The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 139



"Apa-apan ini !!!"ucap hui penuh rasa kesal didalam hatinya.


Ia tak pernah menyangka bahwa dunia atas yang biasanya tenang dan damai berada di kondisi yang kacau. Semua benda-benda berhamburan kacau, hui dan yi melihat beberapa rakyat dari dunia atas berlindung dibawah kubah yang dibuat long.


"Apa ada sesuatu yang terjadi ??"tanya yi.


"Tidak ada, semua rumah tetap pada tempatnya hanya benda-benda itu yang terbawa angin... sejauh ini tidak ada yang terluka"jawab long.


Long melirik hui, dan ia langsung tertawa mengejek saat melihat keadaan tubuh hui.


"hahaha pengemis dari mana ini, yi"tanya long tertawa.


Hui yang sebelumnya masuk kedalam pusaran angin topan bersama dengan harimau tungganganya tak menyadari bahwa ada jejak debu dan lumpur yang mengotorinya. Ia terlalu kesal, dan tak lagi memikirkan penampilannya. Hui yang baru mengetahuinya dari long, langsung menghajar lelaki kura-kura itu.


"Bedebah mesum !!"desis hui, kepalan tangannya memukul kepala long.


"Hahaha ampunii akuuu..."sahut long, ia yang sudah dipukuli pun tetap terus mengejek hui.


"Kalian diamlah"ucap yi menengahi.


Ketiganya langsung terbang kembali menuju kekaisaran, hui mendapatkan pesan dari bingbing dan lelaki itu langsung menampilkan wajah yang sangat tidak sedap dipandang.


"Apa yang terjadi ??"tanya long.


"Entahlah, tapi suara bingbing terdengar panik"sahut hui.


"Tenangkan dirimu, disana ada zhe ze"sahut yi.


"Apa kau bilang !!!"ucap long kaget.


"Ya, disana ada zhe ze"sahut yi lagi.


Mata rubah yi bersinar tajam menatap kedepan, ia terus merasa was-was.


Saat mereka sudah sampai di istana kekaisaran, long dan hui langsung pergi bergegas ke paviliun utama milik kaisar.


"Jangan menimbulkan kecurigaan"ucap yi mengingatkan mereka sekali lagi.


"En"sahut hui dan long.


Yi bergegas mengumpulkan seluruh pasukan dari dunia atas, ia secara mendadak membuat sebuah peraturan baru dan memerintahkan para setiap kelompok pasukan yang sudah ditugaskan untuk berjaga di tiap sudut kekaisaran dunia atas yang sudah ditentukan dari tugas mereka.


Akibatnya banyak pemimpin klan yang tidak setuju atas tindakannya yang mendadak itu.


"Atas dasar apa kau membuat peraturan ini ??"tanya salah seorang pemimpin klan duyung. Lelaki tua itu dengan angkuh mengangkat tinggi dagunya.


"Apakah ada hal yang lebih tidak bijak jika melihat ada kejadian yang tidak diinginkan lagi seperti ini ??"tanya yi tajam.


Seluruh pemimpin klan yang bergegas memprotes atas kelancangan yi langsung terdiam.


"Dimana kaisar ??"tanya seseorang dengan berani dari balik kerumunan itu.


Yi menatap tajam kerumunan yang menyembunyikan sosok lancang itu, Mata merah rubahnya berkilat mengerikan seakan mengancam para pengacau.


"Suka atau tidak, itu adalah perintah kaisar"sahut yi.


"Tentang keberadaan kaisar, aku tidak akan memberitahukannya... beliau sedang bersama dengan permaisuri"sahut yi singkat.


"Apa-apan itu ??... disaat seperti itu yang mulia kaisar bersama permaisuri ??!!"ucap pemimpin klan duyung sinis.


"Apakah kalian tidak mempunyai kemampuan ketika aku tidak hadur ??"ucap sebuah suara, dingin menganggetkan mereka.


"Atau mungkin kalian hanyalah mahluk lemah ??... hahaha jika lemah lebih baik akan kuberikan kepada baobao sebagai makanan sampingannya"lanjutnya lagi dengan dingin.


Yuan berjalan menuju tempat dimana kursi kebesarannya berada. Ia dengan dingin menatap para mahluk yang ada dibawahnya, tak ada tatapan datar dan sedikit belas kasih yang biasa ia perlihatkan. Kini tampilan dingin mematikan telah terpasang erat di raut wajah tampannya.


"Maafkan kelancangan hamba yang mulia kaisar agung, tetapi apakah anda hanya memikirkan permaisuri dari pada kami, rakyat anda ??"tanyanya dengan berani.


Yuan diam memandang wajah tua di bawah singgasananya, wajah tua keriput itu penuh dengan kata-kata jebakan yang akan menipunya.


"Hahaha... bukankah kau yang memaksaku untuk dapat memberikan calon penerus bagi kekaisaran agung ini !!"desis yuan dingin.


Ia menahan emosi yang akan meluap ketika mendengar lelaki tua bangka didepannya ini mulai menyinggung sesuatu yang mulai ia benci keberadaannya.


"Enyahh"desis yuan dingin.


Pemimpin dari klan duyung langsung terdiam dan malu, ia merasa harga dirinya di hancurkan saat ini juga. Ia yang menunduk hormat dengan mata yang menatap lantai berkilat penuh dendam.


Semua pemimpin klan langsung mengundurkan diri mereka, mereka tak ingin terkena imbas sama halnya kejadian tempo hari dimana ketiga orang penatua langsung dieksekusi.


Ruang takhta kekaisaran dunia atas berubah sepi dan hening tanpa ada satupun nafas kehidupan disana, hanya yi dan yuan yang diam didalam ruang takhta itu.


Saat yuan berdiri dari kursinya, dan baru beberapa langkah berjalan tiba-tiba saja ia terhuyung kedepan, hampir terjatuh.


"Uhukk..."


"Uhuuukk..."


"Coughh"


Darah menyembur keluar dari mulut yuan, wajahnya yang pucat bertambah pucat, sepucat mayat.


Lelehan darah merah kental mulai mengalir, merembes mengotori pakaian kebesarannya. Keringat dingin pun terlihat dari balik urat-urat hitam mengerikan yang menonjol dari dalam kulitnya.


"Yang mulia agungg"ucap yi langsung membantu yuan.


"Aagh"desis yuan kesakitan.


Yi dengan cepat membawa yuan masuk kedalam paviliun utama milik kaisar agung.


"Bingbingg"ucap yi panik.


Yi membawa yuan dipunggungnya, dan saat ini ia tanpa kesabaran mendorong kasar pintu kamar utama milik yuan.


Suara bedebum keras membuat bingbing dan beberapa orang didalam kamar kaget, mereka langsung melihat sosok lemas yang di bawa yi dipunggung lelaki rubah itu.


"Astagaa... yuann"ucap bingbing kaget.


"Gegee"ucap zhe ze terbelalak, ia masih belum mencerna apa yang terjadi setelah kejadian yang beberapa lalu menimpa ia dan juga bingbing.


"Argh"desis yuan kesakitan.


Urat-urat kehitaman mulai merambat naik keseluruh tubuhnya, wajah pucatnya terlihat mengerikan saat urat kehitaman itu menjalar ketiap bagian kulitnya. Seperti kulit yang pecah-pecah dan itu tidak sangat enak untuk dipandang, tapi melihat rasa sakit luar biasa yang dirasakan yuan sudah lebih dari cukup membuat mereka tahu bahwa racun ular kuno yang digunakan oleh naga pelindung dunia bawah sangatlah mematikan.


Bingbing langsung pergi bergegas menekan titik-titik akupuntur ditubuh yuan dengan jarum-jarumnya, tapi saat jarum itu akan menyentuh tubuh yuan langsung terpengal karena energi spiritual milik yuan tidak stabil.


Ini beresiko tinggi !!!...


"Hui, long, yi"panggil bingbing pada ketiga lelaki yang ada didalam ruangan.


"Ada apa ??"tanya ketiganya.


"Bantu aku menahan tubuh yuan, dan zhe mei tolong serap lebih banyak lagi energi spiritual alam"ucap bingbing cepat.


"Energi spiritual alam ??"tanya long sembari menatap zhe ze.


"Iya, aku... aku baru saja mempelajarinya"sahut zhe ze.


Keringat deras mulai membanjiri kening mereka, tak ada satu pun yang terlewat. Kekuatan kaisar agung sangatlah kuat hingga mereka juga harus menyatukan energi spiritual mereka untuk menahan yuan.