The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 123



DUAARR ....


DUMMMM ...


BUMMMMMMM....


Ledakan demi ledakan menghancurkan tanah yang tadinya sudah hancur bertambah hancur tak karuan. Energi-energi hitam layaknya meteor jatuh terus menghantam pohon raksasa dan juga kedua mahluk itu.


Langit terus bertambah hitam kelam, seakan-akan disana ada banyak sekali energi penghancur yang siap di lemparkan ke bumi.


Cheng qi dengan cepat membuat sebuah kubah yang hanya melindungi mereka dari hantaman energi yang datang secara tiba-tiba, dilain sisi mata cheng qu menatap sekeliling mereka dengan waspada dan ia juga langsung menatap langit dengan awan hitam disana.


Dimana musuh mereka ??!!!...


Cih, seharusnya dari awal ia lebih waspada !!...


Mata dai luan menatap senang saat dua sosok yang terjebak oleh perbuatan yang telah ia lakukan, ia tetap berada di kegelapan tersembunyi. Ia ingin melihat bagaimana keduanya mengatasi energi yang datang secara bertubi-tubi itu.


Pohon raksasa yang sudah sedikit berlubang dibeberapa sudut bagian dan juga ada banyak ranting yang patah disana. Cheng qi mengendalikan sulur-sulur hitamnya dari dalam tanah dan membuatnya semakin membesar dan terus membesar kemudian ia menangkis energi yang terus berdatangan itu.


"Bajingan !!!"ucap cheng qi marah.


Tak berapa lama kemudian energi-energi hiram yang berjatuhan itu lenyap tak tersisa hingga membuat keduanya semakin waspada.


"Kerjasama antar saudara milik kalian membuatku terharu"desah suara asing yang masih belum menampakkan dirinya.


"Siapa kau ?"tanya cheng qu dingin.


"Aku ?.. hahaha kenapa kalian sangat ingin tahu"desisnya lago santai.


Mata cheng qu semakin menatap sekelilingnya dengan dingin, pikiranya terus menerus mengingatkan sinyal berbahaya.


"Cih kau seperti babi pengecut !!... tunjukkan sosok mu !!"decih cheng qi marah.


"Hahahaha babi pengecut... umpatanmu sangat menghiburku"jawabnya lagi dengan santai.


Perlahan dai luan menampakkan sosoknya yang memakai sebuah jubah hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya.


"Apakah kau penasaran siapa aku, produk gagal ?? Kekhh..."tanya dai luan dengan suaranya yang mengejek.


"Kauu !!!"bentak cheng qi marah.


"Diam"desis cheng qu mengingatkan adiknya.


"Apakah aku mengatakan hal yang benar ?"tanya dai luan lagi, ia terus memprovokasi keduanya.


"Produk gagal menyedihkan"decih dai luan lagi sembari tertawa mengejek.


Cheng qi yang tak bisa mengontrol emosinya terpancing oleh kata-kata dai luan yang tak seberapa itu. Sulur-sulur hitam mulai menghantam tubuh dai luan, asap dan debu mulai menyelubungi tempat dimana dai luan berdiri tapi setelah debu-debu pekat itu hilang sosok dai luan tetap masih berdiri santai.


"Selain produk gagal, ternyata juga lemah"desis dai luan lagi.


Mata cheng qu langsung menyipit tajam, ia merasakan bahwa aura dari sosok didepan mereka ini sangatlah asing dan juga hawa keberadaannya yang tak bisa mereka rasakan.


"Siapa kau ?!.."desis cheng qu tajam.


"Aku ??... aku adalah pemilik pohon ini hahahaha"ucap dai luan tertawa santai.


"Pohon kematian"desis dai luan memotong ucapan keduanya.


"Kau... bagaimana kau..."ucap cheng qi kaget.


"Tapi sayang... sudah menjadi sampah yang tidak berguna"lanjut dai luan lagi, ia menghiraukan ucapan cheng qi dan hanya menatap pohon raksasa yang ada didepannya.


Pohon yang di masa lalu sudah sangat banyak mengambil kematian orang-orang yang tak berdosa, pohon yang jika seseorang mendengarnya namanya saja sudah cukup membuat jiwa mereka bergetar ketakutan. Ia sendiri yang mencabut inti sari pohon kematian didepannya ini dan sekarang pohon tua ini bertambah besar tapi hanya menajdi seonggok sampah tanpa inti sari spiritual.


Kenapa dan bagaimana pohon ini bisa hidup kembali itu karena inti sari pohon kematian sudah di isi dengan banyak darah pengorbanan dari banyaknya darah manusia-manusia. Tapi tetap saja, kekuatan pohon ini hanya akan terus melemah dan perlahan akan memakan si penggunanya hingga habis dan kemudian keduanya akan meledak. Siapa orang dibalik kebangkitan pohon kematian ini, itu bukanlah suatu kebaikan yang pastinya dunia bawah sedang melakukan sesuatu yang lain.


Dulu, dai luan menciptakan pohon ini untuk membunuh semua mahluk yang mengancam jiwa tuannya. Tak ada satupun mahluk yang bisa lolos dari pohon kematian ini dan karena suatu kejadian ia meminta izin pada tuannya untuk mematikan pohon kematian ini.


Tapi, sekarang ia sedikit lega walaupun disisi lain melihat alat yang pernah ia gunakan di gunakan lagi untuk suatu hal yang menjijikan cukup membuatnya kesal.


Sulur-sulur raksasa yang dengan ganas menyerang dirinya, ia potong dengan santai.


Serangan yang terus bertubi-tubi datang kepadanya tak membuat dai luan merasakan kelelahan tetapi ia terus membuat kesal lawannya.


"Apakah sudah cukup permainannya ?"tanya dai luan santai.


"Kkkauu !!!"decih cheng qi marah. Lelaki itu dengan cepat menyerap energi yang ada didalam pohon kematian kedalam tubuhnya, cheng qu melihat apa yang dilakukan cheng qi tak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia tak bisa dengan cepat menghalangi gerakan cheng qi yang secara tiba-tiba itu.


"Ttiidakkkk"teriak cheng qu yang berusaha mewaraskan emosi saudaranya, tapi semja terlambat.


Pohon kematian langsung mengering dan terus mengering karena energi kehidupannya diambil oleh sang inang.


Disisi lain, dai luan yang melihat kepanikan cheng qu langsung tersenyum sinis. Ia mengerti apa yang telah dilakukan mahkul idiot serakah didepannya itu.


Pohon yang terus mengering dan mengering dengan sosok mahluk dengan mata hitam penuh mengerikan disertai urat-urat hitam yang terus merambat bagaikan akar pohon didalam kulit sepucat mayat milik cheng qi.


Lelaki itu dengan gila tertawa terbahak-bahak seakan mengejek lawannya yang berada diujung sana.


Dai luan hanya memiringkan kepalanya, melihat sosok yang bagaikan mayat hidup berjalan dan kini sedang tertawa gila, mengejeknya.


"Hahaha... menyedihkan"desis dai luan pada akhirnya.


Cheng qi tetap tak terima melihat lawannya yang tak merasa takut akan tekanan kekuatannya itu langsung melesat cepat menghantam dai luan dengan kekuatannya.


Kecepatan yang cepat bagaikan cahaya yang terus memercik disana-sini saat keduanya berbenturan. Entah berapa lama mereka bertarung tapi Dai luan masih tetap tenang saat menghadapi mahluk didepannya itu, berbanding terbalik dengan cheng qi yang mulai merasakan keanehan pada dirinya sendiri. Cheng qi yang tak tahan akan rasa panas dari dalam tubuhnya langsung melesat kembali ketempat dimana cheng qu berada.


"Akkkhhh... kakak... kenapa... ada apa ini !!!... aakkhhh"teriak cheng qi berguling-guling kesakitan.


Kekuatan yang ia hisap tadi didalam tubuhnya terus bertabrakan satu sama lain hingga mengenai organ-organ penting miliknya. Perlahan tapi pasti, dan seakan diisi dengan udara tubuh cheng qi mulai membengkak besar. Cheng qu yang melihat saudaranya itu akan meledak dengan sia-sia, ia langsung mengambil atau lebih tepatnya mencuri kekuatan spiritual milik saudaranya itu dan menghisapnya sampai habis tak tersisa.


"Kau... apa.. akh.. ya..ng kk..kau la..kkukan !"ucap cheng qi yang sekarat.


"Agar kekuatan yang diberikan tuan tidak terbuang sia-sia"jawab cheng qu dingin.


Dai luan hanya menatap kedua saudara didepannya itu dengan pandangan datar.


Darah yang lebih kental daripada air takkan berlaku bagi seseorang yang serakah, dan hal itu telah terjadi tepat didepan matanya.


Mati dengan pengkhianatan saudara sedarah yang berbagi rahim yang sama itu tak lebih dari rasa sakit biasa tetapi itu hal yang luar biasanya menyakitkan.


Dai luan hanya tersenyum dingin dengan pandangan matanya yang menatap jauh kelangit dan didetik kemudian ia hilang.