MY PRINCE

MY PRINCE
JANJI PAPA



Dan seketika itu Prince tersadar apa yang sebenarnya Laras inginkan.


"Laras sayang, aku .."


Namun Prince tidak kuasa melanjutkan kata - katanya karena melihat wajah Laras yang cemberut.


"Baiklah sayang, aku akan melakukan hal itu untuk mu, tunggu yah aku siapkan semuanya untuk mu, aku akan memberikan aroma therapi yang paling menyegarkan untuk mu."


"Terima kasih mas Prince."


Dan setelah itu Prince menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, meskipun hatinya berharap cemas.


"Sayang ayo semuanya sudah siap, kau bisa mandi sekarang."


Prince kembali mengatakan hal tersebut sambil memanggil Laras yang masih duduk di kursi Laras.


"Iya mas, aku sudah masuk."


Deg


Seketika itu juga Prince memincingkan ke dua matanya karena melihat Laras masuk ke dalam kamar mandi dengan gaun tipis miliknya.


"Mas baunya harus sekali."


Laras mengatakan hal tersebut sambil mencium bau harum dari aroma therapi yang dipakaikan oleh Prince..


"Iya ini adalah aromaterapi terbaik yang aku miliki."


"Baiklah mas, terima kasih."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras langsung melepaskan bajunya yang tipis dan kini dirinya telanjang di hadapan Prince.


"Ayo kemari, hati - hati melangkahkan kaki mu


"


Prince menuntun Laras masuk ke dalam bathtub.


Untuk pertama kalinya di dalam hidup Prince mampu menahan segala hasratnya saat harus melakukan hal ini.


Ya Hasrat yang bisanya ada ketika melihat wanita yang dia cinta membuka semua bajunya.


"Bagaimana apakah sudah nyaman?"


"Nyaman sekali mas, ini enak, Laras suka.*


Laras mengatakan hal tersebut sambil meletakkan kepalanya di atas tempat yang ada di dalam bathtub tersebut.


"Ayo aku gosok punggung mu."


"Iya mas."


Dan dengan lembut Prince menggosok punggung Laras.


Hari ini Prince berhasil mengendalikan hasratnya ketika melakukan hal ini, hari ini Prince berhasil melakukan hal itu untuk Laras, ya hal yang tidak akan pernah mungkin terjadi jika bukan Laras yang meminta nya.


"Mas, sudah cukup, boleh aku menyelesaikan hal ini?"


"Tentu saja sayang."


Dan Prince pada akhirnya memberikan kecupan sayang di punggung Laras sebagai bentuk rasa cintanya terhadap satu wanita yang pernah dia sia - sia kan.


"Ini, pakailah handuk ini, ayo aku yang akan menggantikan pakaian untuk mu."


"Iya mas."


Laras mengikuti semua hal yang Prince minta..


Dengan cepat Prince memilih kan baju untuk Laras dan memakai kan pakaian itu..


"Sekarang tidur lah, aku tidak ingin kau tidur terlalu larut malam karena itu bisa menganggu tumbuh kembang janin kita.


Prince yang kini mulai mengerti tentang kehamilan istrinya kembali mengatakan hal tersebut.


"Iya mas, selamat tidur mas Prince."


Laras mengecup kening Prince dengan lembut.


"Terima kasih karena hari ini sudah menjadi laki - laki hebat untuk Laras, terima kasih karena hari sudah sabar menghadapi apa yang Laras mau, terima kasih sudah melayani Laras dengan baik."


"Sayang,lihat papa begitu peduli terhadap mama, papa sayang kepada kita nak."


Laras mengatakan hal tersebut sambil membelai dengan lembut perutnya yang masih rata.


"Papa berharap kau tetap sehat ya di dalam nak, papa akan melakukan banyak hal untuk membuat mu tetap sehat, ya kau ataupun mama akan papa jaga dengan sangat baik papa berjanji untuk melakukan hal itu untuk mu dan juga mama."