
Penatua suci yang tak mengetahui bahwa ada kedatangan sosok lainnya dengan gilanya terus meratakan sekelilingnya. Ia harus dengan cepat mengumpulkan banyak darah pengorbanan dari manusia agar tuannya senang akan usahanya, tapi darah yang ia butuhkan masih kurang dari yang seharusnya dan hal itu terjadi karena wanita yang lolos dari hukuman pengorbanan yang telah ia buat sedemikian rupa. Apalagi ia bisa menghirup aroma darah wanita itu yang sangat langka serta menggiurkan, mungkin ia bisa memberikan wanita itu pada rajanya.
Bangunan-bangunan yang tadinya berdiri dengan gagah hancur dan berserakan tanpa bentuk ataupun rupa. Sulur-sulur tanaman hitam raksasa terus tumbuh keluar menghancurkan segala sesuatu yanh ada di depannya. Tanpa ampun dan tanpa akal.
Penatua suci yang terus dengan gila menghantamkan sulur hitam raksasa ke kubah pelindung yang sudah di buat xuan itu mendecih kesal. Kubah tak retak ataupun tergores oleh kekuatannya. Ia yang sudah kehilangan akal sehatnya karena menghirup aroma menggiurkan darah milik so ah dengan gila terus mencari cara agar kubah besar didepannya itu hancur.
"Siapa lelaki itu !!... cih kubah sialan !!"desis penatua suci kesal.
Gerakan yang terus menerus semakin brutal membuat tudung yang menutupi kepalanya terhempas oleh angin, ia tetap tak perduli.
Dai luan dalam diam melihat gerakan brutal dari musuh tuannya ah tidak mahluk menjijikan didepannya itu tidak pantas disebut musuh karena mahluk itu adalah produk gagal.
Mata yang tak seperti pada umumnya dan juga urat-urat yang menonjol dengan menjijikan membuat dai luan memandangnya dengan pandangan yang memuakkan. Lelaki berkulit tan itu hanya diam saja saat melihat bagaimana sulur-sulur raksasa yang terus menerus dihantamkan lelaki gila itu ke kubah pelindung raksasa yang melingkupi hampir seluruh sudut pemukiman kumuh.
Mata dai luan sedikit menyipit ketika ia melihat sesosok lain datang. Mulutnya sedikit terangkat, sepertinya akan ada tontonan yang bagus.
"Cheng Qi apa yang kau lakukan !!!"teriak sesosok berjubah hitam pada penatua suci yang ia panggil sebagai cheng qi itu.
Cheng qi atau penatua suci langsung menolehkan pandanganya dan menatap sosok yang meneriakinya itu dengan pandangan kesal.
"Cheng Qu gege, aku hanya mencari tikus untuk tuanku"jawab cheng qi santai.
Cheng qi dan cheng qu adalah dua saudara kembar yang telah menjadi salah satu dari keempat pengawal rahasia milik zheng bai. Yang membedakan mereka berdua hanyalah dari sifat yang mana cheng qu sebagai sosok yang sangat berhati-hati dan penuh perhitungan serta tipu muslihat hingga dirinya juga dijadikan sebagai tangan kepercayaan zheng bai dan berbeda lagi dengan cheng qi yang serakah tapi memiliki kekuatan spiritual yang sangat besar hingga ia cenderung sombong tapi jangan meremehkan keterampilan yang juga membuat sebuah tipu muslihat yang sama seperti yang dilakukan cheng qu.
Cheng qu yang mendengar adiknya memanggil ia dengan nama lengkapnya hanya bisa mendesah bosan. Sebenarnya hal yang dilakukan adiknya kali ini lebih berbahaya dari apa yang biasa mereka lakukan, tapi karena dunia atas tidak ada pergerakan adiknya ini semakin menjadi-jadi dan juga jangan lupakan juga karena cheng qi yang mengumpulkan banyak "darah pengorbanan" bagi kerajaan mereka. Jadi, selagi tuan mereka belum menegur tingkah cheng qi, cheng qu hanya bisa diam.
"Kenapa kau kemari ?"tanya cheng qi pada kakaknya.
"Aku merasakan energi spiritual besar disini"ungkap cheng qu.
"Energi besar ?... hahaha itu katamu !!... ck bodoh"ucap cheng qi tertawa terbahak-bahak. Mata hitamnya berkilat tajam saat ia menatap kubah besar yang membuat matanya panas, tanganya sudah sangat gatal ingin menghancurkan kubah sialan itu.
Disisi lain, mata cheng qu menatap kubah besar dibawah mereka. Pandangannya menatap teliti pada ukiran yang ada dipuncak kubah tapi tetap saja semakin ia melihatnya semakin tersesat pikirannya.
"Siapa lawanmu kali ini !!"tanya cheng qu tajam.
"Kultivator katamu !!... apa kau tidak melihat kubah ini bukanlah suatu hal yang kultivator bisa buat !!... jika hanya kultivator hal ini takkan bisa dimasukkan kedalam pikiranmu, idiot !! Dan jika rencana tuan gagal karena dirimu... aku yakin kau takkan selamat !!"decak cheng qu kasar.
Didetik itu pula mata hitam cheng qi langsung melotot mengerikan.
"Bajingan biadab !!!... berani sekali ia memanipulasi yang hebat ini !!!... cuihhh brengsek"decih cheng qi penuh dengan amarah yang meluap-luap.
"Hebat ??"pikir dai luan mengejek.
Dai luan yang berada di kegelapan langsung tersenyum sinis, Ia mengetahui jika kekuatan yang membawa sosok lain itu adalah kedatangannya yang kemudian disalah artikan menjadi kekuatan agung milik tuannya.
Selagi mereka bertengkar, dai luan memindahkan seluruh manusia yang ada di dalam kubah menuju ke sebuah tempat yang dekat dengan kekaisaran Qi, dengan begitu ia takkan takut jika ada hal yang tak terduga nantinya dan juga tuannya sudah memerintahkannya untuk sewaktu-waktu menghancurkan kubah itu.
Mata Cheng qu menatap tajam kebawah, menelisik lebih jauh kedalam kubah dan ia tak bisa merasakan satupun hawa kehidupan disana yang berarti para manusia dibawah sudah dipindahkan entah kemana. Siapa yang mempunyai kekuatan besar yang bisa memindahkan mahluk hidup yang bahkan ia sendiri sudah mencoba berulang kali tetap saja tak bisa melakukannya.
"Qu ge, aku mencium aroma darah yang pernah kau temukan itu"ucap cheng qi pada cheng qu secara tiba-tiba. Cheng qi baru sadar bahwa aroma darah itulah yang membuat tuannya menjadi sangat bergairah untuk mencari mahluk beraroma lezat itu.
"Dan kau dengan bodohnya baru sadar keh jadi apa pekerjaanmu selama ini selain menjadi "penatua suci" !!!"decih cheng qu marah yang menekan tiap kalimatnya.
"Lihat dimana mangsa mu !!!"tunjuk cheng qu kebawah.
Mata hitam cheng qi bertambah panas serta urat-urat hitam yang ada dikulit pucatnya menonjol mengerikan saat melihat bahwa apa yang ia serang bukanlah sesuatu yang berisi tikus hidup, seketika itu sumpah serapah keluar dari mulutnya.
Sulur-sulur raksasa yang tadinya tenang kini mengamuk dengan ganas sama ganasnya seperti amarahnya. Tapi sebelum sulur raksasa yang cheng qi arahkan ke kubah itu untuk melampiaskan emosinya, tiba-tiba saja kubah itu hancur dan hilang tak berbekas.
"Apa lagi ini ??!!"decak cheng qi marah.
"Diam !!"bentak Cheng qu, matanya langsung melihat kesegala arah.
Ia tahu cara kerja dari sebuah kubah raksasa yang sudah dibuat yang mana kubah itu tak bisa secara sembarangan hilang jika bukan karena sang pembuat sudah mati dan tidak menurunkan bagaimana cara membuat sebuah kubah lagi dengan segel yang sudah ada atau kemungkinan kedua bahwa sosok pembuat masih ada ditempat dimana kubah itu dibuat. Tapi bagi xuan maupun dai luan kubah spiritual itu hanyalah mainan untuk mereka.
Dai luan menatap sinis takkala mata dari salah satu mahluk dunia bawah itu menatap sekelilingnya dengan waspada.
Tapi hal itu sudah terlambat dan di detik berikutnya terdengar ledakan keras yang terus menghantam disekeliling pohon raksasa dimana mereka berada.