
Plakkk...
Jing mei terkejut atas tamparan yang secara tiba-tiba ia terima, pipi pucatnya memerah dengan cap tangan membekas disana.
"Kka..kau !!!"ucap jing mei kaget, ia langsung melihat sosok yang berani menamparnya. jing mei melirik sekelilingnya kosong karena ia yang memerintahkan semua dayang dan para prajurir untuk meninggalkan taman ini, serta ia sedikit kaku saat tau dengan kehadiran sosok yang ingin ia hindari.
Jing chang xi berdiri dengan angkuh didepan jing mei, ia merasa tidak bersalah dengan apa yang telah ia lakukan pada saudara tertuanya itu.
"Dimana yang mulia raja"tanya jing chang xi pada jing mei, tanpa rasa hormat ia duduk didepan jing mei.
Jing mei melihat tingkah laku adik perempuannya itu dengan pandangan dingin, apa yang ia terima tadi bukanlah apa-apa daripada penghinaan yang sudah mengikutinya semenjak ia memasuki tempat terkutuk ini.
"Atas dasar apa kau yang hanya seorang anak selir darah campuran berani berkata seperti itu kepada ratu ini !!!"desis jing mei dingin, untuk pertama kalinya ia lepas kendali.
"Raja bukan milikmu !!!"desis jing mei lagi.
Jing chang xi yang mendengar kalimat menyakitkan keluar dari mulut wanita yang sangat ia benci ini tersulut emosi. Ia merasa direndahkan hanya karena status kelahirannya, jika saja ia tidak terlahir di rahim seorang selir rendahan mungkin ia bisa dengan leluasa berada disamping zheng bai.
"Apa... apa yang kau katakan !!... aku hanya bertanya diamana raja dan kau marah"ucap jing chang xi tak mau kalah, ia dengan cepat mengubah ekpresinya menjadi tertindas ketika melihat para tetua kerajaan dunia bawah yang sedang berjalan di belakang raja dunia bawah, zheng bai.
"Aku...aku tidak tau apa kesalahan ku, jie jie maafkan aku"lanjut jing chang xi lagi dengan suara memelas, matanya berkaca-kaca menahan air matanya sendiri.
"Lancang !!!"bentak jing mei dingin.
"Kau berani melukai ratu ini dan kau berkata hanya mencari raja tanpa kepentingan mendesak !!!"desis jing mei dingin.
"Tak tahu kesalahan mu sendiri ??!!... apakah seperti ini cara selir chang mengajari putrinya"desis jing mei lagi, suaranya terdengar tajam.
Zheng bai yang sudah mendengar apa yang terjadi sedikit terhibur dengan apa yang terlihat didepan matanya kini. Ia sangat jarang bisa melihat ratunya yang selalu dingin kini tengah tersulut emosi.
"Apakah kau sebagai seorang ratu kerajaan tidak khawatir atas ketidakhadiran raja selama beberapa hari ini"ucap jing chang xi yang mulai dengan licik menggiring jing mei masuk kedalam perangkapnya. Ia yakin jing mei tidak akan bisa menjawab pernyataannya atas keberadaan zheng bai beberapa hari terkahir ini.
Wajah jing chang xi penuh percaya diri. Ia juga bisa menurunkan harga diri jing mei sebagai seorang ratu didepan raja dan para bawahannya. Sangat bagus, sangat bagus. dengan begini zheng bai akan tersentuh oleh rasa perhatian dan penuh kasih sayang yang ia berikan.
Jing chang xi yang melirik zheng bai bertambah percaya diri saat melihat ekspresi datar lelaki iti.
"Bagus, kena kau jalang !!!"pikir jing chang xi jahat.
"Ke...kenapa jie jie ti...tidak menjawab pertanyaan ku ??"tanya jing chang xi, suaranya sengaja ia lembutkan hingga terdengar bergetar ketakutan.
"Apakah sekarang orang luar bisa dengan leluasa menanyakan tentang keberadaan raja ini"desis zheng bai yang sudah berdiri tepat dibelakang kursi jing msi.
Bahu jing mei langsung menengang saat mendengar suara zheng bai, ia tak berani menoleh. Ia bisa merasakan nafas hangat dibelakangnya yang kini mungkin saja tengah menundukkan dirinya sendiri untuk mendekat dengan intim kearahnya.
Jing chang xi panas saat melihat interaksi jing mei dan zheng bai, ia langsung memanfaatkan air mata yang sudah ia tahan tadi dan menangis dengan sedih.
"Maafkan nona muda ini, kakak ipar"ucap jing chang xi kecil.
"...."zheng bai hanya diam saat mendengar ucapan jing chang xi yang penuh keluhan padanya, ia dengan santai mengelus pipi jing mei yang memerah dan mulai membengkak.
"Hmm sepertinya adik kecil kesayangan mu sangat mengkhawtirkan diriku eh"ucap zheng bai santai.
Ia sedikit menekankan katanya-katanya, dan itu cukup membuat jing mei langsung waspada berlainan dengan jing chang xi yang langsung bahagia atas ucapan zheng bai.
"Ya, itu benar yang mulia"jawab jing mei sopan.
Ia yang ingin berdiri langsung tertahan karena tekanan kuat di kedua bahunya yang ditekan zheng bai.
"Maafkan kelalaian hamba yang mulia karena tidak menyapa anda terlebih dahulu"ucap jing mei, suaranya sedikit bergetar.
"Tidak apa, aku tahu kau sangat lelah karena aktivitas kita"sahut zhenh bai santai.
"Ya, aku mungkin lelah"bisik jing mei.
Dari cengkeraman tangan zheng bai dikedua bahunya ia tahu bahwa ada sesuatu yang ingin dibicarakan lelaki ini, dan mau tidak mau ia harus mengikuti permainan lelaki kejam ini.
Jing mei hanya bisa menuruti perintah zheng bai, ia berdiri dan berjalan disamping zheng bai meninggalkan jing chang xi dibelakangnya yang mungkin saja kini tengah dibakar api amarah dan rasa cemburu.
Jing mei hanya bisa menghela nafas berat.
***
Yi melakukan tugas yang diberikan yuan dengan pikiran yang tidak tenang, ia memikirkan semua kemungkinan. Apa yang membuat kaisarnya, setelah sekian ratus tahun baru memerintahkan mereka untuk memperhatikan tempat suci, padahal tempat diatas istana kekaisaran ini adalah tempat yang tidak bisa dimasuki oleh mahluk lain.
Yi diam.
Disisi lain Hui dan Long tengah melatih semua prajurit dunia atas, mereka berdua mati kebosanan karenanya. Tapi, tak ada yang bisa mereka lakukan.
"Ohhh.... aku rindu istrikuu"ucap hui bosan.
Long memandang hui dengan tatapan membunuh sekaligus kesal.
"Kau pikir aku juga tidak rindu pada kekasih ku hah"bentak long kesal.
"Ck, diam kau"desis hui yang bertambah kesal akan ucapan long.
Yi yang kini tengah berada di puncak salah satu menara istana memutar bola matanya bosan melihat tingkah dua orang dibawahnya itu.
Saat ia tanpa sengaja tengah melihat keatas, siulet hitam terlihat jatuh dari atas tempat suci itu.
Apa itu ??!!...
Yi dengan cepat meniup peluit tanda bahaya.
Hui dan long langsung dengan cepat melihat kearah dimana yi meniupkan peliutnya.
"Ayo... cepat"ucap hui.
Hui dan long dengan cepat mengikuti yi yang telah lebih dulu pergi.
Apa yang kini tengah mereka kejar ??!!...
Kecepatan yi sangatlah diluar nalar dan tidak seperti biasanya mereka melihat sosok tenang yi menjadi tergesah-gesah saat mengejar sesuatu ini.
"Ayo cepat.... kita harus cepat menyusul yi"ucap long.
Yi tau bahwa dibelakangnya hui dan long tengah mengejarnya, tapi ia tidak perduli jika keduanya kehilangan dirinya. Sosok didepannya itu lebih mencurigakan dan ia harus menangkapnya.
Sosok berjubah hitam itu dengan cepat melarikan diri dari pandangan yi, yi mendesis marah karena kehilangan sosok itu.
kenapa sosok itu sangat mengenal seluk beluk daerah dan jalan di ibukota kekaisaran dunia atas apalagi sosok itu juga tahu jalan keluar dari istana kekaisaran ini ??!!..., pikir yi, terdiam ditempatnya.
"Apa yang kau kejar ??"tanya hui.
"Ada sosok lain yang tinggal di tempat suci"sahut yi.
"Apa maksudmu ???... tidak ada yang bisa memasuki tempat itu dann tinggal ??"tanya long.
"Entahlah, kita harus melaporkan hal ini kepada kaisar"sahut yi.