan antara dunia bawah"ucap yuan dingin.


Yi dan Long yang mendengar ucapan yuan langsung kaget.


Apa maksud lelaki didepan mereka ini ??!!!....


Luka dari racun itu belum didetoksinifikasi sepenuhnya dan ia dengan gilanya membuat sebuah portal pelindung perbatasan, bukankah itu sama saja bunuh diri !!!...


Yuan yang memimpin pasukan mereka kembali ke dunia atas hanya mengacuhkan pandangan kedua sahabatnya.


Sebagai kaisar agung dari ketiga dunia, ia tak ingin manusia yang tak mengetahui apa-apa harus menjadi korban dari kerakusan para monster itu walaupun dirinya tau bahwa beberapa minggu terakhir ini ia harus melawan rasa sakit dari racun yang diterimanya.


Sekuat tenaga ia menekan racun yang sudah mulai menyatu dengan kekuatannya ini hingga kapan saja bisa merusak organ-organ tubuhnya. Sekalipun ia seorang kaisar agung yang abadi tetapi tetap saja racun yang ia terima merupakan racun mematikan untuk tubuh para abadi.


Yuan yang sudah sampa di istanah kekaisarannya langsung pergi menuju ke kediaman peristirahatannya.


"Panggil bingbing"desis yuan memberi perintah kepada yi.


"Baik yang mulia"jawab yi dan langsung menghilang bersama dengan long.


Di kediaman klan harimau agung, bingbing dan hui kaget dengan kedatangan yi serta long.


"Ada apa ??"tanya bingbing.


"Kau diperintahkan datang ke kediaman peristirahatan yang agung"ucap yi sedikit memberi kode pada bingbing.


Mereka yang sudah tau yuan tengah terluka tak ingin bahwa berita tentang yuan yang tengah melemah didengar para tikus busuk mata-mata.


"Niang niang, bolehkan hui lan ikut ??"tanya hui lan yang tengah tidur dipangkuan bingbing.


"Hui Lan, kau harus tetap di kediaman bersama dengan kakek dan nenek..."ucap Hui yang melihat bahwa istrinya, bingbing terlihat tidak tega jika meninggalkan hui lan.


"Baiklah ayah... jangan lupa bilang pada paman yuan aku merindukan baobao dan izinkan baobao untuk bermain lagi denganku yaaa"jawab hui lan imut.


"Long, kau bawa zhe ze"ucap bingbing.


"Baik"jawab long sembari tersenyum misterius.