
Darah...
Kegelapan...
Penghianatan...
Rasa kecewa...
Dan rasa terancam selalu saja membayangi setiap langkah hidupnya. Ia yang sudah lama berkubang dalam banyak darah mahluk-mahluk egois itu membuat xuan menjadi sangat muak.
Kenapa diantara sekian banyak mahluk harus ia yang hidup abadi dan menjadi seorang mahluk surgawi yang tak bisa dikalahkan oleh siapapun !!... hal itu yang awalnya membuat diri xuan merasa sangat tinggi diantara semua mahluk dan semakin lama seperti sebuah bumerang yang menyerang dirinya sendiri.
Jika saja dulu ia tak terobsesi menjadi sosok yang menentang tuhan dengan melawan semua mahluk kuat ciptaanNya, mungkin hukuman itu takkan berlaku padanya.
Bahkan hingga sekarang ini, ia tak tau mahluk apakah ia ini...
Para mahluk itu menjulukinya sebagai dewa keturunan iblis kuno yang keji, mereka semua hormat dan mengagungkannya hingga sekarang mereka semua mulai terobsesi pada tempat agung yang ia duduki.
Xuan marah...
Xuan merasa kekosongan yang sangat dalam seperti berada didalam lembah kegelapan yang terus menenggelamkannya...
Xuan merasa tak ada gunanya lagi eksistensinya di dunia ini...
Kekuatan...
Keabadian...
Dan segalanya tak ada gunanya lagi didepan matanya...
Hingga ia melihat seorang gadis dari klan besar yang berasal dari dunia bawah. Gadis itu terluka parah ketika ikut sebuah penaklukan di salah satu kawasan dunia bawah dan secara tak sengaja menarik perhatiannya.
Seperti halnya wanita lain dari dunia bawah tubuh tinggi semampai dengan kecantikkan menggoda membuat wanita itu terlihat istimewa dimata xuan yang kala itu sedang merasa bosan dan ia melihat para mahluk egois yang berperang satu sama lain demi sebuah kepuasan hati yang pada dasarnya takkan pernah puas.
Pada awalnya xuan merasa waspada dengan keberadaan wanita itu.
Segala sesuatu didunia ini tidak ada yang tidak mungkin dan segalanya mulai berjalan seperti biasanya.
Membosankan.
Hingga satu ketika wanita itu mengetahui kelemahannya dan disaat itu pula ia tersenyum masam. Tak ada mahluk murni di dunia ini, semua mahluk sama kotornya seperti diriku. Penampilannya yang hampir menipu mentah-mentah diri xuan dan untungnya ia berhasil selamat dari serangan diam-diam itu hingga menyebabkan bagian dadanya terluka dan mengharuskan dirinya sendiri untuk bersemayam di tempat suci.
Dai luan yang setelah ledakan itu mendatangi xuan, ia melihat tuannya yang berada di tengah-tengah ledakan besar itu. Bahu kekar tuannya yang selalu kokoh kini terlihat sedikit turun. Apakah tuannya bertemu wanita itu !!!...pikir dai luan yang waktu itu masih remaja.
"Semua hal sudah direncanakan wanita licik itu... hahaha ternyata wajahnya tetap membuatku melemah seperti tertawa pahit.
Xuan mengambil keputusan untuk menghapus sebagian memori para mahluk agar mereka tidak mengingat tentang keberadaannya dan hanya beberapa dari mereka yang sedikit bisa mengingat samar peperangan besar ini.
Xuan tak perduli ia dipandang kejam karena pada dasarnya ia memang mahluk berdarah dingin yang haus akan darah dan peperangan.
"Dai luan kau kutugaskan untuk menjaga serpihan kekuatan suci ku"ucap xuan pada dai luan yang tepat berada dibelakangnya.
"Tuan... anda.."ucap dai luan yang laget dengan keputusan xuan. Ia dengan berat hati patuh akan perintah xuan yang sebagai tuannya memberi ia perintah itu.
Pecahan kecil kekuatan yang berubah menjadi kristal putih melayang keluar dari dalam diri xuan dan di bawa dengan hormat oleh dai luan.
"Entah berapa ribu tahun lagi anda akan terbangun dari tidur panjang anda... tetapi saya, dai luan bersumpah atas nama naga pelindung akan tetap mengakui anda sebagai tuan agung satu-satunya"ucap dai luan yang bersumpah setia darah pada xuan dan kemudian ia langsung menghilang.
Hanya xuan yang tersisa dipadang kematian, kekuatanya yang sudah terkumpul itu meledak dengan kekuatan yang amat sangat dahsyat hingga menghanguskan segala macam kehidupan didunia bawah dan sampai menembus dunia atas.
Keadaan yang mencekam itu membuat semua mahluk hidup gemetaran ketakutan. Hanya satu sepemikiran didalam pikiran mereka bahwa weida de tianghuang menahan kekuatannya atau mungkin ia tidak benar-benar serius bertarung melawan jutaan mahluk penghianatan itu, hingga butuh ratusan tahun untuk para mahluk mengembalikkan keadaan dunia mereka seperti semua sama dengan halnya dunia manusia yang terkena bencana alam besar-besaran.
Hingga sekarang ini tetua lao masih merasa bahwa jika weide da tianghuang bangkit kembali mungkin weida de tianghuang akan membalas dendam akan penghianatan mereka beberapa ratus tahun yang lalu. Ingatan yang terus terpatri kuat dipikirannya hanya tentang bagaimana weida de tianghuang yang membunuh mahluk-mahluk itu dengan sekali tebasan pedangnya.
Tapi mengingat bahwa apa yang tengah dikandung permaisuri yan ran membuat tetua lao bertambah khawatir.
"Kita harus memikirkan jalan keluarnya istriku !!"bisik tetua lao pada istrinya.
Hingga suatu hari tetua lao mengirimkan seorang dayang keistana karena mendengar bahwa permaisuri akan segera melahirkan. Ia memerintahkan dayang itu untuk diam-diam membantu persalinan permaisuri tetapi ada berita yang mengejutkannya bahwa entah kenapa ketika dayang itu akan membunuh bayi kecil itu harus mati ditempar dengan mengenaskan.
Segala rencana dan tipu muslihat terus dilakukan tetua lao dan istrinya untuk membunuh pangeran kekaisaran dunia atas tetapi tetap saja, siapapun yang mereka kirim selalu menjadi mayat.
Sampai ketika pangeran He Lian Longyu berusia lima belas tahun mengetahui bahwa otak dari pembunuhan beruntun yang ditujukkan untuk membunuhnya berasal dari kediaman para tetua, remaja tampan itu dengan amarah yang memuncak memporak-porandakan kediaman tetua dan hampir mengambil nyawa mereka jika tidak ditahan oleh kaisar.
"Kalian... tetua busukk !!!... bukankah kalian yang membunuh niang niang !!!"teriak yuan marah.
Hingga kaisar lian long yang waktu itu mendengar putranya sedang mengamuk dengan ganas berusaha menenangkannya tetapi yang anehnya lagi kekuatan putranya ini terasa sangat liar dan mempunyai momentum kuat. karena pertarungannya dengan yuan itu secara tidak sengaja kaisar lian long yang ingin melindungi kedua tetua itu terkena sabetan kekuatan spiritual yuan yang tepat mengenai titik vital tubuhnya.
Darah segar keluar dari mulutnya, dan ia masih tetap kuat melindungi kedua tetua itu hingga membuat yuan pingsan kelelahan karena kehabisan kekuatan spiritual.
"Apa benar kalian yang membunuh istriku !!!"tanya kaisar lian long atau tang mo cou tajam.
Kedua tetua itu hanya diam tak menjawab pertanyaan tang mo cou.
"Jika kalian diam berarti benar kalian yang terus merencanakan pembunuh untuk putraku dan kalian juga tanpa rasa bersalah ikut membunuh istriku !!!"lanjut kaisar lian long marah.
"Tidak... tang mo cou... kau salah paham... bukan... bukan kami yang membunuh permaisuri..."jawab istri tetua lao.
"Lantas siapa ??!!!"desis kaisar lian long dingin.
"Putri... putri mei shi dari klan dunia bawah"jawab tetua lao.
"Apakah kalian berusaha mengadu domba diriku dengan dunia bawah ??!"jawab dingin kaisar lian long lagi.
"Tidak... itu yang infroman kami katakan..."ucap tetua lao yang hanya menatap kepergian tang mo cou bersama dengan putranya.
Entah apa yang akan terjadi tetapi untuk hal ini ia sangat menyesali perkataannya, jika sampai tang mo cou mendeklarasikan perang kepada dunia bawah bukankah hal itu akan terus seperti lingkaran setan yang berkesinambungan.
Ataukah mungkin weida de tanghuang mengutuk mereka !!!....