
"Apa yang bibi lakukan ?!!"ucap jhi kecil saat ia melihat bibi jhi yang berusaha membujuk orang-orang agar keluar menuju ke benteng dalam kerajaan.
"Kalian semua dibodohi lelaki bertopeng itu !!..."ucap bibi jhi yang tak bisa mengontrol emosinya.
"Jika kita tak bergegas pergi, kita takkan selamat"ucapnya lagi.
"Apa yang kau ketahui, nyonya san tentang kami !..."ucap seorang wanita tua pada bibi jhi.
"Iya, kami sudah bertemu dengan para prajurit dan mereka melarang kami untuk ikut masuk kedalam benteng dalam kerajaan"jawab seorang lelaki lainnya.
"Iya, itu benar sekali... jika bukan karena nyonya muda dan suaminya yang membuatkan kami kubah ajaib ini mungkin kami sekarang sudah dijadikan pengorbanan manusia hidup untuk monster-monster biadab itu !!... nenek jhi kecil juga harus mati karena monster itu... jadi dimana kami harus berlindung sedangkan gerbang tak dibuka untuk rakyat rendahan seperti kami ini !!!"teriak seorang lagi dengan suara parau penuh kesedihan.
Bibi san melihat orang-orang didepannya ini dengan pandangan yang penuh dengan rasa putus asa. Ia juga bisa melihat keteguhan hati mereka karena mempercayai sosok yang tak mereka kenal atau mungkin ia sendiri yang bingung harus memilih di tempat dimana ia harus berlindung. Tiba-tiba terdengar suara ledakan besar dari arah kerajaan.
"Apa yang terjadi ???"tanya orang-orang itu satu sama lain.
Asap hitam terlihat membumbung tinggu keatas lagi diikuti dengan suara-suara teriakan manusia yang penuh dengan rasa ketakutan. Didetik itu pula suasana yang tadinya hening tanpa suara mulai menjadi lebih suram mencekam.
"Kalian tetaplah didalam tabir ini"ucap sebuah suara.
"Tuan... Tuan apa yang terjadi ??"tanya mereka pada xuan.
Tanpa menjawab apapun mereka sudah tau jawabannya ketika melihat banyak monster hitam yang dengan ganas menyerang orang-orang itu. Monster hitam yang merayap cepat itu membunuh manusia dan mencabik-cabik tubuh itu yang kemudian mereka makan dengan beringas. Cipratan darah, teriakan penuh rasa ketakutan dan juga rasa putus asa membumbung pekat disana tepat didepan mata mereka tak ada manusia yang selamat.
"Ibuuuuuuu...."teriak seorang anak kecil dari dalam kubah pelindung yang sudah dibuat xuan.
Mereka yang masih hidup dan kaget melihat keadaan yang telah terjadi tepat didepan mata mereka sontak saja langsung tersadar karena teriakan ketakutan anak kecil itu. Cepat-cepat orang tua yang memiliki anak kecil langsung menutup mata anak mereka agar tidak melihat hal mengerikan didepan mereka walaupun hasilnya sia-sia karena mereka sudah melihat hal itu.
Suasana bertambah mencekam dengan teriakan dimana-mana.
Xuan hanya berdiri diam melihat pemandangan didepannya tanpa merubah ekspresi. Ia meninggalkan istrinya sendiri di bukit yang sudah ia pasangi pelindung yang berlapis, tapi saat ia melihat istrinya berjalan menuju kearahnya xuan langsung bergegas menuju ke so ah.
"Kenapa kau tidak melanjutkan tidurmu ?"tanya xuan lembut pada so ah.
"Apa it..."ucap so ah yang terpotong saat ia melihat keluar kubah yang sudah dipenuhi dengan banyaknya potongan tubuh manusia serta monster hitam yang merayap dengan menjijikan.
Xuan dengan cepat menghalangi pandangan mata so ah dengan tubuhnya. Xuan bisa merasakan tubuh so ah mulai sedikit melemah.
"Haa... ternyata disini tikus-tikus seperti kalian bersembunyi"ucap sebuah suara.
Jubah putih terlihat berjalan diantara mayat-mayat yang sudah merenggang nyawa dengan cara yang sangat tidak manusia dan sosok itu dengan santai menginjak apapun yang menghalangi jalannya.
"Pe..penatua sssuuciii..."ucap bibi san yang kaget. Mereka yang mendengar ucapan bibi san langsung terbelalak tak percaya.
"Hahahaha dimana wanita yang kau inginkan yang mulia ??"tanya penatua suci pada huang de yang berdiri tepat dibelakangnya.
"Itu wanita yang aku bicarakan, penatua"ungkap huang de.
Semua mata langsung melihat kearah jari telunjuk huang de yang langsung mengarah kepada so ah.
"Bagus... hnnn aroma darahnya sangat menggiurkan..."desis penatua suci dengan suaranya yang tak memilik sisi manusiawi.
"Berisik !!!"desis penatua suci marah.
Huang de yang tak mengetahui kondisi dan keadaannya yang sudah ditipu mentah-mentah oleh penatua suci hanya menatap tak percaya ketika jantungnya ditembus oleh sulur-sulur hitam.
"Tak ada yang bisa memerintahkan ku dan manusia bodoh sepertimu memang harus diam dengan cara yang seperti ini"desis penatua suci dan dengan kejam ia membuang mayat huang de.
Mayat dengan mata memelotot tak percaya itu langsung dengan cepat menjadi santapan dari monster-monster hitam yang dengan cepat berebut makanan segar.
"Tahanlah sebentar lagi..."ucap xuan pada so ah.
"Aku tidak apa... selamatkan orang-orang ini"ucap so ah sembari tersenyum tulus.
"Jika semua sudah selesai, ayo kita pulang"bisik xuan lembut, xuan dengan lembut menyentuh titik akupuntur so ah dan membuatnya perlahan tidak sadarkan diri.
"Baiklah... kami akan menunggumu"jawab so ah lirih dan kemudian terlelap.
Sulur-sulur berwarna hitam bercampur emas keluar dari dalam tanah dan membunuh semua monster itu dengan sekali cengkeraman.
"Apa yang kau lakukan !!!... tidakkk"teriak penatua suci marah.
Penatua suci dengan cepat mengeluarkan sulur hitamnya dari dalam tanah dan ia berusaha menghancurkan pelindung spiritual didepannya.
"Cihh..."decih penatua suci saat semua hal yang ia lakukan tak membuahkan hasil.
Ia merentangkan tangannya dan perlahan sebuah pohon raksasa besar berwarna hitam tumbuh di tengah-tengah pusat kerajaan timur.
Aroma pekat mayat busuk mulai tercium keluar dari pohon raksasa itu, monster-monster hitam yang masih tersisa langsung pergi dan dengan cepat merayap ikut bergabung dengan pohon raksasa yang sudah ditumbuhkan penatua suci.
"Menjijikan"desis xuan.
"Dai luan"ucap xuan.
Terdengar gemuruh dari langit yang mulai menghitam, seakan akan turun hujan badai bercampur petir yang terus menggelar dengan mengerikan. Dari sana keluarkan sesosok naga hitam gelap yang meliuk-liukkan tubuhnya diantara awan gelap bercampur petir.
Gggrooaaaarrr...
Terdengar suara geraman tinggi dari atas langit yang menghantarkan banyak volume angin besar. Bangunan-bangun yang tadinya sudah hancur karena pohon raksasa yang tumbuh secara tiba-tiba, kini harus bertambah rata karena geraman dari naga hitam itu.
Naga hitam itu melaju dengan cepat turun kebawah menuju kepusat tabir yang telah dibuat xuan.
"Apa yang anda perintahkan tuanku ?"tanya dai luan yang sudah berubah menjadi sosok manusia.
"Bunuh, jangan ada sisa"ucap xuan dingin memberikan perintah pada dai luan.
"Baik, tuanku"jawab dai luan yang langsung melesat pergi menghadapi penatua suci.
"Haha kau bertemu inangmu..."desis xuan tertawa dingin saat ia melihat pohon raksasa.
Xuan dengan cepat membawa so ah pergi dari kerajaan yang sudah hancur ini, dan tanpa menoleh dua kali ia meninggalkan dai luan.