The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 175



"Katakan sekali lagi !!"desis yuan dingin.


"Be..benar, tuan"


"Nona rou chi ingin membunuh yang mulia permaisuri"sahut roh itu lagi.


"Siapa permaisuri itu ?"tanya yuan dingin.


"Yang mulia permaisuri agung adalah wanita dengan kecantikan surgawi, sangat lembut tapi sayangnya tuan kami hanyalah seorang manusia rendahan"sahut roh itu lagi.


Crak..


Tiba-tiba yuan mencengkeram leher roh spiritual itu saat ia mendengar ucapan terakhir dari roh itu.


"Akh... ampuni.. ampuni roh le...lemah ini tuan... agh"ucap roh teratai itu ketakutan dengan suaranya terputus-putus.


Yuan dengan kasar melepaskan cengkeramnya dan melihat roh lemah dihadapannya ini dengan pandangan dingin mengancam.


"Kenapa dia ingin membunuh permaisuri kalian ?"tanya yuan dingin.


"Karena... karena kecantikan surgawinya dan... dan tuan kami sepertinya tengah menjalin hubungan dengan weida de baohu long dai dibelakang punggung kaisar agung karena hal itu nona rou chi sangat marah dan dipenjara dibawah sungai kesucian"ucap roh itu ketakutan.


Roh itu tak pernah tahu bahwa apa yang ia ucapkan sangat berdampak besar pada masa depan.


Aura kehitaman pekat keluar dari tubuh yuan, ia merasakan rasa malu yang amat teramat sangat besar, sangat memalukan baginya.


Weida de baohu long dai ??..


Naga pelindung agung dai !!.. berarti mahuk itu adalah mahluk rendahan yang diperintahkan xuan untuk melindungi so ah.


Wanita jalang !!..


Yuan diliputi emosi gelap disekelilingnya.


Xuan, kau puas sekarang heh lihat wanita yang sangat ingin kau dan aku miliki sekarang tengah memadu kasih dengan lelaki lain...


Ia seperti mengenakan topi hijau itu sepanjang waktu !!..


Yuan yang kini telah keluar dari penjara itu dengan raut wajah dingin dan murka menghadap menatap langit diatasnya.


"Aku sebagai kaisar agung kekaisaran dunia atas dengan disaksikan langit dan bumi serta tempat yang aku injak kini, He Lianyu memisahkan dirinya dan istrinya permaisuri agung kekaisaran dunia atas Lu So Ah sebagai suami istri yang sah dan didetik ini tidak akan pernah bersama !!!"ucap yuan dengan wajah yang dipenuhi dengan kemarahan gila disana.


Gemuruh petir dan langit hitam menyahuti ucapan sang kaisar dunia atas dan telah menjadi saksi atas pemutusan hubungannya. Yuan tahu bahwa tubuh so ah adalah miliknya karena mereka menikah dengan sah di dunia manusia dan jiwa so ah adalah milik xuan karena janji setia abadi. Jika so ah masih tersentuh xuan karena xuan berada ditubuhnya ia akan menerima so ah, tapi tidak dengan anaknya dan ia tak ingin menerima tubuh yang sudah dikotori oleh lelaki lain itu menjadi wanitanya dan tetap berada disamping dirinya.


Harga dirinya seakan diinjak di bawah lumpur paling menjijikan.


Topi hijau telah dipasangkan dikepalanya, ia tak ingin menerimanya. Yuan merasa pilihannya ini sangat tepat.


Yuan menatap langit tepat dimana tempat suci itu berada dengan pandangan penuh rasa amarah dan kebencian.


***


Deg.


Deg.


Deg.


So ah terbangun dari tidurnya ketika ia mendengar suara gemuruh petir datang saling menyambar satu sama lain.


"Ukh"desisnya merasakan sakit kembali ditangan kanannya.


Saat ia melihat pergelangan tangan kanannya disana ia melihat lingkaran indah yang melingkari tangannya bersinar kuning menyilaukan perlahan lenyap dan terbang.


Deg.


Deg.


"Sejak kapan ada banyak hal semacam ini ditubuhku ??"tanya so ah pada dirinya sendiri dengan bingung. Tapi, suara petir yang terus menyambar dan bergemuruh membuatnya sadar.


Ia langsung turun dari tempat tidurnya dan bergegas melihat ayunan tempat tidur anak-anaknya. So ah dengan lembut mengangkat buah hatinya itu satu persatu dan membawanya keatas tempat tidurnya. Setelah menyelimuti kedua buah hatinya, so ah diam melihat kilatan-kilatan petir diluar ruangan ini lewat celah-celah jendelanya yang memang terdapat ukiran sulur bunga dan tanaman itu.


"Apa yang terjadi ??"bisik so ah sembari memijat ringan pergelangan tangannya.


Perlahan ia kembali memejamkan matanya disamping dua buah hatinya.


***


Dikerajaan dunia bawah, kini Cheng ru yang zheng bai perintahkan untuk melihat hasil kerja wan yao dan chen qu di salah satu tempat pembuatan senjata mereka.


"Apa"ucap wan yao dingin.


"Yang mulia raja ingin aku melihat kerja kalian berdua disini"sahut cheng ru santai.


Cheng ru melihat-lihat berbagai macam senjata tajam sudah terbentuk dan tersusun rapi ditiap sudut ruangan penyimpanan senjata mereka.


Cheng ru mengambil satu senjata didekatnya, pedang yang ia pegang terasa ringan. Ia kemudian mengayun pedang itu dengan santai ia menambahkan kekuatan spiritualnya.


Bummm...


Bumm...


Kratak..


Ruangan tempat yang digunakan sebagai gudang penyimpanan senjata kini roboh akibat ulah cheng ru.


"Brengsekkk !!!"bentak sosok lain di ujung tempat cheng ru dan wan yao berdiri.


"Siapa yang berani mengacaukan tempat ini !!!"bentak chen qu yang berjalan cepat dengan raut wajah marah.


"Akan ku cincang habis tubuhnya !!"lanjut chen qu lagi dari kejauhan.


Kepulan asap memenuhi tempat itu hingga akhirnya chen qu yang kesal karena tugas yang diberikan raja mereka ternyata adalah hukuman untuk mereka berdua karena sudah mengacaukan rencana yang sudah disusun sempurna di kerajaan timur.


Itu kegagalan mereka.


Dan kini gudang penyimpanan yang berisi penuh dengan senjata baru dan berharga harus roboh tanpa sebab, chen qu sangat kesal.


Sudah cukup ia kepanasan disini hanya karena memantau pekerjaan para budak dan prajuritnya, dan kini masalah bertambah lagi.


Ia melihat dua siulet yang berdiri ditengah-tengah reruntuhan gudang penyimpanan senjata ini.


"Brengsek gilaa !!!"bentak chen qu kasar hingga ia langsung terdiam saat kepulan asap tebal disekelilingnya mulai menipis dan menghilang menunjukkan sosok didepannya.


"Oh"kaget chen qu.


"Apa yang anjing raja lakukan disini ??"tanyanya santai.


"....."wan yao melirik chen qu dengan bola mata berputar.


Anjing raja katanya ???... bukankah secara tidak langsung ia menghina dirinya sendiri, mereka juga anjing raja !!... dasar mahluk dungu gila, bodoh !!!, pikir wan yao kesal.


Cheng ru hanya menatap datar lelaki dihadapannya itu, ia menatap tanpa minat dan kemudian mengalihkan pandangannya, kembali menatap pedang yang berada ditangannya.


"Senjata yang kau perintahkan untuk dibuat ini, lemah"ucap cheng ru santai.


"Apa kau bilang !!!"bentak chen qu kasar.


Ia tak terima jika hasil pekerjaannya harus dihina oleh mahluk penjilat menjijikan dihadapannya ini.


"Ck, baju perang para prajurit dunia atas takkan bisa kau gores hanya dengan senjata mainan ini, bodoh !"sahut cheng ru dingin.


"Jadi, apa lagi yang kurang heh ??"tanya chen qu dingin.


"Rongsokan"desis cheng ru sembari membuang pedang yang ia bawah kesembarang arah.


"Cari mahluk dengan kekuatan spiritual besar, bawa mereka kemari dan paksa mereka untuk memberikan tambahan energi spiritual kesenjata-senjata yang berada disini"ucap cheng ru dingin.


"Jika tidak mau, bawa dengan paksa"desis cheng ru yang kemudian menghilang.


Wan yao meludahi tanah dengan tatapan penuh kebencian dan rasa kesal begitu juga dengan chen qu yang kini mengamuk, menambah kacau tempat disekitarnya.