
"Tak ada yang bisa lolos dengan mudah dari wilayah kekaisaran agung ini !!"desis dingin sebuah suara berat mengancam yang mengalihkan pandangan wan yao.
Yuan tengah berdiri didepan seluruh pasukannya, ia dengan hanfu kebesarannya memandang rendah kebawah dimana tikus penyusup yang dengan bodohnya mengganggu waktu berharganya untuk meditasi penyembuhan inti spiritual.
Wan yao terdiam saat melihat mahluk yang sudah ia pastikan sebagai kaisar agung dunia atas menunjukkan dirinya.
"Hahaha... apakah kau mencari orang yang salah yang mulia ??"tanya wan yao dingin.
Hening.
Yuan hanya tersenyum sinis.
"Apakah penyusup kecil sepertimu bisa melawan keagungan kaisar ini "desis yuan dingin.
"Hahahaha... anda terlalu bernilai tinggi bagi hamba yang mulia"jawab wan yao lagi.
Ekspresi wan yao mulai menajam saat melihat kaisar dunia atas itu menarik pedang salah satu prajuritnya.
"Apa yang kau cari di kekaisaran agung"desis yuan.
"Hamba hanya tersesat yang mulia"jawab wan yao santai, ia dengan licik diam-diam melebarkan sulur beracunnya hingga mencapai area dimana yuan berada.
Wan yao yang merasa kaisar agung dunia atas itu lengah dengan licik menusuk yuan dari arah bawah dengan senjata beracunnya.
Suara sulur yang bergerak dengan kecepatan tajam menembus keatas membuat sebagian dari prajurit yang berada disekeliling yuan tak sempat menghindarinya.
Jlebb...
Jlebbb...
Ujung sulur hitam beracun yang kini terlihat berkilat mengerikan menembus sebagian dari tubuh prajurit dunia atas dan hal itu membuat wan yao senang.
Lelaki itu tertawa mengejek.
Dimana kaisar itu !!!...
Wan yao menatap tajam sekelilingnya, ia bergerak waspada dan semakin melebarkan sulur beracunnya keberbagai arah. Sebagian dari tanaman hitam beracun itu bergerak mundur melindungi tubuh tuannya.
Sulur beracun wan yao bergerak liar disekelilingnya.
"Apakah cuma itu kemampuanmu ?"tanya yuan dingin.
"Cih"decih wan yao menghina.
"Hahahaha... apakah yang mulia begitu meremehkan rendahan ini"ucap wan yao kembali dengan suara menghina, terlihat dari bibirnya yang terseyum miring mengejek.
"Sampah"desis yuan dingin.
Kaisar agung dunia atas melihat beberapa prajurit yang untuk sementara waktu ini ia buat sebagai boneka harus mati dengan sia-sia merasakan rasa kesal. Seharusnya mereka mati dengan membawa keuntungan untuk tuannya !!!, desis suara dalam pikirannya.
Yuan dengan gesit memotong seluruh sulur beracun yang menyerangnya, ia membabat habis tanaman hidup yang berusaha untuk melilit tubuhnya itu dengan membabi buta.
Pedang prajurit dunia atas yang telah ia lapisi dengan kekuatan spiritualnya bergerak dengan cepat dan brutal, membunuh serta memotong segala sesuatu yang menghalanginya.
Wan yao terus menghalangi jalan kaisar dunia itu dengan sulur beracunnya, ia terlihat bernafsu saat pedang biasa yang kini tengah berada ditangan yuan bergerak liar.
"Ck, itu sangat menggodaku"desis wan yao gila.
"Mungkin menyerahkan tubuh kaisar agung sebagai persembahan untuk pohon kuno adalah suatu berkat bagi kekaisaran yang akan runtuh sebentar lagi ini"ucap wan yao lagi dengan suara penuh percaya diri.
Yuan menyipitkan matanya saat mendengar ucapan wan yao.
"Sebelum itu terjadi kepalamu yang lebih dulu akan ku penggal"desis yuan dingin.
Yuan membuang pedang milik prajuritnya itu, ia memerintahkan semua pasukan yang tersisa untuk memperkuat tabir pelindung di keempat daratan dunia atas lainnya dan hanya long yang ia sisakan di sampingnya. Kini, hanya ada ia dan wan yao serta long.
Daratan mengambang yang hampir setengahnya itu runtuh menyisakan udara menyesakkan karena tekanan kekuatan spiritual dari kedua belah pihak.
"Akan sangat memalukan jika kau lebih dulu menyerah, long majulah"ucap yuan dingin.
Ekspresi kaisar dunia atas kini telah sepenuhnya berubah, raut wajah dingin tanpa belas kasihan itu dengan santainya mencari tempat untuk menonton pertarungan antara kedua sosok yang kini tengah saling berhadapan satu sama lain.
Yuan duduk didahan pohon yang tidak jauh dari tempat pertempuran antara long dan wan yao.
Ledakan demi ledakan terus berdatangan dari kedua mahluk berbeda kekuatan, segala hal disekitar mereka kini telah berubah bentuk sepenuhnya, tumbuhan serta pohon hidup yang tadinya hijau segar kini separuh dari bagian telah mati hitam karena racun ganas milik wan yao yang keluar dari sulur beracunnya.
Yuan tak perduli saat melihat long mulai terpojok, ia hanya tersenyum dingin melihat kemampuan jenderalnya itu.
Jlebbb...
Jlebbb...
"Ukhh"
Mata yuan terbelalak kaget.
So ah yang kini semenjak kedatangan para mahluk dari dunia atas tak pernah lagi menampakkan kehadirannya. Ia ingin menghindari para mahluk asing itu karena ia tahu bahwa yi adalah salah satu orang terdekat yuan.
Pengkhianatan tak memandang apa dan kenapa, itu yang ia pikirkan.
Ia takut jika ia menunjukkan dirinya, yi akan menangkapnya dan membawanya ke yuan. Ia sangat takut akan hal itu, ketakutannya sangatlah berasalan karena ia mengingat dengan jelas bagaimana kini kebencian yuan padanya semakin meningkat tajam.
Apa yang sebenarnya telah ia perbuat pada yuan ???...
Ia tahu bahwa hubungan antara ia dan xuan tak lepas dari ikatan antara ia dan yuan, itu dosa besarnya... tapi haruskah lelaki itu membenci anak yang bahkan belum mengerti dunia dan tidak tahu apa akar dari masalah antara mereka ??...
Ia semakin berlalunya waktu perasaan kasih sayangnya semakin memudar untuk lelaki itu, dan apakah itu karena kehadiran xuan dalam diri yuan...
Takdir...
Kenapa begitu rumit...
Benang merah...
Kenapa begitu kusut...
So ah terdiam.
Ia melihat kedua tangan halusnya yang bersinar karena pancaran redup sinar rembulan malam diatasnya.
Bahkan segalanya masih tetap diluar ketidaktahuanku...
Yuan membenci xuan...
Dan kini segalanya lebih rumit...
Dimana pangkal dari benang merah ini bisa aku urai...
Aku tak ingin membuat keduanya menderita...
Jika aku sendiri yang menderita karena karma dengan apa yang aku pilih, biarlah dewa kehidupan yang menghukumku...
So ah memejamkan matanya dengan kedua tangannya yang terkepal didepan dadanya, ia berdoa dibawah sinar rembulan hingga tanpa menyadari bahwa ada sosok lain yang diam-diam mengawasinya dari bawah.
Yi bisa dengan jelas melihat wanita yang kini tersirami oleh sinar bulan, wanita kaisar agung terlihat sangat mempesona dengan kecantikkan surgawi bahkan mungkin kecantikan dari nona utama putri klan duyung yang terkenal itu akan pucat jika disandingkan dengan permaisuri agung.
"Apa yang kau lakukan ??"tanya bingbing pada yi yang kini zhe ze juga ikut dengannya.
Yi memberikan isyarat pada bing bing dan zhe ze untuk diam, dan menunjuk kearah dimana mereka bisa melihat dengan jelas ada sosok wanita mungil dan ramping dengan kecantikan yang sangat luar biasa, keduanya terdiam tak bisa lagi mengeluarkan suara dan bingbing merasa tidak asing dengan wanita itu.
"Apakah gege diam-diam menyukai mahluk indah itu ??"tanya zhe ze yang menganggap so ah sebagai bagian dari klan rubah karena melihat bagaimana kecantikan so ah sangat memikat mata mereka sama halnya seperti klan rubah tapi jika dibandingkan dengan para wanita dari klan rubah, wanita diatas sana sangat-sangat cantik.
Zhe ze melirik gegenya dengan pandangan menggoda dan terkikik menahan tawa saat melihat ekspresi kesal yi.
"Bodoh !!!"desis yi dingin.
Zhe ze hanya tersenyum lebar, ia semakin salah memahami respon dari yi.
"Sstttt..."desis bingbing dingin, ia masih berusaha mengingat wanita asing diatas sana.
"Gege, jangan berbohong"ucap zhe ze lagi dan dihadiahi pelototan tajam dari yi.
"Apakah kau suka pada gadis cantik itu ?.... "tanya bingbing dan yi terdiam sembari menghela nafas berat.
Ia melihat kedua wanita yang tengah menatap kearahnya dan kearah permasuri agung sembari tertawa menggoda. Tapi semakin ia diam, kedua wanita dihadapannya ini semakin gila dan semakin berisik hingga membuatnya kesal.
"Kalian !!!... diamlah !!!"desis yi kesal.
"Wanita itu adalah permaisuri agung !!"tekan yi lagi.
Zhe ze dan bingbing terdiam mematung.